Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Dosen STTKD

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dosen-dosen dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Dalam program BIMA (Belmawa – Integrasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), beberapa tim dosen STTKD berhasil lolos pendanaan baik dalam skema penelitian maupun pengabdian masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa STTKD sebagai kampus penerbangan dan teknik terbaik di Indonesia tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Prestasi Gemilang Dosen STTKD Lolos Pendanaan BIMA (Program Penelitian dan Pengabdian)

Program BIMA sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mendorong dosen melakukan penelitian dan pengabdian secara profesional dan terstruktur. Dalam skema pengabdian masyarakat, terdapat dua kelompok dosen STTKD yang mendapatkan pendanaan resmi. Kelompok pertama diketuai oleh Erwan Eko Prasetyo, S.Pd., M.Eng., dengan anggota Hedriana Helda Pratama, S.T., Gaguk Marausna, S.T., M.Eng., dan Dr. Erwin Irmawan, S.Si., M.Cs. Judul kegiatan pengabdian mereka adalah “Smart Thrust Analyzer berbasis Fuzzy Logic sebagai Inovasi Pemilihan Propeller dan Motor UAV yang Efisien”. Inovasi ini merupakan terobosan dalam bidang teknologi penerbangan, khususnya pada sistem Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Oleh Dosen STTKD

Smart Thrust Analyzer yang mereka kembangkan menggunakan logika fuzzy untuk menentukan efisiensi propeller dan motor UAV, sehingga diharapkan bisa mengoptimalkan performa UAV secara keseluruhan. Inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan industri penerbangan saat ini, yang menuntut efisiensi tinggi, pengurangan konsumsi energi, serta keakuratan dalam pemilihan komponen. Dengan pendekatan logika fuzzy, alat ini mampu mengolah berbagai variabel teknis yang mempengaruhi performa UAV, seperti berat muatan, kondisi cuaca, dan kecepatan rotasi motor. Pengabdian ini juga ditujukan untuk diaplikasikan di komunitas pembuat UAV lokal yang sedang berkembang, agar mereka bisa mendapatkan referensi teknologi yang mutakhir dan terjangkau.

Kelompok kedua dalam skema pengabdian diketuai oleh M. Faiz Alfatih, S.T., M.T., dengan anggota Sabri Alimi, S.T., M.T. dan M. Luqman Bukhori, S.T., M.T. Mereka fokus pada peningkatan kapabilitas teknologi di kalangan masyarakat berbasis teknik dan rekayasa, terutama pada bidang mekanika terapan dan otomasi sederhana untuk usaha kecil dan menengah. Meski judul spesifik pengabdian kelompok kedua tidak disebutkan secara rinci, karya mereka menyasar pada penerapan ilmu teknik untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekitar. Keduanya menunjukkan bagaimana jurusan teknik di STTKD tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga praktik langsung yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam skema penelitian, STTKD juga mencatatkan keberhasilan luar biasa. Kelompok pertama diketuai oleh Erwan Eko Prasetyo, S.Pd., M.Eng. yang juga merupakan ketua pada pengabdian sebelumnya. Anggota tim penelitiannya terdiri dari Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., dan Indreswari Suroso, S.T., M.T. Judul penelitian mereka adalah “Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Komunitas Siaga Merapi di Desa Glagaharjo Cangkringan Sleman dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi”. Penelitian ini menggabungkan pendekatan psikologis, teknis, dan sosial untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Tujuan utama penelitian ini adalah membentuk sinergi antara teknologi mitigasi bencana dan pemberdayaan psikososial, agar masyarakat memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana erupsi.Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Oleh Dosen STTKD

Penelitian ini sangat penting, mengingat wilayah Glagaharjo merupakan salah satu zona rawan yang sering terkena dampak erupsi Gunung Merapi. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, tim peneliti berharap bisa menanamkan kesadaran mitigasi sekaligus membekali masyarakat dengan pengetahuan teknis sederhana. Penelitian ini juga menekankan kolaborasi antara disiplin ilmu teknik dan psikologi, mencerminkan pendekatan interdisipliner yang sangat diperlukan dalam menghadapi permasalahan kompleks. Adapun kelompok kedua dalam skema penelitian diketuai oleh Ikbal Rizki Putra, S.T., M.Eng. dengan anggota Dr. Erwin Irmawan, S.Si., M.Cs. Judul penelitian mereka adalah “Penerapan Energi Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Hybrid Ternak-Tani untuk Tingkatan Usaha Kelompok Wanita Tani Dawis 41, Bandut Kidul, Sedayu, Bantul, Yogyakarta”.

Penelitian ini menawarkan konsep terpadu antara teknologi pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Dengan pendekatan energi hijau dan sistem hybrid ternak-tani, penelitian ini menjadi model yang potensial untuk replikasi di daerah pertanian lainnya. Kelompok wanita tani sebagai subjek utama penelitian dipilih karena peran strategis mereka dalam menjaga keberlanjutan pangan dan ekonomi keluarga di pedesaan. Sistem hybrid yang dikembangkan memungkinkan pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk, serta penggunaan teknologi irigasi hemat energi berbasis panel surya. Hal ini sejalan dengan prinsip pengembangan berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan. Kontribusi penelitian ini sangat signifikan dalam memajukan konsep eco-agriculture di Indonesia, sekaligus memberdayakan komunitas perempuan tani yang sering kali terabaikan.

Prestasi luar biasa ini menunjukkan kualitas dan kompetensi para dosen STTKD dalam melakukan kegiatan ilmiah berbasis solusi nyata dan aplikatif. Keberhasilan mendapatkan pendanaan BIMA juga menjadi indikator bahwa STTKD sebagai kampus teknik dan penerbangan telah diakui kiprahnya secara nasional. Tidak hanya dalam lingkup akademik, namun juga dalam kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Dengan keterlibatan lintas disiplin ilmu dari teknik, psikologi, hingga komputer, proyek-proyek ini mencerminkan keunggulan pendekatan holistik dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. STTKD membuktikan bahwa kampus penerbangan terbaik bukan hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi untuk masyarakat luas. Komitmen dosen-dosen STTKD dalam penelitian dan pengabdian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah sejak dini.

Diharapkan ke depan, akan semakin banyak dosen dan mahasiswa STTKD yang terlibat dalam skema pendanaan nasional lainnya seperti PKM, Kedaireka, hingga LPDP. Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa jurusan teknik di STTKD telah menjadi pusat inovasi dan teknologi, sejalan dengan kebutuhan zaman yang menuntut kolaborasi dan kebermanfaatan sosial. Selamat kepada seluruh dosen STTKD yang berhasil lolos pendanaan BIMA tahun ini. Semoga karya dan dedikasi mereka menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.STTKD terus berkomitmen menjadi kampus unggul yang tidak hanya berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada kebermanfaatan nyata bagi bangsa dan negara. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, STTKD siap menjadi pelopor kampus teknik dan penerbangan terbaik di Indonesia.

Baca juga : Robotik STTKD Juara Tingkat Nasional-Aerobot DRRC

Dunia Aviasi Menjawab Tantangan Era Baru Penerbangan

Bagaimana Dunia Aviasi Menjawab Tantangan Net Zero Emission 2050

Industri penerbangan global saat ini berada di titik kritis dalam sejarahnya. Di satu sisi, permintaan perjalanan udara terus meningkat seiring dengan mobilitas manusia dan pertumbuhan ekonomi global. Namun di sisi lain, tekanan untuk menurunkan emisi karbon menjadi semakin mendesak akibat meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim. Sektor penerbangan menyumbang sekitar 2-3% dari total emisi global, tetapi memiliki laju pertumbuhan emisi yang sangat cepat karena ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil.

Sebagai respon atas kondisi tersebut, International Air Transport Association (IATA) menetapkan target ambisius berupa Net Zero Emission 2050. Target ini menjadi kompas baru yang mengarahkan transformasi besar-besaran di seluruh ekosistem aviasi, dari maskapai penerbangan, produsen pesawat, penyedia bahan bakar, hingga lembaga pendidikan yang mencetak talenta penerbangan masa depan.

