Terbang Tinggi Menggapai Prestasi di Cakrawala Kedirgantaraan Indonesia

Menjawab Tantangan Industri Penerbangan Global

Pertumbuhan cepat industri penerbangan global menuntut ketersediaan SDM yang terampil, disiplin, dan profesional. Memilih kampus penerbangan yang tepat adalah langkah awal krusial untuk mengamankan karier yang cemerlang. Sebagai kota pendidikan, Yogyakarta menjadi pusat ideal bagi lahirnya talenta kedirgantaraan melalui kampus penerbangan jogja yang menyediakan kurikulum dinamis sesuai kebutuhan maskapai dan bandara.

M. Siradjudin Hafidz, taruna STTKD Yogyakarta yang berhasil meraih penghargaan Putera Madya Adiwara DIY

Prestasi nyata dibuktikan oleh M. Siradjudin Hafidz, taruna STTKD Yogyakarta yang berhasil meraih penghargaan Putera Madya Adiwara DIY. Keberhasilan ini sejalan dengan mutu institusi, di mana Program Studi D IV Manajemen Transportasi Udara STTKD Yogyakarta kini telah resmi terakreditasi UNGGUL. Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah penerbangan terbaik jogja tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga sukses menggembleng karakter, kepemimpinan, dan mentalitas profesional para tarunanya.

Prospek Karier Luas di Sektor Kedirgantaraan

Pendidikan di sekolah penerbangan membuka peluang karier yang sangat luas, mulai dari manajemen, teknisi pesawat, hingga ground handling. Dengan status terakreditasi UNGGUL, prodi D IV Manajemen Transportasi Udara menjadi pilihan strategis untuk mencetak pemimpin masa depan industri dirgantara yang menguasai regulasi internasional dan teknologi mutakhir. Selain itu, bagi yang tertarik pada pelayanan prima, sekolah pramugari juga menawarkan pelatihan intensif berskala dunia yang dilengkapi fasilitas modern dan nyata.

Untuk menjaga kualitas lulusan, sekolah penerbangan terbaik ini didukung oleh laboratorium modern, lisensi resmi dari DKPPU, serta kerja sama strategis dengan berbagai maskapai nasional dan internasional. Melalui kurikulum berbasis kompetensi dan program magang langsung di bandara-bandara terkemuka, para taruna mendapatkan kesiapan kerja nyata, sehingga banyak dari mereka yang sudah direkrut oleh industri sebelum resmi lulus.

Investasi Masa Depan yang Cerah

M. Siradjudin Hafidz, taruna STTKD Yogyakarta yang berhasil meraih penghargaan Putera Madya Adiwara DIY

Melanjutkan pendidikan di bidang kedirgantaraan adalah investasi masa depan yang sangat menjanjikan. Didukung oleh pengajar profesional dan lingkungan akademik yang suportif, impian untuk berkarier di industri penerbangan global dapat terwujud secara nyata. Persiapkan diri Anda dan bergabunglah bersama institusi terpercaya untuk meraih kesuksesan di angkasa

STTKD Perkuat Tata Kelola dan Internasionalisasi melalui Studi Banding ke UNIKOM Bandung, Wujudkan Kampus Penerbangan Berdaya Saing Global

BANDUNG, 21 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta mempercepat langkah menuju kampus berstandar internasional, Senat Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta melaksanakan studi banding ke Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Delegasi STTKD dipimpin langsung oleh Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan UNIKOM. Kegiatan diawali dengan penayangan video profil kedua institusi sebagai sarana memperkenalkan keunggulan masing-masing kampus. Dalam sambutannya, Dr. Erwhin menjelaskan bahwa STTKD saat ini mengelola delapan program studi jenjang sarjana dan diploma serta satu program studi magister (S2) yang berfokus pada bidang aviasi. Sebagai salah satu kampus penerbangan Jogja, STTKD terus berupaya mengembangkan kualitas akademik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

STTKD Perkuat Tata Kelola dan Internasionalisasi melalui Studi Banding ke UNIKOM Bandung, Wujudkan Kampus Penerbangan Berdaya Saing Global

Mewakili UNIKOM, Wakil Rektor II, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia memaparkan perjalanan UNIKOM yang berdiri sejak 8 Agustus 2000 dan kini memiliki tujuh fakultas dengan sekitar 7.000 mahasiswa aktif. Selain berbagi pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi, UNIKOM juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya pada bidang teknik yang memiliki kesamaan karakteristik dengan program studi yang dimiliki STTKD sebagai sekolah penerbangan yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas tata kelola Senat Akademik, mulai dari struktur organisasi hingga mekanisme pengambilan kebijakan di lingkungan universitas. Pihak UNIKOM menjelaskan bahwa Senat memiliki peran strategis dalam memberikan rekomendasi kenaikan jabatan fungsional dosen melalui proses presentasi dan penilaian akademik yang terstruktur. Informasi ini menjadi referensi penting bagi STTKD dalam memperkuat sistem tata kelola akademik yang profesional dan akuntabel.

Pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah, UNIKOM memaparkan berbagai strategi untuk meningkatkan produktivitas dosen melalui dukungan pendanaan publikasi pada jurnal bereputasi seperti Scopus maupun SINTA. Selain itu, universitas juga aktif mengelola jurnal ilmiah terakreditasi serta menyelenggarakan seminar internasional sebagai wadah hilirisasi hasil penelitian. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi bagi STTKD dalam memperkuat budaya riset di lingkungan sekolah penerbangan terbaik yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan.

STTKD Perkuat Tata Kelola dan Internasionalisasi melalui Studi Banding ke UNIKOM Bandung, Wujudkan Kampus Penerbangan Berdaya Saing Global 1

Pembahasan juga mencakup strategi pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kerja sama, serta penjaminan mutu menuju akreditasi internasional. UNIKOM menjelaskan pentingnya pengelolaan SDM yang terintegrasi, optimalisasi tracer study alumni, penguatan jejaring internasional, serta fokus pada pemeringkatan dunia seperti QS World University Rankings dengan dukungan riset yang berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Berbagai pengalaman tersebut menjadi masukan berharga bagi STTKD dalam mempercepat transformasi institusi menuju perguruan tinggi berkelas dunia.

Selain aspek akademik, kedua institusi turut berdiskusi mengenai strategi branding dan penerimaan mahasiswa baru. UNIKOM menilai media sosial, khususnya Instagram, masih menjadi kanal promosi yang paling efektif untuk menjangkau calon mahasiswa. Di samping itu, sistem biaya kuliah yang dikemas dalam bentuk paket per semester serta penyediaan berbagai jalur beasiswa dinilai mampu meningkatkan daya tarik perguruan tinggi. Strategi ini juga relevan bagi STTKD yang dikenal sebagai sekolah pramugari dan institusi pendidikan aviasi yang terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Melalui studi banding ini, STTKD berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas Tridharma, penguatan kerja sama internasional, hingga strategi pencapaian akreditasi global. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen STTKD untuk terus berkembang sebagai sekolah penerbangan terbaik Jogja yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul, profesional, dan siap bersaing di industri penerbangan nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan aviasi terbaik di Indonesia.

Dari STTKD Menuju Pucuk Kepemimpinan Lion Group: Kisah Inspiratif Putra Ketapang Memimpin 2.000 Karyawan Industri Penerbangan

Dunia penerbangan Indonesia kembali menghadirkan kisah inspiratif dari seorang alumni yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Adalah Ir. Uti Roysen, M.T., C.SCM., alumni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Line of Maintenance Lion Group. Jabatan strategis tersebut menempatkannya sebagai salah satu tokoh penting dalam menjaga keandalan operasional armada penerbangan yang melayani berbagai rute di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan peran STTKD sebagai kampus penerbangan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan kompetitif.

Dari STTKD Menuju Pucuk Kepemimpinan Lion Group: Kisah Inspiratif Putra Ketapang Memimpin 2.000 Karyawan Industri Penerbangan

Pria yang akrab disapa Aceh ini memimpin sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanggung jawab yang diembannya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perawatan pesawat udara, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan sistem operasional, serta peningkatan standar keselamatan dan keandalan penerbangan. Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kepemimpinannya menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional salah satu grup maskapai terbesar di Indonesia.

Perjalanan karier Uti Roysen tidak diraih secara instan. Sebagai putra asli Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ia tumbuh dengan semangat belajar dan tekad kuat untuk mengembangkan diri. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di tanah kelahirannya, termasuk sebagai alumni SMAN 2 Ketapang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke STTKD Yogyakarta pada angkatan 1999. Pilihan menempuh pendidikan di kampus penerbangan jogja tersebut menjadi langkah awal yang membuka jalan menuju karier profesional di industri aviasi.

