STTKD Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan Full Drone Solutions

Momentum Sinergi Dunia Pendidikan dan Industri Teknologi

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah penerbangan terbaik dengan menjalin kerjasama strategis bersama Full Drone Solutions, perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan teknologi drone. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan pada 25 Juli 2025 di Ruang Rapat Cessna STTKD Yogyakarta, dalam suasana hangat dan penuh optimisme.Kerjasama ini menjadi langkah nyata STTKD untuk terus membuka diri terhadap perkembangan teknologi dirgantara, khususnya dalam bidang pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Dengan menggandeng Full Drone Solutions, STTKD berkomitmen memperkuat kompetensi Tarunanya agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Pimpinan STTKD dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi vokasi yang berbasis industri. Taruna kini tidak cukup hanya memahami teori, mereka juga harus mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Inilah mengapa STTKD terus membangun jejaring industri sebagai mitra pembelajaran.

Sementara itu, pihak Full Drone Solutions menyambut antusias kerjasama ini. Mereka melihat potensi besar dari para Taruna STTKD, yang dinilai telah memiliki dasar pengetahuan dan karakter disiplin yang kuat. Dengan bimbingan dan pelatihan yang tepat, Taruna-Taruna ini dapat menjadi staff airline, operator UAV, hingga tenaga pengembang teknologi drone. Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh para dosen dan perwakilan unit kampus lainnya. Kehadiran mereka menjadi simbol keterlibatan seluruh unsur kampus dalam menjamin keberhasilan implementasi kerjasama ini. STTKD memang dikenal sebagai sekolah penerbangan yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai kolaborasi dan inovasi.

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak menandatangani dokumen kerjasama sebagai bentuk komitmen bersama. Selama lima tahun ke depan, STTKD dan Full Drone Solutions akan mengembangkan berbagai program berbasis teknologi UAV yang menyasar pada penguatan kurikulum, riset, pengabdian masyarakat, serta praktik kerja lapangan. Melalui kemitraan ini, STTKD ingin memperluas jalur karier bagi Tarunanya. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi staff maskapai atau staff bandara, tetapi juga memiliki peluang besar di industri teknologi penerbangan tak berawak yang tengah berkembang pesat, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kerjasama ini sekaligus membuktikan bahwa STTKD telah melampaui batas sebagai sekolah pramugari atau kampus teknisi biasa. Kini, STTKD hadir sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset UAV di Indonesia. Dengan dukungan mitra industri, STTKD semakin mantap dalam menatap masa depan pendidikan dirgantara.

Empat Pilar Kerjasama: Pendidikan, Riset, Pengabdian, dan Magang

Kesepakatan antara STTKD dan Full Drone Solutions mencakup empat pilar utama yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan praktik kerja lapangan (PKL). Keempat pilar ini akan menjadi kerangka kerja kolaboratif yang aplikatif dan berkelanjutan. Dalam bidang pendidikan, Taruna STTKD akan mendapatkan pelatihan langsung dari para profesional Full Drone Solutions. Mereka akan mempelajari dasar-dasar pengoperasian drone, sistem navigasi otomatis, serta keselamatan dan peraturan penerbangan tak berawak. Pelatihan ini akan menjadi bekal penting bagi Taruna yang ingin berkarier sebagai staff bandara maupun teknisi UAV.

Selain itu, STTKD dan Full Drone Solutions juga akan menyusun modul pembelajaran berbasis industri yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum. Materi ini akan memperkuat capaian pembelajaran Taruna dalam bidang teknologi terapan dan manajemen sistem pesawat tanpa awak. Di bidang penelitian, kerjasama ini membuka peluang besar bagi dosen dan Taruna untuk melakukan riset kolaboratif. Tema riset yang direncanakan antara lain pengembangan sistem pemetaan berbasis drone, aplikasi drone untuk mitigasi bencana, dan integrasi AI dalam sistem UAV. Hasil riset ini akan menjadi kontribusi penting bagi kemajuan teknologi nasional.

STTKD sendiri telah dikenal aktif dalam melakukan riset berbasis proyek, terutama yang berkaitan dengan dunia aviasi. Dengan adanya mitra industri seperti Full Drone Solutions, hasil-hasil penelitian tersebut kini memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan secara langsung di lapangan. Program pengabdian kepada masyarakat juga menjadi perhatian dalam kerjasama ini. STTKD bersama Full Drone Solutions akan mengadakan pelatihan teknologi UAV bagi pelajar, petani, serta komunitas lokal di sekitar Yogyakarta. Ini adalah bagian dari misi sosial kampus sebagai sekolah penerbangan terbaik yang peduli pada pemberdayaan masyarakat.

Pengabdian masyarakat berbasis teknologi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan. Teknologi drone bisa membantu dalam bidang pertanian presisi, monitoring wilayah, hingga pemetaan kebencanaan. Aspek terakhir dalam kerjasama ini adalah program magang industri atau praktik kerja lapangan (PKL). Taruna STTKD dari berbagai program studi akan diberi kesempatan untuk melakukan magang di fasilitas Full Drone Solutions, baik di bidang produksi, operasional, maupun pengembangan produk.

PKL ini akan menjadi pengalaman langsung yang sangat berharga bagi Taruna. Mereka akan belajar tentang etos kerja, standar keselamatan industri, serta tantangan teknologi UAV yang terus berkembang. Ini akan menjadi bekal kuat untuk bersaing saat mereka lulus dan memasuki dunia kerja sebagai staff maskapai, teknisi UAV, maupun staff airline. Dengan pendekatan praktik langsung ini, STTKD kembali membuktikan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Justru di lapangan, Taruna bisa mendapatkan pelajaran yang tak ternilai. Inilah yang menjadi pembeda STTKD dengan kampus lain dalam bidang penerbangan.

Menatap Masa Depan: STTKD Siapkan Generasi UAV Indonesia

Melalui kerjasama dengan Full Drone Solutions, STTKD telah mengambil langkah strategis untuk membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan masa depan. Dunia penerbangan telah berkembang dari sistem konvensional menuju sistem otomatis dan berbasis kecerdasan buatan. Teknologi UAV adalah bagian penting dari transformasi ini. Sebagai sekolah penerbangan, STTKD tidak ingin tertinggal. Justru STTKD hadir sebagai pelopor dalam menjawab tantangan zaman. Melalui kolaborasi ini, Taruna dibekali tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga wawasan bisnis, inovasi, dan tanggung jawab sosial.

Dengan kurikulum yang adaptif dan pelatihan industri yang intensif, STTKD berusaha menciptakan lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang kerja. Lulusan dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan UAV di berbagai sektor seperti logistik, kehutanan, pertanian, hingga pemantauan wilayah. Transformasi ini menjadi peluang baru bagi mereka yang selama ini bercita-cita menjadi bagian dari dunia aviasi. Tak hanya sebagai pilot atau staff pramugari, kini mereka juga bisa menjadi analis data penerbangan, operator sistem UAV, dan pengembang perangkat lunak penerbangan tanpa awak.

Dengan dukungan industri seperti Full Drone Solutions, lulusan STTKD akan lebih siap bersaing di dunia kerja. Tak hanya di sektor pemerintah dan pertahanan, tetapi juga di sektor swasta yang kini mulai membuka divisi khusus untuk UAV dan otomasi penerbangan. STTKD membuktikan bahwa pendidikan vokasi bisa menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan teknologi. Dengan menggabungkan riset, pengabdian, dan pembelajaran praktis, kampus ini telah menjadi model sekolah penerbangan terbaik yang berwawasan masa depan.

