Melihat Lebih Dekat Pesawat Cessna 150 dan Cessna 402

Pernah mendengar pesawat Cessna? Cessna Aircraft Company adalah perusahaan produksi pesawat yang bermarkas di Wichita, Kansas Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan tahun 1927 yang berfokus pada industri general aviation.

Terlepas dari hal itu, Cessna telah memproduksi pesawat kecil mesin tunggal, hingga pesawat jet untuk keperluan bisnis. Di Indonesia pesawat Cessna sering muncul di berita-berita, tidak mengherankan jika nama ini sudah tidak asing di telinga sebagian masyarakat.

Dari sekian banyaknya tipe pesawat Cessna, kami akan menjelaskan dua di antaranya. Kebetulan tipenya berbeda, jadi kalian bisa langsung mengetahui letak perbedaannya. Pesawat tersebut adalah Cessna 150 dan Cessna 402.

Pesawat Cessna 150 Trainer Aircraft

Cessna 150 adalah salah satu pesawat umum berjumlah tiga roda sayap tinggi (konfigurasi sayap high wing). Terdapat setidaknya dua kursi di bagian dalam dengan keamanan standar.

cessna 150

Pesawat ini pada umumnya ditujukkan untuk pelatihan penerbangan, tur pendek, dan penggunaan pribadi. Pesawat Cessna 150 mempunyai setidaknya tiga model, yaitu commuter, commuter II, dan patroller aerobatic.

Berikut ini spesifikasi dari pesawat Cessna 150:

  • Ketinggian eksterior: 6 ft 11 inch
  • Rentang sayap: 33 ft 4 inch
  • Panjang: 21 ft 6 inch
  • Performa kecepatan: 108 kts
  • Berat kosong: 1060 pon
  • Kapasitas bahan bakar: 26 galon

Jangkauan

  • Rentang maks: 304 nm
  • Service ceiling: 15300 ft

Jarak

  • Jarak takeoff: 735 ft
  • Jarak landing: 445 ft

Fakta Menarik Seputar Cessna 150

Apa yang membuat pesawat Cessna terkesan istimewa? Berdasarkan berbagai sumber, berikut ini beberapa informasi yang kami kumpulkan:

  • Mendapatkan julukan World’s Premier Trainer Aircraft, yang berarti pesawat ikonik utama yang digunakan untuk melatih penerbang awam di seluruh dunia
  • Pesawat kecil yang telah melatih lebih 250.000 pilot
  • Telah diproduksi hingga 23.000+ unit, salah satu pesawat kecil yang cukup laris di industri penerbangan

Siapa sangka pesawat kecil seperti ini ternyata mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap industri penerbangan. Sebagai informasi, penerbang (pilot) ketika masih awal-awal belajar tidak langsung mengemudikan pesawat besar yang biasa kalian lihat saat bepergian ke bandara.

Mereka perlu menguasai keterampilan penerbang dengan menggunakan pesawat kecil seperti Cessna 150.

Meskipun untuk saat ini Cessna 150 sudah tergolong cukup tua, keberadaannya banyak digunakan sebagai fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah penerbangan untuk bahan praktik.

Cessna 402 Business Jet

Sebelumnya kita sudah membahas, bahwa Cessna memproduksi beberapa tipe pesawat termasuk business jet. Namun, sebenarnya apa itu bussines jet? Menurut definisinya business jet adalah pesawat pribadi yang digunakan untuk keperluan bisnis perusahaan.

pesawat cessna 402

Pesawat Cessna 402 mempunyai setidaknya 6 sampai dengan 10 kursi penumpang termasuk pilot. Secara teknis pesawat jet ini mempunyai double engine, sehingga dari segi performa ada peningkatan jika dibandingkan dengan Cessna tipe sebelumnya.

Sebagai pesawat yang dioperasikan secara internasional, Cessna 402 telah bersertifikat FAA dan dapat dimiliki oleh perusahaan maupun maskapai penerbangan charter.

Berikut ini sekilas spesifikasi pesawat Cessna 402 yang mungkin ingin kalian ketahui:

Ukuran

  • Panjang: 11,09 meter
  • Lebar sayap: 13.45 meter
  • Tinggi: 3.49 meter
  • Luas sayap: 21 m2

Berat

  • Berat lepas landas maksimal: 3.100 kg
  • Operasi berat kosong: 1.845 kg
  • Muatan maksimal: 1.260 kg

Performa

  • Kecepatan maksimal: 430 km/jam
  • Ketinggian operasi maksimal: 8.200 m
  • Mesin: Kontinental TSIO-520-VB, 2×325 hp

Fakta Menarik Seputar Cessna 402

Sebagai salah satu pesawat jet bisnis, Cessna mempunyai beberapa keunikan tersendiri beberapa di antaranya yaitu:

  • Mempunyai dua versi yaitu utiliner dengan 10 kursi penumpang operasional, dan businessliner dengan 6 kursi penumpang
  • Semua tempat duduknya lebih mudah dilepas memudahkan konfigurasi kargo
  • Dikhususkan untuk penggunaan perusahaan dan pribadi

STTKD Memiliki Dua Pesawat Cessna Sebagai Fasilitas Pendidikan

Perlu kalian ketahui di Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) terdapat beberapa jenis pesawat yang bisa dijadikan sebagai sarana belajar.

Selain pesawat Boeing 737-200, di kampus ini juga ada dua tipe pesawat Cessna yang sebelumnya sudah kita bahas di atas yaitu Cessna 150 dan 402. Ketersediaan fasilitas pendidikan ini diharapkan bisa membantu kalian untuk mendalami ilmu teknik pesawat terbang dari berbagai jenis mesin.

Tentu ada peluang untuk bisa memperoleh lisensi yang diakui oleh Kementerian seperti A1 (Fixed Wings Airframe) dan A3 (Gas Turbine Engine). Beberapa program studi yang cukup sesuai untuk kamu yang minat dengan bongkar-bongkar pesawat antara lain seperti: Teknik Dirgantara, Rekayasa Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Aeronautika.

Belajar semakin seru dengan fasilitas yang memadai. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai fasilitas dan info pendaftaran sekolah penerbangan, silahkan hubungi admin STTKD. Semoga penjelasan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, sekian dan terima kasih.

Sekolah Airframe Power Plant untuk Peroleh Lisensi A1 dan A4

Saat ini bidang kedirgantaraan di Indonesia sudah semakin banyak diminati oleh para anak-anak muda. Tidak hanya berambisi untuk menerbangkan pesawat saja, namun mereka juga tertarik dengan persoalan teknik dan pemesinannya.

Untuk itu, ada baiknya untuk menempuh pendidikan yang relevan dengan target karir yang ingin dicapai. Dalam hal ini, jika kalian berminat dengan mesin-mesin, elektrikal pesawat terbang maka tempat yang sesuai untuk mempelajarinya adalah sekolah airframe powerplant.

Namun, sebelum membahas lebih jauh soal sekolahannya. Sudahkah kalian memahami apa itu airframe dan powerplant? Mungkin beberapa dari kalian ada yang pernah mendengarnya secara sekilas.

Berikut ini akan kami jelaskan secara lengkap dan padat, berkaitan dengan airframe dan powerplant tersebut.

Apa Itu Airframe Powerplant?

Airframe power plant adalah bidang studi atau profesi yang di dalamnya berkaitan dengan merawat atau memelihara pesawat. Bagian pemeliharaan tersebut meliputi struktur pesawat, mesin pesawat, dan sistem pesawat.