Sebagai salah satu institusi yang dikenal sebagai sekolah penerbangan terbaik jogja, STTKD memberikan fondasi akademik dan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Lingkungan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri menjadikan para taruna dan mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi penerbangan. Bekal tersebut terbukti menjadi modal penting bagi Uti Roysen dalam membangun karier hingga mencapai posisi puncak di lingkungan Lion Group.

Tidak berhenti pada pendidikan diploma dan pengalaman kerja, Uti Roysen terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan lanjutan. Ia berhasil meraih gelar Magister Teknik Industri dan menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Mercu Buana. Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia dikenal memiliki keahlian dalam bidang maintenance management, supply chain management, peningkatan produktivitas industri, serta pengembangan kualitas operasional yang berorientasi pada efisiensi dan keselamatan penerbangan.

Selain aktif di dunia industri, Uti Roysen juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai karya ilmiahnya telah dipublikasikan dalam jurnal maupun forum akademik nasional dan internasional. Fokus penelitiannya mencakup efektivitas perawatan pesawat udara, Reliability Centered Maintenance (RCM), metode Six Sigma, Overall Equipment Effectiveness (OEE), hingga optimalisasi rantai pasok dan kapasitas produksi. Kontribusi akademik tersebut menunjukkan bahwa profesional penerbangan juga memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas industri.

Salah satu penelitian yang mendapat perhatian adalah penerapan Reliability Centered Maintenance berbasis logika fuzzy untuk meningkatkan efektivitas perawatan pesawat berbadan sempit. Selain itu, ia juga melakukan riset mengenai pengurangan tingkat cacat dalam proses inspeksi line maintenance menggunakan metode Six Sigma. Berbagai penelitian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan sekolah penerbangan tidak hanya mampu bekerja secara profesional, tetapi juga mampu menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan yang dihadapi industri penerbangan modern.

Kisah sukses Uti Roysen menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya mereka yang bercita-cita berkarier di dunia aviasi. Keberhasilannya membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas, kerja keras, integritas, dan kemauan untuk terus belajar dapat mengantarkan seseorang mencapai posisi strategis di industri global. Bagi calon taruna yang ingin meniti karier di bidang penerbangan, STTKD hadir sebagai sekolah penerbangan terbaik yang menyediakan berbagai program pendidikan unggulan, termasuk bidang teknik penerbangan, manajemen transportasi udara, hingga program sekolah pramugari. Dari kampus inilah lahir banyak profesional yang turut berkontribusi dalam memajukan industri penerbangan Indonesia di tingkat dunia.

Kiprah Gemilang Atlet STTKD: Borong Juara 3 di Kejuaraan Pencak Silat Sangiran Championship 3 2026

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta di kancah nasional melalui cabang olahraga bela diri. Kali ini, delegasi atlet pencak silat kampus berhasil membawa pulang tiga medali perunggu dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Sangiran Championship 3 2026 yang diselenggarakan di Sragen pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2026 lalu. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa taruna-taruni dari kampus penerbangan terkemuka ini tidak hanya unggul dalam bidang akademis kedirgantaraan, melainkan juga memiliki ketangguhan fisik dan mental yang luar biasa di arena pertandingan olahraga formal.

Pencapaian luar biasa ini diraih oleh tiga ksatria STTKD yang bertanding dengan penuh sportivitas dan semangat pantang menyerah di kategori dewasa atau mahasiswa. Mereka adalah M. Doni Iskandar dari program studi DIII-Manajemen Transportasi yang sukses menyabet Juara 3 Kelas Men-A, Miftahul Janna dari program studi DIV-Manajemen Transportasi Udara yang meraih Juara 3 Kelas Women-E, serta Hafidzhuddin Gondur dari program studi S1-Rekayasa Mesin yang mengamankan Juara 3 Kelas Men-E. Keberagaman program studi dari para pemenang ini mencerminkan bahwa ekosistem pendidikan di sekolah penerbangan ini mampu memfasilitasi bakat-bakat non-akademik taruna secara merata di berbagai lini jurusan.

Sebagai kampus penerbangan jogja yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul, STTKD selalu memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan minat dan bakat para tarunanya melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa. Selain fokus utama pada pendidikan vokasional pertarungan udara dan darat, manajemen bandara, serta keahlian pramugari, pembinaan karakter disiplin dan tangguh melalui olahraga bela diri tradisional seperti pencak silat juga mendapatkan porsi perhatian yang sangat serius. Keberhasilan di Sragen ini menjadi parameter bahwa program latihan terstruktur yang dijalankan oleh para taruna di sela-sela kesibukan perkuliahan yang padat mampu membuahkan hasil yang sangat optimal dan mengharumkan nama institusi.