Di tengah dinamika teknologi global, kolaborasi antara STTKD dan Full Drone Solutions diharapkan bisa mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru yang relevan dan bermanfaat. Indonesia membutuhkan SDM unggul yang tidak hanya kompeten, tetapi juga siap mengisi ruang-ruang strategis dalam industri aviasi modern. Penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan dan peluang. STTKD dan Full Drone Solutions berkomitmen untuk menjadikan kerjasama ini sebagai platform pembelajaran dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan.

Dengan semangat “Terbang Meraih Sukses”, STTKD menegaskan kembali jati dirinya sebagai kampus unggulan, bukan hanya dalam mencetak staff maskapai dan teknisi, tetapi juga pemikir, inovator, dan pelopor di bidang teknologi penerbangan masa depan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi bisa menjadi kekuatan perubahan yang berdampak luas.

 

Baca Juga : S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

STTKD Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan AMX UAV

Kolaborasi Strategis: STTKD dan AMX UAV Resmi Bermitra

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Pada tanggal 25 Juli 2025, STTKD menjalin kemitraan strategis dengan AMX UAV, sebuah perusahaan teknologi dirgantara yang bergerak di bidang pengembangan pesawat tanpa awak (UAV – Unmanned Aerial Vehicle). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Ruang Rapat Cessna STTKD, Yogyakarta, dan disaksikan oleh pimpinan dari kedua belah pihak. Kerjasama ini tidak hanya menjadi bentuk komitmen STTKD untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui kemitraan ini, STTKD memberikan peluang bagi Tarunanya untuk mengakses teknologi terbaru serta memperluas pengalaman praktik di luar ruang kelas.Dalam acara penandatanganan MoU, perwakilan STTKD menyampaikan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya kampus untuk memperkuat posisi sebagai pusat unggulan pendidikan dirgantara di Indonesia. STTKD tidak hanya mencetak teknisi, tetapi juga mendidik calon-calon inovator di bidang teknologi penerbangan.

AMX UAV menyambut baik kemitraan ini karena mereka melihat potensi besar dalam kolaborasi jangka panjang dengan institusi pendidikan vokasi. Bagi AMX UAV, keterlibatan kampus seperti STTKD memberikan mereka akses terhadap sumber daya manusia yang muda, energik, dan siap dilatih sesuai standar industri. Sebagai sekolah penerbangan dengan reputasi nasional, STTKD melihat bahwa kerjasama dengan AMX UAV akan memperluas cakupan kompetensi Tarunanya. Tak hanya itu, ini juga akan memperkuat posisi lulusan STTKD dalam bersaing menjadi staff bandara, staff maskapai, maupun bagian dari tim pengembang UAV masa depan.

Kolaborasi ini akan berlangsung selama lima tahun, dengan kesepakatan yang dapat diperbarui berdasarkan hasil evaluasi berkala. Selama kurun waktu itu, program-program konkret seperti pelatihan, magang, dan penelitian bersama akan dijalankan secara simultan. Kerjasama ini pun selaras dengan semangat STTKD dalam mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), di mana Taruna didorong untuk belajar tidak hanya di kampus, tetapi juga dari dunia industri dan masyarakat.

Foto bersama Pejabat STTKD beserta Direksi AMX UAV

Empat Pilar Kolaborasi: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian dan PKL

Penandatanganan MoU antara STTKD dan AMX UAV tidak hanya bersifat simbolis. Kolaborasi ini memiliki cakupan yang luas, mencakup empat bidang utama: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan praktik kerja lapangan (PKL). Keempat pilar ini akan menjadi fondasi utama dalam membangun sinergi berkelanjutan antara kampus dan dunia industri. Pada bidang pendidikan, AMX UAV akan menyediakan pelatihan teknis dan workshop yang melibatkan Taruna STTKD secara langsung. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi Taruna, baik dalam perancangan, pemrograman, hingga pengoperasian UAV secara profesional. Kegiatan ini menjadi jembatan penting bagi Taruna yang bercita-cita menjadi staff airline maupun praktisi teknologi UAV.

Taruna dari berbagai jurusan di STTKD, baik teknik kedirgantaraan, manajemen transportasi udara, hingga sistem informasi penerbangan, akan mendapatkan manfaat dari program pelatihan ini. Pendekatan hands-on learning yang diberikan akan melengkapi pembelajaran teori di kelas, menjadikan Taruna lebih siap untuk menghadapi dunia kerja.

Di sisi lain, STTKD dan AMX UAV juga sepakat untuk melakukan penelitian bersama. Riset-riset yang akan dilakukan meliputi pengembangan desain UAV, pemanfaatan AI dalam sistem penerbangan, dan efisiensi energi pada drone jarak jauh. Para dosen dan Taruna akan terlibat langsung dalam proyek-proyek penelitian yang memiliki dampak nyata bagi industri. Kegiatan riset bersama ini bukan hanya untuk publikasi ilmiah, melainkan juga bertujuan menciptakan inovasi nyata yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat dan sektor industri. STTKD ingin membuktikan bahwa riset di lingkungan kampus bukan sekadar tumpukan dokumen, tapi solusi atas kebutuhan riil.

Program pengabdian masyarakat juga menjadi bagian dari kesepakatan ini. STTKD dan AMX UAV akan menyelenggarakan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat, khususnya pelajar dan komunitas lokal, untuk mengenalkan teknologi UAV. Program ini bertujuan membangun literasi teknologi serta membuka wawasan generasi muda tentang peluang karier di dunia aviasi. Selain edukasi, program pengabdian juga dirancang untuk mendorong pemanfaatan UAV dalam kegiatan sosial seperti pemetaan wilayah rawan bencana, pengawasan lingkungan, hingga pengiriman logistik ke daerah terpencil. STTKD ingin menunjukkan bahwa teknologi penerbangan dapat digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan pembangunan.

Adapun pada bidang praktik kerja lapangan (PKL), Taruna STTKD akan mendapatkan kesempatan magang langsung di fasilitas AMX UAV. Di sana mereka bisa mempelajari langsung proses produksi UAV, dari tahap perancangan, perakitan, pengujian hingga distribusi. Kesempatan magang ini menjadi salah satu nilai jual utama STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik. Dengan pengalaman langsung di industri UAV, Taruna akan memiliki portofolio yang kuat untuk melamar pekerjaan, tidak hanya di maskapai, tetapi juga di perusahaan teknologi, otoritas bandara, dan sektor pemerintah.

Masa Depan Teknologi Penerbangan: STTKD Sebagai Pusat Inovasi UAV

Kerjasama antara STTKD dan AMX UAV menjadi langkah konkret untuk menghadirkan masa depan dunia penerbangan yang lebih inovatif dan inklusif. Dunia aviasi kini tengah bertransformasi menuju sistem yang lebih otomatis, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi UAV adalah salah satu kunci utama dalam transformasi ini. Sebagai sekolah penerbangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, STTKD menyadari pentingnya peran teknologi UAV dalam menciptakan solusi baru bagi industri. Tidak heran jika kampus ini mulai menempatkan UAV sebagai bagian dari kurikulum dan program unggulan.

Kolaborasi ini juga menjadi titik tolak bagi STTKD untuk memantapkan dirinya sebagai pusat inovasi dan penelitian UAV di Indonesia. Kampus ini tidak hanya ingin menjadi tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang penciptaan ide dan teknologi yang siap digunakan oleh masyarakat dan industri. Peran sekolah pramugari, sekolah teknik penerbangan, dan pendidikan vokasi lainnya kini semakin meluas. Jika dulu lulusan hanya berorientasi menjadi awak kabin atau teknisi, kini mereka juga bisa menjadi perancang teknologi, analis data penerbangan, atau operator sistem otomatis.

