Jejak Kecil, Harapan Besar di Pantai Goa Cemara

Potongan tumpeng pertama diserahkan oleh Bapak Setyo Purwanto sebagai Pendiri OPA DIRGAPALA kepada WAKA III Bid. Ketarunaan yang diwakili oleh Bapak Mayor Sus (Purn) Rudy BY
Dalam rangka memperingati Milad OPA DIRGAPALA yang ke-27 pada hari Minggu, 29 September 2024, OPA DIRGAPALA mengadakan kegiatan spesial bertema “Jejak Kecil, Harapan Besar di Pantai Goa Cemara”. Pada kesempatan kali ini, OPA DIRGAPALA bekerja sama dengan Kelompok Konservasi Penyu Pantai Goa Cemara. Dimana acara ini terdiri dari dua aktivitas utama, yaitu bersih pantai dan pelepasan tukik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga sebuah aksi nyata untuk menjaga lingkungan dan ekosistem pesisir yang semakin terancam.
OPA DIRGAPALA yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Taruna (UKT) yang ada di STTKD Yogyakarta yang bergerak dibidang kegiatan alam bebas yang berdiri sejak tanggal 29 September 1997 telah melakukan berbagai macam kegiatan alam bebas termasuk kegiatan yang bertujuan menjaga kelestarian alam yang ada. Kegiatan ini yang merupakan rangkaian milad OPA DIRGAPALA STTKD Yogyakarta dihadiri pula oleh beberapa pejabat kampus STTKD Yogyakarta diantaranya Bapak Mayor Sus. (Purn) Rudy BY dan Dr. Cepi Irawan, M.Hum berpesan untuk selalu berkegiatan positif dan tentunya akan memberikan dukungan terhadap segala kegiatan yang berkaitan dengan kelestarian alam.
Pencemaran lingkungan laut yang disebabkan oleh manusia sebagian besar bersumber dari sampah plastik yang dibuang secara sembarangan ke perairan. Plastik sekali pakai, seperti botol, kantong, dan kemasan makanan, sering berakhir di lautan karena terbawa oleh aliran sungai atau dibuang langsung dari kapal. Isu ini telah menjadi masalah serius yang mengancam kehidupan biota laut. Pantai Goa Cemara, yang merupakan habitat penting bagi penyu, membutuhkan perlindungan dari dampak negatif limbah manusia. Temuan sampah plastik yang jumlahnya kian membanyak dilautan juga menjadi salah satu faktor penyebab kematian dari beberapa penyu yang ditemukan di Pantai Goa Cemara. Oleh karena itu, aksi bersih pantai ini bertujuan untuk mengurangi akumulasi sampah yang bisa membahayakan kehidupan laut, termasuk penyu yang sedang berkembang biak di kawasan tersebut.
Hal lainnya berkaitan dengan keberadaan penyu yang sejatinya belum banyak yang menyadari bahwa populasi penyu semakin berkurang. Menurut ibu Rika selaku anggota kelompok Konservasi Penyu Pantai Goa Cemara terdapat kurang lebih 7 jenis tukik yang tersebar di seluruh dunia, diantaranya terdapat 6 jenis tukik yang ada di Indonesia. Pada kegiatan pelepasan kali ini jenis tukik yang dirilis Kembali ke habitat aslinya yaitu lautan yaitu tukuk lekang. Dengan pelepasan tukik, kita membantu meningkatkan populasi penyu di alam liar, memberi mereka kesempatan lebih besar untuk bertahan hidup. Ini adalah langkah kecil yang membawa dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem laut.

Pelepasan tukik di pantai Goa Cemara
Antusiasme peserta sangat terlihat dalam kegiatan kali ini. Para peserta berpartisipasi aktif di setiap sesi kegiatan, mulai dari bersih pantai, sosialisasi tentang penyu, hingga pelepasan tukik ke laut. Febi Anggraeni Putri, salah satu peserta, menyatakan bahwa mereka sangat menikmati pengalaman dan keseruan dalam memperoleh wawasan baru selama kegiatan ini. Davier, peserta lain, juga menyampaikan harapannya agar STTKD Yogyakarta semakin sering mengadakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini, yang bermanfaat baik bagi kehidupan sosial maupun pelestarian alam.
Diusia 27 tahun OPA DIRGAPALA berkomitmen menjaga alam, melalui kegiatan ini dengan keikutserataan civitas akademika STTKD Yogykarta hingga masyarakat untuk ikut serta dalam melindungi lingkungan. Dengan partisipasi aktif, kita bisa menciptakan perubahan nyata demi masa depan yang lebih baik. Setiap jejak kecil yang kita tinggalkan adalah wujud harapan besar bagi kelestarian bumi dan kehidupan di dalamnya.
Salam Lestari, Salam Konservasi.
Penulis : Rizky Astrawan
Baca juga : Tim PKM STTKD Lolos Pimnas dan raih PKM Award 2024




Meskipun potensi pasar penerbangan di Asia Tenggara sangat besar, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah kurangnya tenaga kerja terampil di sektor ini. Meskipun banyak sekolah penerbangan telah berdiri, belum semua institusi mampu memenuhi standar internasional. Oleh karena itu, penting bagi kampus penerbangan terbaik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan yang diberikan. Selain itu, kerjasama antara institusi pendidikan dan industri penerbangan juga perlu ditingkatkan. Dengan membangun kemitraan strategis, sekolah tinggi teknologi kedirgantaraan dapat mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Hal ini akan memastikan bahwa lulusan siap untuk menghadapi tantangan di lapangan. Ketersediaan infrastruktur yang memadai juga merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi pasar. Pemerintah dan sektor swasta harus bekerja sama untuk memperbaiki dan membangun bandara, serta fasilitas pelatihan yang modern. Dengan investasi yang tepat, Asia Tenggara dapat menjadi pusat penerbangan yang kompetitif di tingkat global.
Perwakilan dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) berkumpul dengan
Sebagai penutup, Kepala Humas STTKD menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara kampus dan perangkat desa. “Kerjasama ini bukan hanya untuk perbaikan jalan, tetapi juga untuk berbagai program pelatihan yang bisa menguntungkan masyarakat,” ujarnya. Dengan semangat kolaborasi, semua pihak sepakat untuk merancang nota kesepahaman yang akan menjadi dasar bagi kerjasama di masa depan. Diskusi ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat antara STTKD sebagai kampus penerbangan terbaik dan masyarakat sekitar. Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju perbaikan yang signifikan, yang tidak hanya akan menguntungkan Taruna Taruni dan dosen, tetapi juga seluruh masyarakat desa. Dengan semangat kerjasama yang kuat, harapan untuk masa depan yang lebih baik di bidang pendidikan dan infrastruktur semakin terlihat nyata.
Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Cuaca dan Penerbangan


