Kemenangan di Sangiran Championship 3 2026 ini sekaligus mengukuhkan posisi STTKD sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik jogja yang tidak pernah berhenti mencetak prestasi dari tahun ke tahun. Atmosfer kompetisi yang sehat dan budaya disiplin militeristik yang diterapkan secara humanis di lingkungan kampus terbukti efektif dalam membentuk mentalitas juara bagi setiap taruna. Tidak heran jika dalam berbagai kejuaraan daerah maupun nasional, perwakilan dari kampus ini selalu diperhitungkan oleh akademi dan universitas pesaing lainnya karena kesiapan fisik serta strategi bertanding mereka yang sangat matang.

Selain dikenal luas masyarakat sebagai sekolah pramugari dan staf maskapai penerbangan yang profesional, STTKD juga menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan bangsa melalui pelestarian seni bela diri pencak silat bagi generasi mudanya. Pencak silat di lingkungan kampus dipandang bukan hanya sekadar olahraga ketahanan fisik, melainkan juga sebagai sarana pembentukan moral, etika, rasa percaya diri, dan penajaman fokus yang sangat dibutuhkan ketika mereka kelak bekerja di industri kedirgantaraan global yang dinamis. Melalui raihan medali perunggu ini, para taruna membuktikan bahwa nilai kesatriaan dan sportivitas silat telah menyatu erat di dalam jiwa mereka.

Pihak manajemen dan seluruh civitas akademika STTKD menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada M. Doni Iskandar, Miftahul Janna, dan Hafidzhuddin Gondur atas dedikasi dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi. Manajemen kampus menegaskan komitmennya untuk terus memberikan apresiasi dan insentif bagi setiap taruna yang berhasil mengukir prestasi demi menjaga motivasi belajar dan berkompetisi secara sehat. Dukungan moral maupun finansial akan terus ditingkatkan guna memastikan fasilitas latihan serta akomodasi atlet dalam menyongsong kejuaraan-kejuaraan berikutnya dapat terpenuhi dengan sangat baik.

Dampak positif dari kemenangan ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan stimulus motivasi bagi taruna-taruni lainnya, baik yang sedang menempuh pendidikan di bidang teknisi pesawat, manajemen, maupun bagi mereka yang berada di sekolah penerbangan terbaik ini untuk terus mengeksplorasi potensi diri secara maksimal. Keberhasilan rekan-rekan mereka di arena pencak silat nasional menjadi bukti konkret bahwa batasan profesi di dunia dirgantara tidak membatasi seseorang untuk menjadi juara di bidang lain. Semangat juang inilah yang menjadi core value utama yang selalu ditekankan oleh lembaga kepada seluruh anak didiknya.

Dengan adanya torehan prestasi internasional dan domestik yang terus mengalir, STTKD semakin mantap melangkah dalam mewujudkan visinya sebagai pusat keunggulan pendidikan kedirgantaraan yang holistik di Indonesia. Kejuaraan Pencak Silat Sangiran Championship 3 2026 telah menjadi saksi bisu bagaimana ketangguhan mental taruna Yogyakarta mampu berbicara banyak di gelanggang kompetisi resmi. Melalui prestasi teranyar ini, STTKD kembali menegaskan slogan utamanya untuk terus terbang meraih sukses bersama seluruh taruna dan alumni di mana pun mereka mengabdi bagi

Baca Juga : Taruna STTKD Borong Juara di Sunan Kalijaga Cup XIII 2026, Bukti Nyata Prestasi Kampus Penerbangan Berkelas Nasional

STTKD dan Pemkab Sleman Bersinergi Wujudkan Beasiswa “Sleman Pintar”, Membuka Jalan Generasi Muda Menuju Dunia Penerbangan

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam program beasiswa “Sleman Pintar”. Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Rabu, 22 Oktober 2025, sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Sleman yang memiliki potensi akademik namun memerlukan dukungan pembiayaan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua STTKD Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs. menandatangani perjanjian kerja sama yang didampingi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. Kehadiran berbagai pihak dalam agenda tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.

STTKD dan Pemkab Sleman Bersinergi Wujudkan Beasiswa “Sleman Pintar”, Membuka Jalan Generasi Muda Menuju Dunia Penerbangan

Program “Sleman Pintar” merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Sleman yang bertujuan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Melalui kerja sama ini, STTKD sebagai salah satu kampus penerbangan terkemuka di Indonesia membuka peluang lebih luas bagi putra-putri terbaik Sleman untuk melanjutkan pendidikan di bidang kedirgantaraan, transportasi udara, dan teknologi penerbangan.