STTKD membuktikan bahwa lulusan pendidikan vokasi pun bisa menjadi aktor utama dalam dunia teknologi. Kolaborasi dengan AMX UAV membukakan jalan bagi Taruna untuk meniti karier sebagai developer UAV, project engineer, atau bahkan entrepreneur di bidang penerbangan. Keunggulan STTKD terletak pada kemampuannya memadukan teori akademik dengan praktik industri secara seimbang. Inilah yang membuat kampus ini tetap konsisten menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, atau profesional lainnya di bidang penerbangan.

STTKD juga terus berinovasi dalam sistem pembelajaran. Dengan menggandeng AMX UAV, kampus ini akan mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan tren global. Ini akan memastikan bahwa lulusannya selalu relevan dan kompetitif di pasar kerja, baik nasional maupun internasional. Melalui kerjasama ini, STTKD tidak hanya menyiapkan Taruna untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menciptakan pekerjaan baru. Inilah bentuk nyata dari pendidikan yang progresif dan berdampak.

STTKD percaya bahwa dunia pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam perubahan. Dalam menghadapi era teknologi UAV, kampus ini memilih untuk bergerak maju, bermitra, dan berinovasi bersama industri. Kemitraan dengan AMX UAV menjadi bukti nyata dari semangat tersebut. Dengan jalinan kolaborasi ini, STTKD sekali lagi menegaskan posisinya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya berbicara teori, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. Masa depan dunia aviasi Indonesia kini memiliki harapan baru—berkat sinergi antara pendidikan dan industri, antara STTKD dan AMX UAV.

Baca Juga : S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

STTKD Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan TECHNOGIS

Menyatukan Visi: STTKD dan TECHNOGIS Menuju Kemajuan Pendidikan Aviasi

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menunjukkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis aviasi dengan menjalin kerja sama bersama perusahaan teknologi terkemuka, TECHNOGIS. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di dunia penerbangan. TECHNOGIS, sebagai perusahaan berbasis teknologi yang bergerak dalam bidang digitalisasi informasi dan sistem industri, melihat potensi luar biasa dari STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan langkah nyata menuju integrasi dunia pendidikan dengan industri teknologi. Dalam perjanjian yang ditandatangani, disepakati bahwa ruang lingkup kerja sama meliputi empat bidang utama: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan praktik kerja lapangan (PKL). Keempat pilar ini menjadi fondasi yang kokoh dalam mendorong peningkatan kualitas lulusan STTKD agar siap bersaing di dunia kerja global.

Perjanjian ini akan berlaku selama lima tahun ke depan, dan diharapkan menjadi fondasi jangka panjang untuk pengembangan kompetensi Taruna STTKD. Sebagai sekolah penerbangan yang terus berkembang, STTKD menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika industri dan inovasi teknologi melalui kemitraan ini. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STTKD bersama Direktur Utama TECHNOGIS pada sebuah acara resmi yang digelar di kampus STTKD. Hadir pula jajaran pimpinan kampus, dosen, serta perwakilan dari TECHNOGIS. Nuansa optimisme dan kolaborasi sangat terasa dalam forum tersebut.

 

Sinergi dalam Pendidikan: Menyiapkan SDM Aviasi Masa Depan

Salah satu pilar penting dalam kerja sama ini adalah penguatan sektor pendidikan. Melalui kemitraan ini, TECHNOGIS berkomitmen untuk memberikan dukungan teknologi dan materi pembelajaran berbasis industri terkini kepada STTKD, yang dikenal sebagai sekolah pramugari dan sekolah penerbangan terbaik di wilayah Yogyakarta. Materi pembelajaran akan diperbarui secara periodik untuk mencerminkan kebutuhan dan perkembangan teknologi dalam industri penerbangan. Hal ini mencakup penguatan kompetensi taruna dalam bidang manajemen bandara, sistem informasi penerbangan, serta keterampilan digital yang dibutuhkan dalam posisi seperti staff airline dan staff bandara.

Para taruna STTKD, khususnya dari program studi Manajemen Transportasi Udara dan Teknik Dirgantara, akan mendapatkan pelatihan khusus dari tim TECHNOGIS. Pelatihan ini mencakup penggunaan perangkat lunak simulasi, digitalisasi dokumen operasional, hingga pemanfaatan big data dalam pengelolaan maskapai. Kerja sama ini juga memungkinkan para dosen untuk melakukan transfer knowledge langsung dari pihak industri. Ini merupakan langkah strategis yang penting, mengingat peran dosen sebagai jembatan utama antara dunia akademik dan dunia kerja. Dengan demikian, kualitas pengajaran di STTKD akan terus terjaga relevansinya.

Sebagai sekolah penerbangan yang telah mencetak ribuan alumni berkualitas, STTKD berkomitmen menjadikan kerja sama ini sebagai momentum transformasi kurikulum. Hal ini agar para lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam penggunaan teknologi terbaru di industri aviasi.

 

 Baca juga : Tim Taruna STTKD Siap Laksanakan Riset Bantu Petani Sawit

 

Riset dan Pengabdian: Membangun Inovasi dan Kepedulian Sosial

Tak hanya pada aspek pendidikan, kerja sama ini juga menyentuh aspek penelitian dan pengabdian masyarakat. STTKD dan TECHNOGIS sepakat untuk mengembangkan riset bersama dalam bidang sistem informasi penerbangan, mitigasi risiko transportasi udara, serta optimalisasi operasional maskapai. Penelitian ini diharapkan menghasilkan publikasi ilmiah dan inovasi teknologi yang dapat diimplementasikan langsung di industri. Taruna dan dosen STTKD akan didorong untuk melakukan studi kasus nyata di bawah bimbingan tim riset TECHNOGIS yang sudah berpengalaman dalam pengembangan software penerbangan dan sistem kontrol otomatis.

Kegiatan pengabdian masyarakat juga menjadi sorotan utama. STTKD dan TECHNOGIS akan melaksanakan program pelatihan teknologi dasar untuk masyarakat sekitar kampus maupun daerah terpencil. Fokusnya adalah peningkatan literasi digital dan pengenalan teknologi aviasi bagi generasi muda. Sebagai sekolah penerbangan yang berkomitmen pada tanggung jawab sosial, STTKD percaya bahwa inovasi tidak hanya untuk profit, tapi juga untuk kemajuan bersama. Dengan melibatkan taruna dalam program pengabdian ini, karakter kepemimpinan dan empati sosial turut dikembangkan secara nyata.

Beberapa program pengabdian masyarakat yang direncanakan antara lain workshop keselamatan penerbangan bagi komunitas bandara daerah, pelatihan perangkat lunak penerbangan untuk sekolah menengah, serta pengembangan sistem informasi untuk koperasi dan UMKM sekitar wilayah kerja TECHNOGIS.

Praktik Lapangan dan Masa Depan Karier Mahasiswa

Bagian paling strategis dari kerja sama ini adalah penyediaan program praktik kerja lapangan (PKL) di lingkungan TECHNOGIS bagi taruna STTKD. Program ini akan memberikan pengalaman nyata dalam dunia kerja dan meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan industri. TECHNOGIS membuka pintu bagi taruna STTKD untuk berpartisipasi dalam berbagai divisi, mulai dari pengembangan sistem informasi, pengolahan data aviasi, hingga layanan pelanggan digital. Hal ini sangat sejalan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam posisi staff maskapai dan staff airline. Dalam jangka panjang, program PKL ini juga menjadi jalur rekrutmen langsung bagi TECHNOGIS maupun mitra industrinya. Dengan menunjukkan performa yang baik selama PKL, taruna memiliki peluang besar untuk direkrut sebagai karyawan tetap setelah lulus.

STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik sangat menyadari pentingnya koneksi industri dalam menyiapkan lulusan yang kompeten. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jejaring kemitraan industri. Program PKL akan dibimbing secara intensif oleh mentor profesional dari TECHNOGIS. Para taruna akan menyusun laporan, presentasi proyek, dan mengikuti evaluasi kinerja yang akan diakui sebagai bagian dari pencapaian akademik mereka. Hal ini tentu memberikan nilai tambah tersendiri dalam CV para lulusan STTKD. Dengan kerja sama ini, STTKD berharap lulusan tidak hanya siap bekerja sebagai staff bandara atau pramugari, tetapi juga mampu mengambil peran penting dalam pengembangan teknologi penerbangan nasional. Hal ini menunjukkan transformasi STTKD dari sekadar sekolah pramugari menjadi pusat keunggulan pendidikan aviasi terintegrasi.

Kedisiplinan dalam Kurikulum STTKD untuk Menjawab Tuntutan Industri Dirgantara

Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Taruna yang Tangguh

Setiap tahun Organisasi Badan Eksekutif Taruna dan Polisi Taruna STTKD (Sekolah Tinggi Kedirgantaraan) Yogyakarta menjaring calon pengurus baru yang nantinya akan menggantikan kinerja dari pengurus yang lama.   Dalam proses penjaringan tersebut, diselenggarakan kegiatan Pendidikan oleh Pengurus Organisasi Taruna (Senat, BET dan Poltar) dengan berbagai materi tentang keorganisasian, kepemimpinan (leadership), pengetahuan, keterampilan, dan sikap  bagi calon pengurus baru agar mereka lebih cakap dan mandiri ketika sudah ditetapkan menjadi pengurus organisasi.

Adapun tujuan dari kegiatan Pendidikan tersebut :

  1. Memperdalam pemahaman calon pengurus tentang fungsi dan tujuan organisasi Taruna, serta peran masing-masing individu dalam organisasi.
  2. Melatih keterampilan yang relevan seperti manajemen waktu, perencanaan, pengambilan keputusan, komunikasi efektif, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
  3. Membentuk karakter calon pengurus yang berintegritas, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada organisasi dan anggotanya.
  4. Memotivasi calon pengurus untuk aktif berkontribusi dalam organisasi dan menjadikannya sebagai wadah pengembangan diri.

salah satu momen dalam acara serah terima jabatan BET dan Poltar

Tema dari kegiatan tahun 2025 adalah  Membentuk Karakter Kepemimpinan Menuju Organisasi yang Berkualitas ”.   Kegiatan Pendidikan dilaksanakan tiap hari Rabu sore dan Sabtu pagi, mulai tanggal 19 April 2025 – 31 Mei 2025 dengan pembinaan dan pengawasan langsung oleh Pengasuh Ketarunaan. STTKD (Sekolah Tinggi Kedirgantaraan) Yogyakarta sebagai kampus kedirgantaraan dan kampus disiplin sangat mendukung kegiatan Pendidikan dengan harapan meningkatkan mutu taruna STTKD yang mempunyai karakter Takwa, Teknokrat, Tanggap, Tanggon dan Trengginas.

 Baca Juga : Komitmen STTKD Dalam Meningkatkan Kualitas Dosen

 

Pola Pendidikan Berbasis Kedisiplinan di STTKD

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengedepankan kedisiplinan sebagai pilar utama dalam sistem pendidikannya. Dengan menerapkan pola pendidikan semi-militer, setiap mahasiswa yang disebut sebagai Taruna dibentuk untuk memiliki tidak hanya kompetensi akademis di bidang kedirgantaraan, tetapi juga karakter yang kuat, mental yang tangguh, dan integritas tinggi. Proses ini dimulai sejak awal melalui serangkaian kegiatan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK)  yang bertujuan menanamkan jiwa korsa, rasa tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aturan. Keseharian di kampus diwarnai dengan rutinitas terstruktur, mulai  penggunaan seragam yang rapi, hingga hierarki kepangkatan Taruna, yang semuanya dirancang untuk mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi lingkungan kerja industri penerbangan yang menuntut ketelitian, ketepatan waktu, dan profesionalisme tanpa kompromi.

Memilih STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik adalah tempat untuk melanjutkan studi adalah sebuah investasi strategis untuk masa depan gemilang di industri aviasi. Lebih dari sekadar perkuliahan, STTKD menawarkan sebuah ekosistem pendidikan yang lengkap untuk mengubah impian Anda menjadi kenyataan. Di sini para taruna tidak hanya akan belajar teori dari para dosen ahli, tetapi juga akan mendapatkan pengalaman praktik langsung di laboratorium modern, simulator canggih, dan hanggar pesawat yang representatif. Kedisiplinan yang menjadi ciri khas pendidikan di STTKD akan menjadi keunggulan kompetitif Anda, membentuk Anda menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan sangat dihargai oleh perusahaan-perusahaan penerbangan ternama. Dengan jaringan alumni yang luas dan kerja sama industri yang kuat, pintu menuju karier sebagai  teknisi pesawat, pramugari/pramugara, atau profesional manajemen bandara akan terbuka lebar. Bergabunglah dengan STTKD dan jadilah bagian dari generasi penerus industri dirgantara yang andal, profesional, dan siap terbang tinggi.

STTKD Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Unit Kerja 2025

Monitoring & Evaluasi Unit Kerja 2025: Wujud Nyata Implementasi Budaya Mutu Berkelanjutan STTKD 

Yogyakarta, Februari 2025 — Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) telah sukses melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Unit Kerja untuk tahun akademik 2024/2025. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) yang menjadi fondasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) STTKD.

Monitoring dan evaluasi ini berlangsung sejak September 2024 hingga Februari 2025, dengan melibatkan berbagai unit strategis di lingkungan STTKD, antara lain: Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Biro Administrasi Akademik, SDM, Humas dan Kerjasama, IT, Pengajaran/MBKM, Sarana dan Prasarana, Keuangan, Tracer Study, PDDikti, Jafung, PTB, Perpustakaan, Ketarunaan, serta PPMI dan Beasiswa.

Menurut Kepala PPMI, Dhiani Dyahjatmayanti, S.TP., M.B.A., kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta potensi peningkatan di masing-masing unit. “Hasil monev ini kami jadikan baseline untuk menyusun strategi peningkatan mutu yang lebih terarah, konsisten, dan terukur,” ujarnya.

STTKD Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Unit Kerja 2025

kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Unit Kerja untuk tahun akademik 2024/2025

Kegiatan monev dilakukan oleh Asesor PPMI melalui analisis dokumen, wawancara dengan pimpinan unit, serta evaluasi capaian standar mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Fokus utama evaluasi meliputi pelaksanaan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, manajemen SDM, sistem informasi, tata kelola kerjasama, hingga layanan ketarunaan.

Dalam laporannya, Ketua SPM Institusi, Septiyani Putri Astutik, S.E., M.Si., menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi kepatuhan administratif, tetapi lebih sebagai sarana pembelajaran bersama. “Monev adalah cermin organisasi. Melalui kegiatan ini, kita belajar untuk terus berkembang dan merawat budaya mutu secara menyeluruh,” katanya. Diharapkan hasil monitoring dan evaluasi ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kerja ke depan, sekaligus mendukung upaya STTKD sebagai kampus penerbanag terbaik dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi STTKD sebagai pusat unggulan pendidikan kedirgantaraan nasional.