Untuk diakui sebagai mekanik airframe powerplant, kalian perlu memperoleh sertifikat atau license dengan mengikuti pelatihan melalui lembaga tertentu yang sudah diakui oleh nasional maupun internasional.

Dalam hal ini tidak semua orang bisa menjadi tenaga ahli airframe dan powerplant, mengingat proses training dan pengujiannya juga melalui proses yang cukup panjang sampai yang bersangkutan dinyatakan kompeten di bidang tersebut.

Mengenal Jurusan dan Materi Airframe dan Powerplant

Airframe powerplant merupakan materi induk yang di dalamnya terbagi lagi menjadi beberapa pembahasan. Inilah kenapa dengan menguasai bagian ini, maka mekanik bisa memahami beberapa materi yang berkaitan dengan teknis pesawat.

airframe powerplant maintenance

Beberapa materi yang termasuk ke dalam airframe dan powerplant antara lain sebagai berikut:

  • Propeller (Baling-baling)
  • Gas turbine Engine (Gas turbin)
  • Aerodynamic dan flight control (Aerodinamika dan kendali penerbangan)
  • Piston engine (Mesin piston)
  • Aircraft sistem (Sistem pesawat)
  • Maintenance practice (Praktik perawatan)
  • Aircraft tools (Peralatan maintenance pesawat)
  • Electrical sistem (Sistem kelistrikan)

Tentu saja tidak hanya teori, melainkan di dalam airframe powerplant juga akan difokuskan pada praktik dan kemampuan langsung. Sebagai catatan menguasai sistem powerplant dan airframe pesawat bukanlah hal yang mudah.

Bagi kalian yang ingin menjadi mekanik yang kerja di bengkel pesawat, maka pastikan untuk mempersiapkan memastikan keputusan Anda sudah sesuai dengan minat, memegang teguh komitmen untuk terus belajar, dan bersiap menghadapi tantangan dan kesulitan yang mungkin saja terjadi.

Jangan lupa untuk memilih lembaga pelatihan yang tepat untuk mendapatkan lisensi yang dibutuhkan.

Apa Saja Kelebihan Jurusan Airframe Powerplant?

Sebagai salah satu jurusan teknik penerbangan, airframe powerplant mempunyai beberapa kelebihan yang sepertinya cukup menguntungkan bagi siapa saja yang mampu mendalaminya.

1. Berkesempatan Bisa Mendapatkan Lisensi yang Diakui Internasional

Dengan memilih studi ini, maka kalian bisa mendapatkan lisensi yang dibutuhkan untuk membuktikan kualifikasi dan skill. Contohnya lisensi A1 (Fixed Wing Airframe), kemudian A4 (Gas Turbine Engine). Keduanya merupakan lisensi DGCA (Directorate General of Civil Aviation) yang diakui oleh ICAO.

2. Keahlian yang Banyak Dibutuhkan

Keahlian membongkar dan melakukan maintenance (perawatan pesawat udara) dan repair (perbaikan) pesawat sangatlah dibutuhkan. Hampir setiap tahun bengkel pesawat mencari rekrutmen-rekrutmen baru untuk menjadi tenaga mekanik dan teknisi pesawat untuk bekerja secara tim.

Terlebih lagi hal ini juga berjalan lurus dengan kebangkitan industri kedirgantaraan di Indonesia, selagi kalian terus berusaha maka ada peluang yang cukup besar untuk mengejar karir di bidang yang sesuai.

3. Menguasai Teknik Maintenance dan Repair

Apa syarat untuk menjadi seorang ahli reparasi dan maintenance pesawat terbang? Salah satunya adalah menguasai teknik airframe dan powerplant. Ya, istilah kata ini menjadi modal awal sebelum kalian bisa diakui sebagai mekanik yang profesional, maka semuanya harus dimulai dari nol. Pastikan untuk menguasai dasar-dasarnya terlebih dahulu, sebelum ke tingkat lanjut.

4. Profesi dengan Gaji yang Menjanjikan

Kesulitan tugas yang dilakukan sudah sudah semestinya sepadan dengan penghasilan yang bisa kalian peroleh. Di dalam negeri dan luar negeri profesi airframe dan powerplant gajinya cukup tinggi mulai dari Rp5.000.000 per bulan bisa lebih menyesuaikan dengan jabatan dan pengalaman kerja, serta ketentuan dari perusahaan.

Jadi, bagaimana apakah kalian tertarik untuk mempelajari airframe dan powerplant secara lebih mendalam? di STTKD ada program studi D3 Aeronautika yang salah satunya mempunyai konsentrasi ke airframe dan powerplant.

Sebagai taruna, kalian juga bisa mengikuti program training intensif untuk mendapatkan lisensi penunjang kualifikasi untuk keperluan daftar kerja atau keperluan karir.

Sekolah penerbangan terbaik bekerja sama dengan berbagai perusahaan seperti MMF (Merpati Maintenance Facility), Batam Aero Technic, GMF Aero Asia. Ada peluang untuk bisa disalurkan kerja dan melakukan PKL langsung di bengkel pesawat terstandar di Indonesia.

Bagian-bagian Pesawat dan Fungsinya yang Menarik untuk Dipelajari

Bagaimana sebuah pesawat bisa terbang dengan begitu lancar? Mungkin sebagian dari kalian sudah mengetahui bahwa konsep perancangan pesawat terinspirasi dari burung.

Kita langsung menyimpulkan pesawat bisa terbang karena ada kedua sayap yang terpasang di kanan dan kirinya. Meskipun menggunakan konsep tersebut nyatanya pesawat tidak bisa terbang hanya dengan sepasang sayap saja.

Ya, ada banyak bagian-bagian pesawat yang mempunyai peran penting untuk membuat burung besi (pesawat) bisa terbang dengan stabil di udara.

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan informasi tersebut, kira-kira apa saja bagian pesawat serta bagaimana fungsi dan cara kerjanya?

Bagi yang sudah tidak sabar, bisa langsung simak penjelasan lebih lanjutnya di bawah.

6 Bagian Terpenting dalam Pesawat Terbang dan Fungsinya

Secara umum ada beberapa bagian-bagian pesawat yang menarik untuk kita cari tahu fungsi dan bentuknya. Beberapa di antaranya yaitu:

bagian pesawat terbang komersial

1. Fuselage (Badan Pesawat)

Fuselage adalah bagian tengah dari struktur pesawat terbang. Istilah fuselage sendiri berasal dari bahasa Prancis yaitu “Fusele” yang mempunyai arti meruncing.

Kalau kita perhatikan bagian fuselage sendiri memang berbentuk seperti tabung, dan ujung depannya lancip.

Mengapa bagian depan pesawat dibuat lancip? Hal ini dilakukan agar aliran udara yang melewati bagian depan pesawat tidak menghalangi bagian sayap. Dengan begitu, pesawat bisa terbang dengan stabil dan lancar.

Fuselage adalah salah satu bagian terbesar sekaligus terberat di antara bagian yang lain. Secara umum part ini terdiri dari kokpit, kabin penumpang, dan bagasi tempat untuk menampung barang-barang dalam jumlah besar.

Fungsi fuselage antara lain tempat untuk kegiatan operasional pilot dan co-pilot, tempat menampung penumpang, menyimpan barang, dan sebagainya

Baca juga: Apa Itu Bengkel Pesawat? Berikut Pengertian dan Fungsinya

2. Wings (Sayap)

Tadi kita sudah menyadari bahwa konsep perancangan pesawat terinspirasi dari burung, tidak mengherankan jika ada bagian pesawat yang disebut sebagai wings (sayap).