Transformasi ini tidak hanya menuntut inovasi teknologi dan investasi besar-besaran, tetapi juga perubahan paradigma dalam kebijakan dan sistem pendidikan. Dari pengembangan bahan bakar alternatif seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF), hingga rancangan pesawat berbasis listrik dan hidrogen, dunia penerbangan mulai menapaki jalan menuju era baru yang lebih ramah lingkungan.

Melalui artikel ini, kita akan menyoroti bagaimana dunia aviasi merespons tantangan Net Zero Emission 2050 melalui tiga pilar utama: pengembangan SAF sebagai bahan bakar masa depan, inovasi teknologi pesawat ramah lingkungan, serta strategi kolaboratif dan peran dunia pendidikan dalam mendukung visi jangka panjang tersebut. Dalam konteks Indonesia, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta sebagai kampus penerbangan unggulan di Bantul memiliki kontribusi penting dalam menyongsong era baru penerbangan berkelanjutan ini.

Dunia Aviasi Menjawab Tantangan Era Baru Penerbangan

salah satu kegiatan praktek taruna sttkd-mesin Boeing 737-200

Sustainable Aviation Fuel (SAF): Bahan Bakar Masa Depan

Penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) kini menjadi sorotan utama dalam upaya pengurangan emisi karbon sektor penerbangan. SAF merupakan bahan bakar alternatif yang dapat digunakan dalam mesin pesawat komersial saat ini tanpa perlu modifikasi besar, namun menawarkan pengurangan emisi karbon yang signifikan. Bahan baku SAF berasal dari sumber terbarukan seperti limbah pertanian, minyak jelantah, dan alga, yang menjadikannya lebih ramah lingkungan dibandingkan avtur berbasis fosil.

Maskapai-maskapai besar di dunia telah memulai inisiatif penggunaan SAF dalam operasional mereka. United Airlines, Lufthansa, dan KLM, misalnya, telah menguji dan mengoperasikan penerbangan menggunakan campuran SAF. Penelitian menyebutkan bahwa SAF mampu menurunkan emisi karbon hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan SAF, mengingat kekayaan sumber daya hayati dan biomassa yang melimpah. Namun, tantangan utama yang masih dihadapi adalah tingginya biaya produksi. Harga SAF saat ini masih jauh lebih mahal dibandingkan avtur biasa. Untuk itu, perlu adanya kebijakan insentif serta investasi dalam skala besar untuk mempercepat produksi massal dan menurunkan biaya.

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta sebagai kampus di Bantul turut mengambil peran strategis dalam pengenalan SAF di dunia akademik. Melalui integrasi isu energi terbarukan ke dalam kurikulum jurusan teknik dan manajemen penerbangan, STTKD menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami tantangan transisi energi di sektor aviasi.

Kehadiran SAF tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap krisis iklim, tetapi juga membuka peluang inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Dari industri hingga institusi pendidikan, seluruh elemen harus bersinergi demi masa depan penerbangan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Inovasi Teknologi Menuju Pesawat Ramah Lingkungan

Selain mengandalkan bahan bakar berkelanjutan, dunia aviasi juga bergerak menuju inovasi teknologi pesawat yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan-perusahaan besar seperti Airbus dan Boeing tengah berlomba mengembangkan pesawat generasi baru yang tidak hanya efisien, tetapi juga minim emisi karbon.

Airbus misalnya, sedang mengembangkan konsep pesawat berbasis hidrogen yang dinamai ZEROe. Pesawat ini dirancang untuk menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar utama yang tidak menghasilkan emisi karbon. Selain itu, berbagai startup dan universitas di seluruh dunia juga aktif mengembangkan prototipe pesawat hybrid-electric maupun full-electric yang diharapkan dapat mengisi rute-rute pendek secara efisien dan ramah lingkungan.

Pesawat listrik memberikan keunggulan berupa pengurangan emisi karbon secara signifikan, penurunan polusi suara, dan efisiensi biaya operasi. Namun, teknologi ini masih menghadapi tantangan dari sisi kapasitas baterai dan infrastruktur pengisian daya. Meski begitu, para ahli meyakini bahwa dalam satu hingga dua dekade mendatang, teknologi ini akan menjadi standar baru di industri penerbangan.

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta sebagai kampus di Bantul yang fokus pada bidang kedirgantaraan, memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta muda yang mampu menghadapi transformasi teknologi ini. Melalui penguatan kurikulum teknik yang berfokus pada sistem tenaga alternatif, desain aerodinamika efisien, dan kontrol otomatis, STTKD turut menjadi motor perubahan di tingkat nasional.

Jurusan teknik di STTKD juga terus didorong untuk menjalin kolaborasi dengan industri, lembaga riset, dan komunitas teknologi dalam rangka mengembangkan solusi inovatif. Dengan demikian, STTKD tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pengembangan teknologi penerbangan masa depan.

Kolaborasi Global dan Peran Pendidikan dalam Strategi Jangka Panjang

Pencapaian target Net Zero Emission 2050 membutuhkan strategi jangka panjang yang solid, serta kolaborasi lintas sektor dan negara. Inisiatif seperti Clean Skies for Tomorrow dan CORSIA yang digagas oleh ICAO menunjukkan bahwa dunia sedang menuju arah yang sama, meski dengan pendekatan berbeda-beda.

Kolaborasi ini mencakup harmonisasi regulasi, investasi dalam riset dan pengembangan, serta pembentukan pasar karbon yang mendukung inovasi. Di dalam negeri, pemerintah, industri, dan institusi pendidikan tinggi harus saling bahu membahu. Tidak bisa hanya satu pihak yang bergerak.

Kampus seperti STTKD di Yogyakarta dapat memainkan peran strategis sebagai katalisator perubahan. Dengan mengembangkan program studi yang berorientasi pada keberlanjutan, memperkuat riset, serta menanamkan nilai-nilai kesadaran lingkungan kepada taruna, pendidikan tinggi dapat menjadi pilar penting dalam dekarbonisasi sektor penerbangan.

Dalam konteks ini, STTKD perlu mendorong partisipasi aktif mahasiswa jurusan teknik dan manajemen penerbangan dalam proyek-proyek riset, kerja sama internasional, dan pelatihan berbasis industri. Melalui forum-forum ilmiah dan kompetisi teknologi, taruna dapat menyalurkan ide-ide kreatif mereka untuk menjawab tantangan nyata di dunia aviasi.

Budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi global juga harus dibangun. Artinya, kurikulum dan metode pengajaran harus terus diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan industri dan standar internasional. STTKD harus melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan reputasi sebagai sekolah tinggi teknologi kedirgantaraan Yogyakarta yang visioner dan progresif.

Dengan langkah nyata dan komitmen kuat, STTKD dapat menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berdaya saing global. Dunia menatap langit yang lebih bersih. Dan pendidikan adalah landasan untuk mencapai hal itu. STTKD siap terbang lebih tinggi dalam era penerbangan baru yang berkelanjutan.

Dies Natalis ke-30 STTKD : Mengabdi untuk Negeri

Dies Natalis ke-30 STTKD: Tiga Dekade Mengabdi untuk Negeri

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menorehkan sejarah dengan merayakan Dies Natalis ke-30. Momentum ini bukan hanya menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang STTKD sebagai Kampus Penerbangan yang terus berkembang dan berkontribusi bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Bantul, Yogyakarta.

Rangkaian Perayaaan Dies Natalis 

Dengan mengusung tema “Berinovasi dan Bekerja Cerdas Untuk STTKD Unggul” serta subtema “Tiga Dekade STTKD: Mengudara Bersama Negeri, Menginspirasi Masa Depan”, rangkaian acara Dies Natalis ke-30 STTKD berlangsung dengan penuh khidmat, semangat, dan antusiasme dari seluruh sivitas akademika, alumni, serta masyarakat sekitar.