Baca Juga : STTKD Yogyakarta Perpanjang Sertifikasi ISO 21001:2018

Sebagai kampus penerbangan terbaik , Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) senantiasa menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berintegritas dan profesional di bidang kedirgantaraan. Fokus pada pendidikan dan pengembangan teknologi penerbangan menjadi landasan utama STTKD dalam setiap langkah strategis, termasuk dalam program Monitoring & Evaluasi Unit Kerja 2025 sebagai slah satu Wujud Nyata Implementasi Budaya Mutu Berkelanjutan STTKD. Melalui kegiatan ini, STTKD membuktikan keseriusannya dalam menerapkan budaya mutu secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kampus yang adaptif, unggul, dan relevan dengan perkembangan industri penerbangan global.

Menjadi Staff Airline bersama STTKD

Karir menarik di Dunia Aviasi selain Pilot dan Pramugari

Profesi di Dunia Aviasi yang Bikin Banyak Orang Tertarik 

Bayangkan kamu bekerja di bandara, dikelilingi pesawat-pesawat besar, melayani penumpang dari berbagai negara, dan setiap hari memakai seragam keren yang membuat orang melirik kagum. Menjadi bagian dari dunia aviasi bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga soal gaya hidup, kebanggaan, dan pengalaman luar biasa. Tak heran jika profesi seperti pramugari, pilot, dan staff bandara menjadi impian banyak remaja. Profesi di bidang penerbangan selalu menarik perhatian. Siapa yang tidak ingin menjelajahi langit sebagai pilot? Atau memberi layanan terbaik di udara sebagai pramugari dan pramugara? Belum lagi peran krusial di darat seperti  staff airline yang menjadi penggerak utama di balik kelancaran operasional penerbangan. Dunia ini dinamis, penuh tantangan, dan menjanjikan masa depan cerah.

Namun, untuk bisa menjadi bagian dari industri ini, kamu nggak bisa sembarangan. Diperlukan pendidikan dan pelatihan yang tepat dari lembaga yang sudah terbukti mencetak tenaga profesional aviasi. Di sinilah pentingnya memilih sekolah penerbangan yang benar-benar berkualitas dan diakui oleh industri. Menjawab kebutuhan itu, banyak remaja kini mulai mencari tahu: sekolah mana yang terbaik untuk meniti karier sebagai insan aviasi? Di tengah berbagai pilihan, muncul satu nama yang sangat layak untuk dikenal dan dipertimbangkan — Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, atau yang lebih dikenal dengan singkatan STTKD.

Sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia, STTKD telah lama menjadi rujukan bagi mereka yang ingin menjadi pilot, pramugari, atau tenaga ahli dalam industri penerbangan. Kampus ini bukan hanya soal seragam dan teori, tapi tentang membentuk mental, keterampilan, dan profesionalisme sejati. Di era modern ini, bekerja di industri penerbangan berarti menjadi bagian dari sistem global yang terus berkembang. Maka dibutuhkan pendidikan yang tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga praktik langsung, pemahaman teknologi, dan penguasaan komunikasi. STTKD menjawab semua itu dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi.

STTKD: Tempat Terbaik untuk Mulai Karier di Dunia Penerbangan

Jika kamu benar-benar serius ingin berkarier di dunia aviasi, STTKD adalah tempat yang wajib kamu kenal lebih dekat. Berdiri di Yogyakarta, kampus ini telah meluluskan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai maskapai, bandara, dan instansi penerbangan, baik dalam maupun luar negeri. STTKD bukan hanya sekadar sekolah pramugari atau pelatihan penerbangan biasa — STTKD adalah institusi pendidikan tinggi yang fokus pada teknologi dan keahlian penerbangan.

Di STTKD, kamu bisa memilih berbagai program studi yang sesuai dengan minat dan cita-cita kamu. Mau jadi pilot? Ada program penerbang yang dirancang dengan sistem pelatihan profesional dan terstruktur. Ingin jadi pramugari atau pramugara? STTKD punya program sekolah pramugari yang membekali kamu tidak hanya dengan cara berjalan anggun atau berpenampilan menarik, tapi juga keterampilan komunikasi, keselamatan penerbangan, dan pelayanan penumpang kelas dunia.

 

Taruni STTKD melaksanakan PKL di Bandar Udara sebagai upaya untuk penyesuain pendidikan dan dunia insustri penerbangan

Bagi yang tertarik dengan pekerjaan darat seperti menjadi staff bandara atau staff maskapai, STTKD menawarkan program studi yang fokus pada manajemen transportasi udara, teknik bandara, hingga sistem informasi penerbangan. Semua program dirancang sesuai kebutuhan industri, sehingga lulusannya siap langsung terjun ke dunia kerja. Yang membedakan STTKD dengan sekolah penerbangan lainnya adalah fasilitas lengkap dan pengajar yang berasal dari praktisi dan profesional aviasi. Taruna dibekali dengan praktik lapangan, simulasi, dan pelatihan langsung di bandara. Tidak hanya belajar dari buku, tapi juga dari pengalaman nyata.

Baca Juga : Taruna STTKD Lolos Riset Tingkat Mahasiswa Nasional

Kampus ini juga dikenal aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak — baik instansi pemerintah, maskapai penerbangan, hingga lembaga pelatihan luar negeri. Dengan jaringan kerja sama yang luas ini, mahasiswa STTKD memiliki peluang lebih besar untuk magang, bekerja, bahkan berkarier di level internasional.

Atmosfer belajar di STTKD juga sangat mendukung pembentukan disiplin dan etika kerja. Dunia aviasi dikenal dengan standar tinggi dan ketepatan waktu, dan hal itu sudah diterapkan sejak awal masa perkuliahan. Jadi, kamu akan terbiasa dengan budaya profesionalisme yang dibutuhkan di dunia kerja nanti.

Langkah Awal untuk Wujudkan Impianmu di Dunia Aviasi

Memilih kampus bukan hanya soal tempat belajar, tapi juga soal memilih masa depan. Untuk kamu yang bermimpi jadi bagian dari industri penerbangan, STTKD bukan hanya kampus, tapi gerbang menuju impian. Dari sinilah banyak karier hebat bermula — dari menjadi staff airline yang handal, pramugari yang ramah, hingga pilot yang terlatih. Banyak alumni STTKD yang kini telah bekerja di berbagai bandara dan maskapai terkemuka. Ada yang menjadi supervisor pelayanan pelanggan di bandara, teknisi pesawat, pengatur lalu lintas udara, hingga manajer rute penerbangan. Semua dimulai dari tekad, disiplin, dan pendidikan yang tepat.

Yang menarik, STTKD juga membuka kesempatan bagi kamu yang lulusan SMA/sederajat untuk langsung menempuh pendidikan sesuai jurusan pilihan. Ada program D1 hingga S1 yang bisa kamu pilih sesuai kemampuan dan minatmu. Bahkan, banyak mahasiswa dari luar Jawa pun memilih STTKD karena reputasinya sebagai sekolah penerbangan terbaik.

Bagi kamu yang mungkin belum tahu pasti ingin jadi apa, STTKD juga memberikan bimbingan dan orientasi karier di awal perkuliahan. Jadi kamu bisa mengenal lebih dalam berbagai profesi di dunia penerbangan dan memilih jalur yang paling sesuai dengan potensimu.