Pesawat mempunyai setidaknya sepasang sayap yang terhubung ke fuselage. Ada banyak model sayap pesawat, menyesuaikan dengan jenis dari pesawat itu sendiri. Pada umumnya tipe airplane komersial menggunakan sayap swept back dengan ciri-ciri bagian ujungnya tersapu ke belakang.

Fungsi sayap berfungsi sebagai pemberi daya angkat, dengan adanya komponen ini maka arah gerak pesawat lebih terkendali. Fakta menariknya pesawat tidak bisa terbang tanpa sayap, dan akan kesulitan untuk menyeimbangkan diri jika hanya ada satu sayap saja.

3. Empennage (Ekor Pesawat)

Apakah ada di antara kalian yang menganggap pemasangan ekor pesawat hanya untuk aksesoris atau pelengkap saja? Jujur, admin juga awalnya beranggapan demikian. Namun ternyata pendapat tersebut jelas keliru.

Empennage atau ekor pesawat mempunyai setidaknya dua bagian utama yang disebut sebagai kemudi dan elevator. Bagian ini bukan sekadar aksesoris untuk membuat pesawat lebih kelihatan keren.

Fungsi dari empennage atau ekor bagian kemudi digunakan untuk membantu menggerakan pesawat ke kanan dan kiri, sedangkan elevator mengatur gerakan naik dan turun saat pesawat sedang mengudara.

4. Engine System dan Power Plant (Sistem Mesin)

Secara sederhana engine system adalah mesin, komponen teknis yang menjadi penyuplai daya elektrik dalam sebuah pesawat. Bagian ini begitu kompleks, hanya mekanik dan teknisi pesawat saja yang bisa membantu proses maintenance ketika ada kendala.

Secara umum fungsi dari engine system adalah menggerakan pesawat. Tanpa adanya engine system, maka pesawat tidak lebih dari konstruksi besi yang tidak bisa bergerak sama sekali. Dalam mekanisme pesawat terbang engine system yang banyak digunakan adalah mesin jet.

5. Propeller (Baling-baling)

Propeller atau baling-baling adalah bagian aerodinamis dari pesawat yang mengubah energi perputaran menjadi gaya. Minimal terdapat dua bilah baling-baling yang terpasang agar bagian ini dapat berfungsi dengan baik untuk menciptakan dorongan yang tegak lurus terhadap bidang rotasinya.

Tidak semua pesawat dilengkapi dengan propeller, hanya pesawat kecil saja yang umumnya menggunakan baling-baling sebagai bagian utama. Untuk pesawat komersial tidak menggunakan baling-baling.

6. Landing Gear (Perlengkapan Pendaratan)

Terakhir, adalah landing gear bagian yang menjadi penopang inti pesawat saat mendarat di tanah. Landing gear terdiri dari beberapa roda, masing-masing pesawat berbeda.

Sebagai contoh tipe pesawat Boeing 777 mempunyai 14 roda, Boeing 787 punya 10 roda, bahkan untuk Boeing 747 bisa memiliki 18 roda. Ban atau roda pesawat ini mempunyai ukuran 114,3 sentimeter.

Terpasang secara stabil di bagian depan, tengah, kanan, dan kiri, dan belakang dari sebuah pesawat. Komponen roda ini meskipun kecil tapi sangat penting, hilang satu saja roda maka akan membuat pesawat mengalami pendaratan yang dramatis. Karena pilot harus berusaha ekstra untuk memastikan pesawat tetap landing dengan aman.

Itu dia beberapa bagian bagian penting dalam pesawat terbang. Apakah kalian tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai penjelasan di atas? Di STTKD kalian bisa mendalami ilmu seputar aviation knowledge baik dari segi teknik maupun manajemennya, lho.

Pendaftaran masih dibuka, hubungi admin untuk informasi syarat, dan biaya kuliah ya.

Apa Itu Bengkel Pesawat? Berikut Pengertian dan Fungsinya

Sebagai salah satu alat transportasi, pesawat terbang juga membutuhkan yang namanya service dan perbaikan. Namun, pesawat tidak bisa dibongkar sembarangan hanya bengkel pesawat yang sudah terstandar saja yang bisa melakukan operasi seperti ini.

Bagi kalian yang berminat menjadi mekanik pesawat, kalian wajib paham dulu dengan area kerja.

Kami akan jelaskan lebih lanjut pengertian dan bengkel pesawat lengkap dengan bagian apa saja yang dikerjakan oleh mekanik. Langsung di scroll ke bawah, rangkumannya sudah kami siapkan khusus untuk Anda.

Apa Itu Bengkel Pesawat?

Bengkel pesawat atau dalam bahasa inggris disebut sebagai maintenance base adalah tempat khusus untuk melakukan kegiatan perawatan, perbaikan,dan pemeriksaan pesawat terbang.

Secara teknis tempat ini sangat penting untuk memastikan setiap pesawat baik itu komersial maupun non-komersial bisa mengudara dengan lancar tanpa ada kendala.

bengkel pesawat indonesia

Kegiatan MRO (Maintenance, Repair, dan Overhaul) dilakukan oleh tenaga teknik mekanikal bandara yang sudah mendapatkan izin dan berpengalaman di bidangnya.

Setiap negara mempunyai regulasi dan kebijakan tertentu untuk mengatur standar kelayakan bengkel dan prosedur maintenance. Di Indonesia aturan tersebut tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Lalu, apa saja jenis pesawat yang di service di dalam bengkel?

Tentu saja bervariasi seperti wide body aircraft atau pesawat berbadan lebar seperti airbus 330. Kemudian, narrow body aircraft  tipe pesawat berbadan kecil hingga sedang seperti boeing 737.

Bagian yang cukup menarik adalah jumlah mekanik dan teknisi yang bekerja di area bengkel, dalam satu bengkel bisa terdiri dari 1.000 – 2.000 mekanik dan teknisi pesawat.

Seberapa Penting Bengkel Pesawat dan Fungsi-Fungsinya

Jika menimbang penting atau tidaknya bengkel pesawat maka jawabannya sudah pasti sangat penting.

Nyaris mustahil pesawat bisa beroperasi dengan baik tanpa melalui proses maintenance dan overhaul bersama para mekanik dan teknisi di area bengkel.

 

Tidak ada fitur yang sepele dalam pesawat terbang bahkan pintu yang macet sekalipun harus segera diperbaiki.

Apalagi bagian teknis seperti fitur GPS, sebagainya harus dipastikan berfungsi normal tanpa kendala sebelum mengudara. Bukan tanpa alasan, terkadang hal sepele bisa mengancam keselamatan ratusan orang.

Lebih lanjut, berikut ini beberapa fungsi utama bengkel pesawat:

  • Tempat untuk melakukan perawatan pesawat bagian teknis, fitur-fitur teknologi, dan sebagainya
  • Tempat untuk melakukan perbaikan kecil hingga berat pembongkaran mesin, fitur teknologi, maupun badan pesawat itu sendiri
  • Tempat untuk memeriksa, inspeksi pesawat, pendataan

Sistem Bongkar Pesawat di Dalam Bengkel

Dalam teknis pembongkaran pesawat, aktivitas maintenance menurut waktu dikelompokkan menjadi dua.

Pertama, scheduled maintenance yang berarti perawatan rutin yang dilakukan secara terjadwal. Interval service sudah ditetapkan dan harus diulang pada waktu yang sama.

Kedua, adalah non-scheduled maintenance yang dilakukan berdasarkan temuan atau sesuatu yang sudah terjadi saat pengoperasian pesawat. Sebagai contoh, pilot melaporkan bahwa roda bawah pesawat agak macet atau sistem GPS mengalami error pada waktu-waktu tertentu.