Dies Natalis

Ziarah makam Pendiri STTKD Bapak Marsda TNI (Purn) Alm. H. Udin Kurniadi, S.E., M.M. di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara – Yogyakarta

Acara pertama digelar pada hari Jumat, 25 April 2025, berupa ziarah dan doa bersama. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat bersejarah yang sangat berarti bagi STTKD. Lokasi pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) Yogyakarta, tempat peristirahatan terakhir pendiri STTKD, Bapak Marsda TNI (Purn) Alm. H. Udin Kurniadi, S.E., M.M. Ziarah dilanjutkan ke makam pembina Yayasan Citra Dirgantara, Ibu Alm. Hj. Tien Sutinah Kurniadi di Makam Mejing. Kedua tokoh ini memiliki peran vital dalam lahir dan berkembangnya STTKD hingga dikenal luas sebagai salah satu kampus unggulan di bidang kedirgantaraan.

Kegiatan ziarah tersebut dihadiri oleh sivitas akademika STTKD, termasuk dosen, staf karyawan, serta perwakilan taruna. Mereka hadir dalam balutan seragam rapi, membawa karangan bunga, dan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan. Ziarah menjadi momentum penuh makna untuk mengenang jasa-jasa para pendiri dan pembina yayasan. Selain doa bersama, dilakukan pula tabur bunga sebagai simbol kasih dan penghargaan yang tak lekang oleh waktu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga penanaman nilai-nilai luhur kepada generasi muda STTKD, khususnya taruna-taruni yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

Selepas kegiatan ziarah, rangkaian Dies Natalis berlanjut dengan acara funwalk yang digelar pada hari Minggu, 27 April 2025. Kegiatan ini dimulai dari halaman depan STTKD dan menyusuri rute di sekitaran kampus yang terletak di Kabupaten Bantul. Acara funwalk ini diikuti oleh sekitar 1.400 peserta yang terdiri dari dosen, karyawan, taruna, serta masyarakat sekitar. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, menciptakan suasana semarak dan penuh kebersamaan. Dengan semangat sehat dan ceria, para peserta menikmati rute funwalk sambil mengenakan kaus bertema Dies Natalis ke-30.

Dies Natalis

Pembagian Doorprize bagi peserta Funwalk

Tidak hanya berjalan kaki, mereka juga terlibat dalam aneka permainan ringan dan pembagian doorprize di akhir acara. Panitia menyediakan lebih dari 300 doorprize menarik untuk para peserta. Hadiah utama yang paling dinanti adalah tiga unit sepeda listrik, yang menjadi simbol komitmen STTKD terhadap teknologi ramah lingkungan dan transportasi masa depan. Keseruan funwalk tidak berhenti di situ. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari UKT Music STTKD yang membawakan lagu-lagu energik dan membangun suasana meriah. Alunan musik dari para taruna ini disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan penonton. Funwalk menjadi bukti nyata keterlibatan STTKD dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Kampus di Bantul ini ingin terus membuka diri dan menjalin silaturahmi yang erat dengan lingkungan sekitar.

Selain mempererat tali persaudaraan, funwalk juga menjadi ajang promosi sehat dan gaya hidup aktif. Semangat kolaboratif yang ditunjukkan pada kegiatan ini mencerminkan visi STTKD sebagai kampus yang humanis dan inklusif. Puncak perayaan Dies Natalis ke-30 STTKD dilaksanakan pada hari Selasa, 29 April 2025. Acara ini digelar di Hanggar 1 STTKD dan dihadiri oleh seluruh elemen kampus.

Acara puncak dimulai dengan laporan pertanggungjawaban dari Ketua Panitia Dies Natalis, Yunus Purnama, S.Pd., M.M., yang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan. Dalam laporannya, Yunus mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme luar biasa dari seluruh peserta, serta harapannya agar STTKD terus menjadi pelopor pendidikan kedirgantaraan di Indonesia. Setelah laporan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar STTKD senantiasa diberi keberkahan dalam mengemban misi pendidikan. Doa bersama ini berlangsung khidmat. Suasana hening menyelimuti hanggar saat para peserta memanjatkan harapan-harapan baik untuk masa depan kampus yang telah berdiri selama tiga dekade ini.

Hanggar 1 STTKD berubah menjadi ruang spiritualitas yang menyatukan doa dari hati para pendidik, tenaga kependidikan, serta taruna-taruni yang hadir. Dengan segala pencapaiannya, STTKD telah membuktikan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berinovasi, khususnya di bidang kedirgantaraan.

Harapan dan Semangat Dies Natalis

Sebagai Kampus Penerbangan, STTKD telah melahirkan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai sektor, termasuk penerbangan sipil, militer, industri aviasi, dan manajemen transportasi udara. Jurusan Teknik dan Jurusan Manajemen di STTKD terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Kurikulum diperbarui, fasilitas ditingkatkan, dan kerja sama industri diperluas untuk memastikan lulusan siap menghadapi tantangan global. Di usia yang ke-30 ini, STTKD meneguhkan komitmennya untuk menjadi Kampus di Bantul yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Dies Natalis ini juga menjadi momentum introspeksi dan pembaruan visi. STTKD siap menjawab tantangan revolusi industri dan teknologi masa depan dengan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sebagai Kampus Penerbangan, STTKD Yogyakarta terus mendorong riset dan inovasi, memperluas jaringan kerja sama internasional, serta menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan inspiratif. Dalam sambutannya, Ketua STTKD menyampaikan bahwa peringatan Dies Natalis ke-30 ini adalah wujud rasa syukur sekaligus ajakan kepada seluruh keluarga besar STTKD untuk terus menjaga semangat kebersamaan. Tiga dekade bukanlah waktu yang singkat. Di baliknya ada perjuangan, dedikasi, dan pengorbanan banyak pihak. Namun, yang terpenting adalah bagaimana semangat tersebut terus menyala untuk masa depan. Dengan semangat , STTKD akan terus menorehkan prestasi, mencetak generasi unggul, dan menjelma menjadi kampus percontohan di bidang teknologi kedirgantaraan.

Perayaan Dies Natalis ini menjadi cermin semangat kebersamaan yang luar biasa dari seluruh elemen kampus. Dari dosen, karyawan, taruna, hingga masyarakat, semua bergandengan tangan menyukseskan setiap agenda. STTKD Yogyakarta, sebagai kampus unggulan di Bantul, terus menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan integritas adalah fondasi kuat dalam membangun masa depan bangsa. Melalui momen Dies Natalis ini, STTKD juga ingin menginspirasi kampus-kampus lain untuk selalu mengedepankan nilai luhur, inovasi, dan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara Dies Natalis ke-30, semangat baru pun terlahir. Semangat untuk terus melaju, menjelajah langit pengetahuan, dan membangun Indonesia yang lebih maju dari kampus kedirgantaraan terbaik di Yogyakarta. Selamat ulang tahun ke-30 STTKD! Teruslah mengudara dan menjadi inspirasi generasi penerus bangsa.

baca juga : S1 Teknik Dirgantara STTKD Terakreditasi Unggul

Teknologi Dunia Aviasi di Masa Depan

Tren Teknologi Penerbangan 2025 yang Harus Diketahui

Transformasi Digital dalam Industri Penerbangan

Industri penerbangan global saat ini berada pada titik transformasi besar-besaran seiring dengan laju perkembangan teknologi digital. Teknologi digital telah menjadi pendorong utama dalam menciptakan efisiensi operasional, keselamatan penerbangan, dan kenyamanan penumpang. Salah satu perubahan signifikan adalah penerapan Internet of Things (IoT) dalam sistem penerbangan. Perangkat-perangkat pintar yang saling terhubung mempermudah pemantauan kondisi mesin secara real-time, meminimalkan potensi kerusakan, serta mempercepat proses perawatan.

Selain IoT, teknologi Artificial Intelligence (AI) dan machine learning juga semakin diintegrasikan dalam sistem kontrol lalu lintas udara dan perencanaan penerbangan. AI membantu dalam memprediksi pola cuaca, menentukan rute efisien, dan me ningkatkan manajemen lalu lintas udara.Digital twin menjadi salah satu tren yang berkembang pesat. Teknologi ini menciptakan replika digital dari pesawat atau komponen penting lainnya yang dapat digunakan untuk simulasi, pelatihan, serta analisis performa secara lebih akurat.