STTKD dan Pemkab Sleman Bersinergi Wujudkan Beasiswa “Sleman Pintar”, Membuka Jalan Generasi Muda Menuju Dunia Penerbangan

Sebagai kampus penerbangan jogja yang telah dikenal memiliki berbagai program studi unggulan, STTKD terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan dukungan beasiswa, mahasiswa dapat lebih fokus mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan profesional selama masa studi.

Selain dikenal sebagai sekolah penerbangan, STTKD juga memiliki program pendidikan yang mendukung pengembangan karier di sektor pelayanan penerbangan, termasuk program yang menjadi pilihan calon profesional di bidang aviasi dan hospitality. Tidak heran apabila banyak masyarakat yang mengenal STTKD sebagai salah satu sekolah pramugari yang memiliki reputasi baik dalam mencetak lulusan berkualitas dan siap kerja.

Kerja sama dengan Pemkab Sleman ini juga menjadi bukti bahwa STTKD tidak hanya berorientasi pada pengembangan institusi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Melalui program beasiswa, STTKD berharap semakin banyak generasi muda berprestasi yang dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala faktor ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi pusat pendidikan kedirgantaraan yang unggul dan berdaya saing global.

Kepercayaan berbagai pihak terhadap STTKD tidak terlepas dari berbagai pencapaian dan kualitas pendidikan yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Dengan dukungan fasilitas pembelajaran yang modern, tenaga pengajar profesional, serta jejaring kerja sama yang luas, STTKD semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan industri penerbangan nasional maupun internasional.

Melalui penandatanganan kerja sama program beasiswa “Sleman Pintar” ini, STTKD kembali menegaskan perannya sebagai sekolah penerbangan terbaik jogja yang berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Sinergi antara STTKD dan Pemerintah Kabupaten Sleman diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi bagian dari kemajuan industri penerbangan Indonesia di masa depan.

Baca Juga : Dua Taruna STTKD Tembus Google Student Ambassador 2026: Bukti Kampus Penerbangan Jogja Siap Bersaing di Era Digital Global

Terbang Meraih Prestasi: Taruna STTKD Boyong Bronze Medal dari Kompetisi Nasional Bergengsi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Azzumar Setyo Pambudi D., taruna Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara, berhasil meraih Bronze Medal pada ajang Soedirman Event of Animal Husbandry (SEARY) 9.0 yang diselenggarakan oleh Universitas Jenderal Soedirman tahun 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STTKD tidak hanya unggul di bidang kedirgantaraan, tetapi juga mampu berprestasi dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional lintas disiplin ilmu.

Prestasi tersebut semakin memperkuat kualitas akademik STTKD, khususnya Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara yang telah berhasil meraih akreditasi Unggul. Capaian ini mencerminkan komitmen program studi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap berkontribusi di berbagai bidang keilmuan dan industri, baik di sektor transportasi udara maupun bidang strategis lainnya.

Kompetisi SEARY 9.0 mengangkat tema “Peran Inovasi Berkelanjutan Generasi Muda dalam Pengelolaan Sumber Daya Lokal untuk Mendukung Pencapaian SDGs dan Mewujudkan Kemandirian Pangan.” Tema tersebut mendorong peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan gagasan inovatif yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Dalam kompetisi tersebut, Azzumar berhasil menunjukkan kualitas pemikiran, kreativitas, serta kemampuan analisis yang unggul hingga memperoleh penghargaan medali perunggu.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi STTKD sebagai kampus penerbangan terbaik yang terus berkomitmen mencetak lulusan berdaya saing tinggi. Prestasi mahasiswa dalam berbagai ajang akademik dan non-akademik merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kompetensi profesional, kepemimpinan, dan inovasi.

Sebagai salah satu sekolah penerbangan yang berkembang pesat di Indonesia, STTKD memberikan ruang yang luas bagi taruna dan taruni untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan penelitian, kompetisi ilmiah, organisasi kemahasiswaan, hingga program pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan akademik yang kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung lahirnya berbagai prestasi membanggakan di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Keberhasilan Azzumar juga menunjukkan bahwa mahasiswa bidang transportasi udara memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan nasional. Kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta penguasaan konsep manajemen yang diperoleh selama perkuliahan menjadi modal penting dalam menghasilkan karya yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

STTKD tidak hanya dikenal sebagai sekolah penerbangan terbaik yang fokus pada pengembangan kompetensi di sektor aviasi, tetapi juga sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendorong budaya riset dan inovasi. Berbagai program akademik yang tersedia dirancang untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan industri masa depan.