Setelah mengetahui laporan tersebut maka tim mekanik dan teknisi akan langsung melakukan pengecekan dan memperbaikinya dengan segera.

Secara umum setidaknya dalam satu hari, pesawat perlu dicek dua kali. Pertama yaitu before departure check (BDC) yaitu sebelum pesawat lepas landas dan transit check saat pesawat singgah di suatu bandara.

Bengkel Pesawat yang Cukup Terkenal di Indonesia

Di Indonesia ada beberapa bengkel pesawat yang cukup terkenal beberapa di antaranya yaitu:

Merpati Maintenance Facility (MMF)

Perusahaan Merpati Maintenance Facility mempunyai lokasi bengkel pesawat di Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya. Didirikan pada 6 September 1991 , bengkel pesawat MMF menjadi salah satu penyedia layanan maintenance tertua di Indonesia.

Dalam menjalankan operasional yang ada, MMF telah mematuhi standar CASR 141 (Civil Aviation Safety Regulation). Beberapa penyediaan layanan service yang disediakan oleh bengkel MMF antara lain seperti: HF installation termasuk desain engineering, perbaikan, D-check,dan masih banyak lagi.

Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF)

Adalah anak perusahaan dari PT Garuda Indonesia, GMF mempunyai bengkel pesawat dengan fasilitas yang cukup lengkap di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Maintenance base GMF mampu menyediakan jasa engineering, perawatan pesawat terbag, kalibrasi, pembongkaran, dan lain-lain

GMF sudah berdiri sejak 26 April 2002, lebih kurang sudah 20 tahun menyediakan kebutuhan maintenance dan perawatan pesawat komersial maupun non-komersial.

Demikian penjelasan mengenai bengkel pesawat terbang dan beberapa hal penting yang perlu kalian ketahui mengenai fasilitas ini.

Apabila kalian berminat untuk kerja di bengkel pesawat menjadi seorang teknisi atau mekanik MRO, mulailah dengan mempelajari skillnya terlebih dahulu.

Sekolah penerbangan STTKD kembali membuka gelombang pendaftaran, yuk daftar dan pilih jurusan teknik penerbangan, rekayasa mesin, atau elektro penerbangan. Persiapkan diri kalian untuk menjadi tenaga mekanik profesional di kemudian hari dengan menempuh pendidikan tinggi.

Apa Saja Jurusan Kuliah Program RPL?

Program kuliah jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) mempunyai jurusan terpilih. Umumnya lebih terbatas jika dibandingkan dengan kuliah biasa. Alasan kenapa jurusan kuliah RPL terkadang lebih sedikit yaitu karena penyesuaian kurikulum dan kebijakan dari kampus. Namun, sebenarnya kalian tidak perlu mengkhawatirkan soal hal ini.

Karena jurusan yang terpilih adalah yang terbaik karena sudah melalui banyak pertimbangkan dari internal kampus.

Nah, karena masing-masing kampus punya kebijakan yang berbeda maka jurusan yang tersedia di jalur RPL tidak selalunya sama.

Kuliah Jalur RPL di Kampus Penerbangan, Ada 2 Jurusan Utama

Di sekolah penerbangan seperti STTKD saat ini ada dua jurusan yang terbuka untuk jalur RPL, yaitu D4 Manajemen Transportasi Udara dan S1 Teknik Dirgantara.

jurusan kuliah rpl dan info pendaftaran

Dua pilihan terbaik bagi kalian yang sudah bekerja di bandara ingin meningkatkan kualifikasi atau memenuhi syarat naik jabatan, maka menempuh pendidikan tinggi dengan jurusan yang relevan adalah salah satu langkah yang penting.

1. D4 Manajemen Transportasi Udara

D4 MTU adalah jurusan sarjana terapan yang bisa dipilih secara umum bagi kalian yang sudah bekerja di bandara atau ada rencana untuk mendalami karir di bidang tersebut.

Secara umum jurusan RPL D4 Manajemen Transportasi Udara ini cocok untuk profesi:

  • Staff bandara
  • Admin ticketing dan reservation
  • Pramugari
  • Petugas ground handling
  • AVSEC

Hampir semua profesi non-teknik bisa memilih Manajemen Transportasi Udara sebagai salah satu jurusan yang tepat. Selain itu, bagi kalian yang sudah bekerja tapi di luar profesi bandar udara juga bisa mempelajarinya dari nol.

Siapa tahu dari pegawai kantoran ada minat alih profesi ke pramugari yang lebih seru karena bisa keliling dunia?

Sebagai catatan, pertimbangkan dengan baik keputusan ini jika memang ada rencana alih profesi. Pastikan keinginan tersebut datang dari hati, bukan karena keterpaksaan apalagi karena ikut-ikutan rekan yang lain.

2. S1 Teknik Dirgantara

Kemudian, jurusan RPL yang kedua adalah Teknik Dirgantara yang erat kaitannya dengan persoalan teknis. Program studi ini secara spesifik dikhususkan untuk kalian yang sudah bekerja di bandara atau industri maintenance dan overhaul. Di bidang pengecekan, perbaikan, dan maintenance pesawat.

Profesi yang relevan untuk jurusan ini antara lain:

  • Mekanik pesawat/tukang service pesawat
  • Karyawan di industri dirgantara
  • Tim teknik perakitan dan pembuatan UAV (Unmanned Aerial Vehicle)

Adapun bagi kalian yang berprofesi di luar kedirgantaraan, juga masih memungkinkan untuk belajar dari awal mengenai dasar-dasar teknik dirgantara sampai memahami persoalan teknisnya.

Hanya saja dibutuhkan kemauan dan usaha yang konsisten, mengingat ilmu ini cukup kompleks. Jangan khawatir, asal serius kalian pasti bisa melakukannya.

Baca juga: Ini Lho Manfaat dan Kelebihan Kuliah Jalur RPL

Apa Perbedaan Kuliah Biasa dan Jalur RPL?

Pertanyaan bagus, perbedaan kuliah biasa dan RPL memang cukup jauh. Namun, dengan memilih jalur RPL bukan berarti kalian mendapatkan kualitas pendidikan yang berbeda. Berikut, ini perbedaan yang lebih spesifik antara kuliah biasa dan jalur RPL.

1. Sistem SKS-nya

Di perkuliahan biasa, sistem SKS berjalan dengan normal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mahasiswa/taruna perlu mengikuti mata pelajaran yang sesuai dengan yang dipersyaratkan secara penuh.

Namun, pada jalur RPL kalian bisa memenuhi persyaratan SKS dengan menggunakan pengalaman kerja. Inilah yang kita sebut sebagai transfer SKS, sehingga tidak perlu heran jika mahasiswa/taruna jalur RPL memang bisa lulus lebih cepat.

2. Sistem Pembelajarannya

Perkuliahan biasa umumnya dilakukan secara luring alias offline datang langsung ke kampus dan belajar di sana sesuai dengan ketentuan yang ada.

Namun untuk jalur RPL di beberapa kampus ada yang menerapkan sistem full daring atau online, sehingga para mahasiswa/taruna bisa tetap kuliah sambil bekerja dengan sedikit mengatur waktu. Secara umum jalur RPL memang lebih fleksibel secara waktu dan sistem pembelajaran.

3. Biaya Kuliah

Ini bagian yang terpenting, biaya perkuliahan RPL memang cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan kuliah biasa. Terutama di bagian biaya heregistrasi.