Penggunaan blockchain juga mulai dilirik oleh maskapai penerbangan dan produsen pesawat. Teknologi ini diyakini mampu memberikan transparansi dan keamanan data dalam rantai pasok, serta meningkatkan efisiensi proses perawatan pesawat. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) digunakan untuk pelatihan pilot dan teknisi, memberikan pengalaman yang lebih realistis dan interaktif tanpa perlu berada di dalam pesawat sungguhan.

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta sebagai kampus penerbangan yang terdepan, senantiasa mengikuti perkembangan ini melalui pengembangan kurikulum pada jurusan teknik dan jurusan manajemen. Taruna dibekali pemahaman terhadap integrasi teknologi digital dalam sistem aviasi, menjadikan kampus ini sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia yang adaptif terhadap tren global. Penggunaan teknologi digital juga menciptakan peluang baru di dunia kerja, terutama dalam bidang pengembangan perangkat lunak penerbangan, data analitik, serta desain sistem penerbangan cerdas. Dengan semua inovasi ini, industri aviasi semakin bergantung pada generasi baru yang melek digital dan memiliki kompetensi tinggi, seperti yang dicetak oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

 

Keberlanjutan dan Energi Ramah Lingkungan

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi industri penerbangan untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan. Isu lingkungan telah mendorong pelaku industri untuk mencari solusi yang lebih ramah terhadap bumi. Salah satu tren terbesar adalah pengembangan pesawat berbasis energi listrik. Beberapa produsen besar seperti Airbus dan Boeing telah memulai riset dan pengembangan pesawat listrik yang mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan. Selain itu, bahan bakar ramah lingkungan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF) kini mulai digunakan oleh berbagai maskapai sebagai pengganti bahan bakar fosil. SAF berasal dari bahan organik dan limbah industri yang dapat diperbaharui.

Teknologi hybrid-electric propulsion juga menunjukkan potensi besar dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sambil tetap menjaga performa pesawat. Desain aerodinamika pesawat kini lebih diarahkan pada efisiensi energi. Penggunaan material ringan seperti serat karbon juga turut membantu mengurangi konsumsi bahan bakar. Bandara-bandara modern mulai menerapkan konsep smart and green airport dengan integrasi teknologi digital, sistem tenaga surya, dan pengelolaan air limbah yang lebih baik. Kesadaran akan tanggung jawab lingkungan ini juga diterapkan dalam kurikulum pembelajaran di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta. Jurusan teknik dan jurusan manajemen diarahkan untuk memahami pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam operasional penerbangan. Taruna diajak untuk berpikir kritis terhadap solusi penerbangan masa depan yang tidak hanya canggih, tetapi juga ramah lingkungan.

Kampus STTKD juga aktif menjalin kerja sama dengan lembaga dan industri yang berfokus pada pengembangan energi bersih untuk industri aviasi. Dengan demikian, STTKD bukan hanya mencetak tenaga ahli di bidang teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan menuju industri penerbangan yang lebih hijau. Penerapan konsep green aviation ini juga membuka peluang riset dan pengembangan yang luas bagi taruna untuk terlibat langsung dalam inovasi energi. Ke depannya, kampus penerbangan seperti STTKD akan menjadi pusat unggulan dalam pengembangan teknologi aviasi berkelanjutan di Indonesia.

 

Otomatisasi, Kecerdasan Buatan, dan Revolusi UAV

Tren selanjutnya yang tidak kalah penting adalah meningkatnya otomatisasi dan penggunaan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) dalam berbagai aspek penerbangan.

Otomatisasi cockpit dan pengembangan sistem autopilot generasi terbaru menjadi sorotan utama. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat saat penerbangan. Maskapai juga mulai mengintegrasikan AI dalam proses pelayanan pelanggan, seperti chatbot untuk reservasi, penanganan komplain, hingga personalisasi layanan di dalam pesawat. UAV telah berkembang pesat dari sekadar alat militer menjadi instrumen penting dalam industri logistik, pemetaan wilayah, pertanian, bahkan pemantauan bencana.

 

Industri ini membuka banyak peluang kerja dan kewirausahaan baru, yang sangat relevan dengan lulusan dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

Kampus ini menyediakan pembelajaran UAV baik dari aspek teknik (rancang bangun dan kontrol) maupun aspek manajemen (pengelolaan proyek UAV dan perizinan). Regulasi tentang penerbangan tanpa awak juga menjadi bidang studi yang semakin penting, mengingat perlunya kesesuaian antara teknologi dan kebijakan penerbangan nasional. Taruna di jurusan teknik STTKD belajar merancang sistem kontrol dan sensor untuk UAV, sedangkan Taruna jurusan manajemen menganalisis strategi komersialisasi dan operasional UAV secara efisien.

Dengan semakin banyaknya aplikasi UAV, kampus terbaik seperti STTKD terus menyesuaikan diri agar mampu mencetak lulusan yang unggul dan adaptif. Revolusi UAV ini juga menumbuhkan kolaborasi baru antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah untuk membangun ekosistem penerbangan yang lebih maju. STTKD sebagai kampus penerbangan unggulan di Yogyakarta siap menjadi pusat pengembangan UAV nasional, dengan fasilitas pelatihan, riset, dan pengujian yang terus diperbarui. Industri aviasi pada tahun 2025 menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan revolusi teknologi secara langsung. Dengan bekal pendidikan berkualitas dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, Taruna dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dan inovator di masa depan dunia aviasi. Otomatisasi dan UAV bukanlah sekadar tren, tetapi fondasi baru bagi masa depan transportasi udara global. Melalui komitmen pendidikan dan pengembangan teknologi, STTKD memastikan dirinya tetap relevan dan menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan aviasi Indonesia dan dunia.

Baca juga : S1 Teknik Dirgantara STTKD Terakreditasi Unggul

STTKD Beri Penghargaan Karyawan dan Dosen Terbaik 2024

STTKD Beri Penghargaan Karyawan dan Dosen Terbaik

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD), sebagai salah satu kampus terbaik di Bantul yang berfokus pada bidang penerbangan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengapresiasi dedikasi sivitas akademika melalui pemberian penghargaan kepada karyawan dan dosen terbaik tahun 2024. Penghargaan ini menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh STTKD sebagai bentuk motivasi serta pengakuan atas kinerja luar biasa dari dosen dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan prestasi gemilang dalam tugas dan tanggung jawabnya. Tahun ini, penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah indikator penilaian yang ketat dan objektif. Penilaian mencakup aspek dedikasi, inovasi, produktivitas, kedisiplinan, serta kontribusi terhadap kemajuan institusi.

Momen Istimewa Dies Natalis ke-30

Pemberian penghargaan ini dilaksanakan pada acara puncak Dies Natalis STTKD yang ke-30, menjadikannya momen istimewa dalam sejarah kampus sebagai perayaan tiga dekade pengabdian di dunia pendidikan tinggi kedirgantaraan. Dalam sambutannya, Ketua STTKD menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi semata, tetapi juga sebagai dorongan agar seluruh elemen kampus terus terpacu memberikan kontribusi terbaiknya.

Dosen Terbaik STTKD 2024

Untuk kategori dosen, penghargaan diberikan kepada tiga individu luar biasa yang mewakili tiga bidang utama Tridharma Perguruan Tinggi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dosen terbaik bidang pengajaran diraih oleh Ikbal Rizki Putra, S.T., M.Eng. Beliau dikenal sebagai sosok inspiratif yang mampu menyampaikan materi perkuliahan secara komunikatif dan aplikatif. Ikbal Rizki Putra telah mengembangkan metode pengajaran berbasis teknologi yang menjadikan proses belajar mengajar semakin menarik dan interaktif bagi taruna STTKD. Ia juga aktif membimbing taruna dalam berbagai proyek praktikum dan kegiatan lomba ilmiah di tingkat nasional.

Untuk kategori dosen terbaik bidang penelitian, penghargaan diberikan kepada Arif Fakhrudin, S.E., M.M. Kontribusinya dalam menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional menjadi salah satu tolak ukur keberhasilannya. Arif juga dikenal aktif dalam mengembangkan riset-riset terapan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri penerbangan. Dengan semangat kolaboratif, Arif mengajak dosen-dosen muda untuk aktif meneliti dan mempublikasikan hasil penelitiannya. Dhiani Dyahjatmayanti, S.T.P., M.B.A. berhasil meraih penghargaan sebagai dosen terbaik bidang pengabdian kepada masyarakat. Pengabdiannya yang menyentuh langsung masyarakat sekitar Bantul menunjukkan bahwa STTKD tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dhiani aktif menggagas program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kampus, terutama dalam bidang teknologi tepat guna.