Bagi masyarakat yang sedang mencari kampus penerbangan jogja, STTKD hadir dengan berbagai program studi unggulan yang didukung oleh fasilitas pembelajaran modern, dosen berpengalaman, serta jaringan kerja sama yang luas dengan dunia industri. Selain program terkait penerbangan dan transportasi udara, STTKD juga dikenal sebagai pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang aviasi dan pelayanan penerbangan.

Prestasi yang diraih Azzumar Setyo Pambudi D. semakin memperkuat posisi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik jogja yang konsisten melahirkan generasi muda berprestasi. Bersama semangat “Terbang Meraih Sukses”, STTKD terus mendorong seluruh taruna dan taruni untuk berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama almamater di berbagai ajang kompetisi.

 

Baca juga : Taruna STTKD Borong Juara di Sunan Kalijaga Cup XIII 2026, Bukti Nyata Prestasi Kampus Penerbangan Berkelas Nasional

Taruna STTKD Borong Juara di Sunan Kalijaga Cup XIII 2026, Bukti Nyata Prestasi Kampus Penerbangan Berkelas Nasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna dan taruni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta dalam ajang Open Karate Championship “Sunan Kalijaga Cup XIII 2026”. Kejuaraan yang diikuti oleh atlet-atlet karate dari berbagai daerah tersebut menjadi panggung bagi mahasiswa STTKD untuk menunjukkan kemampuan, disiplin, serta semangat juang yang tinggi. Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi STTKD sebagai kampus penerbangan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif mencetak prestasi di bidang olahraga.

Dalam kompetisi tersebut, Aswin Danendra Setyawan dari Program Studi DIII Manajemen Transportasi berhasil meraih Juara 1 Kumite -60 Kg Putra kategori Festival dan Juara 3 Kumite -60 Kg Putra kategori U-21. Prestasi ganda yang diraih Aswin menjadi bukti bahwa mahasiswa STTKD mampu menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan pengembangan bakat nonakademik secara optimal.

Prestasi gemilang juga diraih oleh Fahri Anwar Choiri dari Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara yang berhasil meraih Juara 1 Kumite -75 Kg Putra kategori Festival. Dengan semangat pantang menyerah dan latihan yang konsisten, Fahri mampu menunjukkan performa terbaiknya hingga berhasil berdiri di podium tertinggi dan mengharumkan nama institusi di tingkat kompetisi nasional.

Sementara itu, Rika Krismelia dari Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara turut menyumbangkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Kumite -50 Kg Putri kategori Festival dan Juara 3 Kumite -50 Kg Putri kategori U-21. Capaian ini menunjukkan bahwa taruni STTKD memiliki kemampuan bersaing yang sangat baik serta mampu menunjukkan kualitas diri di berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri.

Tidak kalah membanggakan, Stevanus Vallentino Imannuel dari Program Studi S1 Rekayasa Mesin berhasil meraih Juara 1 Kumite -60 Kg Putra kategori Festival. Keberhasilan tersebut menambah daftar panjang prestasi mahasiswa STTKD yang mampu berkompetisi secara sehat dan profesional di berbagai ajang kejuaraan bergengsi.

Keberhasilan para mahasiswa dalam kejuaraan karate ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, komitmen, serta dukungan penuh dari institusi. Lingkungan pendidikan yang kondusif di STTKD mendorong mahasiswa untuk terus berkembang tidak hanya dalam aspek akademik dan keterampilan profesi, tetapi juga dalam pengembangan karakter, kepemimpinan, dan sportivitas. Hal inilah yang menjadikan STTKD dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik yang mampu mencetak lulusan unggul dan berdaya saing tinggi.

Sebagai salah satu kampus penerbangan jogja yang terus berkembang, STTKD memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, organisasi, maupun kompetisi tingkat regional hingga nasional. Pendekatan pendidikan yang holistik membuat mahasiswa mampu meraih prestasi di berbagai bidang sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Prestasi yang diraih dalam Sunan Kalijaga Cup XIII 2026 ini semakin memperkuat reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan, sekolah pramugari, dan sekolah penerbangan terbaik jogja yang berkomitmen mencetak generasi muda berkarakter, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan industri penerbangan Indonesia. Seluruh civitas akademika STTKD menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para juara yang telah mengharumkan nama kampus serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan meraih prestasi terbaik.