Meskipun demikian, kebijakan setiap kampus mungkin berbeda, jadi sebelum Anda mendaftar ada baiknya untuk mencari informasi secara lengkap melalui admin pendaftarannya langsung.

4. Sistem Pendaftaran

Perbedaan lainnya terletak di bagian sistem pendaftaran atau seleksi masuk. Untuk perkuliahan umum biasanya di bagi menjadi beberapa gelombang ada yang bebas tes dan tes mandiri.

Kemudian, untuk kuliah jalur RPL biasanya dilakukan pengetesan dengan sistem asesmen/rekognisi. Proses ini dilakukan guna menilai kualifikasi dan keahlian yang sudah Anda miliki.

Demikian penjelasan mengenai jurusan program studi RPL dan beberapa informasi yang diharapkan bisa bermanfaat bagi pembaca. Apabila kalian punya pertanyaan lainnya mengenai kuliah jalur RPL bisa langsung menghubungi admin pendaftaran STTKD.

Sukses selalu untuk karir yang sedang kalian jalani, tetap semangat untuk menempuh pendidikan tinggi untuk tingkatkan kualifikasi dan kompetensi!

Pesawat di Kampus Penerbangan, Apa Gunanya?

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD) telah lama menjadi kampus penerbangan di Indonesia. Salah satu keunggulan STTKD adalah fasilitas praktik yang  dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada para Taruna dalam ilmu kedirgantaraan. Salah satu fasilitas praktik yang menonjol di STTKD adalah Pesawat Boeing 737-200 yang digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk Cabin Practice, Food and Beverage, Emergency Training/evacuation drill, announcement dan Praktik Teknik Dirgantara dan Aeronautika.

Pesawat ini digunakan untuk memberikan pelatihan praktis kepada Taruna/i dalam berbagai aspek yang terkait dengan penerbangan. Berikut adalah beberapa kegiatan praktik yang dilaksanakan di dalam pesawat Boeing 737-200 tersebut.

1. Cabin Practice

Taruna yang mengambil program studi terkait pelayanan penumpang, seperti Manajemen Transportasi Udara, Groundhandling dan Pramugari/a, dapat memanfaatkan pesawat ini untuk melatih keterampilan dalam memberikan pelayanan penumpang yang baik. Mereka dapat berlatih menyambut penumpang dan memberikan informasi keselamatan.

Cabin Practice di Kampus Penerbangan; Taruna/i diberikan panduan mengenai standar pelayanan dan keselamatan yang berlaku di industri penerbangan

Cabin Practice di Kampus Penerbangan; Taruna/i diberikan panduan mengenai standar pelayanan dan keselamatan yang berlaku di industri penerbangan

Praktik ini dilakukan di dalam kabin pesawat Boeing 737-200 milik STTKD. Taruna/i berlatih menggunakan peralatan dan fasilitas yang ada di dalam pesawat, seperti trolley makanan, sistem pengumuman, dan perlengkapan keselamatan. Mereka akan diberikan panduan mengenai standar pelayanan dan keselamatan yang berlaku di industri penerbangan. Tujuan utama dari  Cabin Practice adalah untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja secara efektif dalam tim, memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada penumpang, serta menghadapi situasi darurat dengan tenang dan tepat. Praktik ini memberikan kesempatan bagi Taruna/i untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang mereka pelajari dalam situasi nyata dan mempersiapkan mereka untuk karir di industri penerbangan.

Cabin Practice dilakukan dengan bantuan instruktur yang berpengalaman dalam industri penerbangan. Instruktur akan memberikan panduan, umpan balik, dan penilaian terhadap kinerja Taruna/i selama praktik. Hal ini membantu mereka untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam hal pelayanan penumpang di pesawat.

2. Food and Beverage

Pesawat Boeing 737-200 ini menyediakan fasilitas untuk melatih keterampilan dalam menyajikan makanan dan minuman di udara. Taruna/i akan mempelajari tentang persiapan makanan dan minuman, tata cara penyajian, pengaturan hidangan di atas tray, dan penanganan makanan khusus untuk penumpang dengan kebutuhan khusus atau alergi. Mereka juga akan mempelajari prosedur kebersihan dan sanitasi yang ketat untuk memastikan makanan dan minuman yang disajikan tetap higienis dan aman untuk dikonsumsi.

Praktik Fire Fighting

Selama praktik ini, Taruna/i akan berlatih menggunakan peralatan yang biasa digunakan di pesawat, seperti kereta makanan (food trolley) dan kereta minuman (beverage trolley), serta mengenal berbagai jenis makanan dan minuman yang umumnya disajikan di pesawat. Mereka juga akan diajarkan tentang pilihan menu, penyimpanan makanan, dan penanganan limbah makanan yang sesuai dengan standar industri penerbangan.

Praktik Food and Beverage juga melibatkan aspek pelayanan kepada penumpang, seperti responsif terhadap permintaan penumpang, dan memberikan pelayanan dengan ramah dan profesional. Mereka juga akan belajar menghadapi situasi khusus, seperti penanganan penumpang yang tidak puas dengan makanan atau minuman yang disajikan.

3. Emergency Training/ Evacuation Drill

Taruna/i akan diajarkan prosedur evakuasi, pemadam kebakaran, penggunaan peralatan penyelamatan, dan tindakan lainnya yang diperlukan dalam situasi darurat. Fasilitas ini memungkinkan Taruna/i untuk mengalami pengalaman praktis dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi dalam situasi emergency.

Praktik Evacuation Drill di kampus penerbangan

Praktik Evacuation Drill di kampus penerbangan

Evacuation drill di kampus penerbangan

Praktik Evacuation drill di Pesawat Boeing 737-200 STTKD

4. Praktik Teknisi Pesawat Udara

Pesawat Boeing 737-200 juga dimanfaatkan oleh Taruna/i program studi Aeronautika dan Teknik lainnya untuk praktik teknis. Taruna/i dapat belajar tentang sistem pesawat, melakukan perawatan dan perbaikan, serta menguji komponen pesawat secara langsung. Fasilitas ini memungkinkan mereka untuk mempraktekkan keterampilan teknis mereka dan memahami lebih baik tentang aspek operasional pesawat.

Praktik teknisi pesawat di Kampus penerbangan

Praktik teknisi pesawat di Kampus STTKD

Fasilitas Kampus Penerbangan

Dengan fasilitas praktik yang lengkap seperti Pesawat Boeing 737-200, STTKD memberikan pengalaman praktis kepada para taruna/i dalam menjembatani pemahaman teori dengan aplikasi praktis di dunia kedirgantaraan. Fasilitas ini memungkinkan mereka untuk merasakan atmosfer sebenarnya di dalam pesawat dan menghadapi tantangan yang mungkin mereka hadapi di lapangan.

Keberadaan Pesawat Boeing 737-200 di STTKD juga memberikan keunggulan kompetitif bagi lembaga ini dalam dunia pendidikan kedirgantaraan di Indonesia. Taruna/i dapat memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang operasional pesawat dan mengembangkan keterampilan praktis yang dapat meningkatkan prospek karir mereka di industri kedirgantaraan.

Selain Pesawat Boeing 737-200, STTKD juga menyediakan fasilitas lain yang mendukung praktik di berbagai bidang kedirgantaraan. Beberapa fasilitas tersebut meliputi laboratorium Bandar Udara, laboratorium Komputer dan Bahasa, Lab. Produksi, Lab Gambar Teknik, Hanggar dan Kolam Renang.