Tenaga Kependidikan Terbaik STTKD 2024

Sementara itu, untuk kategori tenaga kependidikan terbaik, penghargaan diberikan kepada tiga karyawan yang telah menunjukkan loyalitas dan etos kerja tinggi. Bayu Hermanto dinobatkan sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik 1. Kinerjanya yang cekatan, solutif, dan penuh inisiatif membuatnya menjadi figur yang sangat diandalkan di lingkungan kerja. Bayu juga dikenal ramah dan responsif dalam melayani kebutuhan administrasi institusi dan dosen.

Didik Subagia, S.I.P., M.A., berhasil meraih posisi sebagai Tenaga Kependidikan Terbaik 2. Didik aktif dalam menyusun strategi pelayanan akademik khususnya pelayanan perpustakaan yang efisien dan akurat. Sedangkan Tenaga Kependidikan Terbaik 3 diraih oleh Ngadiyono, sosok karyawan yang telah mengabdi di STTKD. Dedikasinya terhadap tugas dan tanggung jawab patut diacungi jempol. Ia dikenal konsisten, teliti, dan memiliki semangat kerja yang tinggi.

Pemberian penghargaan ini berlangsung dalam sebuah acara resmi yang dihadiri oleh pimpinan yayasan, dosen, taruna, serta seluruh sivitas akademika STTKD. Acara berlangsung khidmat namun penuh kehangatan, sebagai wujud kebersamaan dan apresiasi terhadap kontribusi para penerima penghargaan. Ketua panitia penyelenggara menyebutkan bahwa penilaian dilakukan dengan transparan dan melibatkan tim juri independen yang terdiri dari unsur pimpinan, akademisi, dan perwakilan taruna. Para penerima penghargaan tidak hanya menerima plakat dan piagam penghargaan, tetapi juga diberikan insentif berupa uang penghargaan dengan nominal yang berbeda-beda sesuai dengan kategori dan prestasi masing-masing individu.

 

STTKD Beri Penghargaan Karyawan dan Dosen Terbaik

Penerima penghargaan karyawan dan dosen terbaik

Komitmen STTKD untuk SDM Profesional

Momentum ini juga menjadi bagian penting dari upaya STTKD memperkuat budaya kerja profesional dan berprestasi. Sebagai kampus penerbangan unggulan, STTKD terus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pertumbuhan kompetensi seluruh unsur di dalamnya. Pemberian penghargaan ini selaras dengan visi kampus untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan unggul dalam bidang teknologi kedirgantaraan. Diharapkan para penerima penghargaan dapat menjadi teladan bagi rekan-rekannya dan terus menginspirasi sivitas akademika lainnya. Lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa kerja keras, integritas, dan kontribusi positif akan selalu mendapatkan tempat di STTKD.

STTKD, kampus di Bantul yang dikenal luas sebagai kampus terbaik dalam bidang penerbangan, tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai penghargaan dan penghormatan. Penghargaan kepada dosen dan karyawan terbaik ini diharapkan menjadi tradisi baik yang terus dipertahankan dan ditingkatkan setiap tahunnya. Dengan penghargaan ini, STTKD menunjukkan bahwa kinerja dan dedikasi selalu memiliki nilai tinggi dalam pembangunan institusi pendidikan. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan akan terus bergerak maju sebagai pelopor dalam mencetak sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing tinggi di dunia penerbangan. Teruslah berkarya dan berkontribusi bagi negeri, bersama STTKD – kampus penerbangan unggulan di Bantul yang membanggakan.

Inovasi Aviasi 2025: Dari Bandara Cerdas hingga Pesawat Ramah Lingkungan

Era Bandara Cerdas: Mengubah Pengalaman Penumpang

Tahun 2025 menjadi titik tolak penting dalam perkembangan dunia aviasi, di mana konsep “Bandara Cerdas” atau Smart Airport mulai diterapkan secara luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem biometrik menjadi fondasi utama dalam menciptakan pengalaman perjalanan udara yang cepat, nyaman, dan efisien. Proses check-in yang dahulu memakan waktu kini digantikan dengan teknologi pengenalan wajah yang menggantikan boarding pass fisik. Penumpang cukup berjalan ke gerbang keberangkatan tanpa perlu menunjukkan dokumen berulang kali. Hal ini secara signifikan mempercepat alur penumpang dari pintu masuk hingga ke dalam pesawat.

Penerapan teknologi ini juga memberikan peluang besar bagi lulusan jurusan ground handling dari berbagai kampus penerbangan. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD), sebagai salah satu kampus terbaik di bidang kedirgantaraan, mempersiapkan mahasiswanya menghadapi tuntutan industri dengan membekali mereka kompetensi teknologi terkini. Di STTKD, jurusan ground handling kini tidak hanya belajar prosedur manual tetapi juga teknologi pemantauan bagasi otomatis, sistem keamanan digital, dan aplikasi pelayanan penumpang. Kurikulum yang terus diperbarui menjadikan lulusan kampus ini siap terjun ke industri aviasi yang semakin digital. Selain efisiensi, bandara cerdas juga berfokus pada kenyamanan penumpang, mulai dari informasi jadwal real-time, peta digital terminal, hingga layanan konsultasi virtual berbasis aplikasi.

Sensor-sensor IoT memungkinkan pemantauan suhu, jumlah orang di ruang tunggu, dan penjadwalan keberangkatan secara presisi. Semua ini menjadikan bandara sebagai ekosistem layanan berbasis data yang ramah pengguna. Dengan pengembangan teknologi ini, STTKD mengambil peran aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang siap dan relevan dengan kebutuhan dunia penerbangan modern.

Transformasi Profesi Aviasi: Adaptasi Pramugari dan Ground Staff

Inovasi teknologi tidak hanya memengaruhi infrastruktur bandara, tetapi juga mentransformasi profesi dalam dunia aviasi. Profesi pramugari yang dahulu identik dengan pelayanan kabin kini berkembang menjadi profesional yang juga mengelola pengalaman penumpang secara digital. Pramugari masa kini dituntut menguasai sistem komunikasi kabin yang terhubung dengan pusat kontrol darat, hingga menangani permintaan penumpang berbasis aplikasi. Di kampus penerbangan seperti STTKD, jurusan pramugari telah mengadopsi kurikulum modern yang memasukkan pelatihan teknologi dan komunikasi krisis berbasis data.

Tidak hanya sekadar etika pelayanan, mahasiswa juga belajar pengoperasian perangkat kabin digital, sistem keamanan penerbangan, dan teknik pelayanan inklusif. Hal yang sama juga terjadi di jurusan ground handling, di mana staf darat kini tidak cukup hanya menguasai prosedur bagasi, tetapi juga harus paham tentang sistem pelacakan bagasi berbasis RFID, aplikasi komunikasi antar divisi, dan protokol keamanan digital. Mahasiswa jurusan ini di STTKD dilatih secara menyeluruh melalui simulasi realistik yang meniru keadaan di bandara internasional. Kurikulum ini menjadikan STTKD sebagai kampus terbaik yang mampu menjawab tantangan industri dan menciptakan SDM yang unggul.

Transformasi ini membuka banyak peluang karier baru. Lulusan tidak hanya menjadi staf bandara, tetapi juga bisa berperan sebagai analis data penerbangan, manajer teknologi layanan, hingga konsultan operasional digital. Ini menunjukkan bahwa profesi di dunia aviasi akan semakin kompleks dan menuntut adaptasi yang cepat, yang tentunya hanya bisa dicapai melalui pendidikan yang relevan dan progresif seperti yang ditawarkan oleh STTKD.