Baca Juga : Taruna STTKD Raih Bronze Medal Nasional, Bukti Kampus Penerbangan Jogja Mencetak Generasi Berprestasi

Taruna STTKD Raih Bronze Medal Nasional, Bukti Kampus Penerbangan Jogja Mencetak Generasi Berprestasi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta di tingkat nasional. Dua taruna terbaik STTKD berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang Essay Competition (NESCO) 2 Gelombang 1 yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Widya Gama Malang serta Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa STTKD sebagai kampus penerbangan terbaik terus melahirkan mahasiswa yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional.

Adapun taruna yang berhasil mengharumkan nama STTKD adalah Daffa Naufal Azmi Harahap dari Program Studi S1 Teknik Dirgantara dan Reyhan Juansyah Tanjung dari Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara. Keduanya menunjukkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta inovatif dalam menyusun karya tulis ilmiah yang mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ajang National Essay Competition (NESCO) merupakan kompetisi yang dirancang untuk mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan kreatif dan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan di era modern. Melalui kompetisi ini, peserta dituntut untuk menyampaikan ide yang relevan, berbasis penelitian, dan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Raihan medali perunggu oleh taruna STTKD menjadi bukti bahwa mahasiswa dari sekolah penerbangan juga mampu menunjukkan kompetensi akademik yang kuat di luar bidang teknis penerbangan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan institusi yang senantiasa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. STTKD secara konsisten mendorong taruna dan taruninya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional sebagai bagian dari pembentukan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.

Sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik, STTKD tidak hanya berfokus pada pembelajaran di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga menanamkan budaya prestasi kepada seluruh civitas akademika. Melalui berbagai program pembinaan, pendampingan dosen, serta penguatan kemampuan riset mahasiswa, STTKD terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan inovatif.

Prestasi yang diraih Daffa dan Reyhan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan intelektual, kreativitas, dan keberanian dalam berkompetisi. Capaian ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa dari bidang kedirgantaraan dan transportasi udara memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui karya-karya ilmiah yang berkualitas.

Bagi masyarakat yang sedang mencari kampus penerbangan jogja dengan reputasi akademik yang baik dan prestasi mahasiswa yang membanggakan, STTKD hadir sebagai pilihan yang tepat. Selain memiliki program studi yang berorientasi pada kebutuhan industri penerbangan, STTKD juga aktif mendorong mahasiswa untuk berprestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Tidak heran apabila STTKD dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik jogja yang terus berkembang dan menghasilkan lulusan berkualitas.

Prestasi Bronze Medal pada NESCO 2 ini semakin memperkuat posisi STTKD sebagai institusi pendidikan kedirgantaraan yang unggul dan terpercaya. Melalui semangat “Terbang Meraih Sukses Bersama STTKD”, kampus ini terus berkomitmen mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan industri penerbangan. Selain dikenal sebagai kampus penerbangan dan sekolah penerbangan yang berprestasi, STTKD juga menjadi pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia aviasi, termasuk melalui program yang dikenal luas sebagai sekolah pramugari dan berbagai program studi unggulan lainnya di bidang kedirgantaraan.

Terbang Tinggi Mengukir Prestasi Nasional: Taruna STTKD Raih Juara Harapan 2 National Business Plan Competition

 Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta di tingkat nasional. Azzumar Setyo Pambudi D., taruna Program Studi DIV Manajemen Transportasi Udara, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam ajang National Business Plan Competition (NBPC) ESKU 7 yang diselenggarakan oleh Universitas Halu Oleo Kendari. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STTKD tidak hanya unggul dalam bidang kedirgantaraan, tetapi juga memiliki kemampuan yang kompetitif dalam pengembangan ide bisnis dan kewirausahaan.

Terbang Tinggi Mengukir Prestasi Nasional Taruna STTKD Raih Juara Harapan 2 National Business Plan Competition

Kompetisi National Business Plan Competition merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berkompetisi menyusun dan mempresentasikan gagasan bisnis yang inovatif, kreatif, dan berkelanjutan. Dalam kompetisi tersebut, para peserta dituntut untuk mampu mengidentifikasi peluang usaha, menyusun strategi bisnis yang matang, serta menawarkan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat dan dunia industri saat ini.