Selain itu, STTKD juga menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan dan lembaga kedirgantaraan untuk memberikan kesempatan magang dan PKL bagi para Taruna/i. Hal ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan pengalaman praktis yang lebih luas dan membangun jaringan yang kuat di industri kedirgantaraan.

 

Mengenal Aviation Knowledge Materi Umum Kuliah Penerbangan

Istilah Penerbangan yang Dapat Menambah Pengetahuan

Kunjungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo ke STTKD Yogyakarta

Yogyakarta, 26 Juni 2023 – Pada hari ini, Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo melakukan kunjungan  ke Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa-siswa Madrasah Aliyah dengan dunia teknologi kedirgantaraan dan memberi mereka gambaran mengenai Perguruan Tinggi di bidang ini. Kunjungan tersebut berlangsung di kampus STTKD di Yogyakarta, di mana siswa-siswa Madrasah Aliyah diterima oleh staf dan dosen STTKD. Rangkaian kegiatan  telah disiapkan untuk memberikan  informasi dan pengalaman mengenai Kuliah Jurusan Penerbangan kepada para siswa.

Kunjungan MAN 2 Ponorogo Ke STTKD Yogyakarta

Kunjungan MAN 2 Ponorogo Ke STTKD Yogyakarta. Foto Bersama di Depan Pesawat Boeing 737-200

Sambutan dalam Kunjungan di STTKD Yogyakarta

Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo, Bapak Drs. Tarib, M.Pd.I, dan pimpinan STTKD, yang diwakili oleh Bapak Wasfan Wahyu Widodo, M.Si. Mereka berbagi harapan bahwa kunjungan ini akan memberikan wawasan baru kepada siswa-siswi MAN 2 Ponorogo tentang potensi dan peluang di bidang teknologi kedirgantaraan.

Selanjutnya, para siswa diperkenalkan dengan berbagai bidang Studi yang ada di STTKD Yogyakarta, yang dipandu oleh Bapak Yasmudi, M.T. Mereka dapat bertanya tentang program studi yang ditawarkan, tantangan yang dihadapi di dunia kedirgantaraan, serta peluang karir yang tersedia. Diskusi dan pertukaran informasi semacam ini memberikan gambaran yang jelas kepada siswa-siswa mengenai prospek dan potensi di bidang ini. Selanjutnya, para siswa diajak untuk mengikuti tur kampus STTKD. Mereka mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh STTKD.

Cek Fasilitas Praktikum di STTKD

Pesan dan Kesan

Kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo, Bapak Drs. Tarib, M.Pd.I, menyampaikan kegembiraannya atas kesempatan ini. “Kunjungan ke STTKD Yogyakarta memberikan siswa-siswi kami pengalaman yang luar biasa. Mereka dapat memahami potensi karir yang menarik di bidang ini. Kami berterima kasih kepada STTKD yang telah menerima kami dengan baik dan memberikan wawasan kepada siswa-siswi kami.” Beliau juga menambahkan apabila MAN 2 Ponorogo merupakan salah satu Madrasah Aliyah Negeri Terbaik di Jawa Timur. Tahun ini (2023), sudah 6 (Enam) siswa-siswi dari MAN 2 Ponorogo sudah diterima untuk kuliah di Luar Negeri.

Kunjungan Man 2 Ponorogo di STTKD Yogyakarta

Kunjungan Man 2 Ponorogo di STTKD Yogyakarta. Sosialisasi Jurusan penerbangan

Pimpinan STTKD, Bapak Wasfan Wahyu Widodo, M.Si menyampaikan kegembiraannya dalam menerima kunjungan dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo. “Kami senang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman kami di bidang teknologi kedirgantaraan dengan siswa-siswi MAN 2 Ponorogo. Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat memotivasi mereka untuk meniti karir di industri penerbangan”. 

5 Peluang Pekerjaan di Bandara Lulusan Fakultas Penerbangan

Banyak Peluang Kerja, Cek Jurusan Manajemen Transportasi

Harapan Kedepan

Kunjungan ini bukan hanya memberikan wawasan baru bagi siswa-siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo tentang teknologi kedirgantaraan, tetapi juga membuka pintu bagi kolaborasi antara kedua institusi pendidikan. Kedua sekolah berharap untuk menjalin kerjasama dalam bentuk pertukaran pengetahuan, pelatihan, dan kegiatan-kegiatan kolaboratif lainnya yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa-siswa di kedua lembaga.

Ramp Handling: Pengertian, Tujuan, dan Tugasnya

Untuk menjadi yang terbaik di mata penumpang, maskapai penerbangan terlebih dahulu perlu meningkatkan kualitas on time performance mereka dengan melakukan ramp handling dengan sebaik-baiknya.

On time performance sendiri adalah kemampuan maskapai pesawat untuk datang tepat waktu dan mempersiapkan segala kebutuhan sebelum take-off dengan terencana sesuai dengan prosedur yang ada. Nah, ramp handling di sini istilah kata berperan sebagai cara untuk mencapai tujuan on time performance.

Apa Itu Ramp Handling dalam Dunia Penerbangan?

Ramp handling adalah kegiatan penanganan yang dilakukan oleh beberapa petugas untuk mempersiapkan area sebelum pesawat tiba di apron dan mempersiapkan keberangkatannya. Menurut istilahnya apron dan ramp ini sebenarnya sama alias sinonim.

Hanya saja dalam penyebutan aktivitas penanganan area apron, istilah ramp handling lebih familiar dan banyak digunakan baik secara nasional maupun internasional.

Tujuan Ramp Handling

Ada setidaknya empat tujuan dalam melakukan ramp handling, beberapa di antaranya:

  1. Safety, bertujuan untuk memastikan keselamatan semua pihak termasuk penumpang dan pilot yang akan mendaratkan pesawat
  2. Reguler, teratur berarti ramp handling dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan
  3. Economical Air Transport, memastikan pembiayaan tetap efisien tanpa mengabaikan aspek keselamatan
  4. OTP (On time performance), menjaga ketepatan waktu serta memaksimalkan kepuasan untuk para penumpang meminimalisir keterlambatan

ramp handling marshaller

Petugas yang Bertanggung Jawab di Bagian Ini

Sebagai bagian dari prosedur penerbangan, ramp handling menuntut setiap petugas agar bisa memenuhi kewajiban di bidangnya masing-masing. Adapun sejumlah pihak yang termasuk dalam kegiatan ini antara lain:

  1. Marshaller, bertugas memandu dan memarkirkan pesawat membantu pilot agar ia bisa mendarat dengan aman
  2. Ramp koordinasi/dispatcher, pihak yang mengkoordinir seluruh kegiatan ground handling di lingkungan apron
  3. Load control, petugas yang merencanakan alokasi muatan pesawat, hal tersebut mencakup: penumpang, bagasi, kargo, dan mail)
  4. Load master, petugas lainnya yang memantau dan mengawasi pemuatan bagasi dan kargo sesuai prosedur
  5. Departure control, pihak yang mengendalikan alokasi parkir pesawat dan membantu pesawat saat bergerak di lingkungan ramp atau apron
  6. Ground Support Equipment (GSE) Operator, petugas khusus yang mengoperasikan GSE seperti aircraft towing tractor, lift loader, passenger boarding stair
  7. Aircraft mechanic, petugas teknik mekanikal bandar udara yang punya tanggung jawab melakukan perawatan dan pengecekan terhadap pesawat
  8. Wing man, petugas untuk mengawasi posisi sayap agar tidak bertabrakan saat parkir atau berangkat
  9. Aircraft interior cleaning, pihak yang mempunyai tugas membersihkan bagian dalam pesawat secara menyeluruh
  10. Porter, petugas yang melakukan loading/unloading sesuai rencana pemuatan
  11. Security, petugas lainnya yang memastikan semua handling berjalan dengan aman tanpa adanya gangguan

Siapa sangka, ternyata proses yang terkesan sederhana yaitu datang dan berangkatnya pesawat dari bandara membutuhkan banyak bantuan dari para petugas profesional.