 

 

Pesawat Ramah Lingkungan: Masa Depan Langit yang Berkelanjutan

Salah satu tantangan besar dunia aviasi di abad ini adalah krisis lingkungan. Industri penerbangan mendapat tekanan besar untuk mengurangi emisi karbon dan mencari solusi ramah lingkungan. Tahun 2025 menjadi titik awal penting dengan diperkenalkannya pesawat berbasis energi alternatif, seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan pesawat listrik. Perusahaan besar seperti Airbus dan Boeing telah memulai uji coba prototipe pesawat nol emisi, yang dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi standar baru dunia penerbangan.

Inovasi ini bukan hanya milik pabrikan pesawat, tetapi juga menjadi perhatian institusi pendidikan. Di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, materi tentang energi terbarukan dan konsep penerbangan berkelanjutan mulai diperkenalkan ke dalam kurikulum. Mahasiswa kini tidak hanya diajarkan tentang mesin dan prosedur penerbangan, tetapi juga bagaimana mendukung efisiensi energi dan pengelolaan limbah penerbangan. Jurusan ground handling dilatih menangani pesawat berbasis energi terbarukan yang memerlukan prosedur khusus dalam penanganan di darat.

Jurusan pramugari juga mendapatkan pemahaman tentang protokol keselamatan dalam pesawat ramah lingkungan, serta bagaimana berkomunikasi dengan penumpang mengenai kebijakan ramah lingkungan. Langkah-langkah ini menciptakan standar baru layanan udara yang lebih berwawasan lingkungan. Kampus terbaik seperti STTKD bahkan menjalin kerja sama dengan lembaga riset dan industri penerbangan hijau untuk membuka peluang magang, penelitian, dan inovasi.

Keterlibatan STTKD dalam menciptakan SDM yang peka terhadap isu lingkungan menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan lagi tambahan, melainkan keharusan dalam dunia aviasi. Mahasiswa STTKD dididik tidak hanya menjadi teknisi dan awak kabin profesional, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menjaga kelestarian langit biru Indonesia. Dengan menggabungkan ilmu, teknologi, dan kepedulian lingkungan, STTKD membuktikan dirinya sebagai kampus penerbangan terbaik yang siap menyongsong masa depan penerbangan yang cerdas, aman, dan berkelanjutan.

Kerjasama STTKD dengan Perusahaan Nasional

Kerjasama STTKD dengan Perusahaan Nasional (Rekrutmen Pegawai)

Sinergi STTKD dan Dunia Industri: Langkah Nyata dalam Menjembatani Karier Lulusan

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus terbaik dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi. Sebagai kampus penerbangan yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta, STTKD terus memperkuat sinergi dengan dunia industri guna menciptakan peluang kerja nyata bagi taruna dan alumninya. Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi STTKD karena berhasil menjalin kerja sama rekrutmen langsung dengan empat perusahaan besar nasional.

Perusahaan-perusahaan yang telah dan akan melaksanakan proses rekrutmen di STTKD antara lain PT KAI Indonesia (Service), PT Lion Air, Susi Air, dan FL Technics. Kegiatan ini membuktikan bahwa STTKD bukan hanya kampus disiplin, tetapi juga perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan pasar tenaga kerja. PT KAI Indonesia (Service) membuka rangkaian proses rekrutmen pada tanggal 10 dan 11 April 2025 di lingkungan kampus STTKD. Rekrutmen selanjutnya dilaksanakan oleh PT Lion Air selama tiga hari, yakni tanggal 15, 16, dan 17 April 2025, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah.

FL Technics dijadwalkan melaksanakan proses seleksi pada 19 dan 20 April 2025, menandai kerja sama STTKD dengan perusahaan berskala global di bidang perawatan pesawat. Susi Air, maskapai perintis yang dikenal dengan jaringan penerbangan ke daerah-daerah terpencil, turut menggelar rekrutmen pada 14 Mei 2025, memberikan kesempatan bagi lulusan yang berminat mengabdi di wilayah yang menantang.

Kerjasama STTKD dengan Perusahaan Nasional

Rekrutmen Susi Air di STTKD pertengahan Mei lalu.

Keempat perusahaan tersebut memilih STTKD sebagai lokasi pelaksanaan rekrutmen, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap reputasi STTKD sebagai kampus kedirgantaraan unggulan. Keputusan ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi lulusan STTKD, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan dari berbagai kampus di Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta.

Proses Rekrutmen di Kampus: Antusiasme Peserta dan Profesionalisme STTKD

Proses rekrutmen dilaksanakan secara terbuka dan profesional di lingkungan STTKD, dengan peserta berasal tidak hanya dari alumni STTKD, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para pelamar datang dari berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua, menunjukkan daya tarik STTKD sebagai pusat rekrutmen nasional. Ruang-ruang kelas, aula, dan fasilitas kampus disulap menjadi tempat seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, dan presentasi perusahaan.

STTKD memastikan seluruh proses berjalan tertib dengan mengedepankan nilai-nilai kedisiplinan yang telah menjadi identitas kampus. Setiap perusahaan membawa tim seleksi profesional untuk melakukan screening berdasarkan kebutuhan dan standar kompetensi masing-masing. Rekrutmen PT KAI (Service) menarik minat peserta yang ingin bekerja di sektor transportasi darat nasional yang memiliki stabilitas tinggi. PT Lion Air menghadirkan atmosfer kompetitif karena banyaknya peminat dan beragamnya posisi yang dibuka.

FL Technics memberikan penekanan pada kompetensi teknis, terutama bagi peserta yang berlatar belakang teknik penerbangan dan perawatan pesawat. Susi Air, dengan jaringan penerbangan rute-rute perintis, mencari tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan medan dan kondisi lapangan. STTKD memberikan dukungan penuh, termasuk pendampingan teknis bagi peserta, informasi lowongan, serta penyediaan fasilitas selama proses berlangsung.

Humas kampus STTKD menjadi penghubung penting antara peserta dan pihak perusahaan. Para peserta sangat antusias dan menyambut baik inisiatif STTKD dalam menghadirkan peluang kerja secara langsung di kampus. Banyak peserta menyampaikan rasa bangga dan apresiasi karena kampus ini mampu menjembatani proses transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Kehadiran para alumni STTKD yang telah bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut turut memberi motivasi bagi peserta rekrutmen.

Proses rekrutmen berjalan lancar tanpa hambatan, menunjukkan kesiapan dan kualitas manajerial STTKD sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional. Setiap kegiatan diawali dengan perkenalan perusahaan, profil karier, dan penjelasan mengenai posisi yang tersedia. Peserta diuji tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, serta semangat kerja tim. STTKD memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan dengan prinsip transparansi dan keadilan, sehingga seluruh peserta merasa diperlakukan setara.

Perusahaan memberikan umpan balik yang positif atas kesiapan kampus dan antusiasme para peserta selama proses berlangsung. Hal ini menjadi bukti bahwa STTKD mampu berperan sebagai pusat kolaborasi antara dunia akademik dan dunia kerja secara nyata dan efektif.

 

STTKD Sebagai Pilar Pembangunan SDM Penerbangan dan Transportasi Nasional

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan terus menegaskan diri sebagai kampus penerbangan unggulan yang berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas. Terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, STTKD menjadi pilihan utama bagi calon taruna yang bercita-cita meniti karier di sektor transportasi dan aviasi. Keberhasilan pelaksanaan rekrutmen ini merupakan buah dari reputasi STTKD sebagai kampus disiplin dengan alumni yang kompeten dan berdaya saing.

STTKD mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pelatihan profesional dan soft skill, sehingga lulusannya siap masuk ke dunia kerja sejak dini. Dengan jaringan industri yang luas, STTKD berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri. Kampus ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang teori, tetapi juga soal implementasi dan dampak nyata terhadap masyarakat.

Melalui kegiatan rekrutmen ini, STTKD turut mengambil peran dalam mengurangi angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. STTKD juga memberikan ruang bagi lulusan dari kampus lain, mempertegas komitmen sosial kampus terhadap peningkatan kualitas SDM nasional. Dengan terus membuka diri terhadap kolaborasi lintas sektor, STTKD akan terus menjadi pelopor dalam membangun jembatan antara pendidikan dan dunia industri.