Dan tidak kalah penting, STTKD memberikan pendidikan karakter. Karena di dunia penerbangan, bukan hanya kemampuan teknis yang diperlukan, tapi juga kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan sikap melayani. Semua nilai itu dibangun sejak kamu pertama kali mengenakan seragam STTKD. Yogyakarta sebagai kota pendidikan juga memberi suasana yang nyaman untuk belajar. Biaya hidup yang relatif terjangkau, lingkungan sosial yang ramah, dan budaya disiplin menjadikan pengalaman kuliah di STTKD sebagai perjalanan hidup yang tak terlupakan.

Kini pertanyaannya adalah: apakah kamu siap memulai langkah menuju impianmu? Dunia aviasi menunggu generasi muda yang berani, cerdas, dan disiplin. Dan STTKD adalah tempat yang akan membantumu sampai ke sana. Jangan ragu untuk memilih kampus yang sudah terbukti mencetak profesional penerbangan berkualitas. Jika kamu benar-benar ingin menjadi bagian dari dunia yang menakjubkan ini, tidak ada waktu yang lebih tepat dari sekarang untuk mengenal lebih dekat Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta. Karena dari sinilah impian terbangmu dimulai.

Komitmen STTKD Dalam Meningkatkan Kualitas Dosen

Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025

Kualitas dosen merupkan unsur paling penting dalam upaya meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan akademik yang terstruktur. Pada Kamis, 10 Juli 2025, kampus STTKD menyelenggarakan Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025, sebuah kegiatan yang dirancang untuk memfasilitasi proses pengajuan Sertifikasi Dosen (Serdos) secara kolektif, terarah, dan tepat sasaran. Bertempat di ruang perpustakaan STTKD, acara ini dimulai tepat pukul 08.30 WIB dan berlangsung dengan suasana akademik yang penuh semangat. Sebanyak 17 dosen peserta hadir dalam kegiatan ini dengan didampingi oleh 6 dosen pendamping yang telah berpengalaman dalam proses Serdos pada tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran para dosen pendamping menjadi bagian penting dalam mendampingi dan memberikan asistensi teknis dalam pengisian dokumen dan penilaian persepsional.

Penguatan Kualitas Dosen Melalui Kegiatan Kolaboratif

Peserta Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025

Workshop ini merupakan inisiasi dari Bagian Jabatan Fungsional (Jafung) dan Sertifikasi Dosen STTKD yang saat ini dipimpin oleh Bapak Andi Syaputra, S.E., M.M. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pendampingan teknis, tetapi juga ajang untuk meningkatkan pemahaman dosen terkait esensi dari proses sertifikasi dosen yang berbasis kompetensi, integritas, dan kinerja akademik yang terukur. Dalam sambutannya saat pembukaan acara, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Bapak Erwan Eko Prasetiyo, S.T., M.T., menyampaikan pentingnya proses sertifikasi dosen sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi. Beliau menekankan bahwa Serdos bukan sekadar syarat administratif, namun merupakan pengakuan atas kompetensi, komitmen, serta kontribusi dosen dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat namun hangat. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Erwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran Jafung STTKD yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan serius. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin kampus, tidak hanya sebagai pendampingan administratif, tetapi juga ruang untuk refleksi diri bagi para dosen terhadap praktik mengajar yang sudah dijalani. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta berkomitmen untuk mengangkat kualitas dosen sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan seperti workshop Serdos menjadi bagian penting dalam mewujudkan dosen yang tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai pendidik unggul di bidang kedirgantaraan.

Baca Juga : Taruna STTKD Lolos Riset Tingkat Mahasiswa Nasional

Jalannya Kegiatan dan Sinergi Akademik yang Terbangun

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis oleh tim Jafung dan dosen pendamping. Fokus utama sesi ini adalah memahami struktur dokumen Serdos, pengisian Deskripsi Diri (DD), pelaporan Tri Dharma, hingga aspek persepsional dari atasan, kolega, mahasiswa, dan diri sendiri yang menjadi bagian krusial dalam sistem penilaian. Para dosen peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dalam menyusun dokumen portofolio akademik. Banyak di antara mereka yang merasa terbantu karena proses ini dilaksanakan secara bersama-sama, sehingga berbagai kendala teknis dapat segera diatasi secara kolektif.

Sesi pendampingan dilakukan secara kelompok, di mana masing-masing dosen pendamping mendampingi 2–3 dosen peserta. Metode ini terbukti efektif dalam mempercepat proses sekaligus memperdalam pemahaman dosen peserta terhadap aspek substansi Serdos yang selama ini dianggap rumit. Selain aspek teknis, sesi diskusi juga menyentuh hal-hal yang bersifat reflektif, seperti pentingnya integritas akademik, komitmen terhadap Tri Dharma, dan tantangan dosen dalam menghadapi era transformasi digital di pendidikan tinggi. Diskusi ini membuka wawasan peserta untuk melihat proses sertifikasi bukan sebagai beban administratif, melainkan sebagai proses aktualisasi diri sebagai akademisi sejati.

Beberapa dosen peserta mengakui bahwa kegiatan ini memberikan semangat baru dalam menata dokumen karier akademik mereka. Tidak sedikit yang merasa bahwa sebelumnya proses Serdos terasa membingungkan dan menakutkan, namun dengan adanya workshop ini, mereka merasa lebih percaya diri dan memahami alur serta tujuannya secara menyeluruh. Dengan suasana ruangan perpustakaan yang kondusif dan fasilitas pendukung yang memadai, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh produktivitas. Perpustakaan STTKD memang dikenal sebagai ruang belajar yang nyaman, lengkap dengan akses internet cepat, perangkat presentasi, dan lingkungan akademik yang mendukung suasana diskusi yang sehat.

Kegiatan berlangsung hingga siang hari dengan jeda istirahat dan makan siang bersama. Sesi ini sekaligus menjadi momen informal bagi dosen-dosen lintas prodi untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman. Sinergi lintas jurusan ini semakin memperkuat rasa kebersamaan di antara sivitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta. Di akhir sesi, dilakukan refleksi dan penutupan singkat oleh perwakilan panitia. Disampaikan pula rencana tindak lanjut berupa pendampingan lanjutan secara daring, pengumpulan dokumen portofolio, dan konsultasi individu bagi dosen yang masih memerlukan waktu tambahan. Semua itu disiapkan demi memastikan bahwa seluruh peserta benar-benar siap mengikuti tahapan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 hingga tuntas.

STTKD Menuju Dosen Unggul dan Pendidikan Berkualitas

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta dalam mendorong penguatan kapasitas dosen secara sistematis. Di era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, keberadaan dosen bersertifikat bukan hanya sebagai bentuk pengakuan formal, tetapi juga simbol kualitas dan dedikasi. Sertifikasi Dosen kini menjadi salah satu indikator penting dalam akreditasi program studi dan institusi. Dengan semakin banyak dosen yang tersertifikasi, maka mutu pendidikan di STTKD akan semakin diakui, baik oleh publik maupun dunia industri. Hal ini akan berdampak langsung pada kepercayaan calon mahasiswa, pengguna lulusan, dan mitra kerja kampus.

STTKD menyadari bahwa dosen adalah pilar utama dalam membentuk lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan, workshop, dan program pengembangan profesi dosen akan terus menjadi prioritas utama dalam agenda strategis institusi. Workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Dalam waktu ke depan, STTKD juga akan merancang program-program pelatihan lanjutan seperti penguatan publikasi ilmiah, peningkatan kemampuan digital teaching, dan manajemen pengajaran berbasis outcome. Semua ini dirancang agar para dosen mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era revolusi industri 5.0.

