Dari STTKD Menuju Pucuk Kepemimpinan Lion Group: Kisah Inspiratif Putra Ketapang Memimpin 2.000 Karyawan Industri Penerbangan

Dunia penerbangan Indonesia kembali menghadirkan kisah inspiratif dari seorang alumni yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Adalah Ir. Uti Roysen, M.T., C.SCM., alumni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Line of Maintenance Lion Group. Jabatan strategis tersebut menempatkannya sebagai salah satu tokoh penting dalam menjaga keandalan operasional armada penerbangan yang melayani berbagai rute di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan peran STTKD sebagai kampus penerbangan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan kompetitif.

Dari STTKD Menuju Pucuk Kepemimpinan Lion Group: Kisah Inspiratif Putra Ketapang Memimpin 2.000 Karyawan Industri Penerbangan

Pria yang akrab disapa Aceh ini memimpin sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanggung jawab yang diembannya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perawatan pesawat udara, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan sistem operasional, serta peningkatan standar keselamatan dan keandalan penerbangan. Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kepemimpinannya menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional salah satu grup maskapai terbesar di Indonesia.

Perjalanan karier Uti Roysen tidak diraih secara instan. Sebagai putra asli Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ia tumbuh dengan semangat belajar dan tekad kuat untuk mengembangkan diri. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di tanah kelahirannya, termasuk sebagai alumni SMAN 2 Ketapang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke STTKD Yogyakarta pada angkatan 1999. Pilihan menempuh pendidikan di kampus penerbangan jogja tersebut menjadi langkah awal yang membuka jalan menuju karier profesional di industri aviasi.

Sebagai salah satu institusi yang dikenal sebagai sekolah penerbangan terbaik jogja, STTKD memberikan fondasi akademik dan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Lingkungan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri menjadikan para taruna dan mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi penerbangan. Bekal tersebut terbukti menjadi modal penting bagi Uti Roysen dalam membangun karier hingga mencapai posisi puncak di lingkungan Lion Group.

Tidak berhenti pada pendidikan diploma dan pengalaman kerja, Uti Roysen terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan lanjutan. Ia berhasil meraih gelar Magister Teknik Industri dan menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Mercu Buana. Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia dikenal memiliki keahlian dalam bidang maintenance management, supply chain management, peningkatan produktivitas industri, serta pengembangan kualitas operasional yang berorientasi pada efisiensi dan keselamatan penerbangan.

Selain aktif di dunia industri, Uti Roysen juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai karya ilmiahnya telah dipublikasikan dalam jurnal maupun forum akademik nasional dan internasional. Fokus penelitiannya mencakup efektivitas perawatan pesawat udara, Reliability Centered Maintenance (RCM), metode Six Sigma, Overall Equipment Effectiveness (OEE), hingga optimalisasi rantai pasok dan kapasitas produksi. Kontribusi akademik tersebut menunjukkan bahwa profesional penerbangan juga memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas industri.

Salah satu penelitian yang mendapat perhatian adalah penerapan Reliability Centered Maintenance berbasis logika fuzzy untuk meningkatkan efektivitas perawatan pesawat berbadan sempit. Selain itu, ia juga melakukan riset mengenai pengurangan tingkat cacat dalam proses inspeksi line maintenance menggunakan metode Six Sigma. Berbagai penelitian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan sekolah penerbangan tidak hanya mampu bekerja secara profesional, tetapi juga mampu menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan yang dihadapi industri penerbangan modern.

Kisah sukses Uti Roysen menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya mereka yang bercita-cita berkarier di dunia aviasi. Keberhasilannya membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas, kerja keras, integritas, dan kemauan untuk terus belajar dapat mengantarkan seseorang mencapai posisi strategis di industri global. Bagi calon taruna yang ingin meniti karier di bidang penerbangan, STTKD hadir sebagai sekolah penerbangan terbaik yang menyediakan berbagai program pendidikan unggulan, termasuk bidang teknik penerbangan, manajemen transportasi udara, hingga program sekolah pramugari. Dari kampus inilah lahir banyak profesional yang turut berkontribusi dalam memajukan industri penerbangan Indonesia di tingkat dunia.