Sebagai Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan yang konsisten menjaga mutu dan kedisiplinan, STTKD akan terus menjadi kampus terbaik dalam menyiapkan generasi penerus bangsa di bidang transportasi dan kedirgantaraan. Dengan kerja sama rekrutmen ini, STTKD telah membuktikan diri sebagai kampus di Bantul yang mampu membawa perubahan besar bagi para lulusannya dan bagi dunia industri nasional maupun global.

Baca juga : Bagian-bagian di dalam Bandar Udara yang Wajib Kamu Tahu !

Pelantikan Ketua Baru, STTKD Targetkan Jadi Pusat Keunggulan di Bidang Kedirgantaraan

Pelantikan Ketua STTKD Periode 2025-2029

Pelantikan ketua STTKD (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) untuk periode 2025-2029 dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat pada Jumat, 21 Maret 2025. Acara pelantikan digelar di Ruang Kuliah Umum STTKD dan dihadiri oleh seluruh dosen dan karyawan STTKD, serta tamu undangan kehormatan, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah 5, Prof. Setyabudi Indartono. Pelantikan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Ibu Vidyana Mandrawati, S.E., M.M., dan dimulainya kepemimpinan Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs.. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Citra Dirgantara, Ibu Indryana Mandraeny, S.Sos., M.M., yang secara resmi melantik dan menyerahkan mandat kepada ketua baru.

Dr. Erwhin Irmawan dalam pidato perdananya menegaskan komitmennya untuk membawa STTKD menjadi pusat keunggulan di bidang kedirgantaraan di tingkat nasional dan internasional.

Beberapa target utama yang akan menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya. Beliau menegaskan bahwa STTKD akan terus berkembang sebagai institusi pendidikan unggulan, terutama sebagai kampus penerbangan yang menghasilkan lulusan berkualitas. Beberapa fokus utama yang menjadi perhatiannya meliputi:

  1. Peningkatan Kualitas Akademik
    STTKD akan terus memperkuat kurikulum berbasis industri, meningkatkan kualitas dosen dan tenaga pengajar, serta memperluas program kerja sama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
  2. Penguatan Riset dan Inovasi
    Pengembangan riset yang berorientasi pada teknologi penerbangan akan menjadi prioritas utama. STTKD akan membangun pusat penelitian yang berkolaborasi dengan industri penerbangan serta lembaga penelitian nasional.
  3. Peningkatan Infrastruktur dan Sarana Prasarana
    Untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, STTKD akan berinvestasi dalam pembangunan laboratorium penerbangan yang lebih modern serta meningkatkan fasilitas bagi mahasiswa dan tenaga pengajar.
  4. Kerja Sama dengan Industri Kedirgantaraan
    STTKD akan memperkuat sinergi dengan berbagai perusahaan di sektor penerbangan, baik dalam bentuk magang, pelatihan, maupun penyaluran kerja bagi lulusan.
  5. Internasionalisasi STTKD
    Meningkatkan reputasi global STTKD dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar, joint research, serta kerja sama akademik dengan universitas luar negeri.

Ada beberapa target utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya ke depan. “Kami ingin mendongkrak jumlah taruna baru, memperkuat tata kelola, mengembangkan sumber daya dan institusi, serta meningkatkan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu, peningkatan rekognisi nasional maupun internasional juga menjadi prioritas agar STTKD dapat menjadi center of excellence di bidang kedirgantaraan. Tantangan utama yang dihadapi STTKD saat ini adalah dinamika industri penerbangan. Beberapa sektor seperti industri logistik sedang naik, tetapi sektor penerbangan penumpang masih mengalami perlambatan. Hal ini tentu berdampak pada kebutuhan lulusan dan animo masyarakat terhadap dunia penerbangan. Selain itu, perkembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi juga turut memengaruhi industri ini. Namun, tetap optimistis bahwa masih banyak peluang, terutama di industri perawatan pesawat. Untuk bidang seperti perawatan pesawat dan teknisi penerbangan, kehadiran manusia tetap diperlukan. Meskipun beberapa proses seperti automatic check-in sudah diterapkan, banyak bandara di Indonesia yang masih menggunakan sistem manual,” jelasnya. STTKD saat ini memiliki delapan program studi, terdiri dari tiga program S1, satu program D4, tiga program D3, dan dua program D1. Jurusan teknik dan jurusan manajemen menjadi pilihan favorit bagi calon taruna  yang ingin berkarier di dunia penerbangan.

“Animo taruna terhadap program studi bervariasi setiap tahunnya, tergantung pada kebutuhan industry. Sementara, terkait pengembangan tenaga pendidik, STTKD menargetkan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor di tahun-tahun mendatang. “Saat ini, kami memiliki sekitar 70 dosen. Kami berharap pada 2026-2027, setidaknya 30 persen dari mereka telah bergelar doktor,” katanya.

Harapan dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Pelantikan ketua baru STTKD juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama berkontribusi dalam kemajuan institusi. Dalam kesempatan ini, Prof. Setyabudi Indartono, selaku Kepala LLDIKTI Wilayah 5, memberikan pesan dan harapannya bagi kepemimpinan yang baru. Beliau menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi semakin kompleks, khususnya dalam bidang teknologi dan penerbangan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang visioner dan inovatif sangat dibutuhkan agar STTKD dapat terus berkembang dan mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Di akhir acara, seluruh hadirin memberikan doa dan dukungan bagi Dr. Erwhin Irmawan dalam menjalankan amanah sebagai Ketua STTKD periode 2025-2029. Harapan besar disematkan agar di bawah kepemimpinannya, STTKD dapat mencapai visi besar sebagai pusat keunggulan di bidang kedirgantaraan, membawa inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia penerbangan Indonesia. Acara pelantikan pun ditutup dengan sesi ramah Tamah dan ucapan seluruh dosen dan karyawan, menandai awal dari babak baru dalam perjalanan STTKD menuju masa depan yang lebih gemilang.

Barang yang Masuk Bagasi dan Kabin Pesawat-Jangan Keliru !!

Pengertian Bagasi dan Kabin Pesawat

Bagasi dan kabin pesawat sering terdengar saat kita dalam bandara. Dalam dunia penerbangan, terdapat dua kategori utama untuk penyimpanan barang penumpang, yaitu bagasi dan kabin. Bagasi adalah Bagasi pesawat adalah barang-barang yang dibawa oleh penumpang dalam penerbangan, tetapi disimpan di kompartemen kargo pesawat, bukan di kabin penumpang. Sedangkan kabin adalah tempat di mana penumpang dapat membawa barang bawaan mereka ke dalam pesawat.

Bagasi biasanya mencakup barang yang lebih besar dan lebih berat yang tidak dapat dibawa ke dalam kabin. Sementara itu, barang kabin terbatas pada ukuran dan berat tertentu yang ditentukan oleh maskapai penerbangan.

Bagasi dan Kabin Pesawat

Perbedaan Barang yang Masuk Bagasi dan Kabin

Terdapat beberapa perbedaan utama antara barang yang masuk ke bagasi dan barang yang bisa dibawa ke kabin. Beberapa perbedaan tersebut meliputi:

Ukuran dan Berat

Barang kabin biasanya memiliki batas berat sekitar 7 kg hingga 10 kg, tergantung dari kebijakan maskapai penerbangan. Selain itu, ukuran koper kabin harus sesuai dengan standar yang ditentukan agar dapat muat di dalam kompartemen penyimpanan di atas tempat duduk penumpang.

Barang yang masuk ke dalam bagasi memiliki batasan berat dan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan barang kabin. Setiap maskapai memiliki aturan tersendiri mengenai berat maksimum yang diperbolehkan untuk bagasi terdaftar.

Keamanan dan Regulasi

Dalam Jurusan Ground Handling di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, taruna taruni diajarkan tentang regulasi keamanan penerbangan. Ada beberapa barang yang dilarang masuk ke dalam kabin karena alasan keamanan, seperti cairan di atas 100 ml, benda tajam, dan bahan mudah terbakar.

Sebaliknya, barang-barang seperti senjata api, alat tajam besar, serta cairan dalam jumlah besar harus dimasukkan ke dalam bagasi untuk menghindari risiko selama penerbangan.