Ini semakin membuktikan bahwa setiap profesi di lingkungan bandara mempunyai peran yang sama-sama penting. Tidak perlu membandingkan antar satu profesi dengan yang lain

Para petugas yang bertanggung jawab di bagian ramp handling memang jarang kita ketahui. Saat berada di bandara, kalian mungkin hanya melihatnya secara sekilas, mereka bertindak dengan sangat cekatan dan penuh kehati-hatian memastikan semuanya berjalan sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan.

Apakah Ada Sekolah Ramp Handling?

Bagi kalian yang berminat untuk menjadi salah satu dari bagian profesi di atas, sebenarnya menempuh pendidikan tinggi bukanlah suatu keharusan. Namun, hal ini bisa meningkatkan kualifikasi dan value kalian di mata tim rekrutmen bandar udara.

Nah, salah satu jurusan yang relevan dengan profesi ini adalah D1 Ground Handling. Kalian bisa belajar selama 1 tahun, memahami materi dan mendapatkan skill di bidang profesi yang ingin dicapai.

Dibandingkan dengan pramugari, profesi handling di area bandar udara peminatnya masih belum begitu banyak. Jadi, kalian punya peluang yang lebih besar untuk bisa diterima.

Namun, hal ini bukan berarti kalian bisa santai-santai saja. Perjuangan masih diperlukan, karena persaingan sudah pasti tetap ada.

Baca juga: Tes Masuk Sekolah Penerbangan dan Cara Jitu Mempersiapkannya

Beberapa perusahaan yang biasanya membuka rekrutmen untuk ramp handling yaitu, PT Gapura Angkasa, PT Jasa Angkasa Semesta, dan lain-lain. Persiapkan diri kalian untuk menjadi bagian dari ramp handling profesional dengan menimba ilmu di STTKD.

Pelajari dasar-dasar ground handling, ramp service, dan lain-lain kemampuan khusus yang bermanfaat di dunia kerja. Laki-laki maupun perempuan bisa mendaftarkan diri di jurusan ground handling STTKD.

Tidak seperti pramugari yang mengharuskan kalian untuk berbadan tinggi, di ground handling persyaratan tersebut tidak diwajibkan. Dapatkan biaya kuliah yang terjangkau dengan melakukan pendaftaran di gelombang kedua, hubungi admin untuk informasi lebih lanjut ya.

Apakah Menjadi Pramugari, AVSEC, Penerbangan Wajib Bisa Bahasa Inggris?

Apakah staff penerbangan wajib bisa bahasa inggris? Jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah Iya. Namun, tentu saja kalian tidak akan puas sebelum mencari tahu alasan di baliknya.

Seperti yang kita ketahui Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional sekaligus bahasa tertua di dunia yang berasal dari Britania Raya yang ditemukan lebih kurang pada abad ke-8.

Tenang, kami tidak akan menjelaskan panjang lebar soal sejarah bahasa orang bule. Namun perlu kami ingatkan kembali, hampir semua profesi yang berkaitan dengan kebandarudaraan baik itu pramugari, pilot, ground handling, AVSEC, ATC, bahkan mekanik pesawat.

Tidak hanya pasif, melainkan juga kemampuan secara aktif dapat berkomunikasi dengan efektif tanpa menimbulkan kesalahpahaman. Mengapa harus bisa bahasa inggris? Berikut penjelasan versi panjangnya.

Alasan Kenapa Bahasa Inggris Wajib untuk Pramugari, AVSEC, dan Staff Penerbangan

Bahasa inggris diperlukan sebagai satu-satunya cara efektif untuk berkomunikasi dengan orang luar negeri. Alih-alih mempelajari puluhan bahasa internasional, cukup dengan menguasai bahasa inggris saja bisa membuat kalian dapat berkomunikasi dengan penumpang dari luar negeri, pilot maskapai luar negeri, dan lain-lain. Jika kita perdalam lagi pembahasan ini, berikut detailnya:

Bahasa Inggris Sebagai Metode Komunikasi Efektif

Bandara internasional melayani penerbangan komersial setiap harinya, di antara jutaan penumpang tersebut ada orang luar negeri yang tidak bisa berbahasa indonesia, namun kebanyakan dari mereka bisa bahasa inggris.

Untuk membantu mereka melalui segala prosedur di area bandar udara, maka komunikasi dengan bahasa inggris sangatlah penting.

Meskipun orang tersebut berasal dari Prancis, Brazil, Jerman, Jepang, atau negara lainnya minimal mereka mengerti bahasa inggris karena ini bahasa internasional yang paling banyak digunakan.

Dengan demikian staff penerbangan dan penumpang bisa memahami satu sama lain, sehingga tidak terjadi kebingungan masalah bisa terselesaikan.

Apakah kalian bisa memahaminya sejauh ini? Kita pakai contoh saja, misal ada bule A kebingungan kenapa barang yang mereka bawa disita padahal di negaranya produk itu tidak dilarang.

Pihak AVSEC dan petugas pengecekan barang bawaan wajib menjelaskan dengan jelas kenapa barang tersebut disita, kemungkinan besar karena melanggar aturan regional dangerous goods di Indonesia. Setelah dicek ternyata barang tersebut adalah drugs jenis psikotropika.

Kembali ke pembahasan utama, jika AVSEC atau petugas pengecekan tersebut tidak bisa bahasa inggris apa yang akan terjadi? Tentu timbulnya adalah salah paham, karena si penumpang ini tidak tahu alasan kenapa barang yang mereka bawa disita.

english for aviation bahasa inggris penerbangan

Pentingnya Skill Bahasa Inggris Penerbangan untuk Pramugari

Selain staff bandara, kemampuan berbahasa inggris juga wajib untuk pramugari. Tujuannya tetap sama, alasan diwajibkannya bahasa inggris (english) untuk pramugari adalah agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik dengan penumpang yang berasal dari mancanegara.

Tidak hanya itu, pada proses announcment di dalam pesawat internasional mereka juga harus menyampaikan pengumuman dalam bahasa inggris.

Contoh announcement pramugari:

“Ladies and gentlemen, I’d like to direct your attention to the monitors. The flight attendants will be showing our safety demonstration and would like the next few minutes of your full attention.”

Artinya: (“Ibu-ibu dan Bapak-bapak, saya hendak mengarahkan perhatian anda ke monitor. Para pramugari akan menampilkan demonstrasi keselamatan kami dan mengharapkan perhatian penuh anda beberapa menit ke depan.”)

Bayangkan, jika pramugari tidak bisa berbahasa inggris bagaimana ia akan menyampaikan instruksi seperti di atas? Terlebih lagi untuk hal-hal penting seperti aturan keselamatan penerbangan.

Semestinya hal ini sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, pramugari jelas wajib bisa berbahasa inggris bahkan dalam kondisi tertentu mereka juga perlu menguasai bahasa internasional lainnya seperti mandarin.

Mempersiapkan Diri untuk Menguasai Skill Bahasa Inggris Lingkup Penerbangan

Belajar bahasa inggris sebenarnya tidak sesulit yang kalian bayangkan. Kami punya dua tips antara metode formal dan non-formal silahkan sesuaikan dengan cara yang kalian sukai

1. Cara Formal

Metode formal untuk mempelajari bahasa inggris adalah dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan pembekalan keterampilan berbahasa inggris. Mulai dari tingkatan beginner, intermediate, sampai profesional.