Sebagai kampus yang fokus pada bidang kedirgantaraan dan teknologi, STTKD menargetkan menjadi pusat unggulan pendidikan aviasi di Indonesia. Visi ini tidak bisa tercapai tanpa dukungan sumber daya manusia yang unggul, khususnya para dosen yang berdedikasi dan berdaya saing global. Workshop dan Pengisian Serdos ini membuktikan bahwa STTKD tidak hanya mendorong dosen untuk memenuhi standar minimal, tetapi juga memfasilitasi mereka untuk terus berkembang. Kolaborasi antara dosen senior dan muda juga semakin memperkuat budaya akademik yang suportif dan progresif di lingkungan kampus.

Dari kegiatan ini, kita bisa melihat bahwa STTKD tidak hanya membekali mahasiswanya dengan ilmu dan keterampilan, tetapi juga memastikan bahwa para pendidiknya berada di level terbaiknya. Karena hanya dengan dosen berkualitas, pendidikan tinggi bisa mencetak generasi masa depan yang unggul. Dengan demikian, acara Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah penting dalam perjalanan besar STTKD menuju kampus yang bermutu, adaptif, dan terus relevan di tengah perubahan zaman.

 

STTKD Yogyakarta Perpanjang Sertifikasi ISO 21001:2018

STTKD Yogyakarta Perpanjang Sertifikasi ISO 21001:2018, Tegaskan Komitmen Mutu Pendidikan Berkelanjutan

Yogyakarta, 14 Juli 2025 – Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmen kuat sebagai sekolah penerbangan terbaik dalam menjaga mutu sistem manajemen pendidikannya dengan berhasil memperoleh sertifikasi ulang ISO 21001:2018 dari lembaga sertifikasi internasional VRC International. Sertifikat terbaru ini mulai berlaku sejak 3 Juni 2025 dan akan berakhir pada 3 Juni 2028, menggantikan sertifikat sebelumnya yang telah berakhir pada 17 April 2025.

Berikut adalah sertifikat terbaru STTKD Yogyakarta yang diterbitkan oleh VRC International

ISO 21001:2018 adalah standar internasional yang dirancang khusus untuk organisasi pendidikan, guna memastikan bahwa sistem manajemen yang dijalankan mampu secara konsisten mendukung proses pembelajaran, memenuhi kebutuhan peserta didik, serta meningkatkan kepuasan seluruh pemangku kepentingan. Sertifikasi ISO 21001:2018 ini mencakup seluruh aktivitas pendidikan di STTKD, mulai dari pengelolaan akademik, layanan administratif, pengembangan kurikulum, hingga sistem evaluasi dan peningkatan kualitas Pendidikan secara menyeluruh.

Sertifikat baru yang diperoleh STTKD tercatat dengan nomor 25060400375621K001, yang dikeluarkan oleh VRC International, sebuah badan sertifikasi yang telah diakui secara global dalam bidang audit dan sertifikasi sistem manajemen mutu, termasuk untuk sektor pendidikan. Perpanjangan sertifikasi ini merupakan bentuk dan bagian dari komitmen STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik untuk senantiasa meningkatkan mutu, efisiensi, serta transparansi dalam penyelenggaraan layanan pendidikan tinggi, khususnya di bidang pendidikan khususnya kedirgantaraan.

“Kami terus berupaya menjaga standar pendidikan melalui penerapan sistem manajemen yang terstruktur, terukur, dan berbasis peningkatan berkelanjutan. Resertifikasi ISO 21001:2018 ini bukan hanya simbol, melainkan bentuk komitmen kami terhadap pelayanan pendidikan yang unggul dan bertanggung jawab,” ujar Dhiani Dyahjatmayanti, S.T.P.,M.B.A (Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal). Sertifikasi ini juga memperkuat upaya STTKD dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan, dengan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta relevan dengan kebutuhan industri kedirgantaraan.

 

Baca Juga : Kiprah Membanggakan Taruna STTKD di Kancah Nasional

S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

Di era teknologi yang terus berkembang pesat, industri kedirgantaraan menjadi salah satu sektor yang paling dinamis dan inovatif. Dari sistem navigasi canggih hingga pesawat tanpa awak, setiap kemajuan tak lepas dari peran vital ilmu Aviation Electronics. Di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), Program Studi Teknik Elektro hadir sebagai garda terdepan dalam mencetak para inovator yang siap menghadapi dan membentuk masa depan dirgantara.

Teknik Elektro STTKD - Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

proyek inovatif pengembangan simulator pesawat Airbus A320

Kurikulum Prodi Teknik Elektro STTKD dirancang secara komprehensif, memadukan dasar-dasar kuat Aviation Electronics dengan aplikasi spesifik di bidang kedirgantaraan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori elektronika, sistem kontrol, telekomunikasi, dan rekayasa perangkat keras, tetapi juga mendalami bagaimana semua itu diaplikasikan dalam sistem avionik pesawat, sistem kelistrikan bandara, hingga teknologi drone. Pendekatan ini memastikan lulusan memiliki pemahaman holistik yang relevan dengan kebutuhan industri penerbangan modern.

Salah satu pilar utama dalam pembentukan inovator adalah pengalaman praktikum yang mendalam. Di Lab Komputer STTKD, mahasiswa Teknik Elektro dibekali dengan kemampuan Algoritma dan Pemrograman. Melalui praktikum ini, mereka belajar merancang logika sistem, mengembangkan perangkat lunak untuk kontrol otomatis, hingga menganalisis data kompleks yang krusial dalam dunia kedirgantaraan. Kemampuan ini menjadi fondasi penting bagi mereka untuk menciptakan solusi-solusi cerdas dan efisien.

Lebih jauh lagi, Prodi Teknik Elektro STTKD juga aktif dalam berbagai proyek inovatif, salah satunya adalah pengembangan simulator pesawat Airbus A320 bersama mahasiswa. Proyek ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami dan mengimplementasikan sistem avionik pesawat secara nyata, menjembatani teori dengan aplikasi praktis di industri penerbangan. Selain itu, fasilitas lab lain seperti Lab Elektronika Penerbangan dan Lab Kontrol juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori menjadi praktik nyata, mengasah skill teknis yang tak ternilai.

Teknik Elektro STTKD - Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

proyek inovatif, salah satunya adalah pengembangan simulator pesawat Airbus A320

Kami percaya, inovasi lahir dari kombinasi pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis. Dengan kurikulum yang relevan, fasilitas lab yang memadai, dan pengajaran yang berorientasi pada aplikasi, Prodi Teknik Elektro STTKD berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan adaptif. Mereka adalah calon-calon insinyur yang akan membawa perubahan dan inovasi signifikan di industri penerbangan, memastikan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan.

Bergabunglah bersama kami di Prodi Teknik Elektro STTKD dan jadilah bagian dari generasi inovator yang akan membentuk masa depan dirgantara Indonesia!

 

Baca Juga : Kerjasama STTKD dengan Perusahaan Nasional

Refleksi 23 Tahun Organisasi Taruna STTKD

Refleksi 23 Tahun Organisasi Taruna STTKD Menuju Masa Depan Dirgantara Gemilang

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) dengan penuh semangat melaksanakan peringatan Milad ke-23 Organisasi Taruna STTKD pada hari Sabtu, 28 Juni 2025. Bertempat di Lapangan Krida Dirgantara STTKD, seluruh civitas akademika baik dari jajaran pimpinan, pengasuh dan khususnya Taruna STTKD , turut serta dalam acara ini. Milad tidak hanya berfungsi sebagai ajang peringatan rutin, tetapi juga sebagai momentum penting untuk melakukan refleksi mendalam dan proyeksi untuk masa depan. Wakil Ketua 3 Bidang Ketarunaan yang juga hadir dalam acara ini, berkesempatan untuk menyampaikan sambutan yang merefleksikan esensi dari peringatan Milad Organisasi Taruna yang ke 23 ini.