Keberhasilan Azzumar Setyo Pambudi D. menjadi kebanggaan tersendiri bagi STTKD Yogyakarta sebagai salah satu kampus penerbangan yang terus mendorong mahasiswa untuk berkembang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kompetisi nasional maupun internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa lulusan dan mahasiswa STTKD memiliki kompetensi yang luas, adaptif, dan mampu bersaing di berbagai bidang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Sebagai kampus penerbangan jogja yang dikenal aktif dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, STTKD senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, dan jiwa kewirausahaan. Melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaik mereka sehingga mampu berprestasi di tingkat nasional maupun global.

Prestasi yang diraih dalam kompetisi ini juga menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan yang diberikan oleh STTKD mampu menghasilkan generasi muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Tidak hanya fokus pada bidang penerbangan, STTKD juga membekali mahasiswa dengan keterampilan manajerial, kemampuan analisis, serta wawasan bisnis yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika industri masa depan. Hal ini semakin memperkuat posisi STTKD sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik yang terus melahirkan sumber daya manusia unggul dan profesional.

Masyarakat luas mengenal STTKD sebagai sekolah penerbangan yang memiliki berbagai program studi unggulan di bidang kedirgantaraan. Selain itu, STTKD juga menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di bidang pelayanan penerbangan melalui program yang sering dikenal masyarakat sebagai sekolah pramugari, serta berbagai program studi lain yang relevan dengan kebutuhan industri transportasi udara nasional maupun internasional.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh taruna dan taruni STTKD untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai kompetisi. Semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat merupakan nilai yang senantiasa ditanamkan dalam proses pendidikan di lingkungan kampus.

STTKD Yogyakarta mengucapkan selamat dan sukses kepada Azzumar Setyo Pambudi D. atas prestasi yang telah diraih. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengharumkan nama institusi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan berbagai prestasi yang terus bertambah dari tahun ke tahun, STTKD semakin mengukuhkan diri sebagai sekolah penerbangan terbaik jogja, sekaligus menjadi pilihan utama bagi generasi muda yang ingin meraih masa depan gemilang di dunia penerbangan dan kedirgantaraan.

STTKD Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Nikah Bareng Unik di Dalam Pesawat

Bantul, YogyakartaSekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Nikah Bareng ning Montor Mabur yang diselenggarakan pada Senin (8/6) di lingkungan kampus STTKD. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh 20 pasangan calon pengantin dari berbagai daerah.

Program kolaboratif yang diinisiasi bersama BAZNAS DIY, Yayasan Citra Dirgantara, dan Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon Bantul ini menghadirkan pengalaman pernikahan yang berbeda. Prosesi akad nikah dilaksanakan di dalam tiga pesawat yang berada di area kampus STTKD, menjadikannya salah satu konsep pernikahan massal yang unik dan berkesan.

Sebelum prosesi akad dimulai, seluruh pasangan mengikuti kirab menuju lokasi acara. Dengan mengenakan busana muslim yang memadukan unsur tradisional dan modern, para peserta berjalan menuju area pesawat diiringi penampilan Drum Corps Gema Dirgantara STTKD yang bertugas sebagai cucuk lampah. Kehadiran drum corps turut menambah semarak suasana sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.

Ketua Panitia, Ryan Budi Nuryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melangsungkan pernikahan sekaligus menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Pancasila.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana membantu masyarakat melangsungkan pernikahan, tetapi juga mengajak generasi muda untuk membangun keluarga yang kuat dan harmonis. Konsep akad nikah di dalam pesawat diharapkan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STTKD Yogyakarta, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, STTKD merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Selamat datang di STTKD Yogyakarta. Kami merasa bangga dan terhormat dapat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak menunjukkan bahwa institusi pendidikan juga dapat berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Erwhin berharap seluruh pasangan yang mengikuti prosesi akad nikah dapat membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh keberkahan. Ia mengibaratkan kehidupan rumah tangga seperti sebuah pesawat yang memerlukan kerja sama seluruh komponen agar dapat terbang dengan baik menuju tujuan yang diharapkan.

“Semoga ikatan yang dibangun hari ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sebagaimana pesawat yang memerlukan keseimbangan dan kerja sama untuk dapat terbang dengan baik, demikian pula kehidupan rumah tangga yang membutuhkan komitmen, komunikasi, dan sinergi antara suami dan istri,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Nikah Bareng ning Montor Mabur, STTKD Yogyakarta berharap dapat terus menghadirkan ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sosial dan penguatan nilai-nilai keluarga di Indonesia.