Kalian juga bisa mengikuti kursus atau pelatihan bahasa inggris tertentu di sekitar wilayah terdekat dari rumah. Pelatihan secara online juga banyak dimana-mana jadi tidak perlu khawatir, dalam jangka 1 tahun kalian pasti sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris asalkan tekun dan giat.

2. Cara Non-Formal

Cara non-formal cenderung lebih mengasyikan dibandingkan yang pertama. Kalian bisa mempelajari bahasa inggris dengan menggunakan game misalnya flashcards. Selain itu, belajar lewat aplikasi juga memungkinkan, nonton video youtube, bahkan menonton film bisa menjadi alternatif lainnya untuk mempelajari bahasa inggris sebelum mendaftarkan diri di profesi kebandarudaraan.

Itu dia alasan detail mengapa profesi pilot, pramugari, AVSEC, ground handling, wajib bisa berbahasa inggris. Semoga informasi ini bisa menginspirasi kalian untuk mulai mempelajari skill bahasa asing, ya.

Ingin lebih terarah? Yuk daftar di sekolah penerbangan STTKD di sana kalian akan diajarkan mengenai bahasa inggris khusus alias english for aviation. Informasi pendaftaran bisa hubungi kontak yang tersedia, sampai jumpa lagi.

Perbedaan Kabin Pesawat dan Bagasi, Jangan Sampai Keliru!

Ada dua bagian utama di dalam penyimpanan barang transportasi udara, yaitu kabin pesawat dan bagasi. Meskipun terlihat sama, keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, penting untuk mengetahui mana yang disebut sebagai kabin maupun bagasi baik itu penumpang maupun kalian yang berniat menjadi pramugari dan staff baggage handling.

Sebagai permulaan mari kita pahami terlebih dahulu definisi dari kabin pesawat serta apa saja hal penting yang berkaitan dengan hal ini.

Apa yang Disebut dengan Kabin Pesawat?

Kabin pesawat adalah ruang di dalam pesawat yang menyatu dengan tempat duduk para penumpang, bagian ini terletak di atas tempat duduk penumpang. Selain itu, barang-barang yang dibawa penumpang dan diletakan pada kabin sepenuhnya menjadi tanggung jawab penumpang (passenger).

Namun, pramugari atau awak kabin mempunyai tanggung jawab untuk memperingatkan para penumpang agar mereka bisa menjaga barang bawaan dengan sebaik-baiknya.

Perlu dipahami lagi bahwa kehilangan maupun kerusakan barang di dalam kabin sepenuhnya menjadi tanggung jawab penumpang itu sendiri, bukan maskapai pesawat.

Tidak semua barang bisa diletakan di kabin, aturan mengenai hal ini bisa terbilang cukup ketat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jalannya penerbangan. Setiap perusahaan maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Citilink, dan lain-lain punya kebijakan yang berbeda mengenai ketentuan barang di kabin.

Namun, secara umum kapasitas barang yang bisa dibawa oleh penumpang adalah 7 kg, tidak diperbolehkan membawa barang cair lebih dari 100 ml. Sekali lagi, ketentuan ini pasti berbeda-beda tergantung maskapai penerbangannya.

Barang yang Tidak Boleh Dibawa ke Dalam Kabin Pesawat

Apa saja barang-barang yang tidak boleh ada di dalam kabin? Berikut ini beberapa gambaran umumnya.

  • Material yang korosif seperti merkuri, asam sulfat, aki kendaraan, alkali, dan sejenisnya
  • Bahan peledak, semua jenis seperti granat, detonator, alat peledak
  • Gas bertekanan, aerosol, propana, butana, dan sejenisnya
  • Benda padat mudah terbakar, semua macam kembang api, petasan, suar
  • Cairan mudah terbakar, thinner, perekat lem, pemantik api
  • Bahan kimia beracun,sianida, arsenik, pembasmi hama, dan semacamnya
  • Koper yang dilengkapi baterai lithium material piroteknik
  • Kendaraan kecil airwheel, hoverboard, balance wheel, dan sebagainya
  • Alat pelumpuh, alat kejut listrik, tongkat pukul listrik, termasuk alat sejenis untuk hewan maupun manusia
  • Senjata api dan senjata tajam

Selain kabin, tadi kita mengetahui ada istilah lain yang biasa disebut sebagai bagasi. Bagaimana dengan regulasi di bagasi apakah sama seperti barang bawaan di kabin? Berikut pembahasannya.

Baca juga: Pelayanan Penumpang Oleh Awak Kabin Di Dalam Pesawat

Apa Itu Bagasi Pesawat?

Bagasi pesawat adalah tempat untuk meletakan barang bawaan penumpang dalam operasional penerbangan. Kapasitas bagasi jauh lebih besar jika kita bandingkan dengan kabin. Pada dasarnya bagasi adalah tempat yang paling pas untuk meletakan barang bawaan jumlah banyak dan berat.

Meskipun demikian, tidak semua barang bisa dimasukkan ke sini, regulasinya tetap ada setiap barang yang masuk ke bagasi pesawat dicek secara canggih melalui mesin detector x-ray.

Bahasi terletak di bagian bawah badan pesawat, ruangan ini berukuran cukup besar. Dalam sekali jalan, pesawat bisa mengangkut kapasitas barang sangat besar.

Barang yang Tidak Boleh Dibawa Ke Bagasi Pesawat

Meskipun mampu mengangkut barang dalam jumlah yang besar, namun tetap ada aturan tersendiri yang harus diketahui oleh para penumpang.

Secara umum semua barang-barang yang dianggap membahayakan, mudah terbakar, mudah meledak, beracun, dan sejenisnya sudah pasti dilarang masuk ke bagasi pesawat.

Kapasitas maksimal bagasi pesawat per orang adalah 32-40 kg, masing-masing maskapai lagi-lagi mempunyai kebijakan yang berbeda mengenai hal ini.

Rangkuman Perbedaan Kabin Pesawat dan Bagasi

Jadi, bisa kita pahami perbedaan antara kabin dan bagasi di antaranya sebagai berikut:

  1. Kabin cenderung dikhususkan untuk menyimpan barang-barang personal yang tidak terlalu berat, sedangkan bagasi adalah tempat untuk menyimpan barang bawaan dalam jumlah yang lebih besar.
  2. Kapasitas maksimal kabin yang bisa digunakan oleh 1 orang di dalam pesawat adalah 7 kg, sedangkan bagasi pesawat bisa mencapai 32-40 kg
  3. Segala bentuk kehilangan dan kerusakan di dalam kabin merupakan tanggung jawab pemilik, sedangkan barang yang ada di bagasi tanggung jawab pihak maskapai penerbangan
  4. Barang yang bisa di bawa ke kabin cenderung lebih terbatas, sedangkan di bagasi tidak meskipun tetap harus menyesuaikan dengan peraturan dan regulasi maskapai dan aturan penerbangan internasional
  5. Letak kabin berada di atas dekat dengan tempat duduk penumpang, sedangkan bagasi ada di bawah

Itu dia perbedaan mengenai kabin dan bagasi, semoga penjelasan ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Apabila kalian tertarik untuk mendalami lebih jauh seputar hal ini, yuk bergabung di sekolah penerbangan STTKD.

Di sana kalian akan mempelajari lebih lengkap mengenai bagasi pesawat, manajemen barang bawaan, pengecekan keamanan barang, dan lain sebagainya.