Kenyamanan dan Aksesibilitas

Barang yang disimpan dalam kabin lebih mudah diakses oleh penumpang selama penerbangan. Ini termasuk barang-barang penting seperti dokumen perjalanan, barang elektronik, obat-obatan, dan barang berharga lainnya.

Sebaliknya, bagasi hanya bisa diakses setelah pesawat mendarat dan melewati proses pengambilan bagasi di bandara tujuan. Oleh karena itu, penumpang disarankan untuk tidak menaruh barang penting atau berharga dalam bagasi terdaftar.

 

Proses Penanganan Bagasi dan Kabin

Penanganan Bagasi

Dalam operasional penerbangan, Jurusan Ground Handling memainkan peran penting dalam menangani bagasi penumpang. Prosesnya melibatkan beberapa tahap, mulai dari check-in, penimbangan, pelabelan, pengangkutan ke pesawat, hingga pengambilan bagasi di tujuan.

Di Kampus Penerbangan seperti Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, taruna taruni diajarkan cara menangani bagasi secara efisien, termasuk bagaimana memastikan bagasi sampai ke tujuan dengan aman dan sesuai dengan prosedur maskapai.

Penanganan Barang Kabin

Penumpang bertanggung jawab atas barang bawaan yang dibawa ke dalam kabin. Maskapai penerbangan menyediakan tempat penyimpanan khusus, seperti kompartemen di atas tempat duduk dan ruang di bawah kursi. Kru kabin bertugas memastikan bahwa barang yang dibawa sesuai dengan regulasi dan tidak mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Tantangan dalam Penanganan Bagasi dan Kabin

Penanganan bagasi sering kali menghadapi tantangan seperti bagasi hilang, keterlambatan pengiriman, atau kerusakan barang. Oleh karena itu, Kampus Penerbangan yang berlokasi di Bantul ini membekali taruna taruni Jurusan Ground Handling dengan keterampilan dalam menangani permasalahan tersebut secara profesional dan sesuai dengan standar industri penerbangan.

Tips Memastikan Barang Aman

  1. Gunakan koper berkualitas baik dan kunci bagasi dengan aman.
  2. Beri label identitas pada koper untuk mempermudah identifikasi.
  3. Pastikan barang berharga tetap dalam barang kabin.
  4. Ikuti aturan maskapai terkait ukuran dan berat bagasi.
  5. Gunakan layanan pelacakan bagasi jika tersedia.

 

Memahami perbedaan antara barang yang masuk ke bagasi dan kabin sangat penting bagi penumpang serta petugas penerbangan. Dalam dunia penerbangan, terutama bagi taruna taruni di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta yang mengambil Jurusan Ground Handling, pemahaman ini menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

Dengan menerapkan aturan yang telah ditetapkan oleh maskapai dan otoritas penerbangan, penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan aman. Sementara itu, tenaga kerja di bidang ground handling harus terus meningkatkan keterampilan dalam menangani bagasi dan barang kabin secara profesional sesuai dengan standar industri penerbangan yang berlaku.

Itu dia perbedaan mengenai kabin dan bagasi, semoga penjelasan ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Apabila kalian tertarik untuk mendalami lebih jauh seputar hal ini, yuk bergabung di sekolah penerbangan STTKD. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta sebagai salah satu Kampus Penerbangan Terbaik yang memberikan pemahaman yang mendalam kepada para taruna tentang aspek-aspek penting dalam pengelolaan bagasi dan kabin. Terutama dalam Jurusan Ground Handling, pemahaman mengenai perbedaan antara barang yang masuk ke bagasi dan kabin menjadi bagian penting dalam kurikulum.

Baca Juga : Visit Taruna STTKD di Bandar Udara YIA

Visit Taruna STTKD di Bandar Udara YIA

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan praktis mengenai operasional bandar udara, taruna Program Studi D3 Manajemen Transportasi dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) mengadakan kunjungan industri ke Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 28 Februari 2025, dimulai pukul 08.00 hingga selesai. Sebanyak 50 taruna angkatan 2024 ikut serta dalam kegiatan ini, didampingi langsung oleh Kaprodi D3 Manajemen Transportasi, Ibu Aditya Dewantari, S.Pd., M.Pd dan Jajarannya.

 

Bandar Udara

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada taruna mengenai berbagai aspek manajemen transportasi udara, termasuk operasional bandara, pengelolaan lalu lintas udara, serta peran strategis sumber daya manusia dalam industri penerbangan. Sebagai salah satu kampus yang memiliki reputasi sebagai perguruan tinggi yang memiliki program studi Unggul di Yogyakarta, STTKD selalu berupaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.

Pengenalan Operasional Bandar Udara YIA

Selama kunjungan, para taruna mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang operasional harian di Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Tim dari YIA memberikan paparan mengenai berbagai aspek penting dalam pengelolaan bandara, mulai dari proses check-in, pengelolaan bagasi, manajemen lalu lintas udara, hingga aspek keselamatan penerbangan. Taruna juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang mendukung kelancaran operasional bandara, seperti Air Traffic Control (ATC), apron, taxiway, dan sistem keamanan penerbangan.

Bandar Udara

Selain itu, mereka diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para profesional di bidang penerbangan, yang memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang kerja di sektor ini. Sebagai salah satu perguruan terbaik, STTKD selalu berupaya memastikan bahwa lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan adanya kunjungan industri ini, diharapkan para taruna semakin memahami pentingnya efisiensi dan koordinasi dalam operasional bandara serta bagaimana peran mereka nantinya dalam dunia kerja.

Pembelajaran dan Pengalaman Praktis

Selain mendapatkan pemaparan materi dari pihak YIA, para taruna juga melakukan observasi langsung terhadap berbagai aktivitas operasional di bandara. Mereka mempelajari bagaimana koordinasi antara berbagai unit kerja, mulai dari aviation security (AVSEC), ground handling, hingga pelayanan penumpang. Dalam sesi interaktif, para taruna juga diberikan studi kasus mengenai berbagai situasi yang sering terjadi di bandara, seperti penundaan penerbangan (delay management), penanganan bagasi hilang, serta koordinasi dalam keadaan darurat. Dengan cara ini, mereka dapat lebih memahami bagaimana teori yang mereka pelajari di kelas diterapkan dalam dunia nyata.

Kegiatan ini sejalan dengan visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman. Kunjungan seperti ini menjadi bagian penting dalam kurikulum untuk memastikan bahwa lulusan memiliki kompetensi praktis yang kuat, siap bersaing di industri penerbangan, dan memiliki pemahaman mendalam tentang standar internasional dalam pengelolaan bandara.

STTKD sebagai Kampus Penerbangan Terbaik

Sebagai kampus penerbangan terbaik, STTKD terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berorientasi pada kebutuhan industri. Kunjungan ini merupakan salah satu dari banyak program yang dirancang untuk memberikan pemahaman nyata tentang dunia penerbangan kepada para taruna. Dengan dukungan dari dosen dan praktisi berpengalaman, taruna STTKD mendapatkan bimbingan yang intensif dalam berbagai aspek manajemen transportasi udara. Kehadiran Ibu Aditya Dewantari, S.Pd., M.Pd., selaku Kaprodi, dalam kegiatan ini juga menunjukkan komitmen kampus dalam memastikan bahwa setiap program pembelajaran berjalan dengan optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan taruna dapat lebih termotivasi untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pemahaman mereka tentang industri penerbangan. Kunjungan ini juga memperkuat posisi STTKD sebagai sekolah penerbangan Jogja yang selalu menghadirkan pembelajaran terbaik bagi para taruna. Dengan pengalaman langsung yang diperoleh dari Visit Taruna STTKD di Bandar Udara YIA, diharapkan lulusan STTKD semakin siap menghadapi dunia kerja dan menjadi tenaga profesional yang berkontribusi dalam kemajuan industri penerbangan nasional dan internasional.

 

Baca Juga : General Manager Angkasa Pura Indonesia cabang Yogyakarta Internasional Airport hadir pada Pelatihan Ilmu Kedirgantaraan untuk Dosen Akademik STTKD