Milad atau hari jadi tidaklah hanya merupakan peringatan saja, tetapi merupakan momentum refleksi untuk menengok ke belakang, merenungi perjalanan yang telah dilalui, serta mengevaluasi capaian-capaian yang telah diraih. Lebih jauh, Milad juga merupakan titik tolak untuk menatap ke depan, menyusun strategi, dan merancang langkah-langkah terstruktur untuk kemajuan yang berkelanjutan. Dalam konteks Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, sebuah institusi pendidikan yang memiliki visi unggul dalam bidang kedirgantaran yang berupaya untuk menjadi salah-satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia, peringatan Milad ini memiliki makna yang sangat mendalam. STTKD telah lama berkomitmen untuk mencetak lulusan berkualitas yang siap mengisi berbagai posisi strategis di industri penerbangan, mulai dari staff maskapai, staff bandara, hingga staff airline, maintenance pesawat terbang dan berbagai peran vital lainnya di sektor kedirgantaraan.

Wakil Ketua 3 Bidang Ketarunaan yang membawahi langsung bidang Pengasuh, memandang bahwa peran Polisi Taruna, Badan Eksekutif Taruna, dan Senat Taruna dipandang sangat vital dalam membentuk karakter dan kepribadian taruna-taruni STTKD. Organisasi-organisasi ini merupakan garda terdepan dalam menjaga disiplin, mengembangkan kreativitas, dan menyalurkan aspirasi seluruh taruna. Mereka juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan lembaga dalam menjalankan roda kegiatan taruna-taruni di lingkup STTKD, berdasarkan Peraturan Khusus Taruna (PERSUSTAR) dan peraturan lainnya yang berlaku.

Organisasi Taruna saat ini telah dapat menjadi wadah tempaan bagi taruna organisasi. Wadah bagi taruna yang belajar tentang kepemimpinan, tentang tanggung jawab, tentang kerja sama tim, tentang bagaimana menghadapi tantangan, dan tentang pentingnya integritas. Nilai-nilai ini adalah bekal tak ternilai yang akan sangat relevan dan dibutuhkan, tidak hanya selama menempuh pendidikan di STTKD, tetapi juga ketika mereka terjun ke dunia kerja dan masyarakat kelak. Disiplin, yang merupakan ciri khas STTKD, akan melekat dan membudaya pada taruna-taruni setelah mereka lulus dan bekerja.

Lebih lanjut, Waka 3 menyampaikan bahwa agar organisasi taruna dapat membawa dampak positif ke depannya, terdapat beberapa poin penting yang ditekankan dalam perayaan Milad ke-23 ini antara lain:

Perlunya Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi sebagai Fondasi Kekuatan Organisasi Taruna

Milad ini adalah kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi antar organisasi taruna. Sekat-sekat yang dapat membawa cerai berai harus dihilangkan, koordinasi perlu diperkuat, dan kolaborasi perlu dijalin dalam setiap program kerja. Kekuatan terletak pada persatuan dan kemampuan untuk bekerja sama demi tujuan yang lebih besar. Sinergi yang kuat akan menciptakan ekosistem ketarunaan yang lebih solid dan produktif. Kolaborasi antar organisasi taruna seperti Senat, BET, dan Poltar sangat penting untuk memastikan semua kegiatan berjalan lancar dan efektif. Adanya sinergi, dapat menciptakan program-program yang lebih inovatif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi seluruh taruna di STTKD.

Menjadi Agen Perubahan dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Inovasi tidak boleh berhenti karena tantangan yang dihadapi ke depannya semakin kompleks. Organisasi taruna harus mampu beradaptasi, berpikir kreatif, dan menawarkan solusi-solusi baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Organisasi Taruna juga harus menjadi pelopor dalam menciptakan program-program yang tidak hanya bermanfaat bagi taruna, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi almamater dan masyarakat. STTKD sebagai institusi kedirgantaraan,  senantiasa mendorong tarunanya untuk menjadi individu yang adaptif dan inovatif, siap menghadapi dinamika industri penerbangan dan kedirgantaraan yang cepat berubah. Inovasi ini penting untuk memastikan lulusan siap menjadi insan dirgantara yang kompeten di masa mendatang.

 

Refleksi 23 Tahun Organisasi Taruna STTKD

Perlunya Meneladani Nilai-nilai Luhur sebagai Cerminan Integritas STTKD

Taruna STTKD adalah representasi dari STTKD itu sendiri. Setiap tindakan dan keputusan mereka akan menjadi cerminan institusi ini. Penting bagi mereka untuk memegang teguh nilai-nilai kedirgantaraan, disiplin, etika, dan integritas. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi rekan-rekan taruna lainnya, menunjukkan bahwa organisasi taruna adalah benteng moral dan intelektual di kampus ini. STTKD juga menekankan pentingnya budi pekerti yang baik, etika, dan komunikasi yang efektif, disamping kecerdasan akademik. Nilai-nilai ini adalah inti dari karakter seorang profesional di bidang penerbangan, baik sebagai staff airline, engineer pesawat terbang, maupun dalam peran lainnya.

Tetap Fokus pada Pengembangan Diri dan Anggota untuk Investasi Masa Depan

Setiap kegiatan yang dirancang harus memiliki tujuan jelas untuk mengembangkan potensi diri anggota, baik itu soft skill maupun hard skill. Organisasi Taruna perlu untuk membuka ruang bagi setiap taruna untuk berpartisipasi aktif, mengemukakan ide, dan mengasah kemampuan mereka. Keberhasilan organisasi diukur dari seberapa besar kemampuannya dalam mengembangkan potensi anggotanya. Program seperti Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) yang wajib diikuti taruna baru STTKD dan Pengembangan Bakat lewat UKT adalah contoh nyata komitmen STTKD dalam mengembangkan kedisipilinan dan prestasi non akademik taruna sejak dini. Pengembangan ini sangat krusial untuk mempersiapkan mereka menjadi individu yang siap bersaing di dunia kerja.

Menjaga Keberlanjutan dan Regenerasi Kepemimpinan Organisasi

Sebuah organisasi yang baik adalah yang mampu menjaga keberlanjutan kepemimpinan. Kader-kader terbaik harus disiapkan untuk estafet kepemimpinan di masa mendatang. Bimbingan dan kesempatan harus diberikan kepada taruna junior untuk belajar dan mengambil peran, sehingga roda organisasi akan terus berputar dengan dinamis. Proses serah terima jabatan pengurus organisasi seperti Senat, BET, dan Poltar yang rutin dilakukan di STTKD adalah wujud nyata dari komitmen terhadap regenerasi ini. STTKD akan berusaha untuk memastikan adanya pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh di sektor kedirgantaraan.

Sebagai penutup, diharapkan adanya Milad Organisasi Taruna yang ke 23 ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk kembali menguatkan komitmen, menyatukan visi, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih cerah. Teruslah berkarya, teruslah berinovasi, dan teruslah menjadi kebanggaan Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi yang tinggi, taruna-taruni STTKD diyakini akan terus menorehkan prestasi, tidak hanya bagi almamater tetapi juga bagi kemajuan industri penerbangan nasional dan global. Masa depan cerah menanti para lulusan STTKD untuk berkiprah sebagai staff maskapai, staff bandara, maintenance pesawat dan berbagai posisi penting lainnya di industri airline.

 

Baca Juga : Taruna STTKD Lolos Riset Tingkat Mahasiswa Nasional