STTKD Yogyakarta Terima Kunjungan Edukatif SMK Penerbangan Aero Dirgantara Tangerang

STTKD Yogyakarta Terima Kunjungan Edukatif SMK Penerbangan Aero Dirgantara Tangerang

Pada Rabu, 11 Februari 2026, STTKD menerima kunjungan edukatif dari SMK Penerbangan Aero Dirgantara Tangerang . Kegiatan ini diikuti oleh satu bus rombongan yang terdiri dari 31 siswa dan 8 guru pendamping. Sejak pagi, suasana kampus sudah terasa semarak sebagai wujud komitmen STTKD sebagai sekolah penerbangan yang terbuka untuk berbagi inspirasi dan wawasan dunia kedirgantaraan. Rombongan tamu tiba tepat pukul 08.30 WIB dan langsung diarahkan menuju Gedung YS 11. Para siswa tampak antusias memasuki lingkungan kampus yang dikenal sebagai sekolah penerbangan terbaik dengan fasilitas praktik yang lengkap. Persiapan acara dilakukan dengan tertib agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman dan maksimal.

Acara resmi dimulai pukul 09.00 WIB di Ruang YS 11. Fahmi, yang juga dikenal sebagai Fahmi Taruna Beasiswa, bertindak sebagai MC dan membuka kegiatan dengan penuh semangat. Pembawaan acara yang komunikatif membuat suasana menjadi cair dan mendorong interaksi positif antara peserta dan civitas akademika STTKD. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Penerbangan Aero Dirgantara Tangerang, Ibu Yuniaty Puspita, S.SiT. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari STTKD. STTKD berharap agar kunjungan ini dapat menambah wawasan siswa mengenai peluang karier di dunia Staff maskapai dan industri penerbangan secara luas.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Ketua STTKD, yaitu Kepala PTB, Bapak Yunus Purnama, SE., MM. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi penerbangan dalam mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya untuk kebutuhan Staff bandara dan sektor aviasi nasional. Agenda dilanjutkan dengan materi sosialisasi dari PTB selama 15 menit. Materi ini memberikan gambaran tentang program pendidikan, jalur karier, serta fasilitas pendukung yang dimiliki STTKD. Para siswa terlihat aktif menyimak karena informasi yang disampaikan sangat relevan dengan cita-cita mereka, baik sebagai sekolah pramugari maupun profesi teknis dan non-teknis di dunia penerbangan.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan kerja sama pendidikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di depan pesawat Boeing, sebelum para peserta mengikuti campus visit dengan rute YS 11, Lab Manajemen (AVSEC), Lab Produksi, Perpustakaan, Koperasi, Hanggar 2, Lab AMTO, dan Hanggar 1, yang dipandu oleh PIC Pak Wira. Rangkaian kunjungan berakhir di Hanggar 1 sebelum rombongan bersiap untuk kembali pulang. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa dan guru pendamping, sekaligus memperkuat peran STTKD dalam menyiapkan generasi profesional Staff Airline yang berdaya saing dan berkarakter di industri penerbangan.

 

Baca juga : Taruna STTKD Kembali Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional

STTKD Kenalkan Dunia Kedirgantaraan kepada Siswa SMK Al Islam Joresan Ponorogo

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menerima kunjungan edukatif dari SMK Al Islam Joresan Ponorogo pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan dunia kedirgantaraan secara langsung kepada siswa sekolah menengah kejuruan. Rombongan yang hadir terdiri dari satu bus dengan 30 siswa dan 11 guru pendamping. Kunjungan ini disambut hangat oleh civitas akademika STTKD. Sebagai sekolah penerbangan terbaik STTKD berkomitmen institusi sebagai sekolah penerbangan yang terbuka terhadap edukasi sejak dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan tamu pada pukul 08.30 WIB, kemudian seluruh siswa diarahkan menuju ruang YS 11. Suasana tertib dan antusias tampak sejak awal, mencerminkan semangat belajar para peserta yang ingin mengenal lebih dekat dunia penerbangan. Tepat pukul 09.00 WIB, peserta memasuki ruang YS dan acara resmi dimulai sesuai susunan yang telah direncanakan.

Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMK Al Islam Joresan Ponorogo. Dalam sambutannya, disampaikan harapan agar kunjungan ini dapat membuka wawasan siswa terkait peluang pendidikan dan karier di bidang kedirgantaraan. Kegiatan semacam ini dinilai sangat relevan dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing, sejalan dengan visi sekolah penerbangan terbaik dalam membangun generasi unggul.

STTKD Kenalkan Dunia Kedirgantaraan Sejak Dini

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua STTKD yang diwakili oleh Kepala Humas dan Kerja Sama STTKD, Dr. R. Fatchul Hilal, SE., MM., CDMP. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan profil STTKD, program studi, serta peluang karier lulusan di dunia penerbangan. Penjelasan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai profesi di industri aviasi, termasuk peluang menjadi Staff maskapai dan Staff bandara yang membutuhkan kompetensi dan kedisiplinan tinggi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi singkat selama 15 menit oleh tim PTB. Materi ini dirancang ringan namun informatif, sehingga mudah dipahami oleh siswa. Pemaparan tersebut menekankan pentingnya pendidikan vokasi penerbangan serta kesiapan mental dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di dunia aviasi, termasuk jalur pendidikan di sekolah pramugari dan bidang teknis lainnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata antara SMK Al Islam Joresan Ponorogo dan STTKD. Momen ini menjadi simbol sinergi pendidikan yang diharapkan dapat terus terjalin di masa mendatang, khususnya dalam mendukung pengenalan dunia kedirgantaraan kepada siswa sejak bangku sekolah.

Setelah sesi penutup, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama di depan pesawat Boeing, kemudian dilaksanakan visit kampus dan fasilitas praktek. Visit dimulai dari Laboratorium Manajemen (AVSEC), Laboratorium Produksi, Perpustakaan, Koperasi, Hanggar 2, Laboratorium AMTO, hingga Hanggar 1. Kegiatan ini dipandu oleh PIC Pak Wira  yang memberikan penjelasan langsung di setiap titik kunjungan, sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang konkret dan berkesan.

Rangkaian kunjungan berakhir di Hanggar 1 sebelum peserta kembali pulang. Melalui kegiatan ini, STTKD kembali menegaskan perannya sebagai sekolah penerbangan yang berkomitmen mencetak SDM unggul dan memperluas literasi kedirgantaraan. Diharapkan, kunjungan ini dapat memotivasi para siswa untuk menatap masa depan di dunia aviasi, baik sebagai Staff Airline, Staff maskapai, maupun profesional penerbangan lainnya.

Baca Juga : STTKD Melakukan Perawatan Berkala Fasilitas Pembelajaran – Pesawat Boeing 737-200

STTKD Melakukan Perawatan Berkala Fasilitas Pembelajaran – Pesawat Boeing 737-200

Membasuh Sang Burung Besi: Kerja Bakti Civitas Rawat Ikon STTKD

Kegiatan kerja bakti pencucian pesawat Boeing 737-200 yang melibatkan Civitas Akademika STTKD, TC, dan YCD. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian terhadap sarana pembelajaran di STTKD. Tidak hanya bernilai kebersihan fisik, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap aset institusi. Aset inimenjadi bagian penting dalam proses pendidikan di lingkungan sekolah penerbangan. Kerja bakti tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Hanggar Boeing 737-200 STTKD. Sejak pagi hari, peserta mulai berkumpul dengan mengenakan pakaian olahraga. Suasana hanggar tampak hidup dengan semangat gotong royong yang tercipta dari kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, serta unsur TC dan YCD.

Pesawat Boeing 737-200 yang menjadi objek kerja bakti merupakan sarana praktik yang sangat vital bagi taruna . Melalui kegiatan ini, Civitas Akademika diajak untuk memahami pentingnya perawatan dan kebersihan pesawat sebagai bagian dari budaya keselamatan dan profesionalisme, nilai yang juga dijunjung tinggi di sekolah penerbangan terbaik. Selain aspek teknis, kerja bakti ini memiliki makna edukatif dan karakter. Kebersamaan dalam membersihkan pesawat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim, yang merupakan kompetensi utama di dunia penerbangan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan dunia kerja profesional seperti Staff maskapai dan Staff bandara yang menuntut ketelitian serta kolaborasi.

Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antarelemen di lingkungan STTKD, TC, dan YCD. Interaksi yang terjalin secara informal di luar ruang kelas dan kantor memperkuat sinergi kelembagaan, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan produktif, sejalan dengan semangat pendidikan vokasi dan sekolah pramugari. Peran SDM STTKD sebagai penggagas kegiatan ini patut diapresiasi. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna, SDM STTKD berhasil menghidupkan budaya gotong royong serta kepedulian terhadap fasilitas kampus. Inisiatif ini menjadi contoh bahwa penguatan karakter dapat dilakukan melalui aktivitas nyata yang melibatkan seluruh unsur civitas.

Bagi taruna dan tenaga pendidik, kerja bakti pencucian pesawat ini juga menjadi pengingat bahwa dunia penerbangan menuntut standar kebersihan dan keselamatan yang tinggi. Pembiasaan sejak di lingkungan kampus akan membentuk sikap profesional yang kelak sangat dibutuhkan saat terjun sebagai Staff Airline maupun profesi penerbangan lainnya. Melalui kegiatan kerja bakti ini, STTKD kembali menegaskan jati dirinya sebagai sekolah penerbangan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan budaya kerja. Diharapkan semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi fondasi kuat dalam mencetak insan penerbangan yang unggul, beretika, dan berdaya saing.

 

Baca Juga : STTKD Kuatkan Langkah Akademisi Menuju LPDP 2026: Pembekalan dan Pendampingan Dosen Berbasis Pengalaman Nyata

STTKD Kuatkan Langkah Akademisi Menuju LPDP 2026: Pembekalan dan Pendampingan Dosen Berbasis Pengalaman Nyata

STTKD menggelar kegiatan pembekalan dan pendampingan bagi dosen yang bermaksud mengajukan Beasiswa LPDP Tahun 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesiapan akademisi dalam menembus studi lanjut. Acara ini digagas oleh SDM STTKD sebagai bentuk komitmen institusi dalam pengembangan kualitas dosen secara berkelanjutan. Program ini dirancang tidak hanya membekali aspek teknis administrasi, tetapi juga membangun mental, visi akademik, dan arah riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Inisiatif ini selaras dengan semangat penguatan SDM unggul yang juga digaungkan di berbagai institusi pendidikan, termasuk sekolah penerbangan. Narasumber pertama, Herida Panji O., S.Pd., M.Pd., dosen tetap STTKD Yogyakarta, memperkaya kegiatan dengan perspektif internal kampus. Ia menekankan pentingnya peran SDM STTKD dalam membangun ekosistem akademik yang suportif melalui pendampingan berkelanjutan, mulai dari klinik penulisan proposal hingga simulasi wawancara. Strategi ini sejalan dengan penguatan institusi pendidikan vokasi, termasuk sekolah pramugari, dalam mencetak pendidik yang adaptif dan unggul.

Dalam sesi pendampingan, peserta diajak membedah kesalahan umum pendaftar, termasuk ketidaksinkronan antara rencana studi, latar belakang keilmuan, dan kontribusi pascastudi. Manggala menekankan pentingnya narasi akademik yang jujur, fokus, dan berdampak luas. Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan dunia profesional yang menuntut kompetensi dan visi jangka panjang, seperti yang dibutuhkan oleh Staff maskapai dan Staff bandara.

Narasumber kedua, Manggala Wiriya Tantra, M.Pd., berbagi pengalaman autentik sebagai awardee LPDP S3 di bidang Filsafat Universitas Gadjah Mada. Dengan latar belakang sebagai dosen di STABN Raden Wijaya Wonogiri, ia memaparkan perjalanan seleksi LPDP secara runtut, mulai dari penajaman proposal riset hingga strategi menghadapi wawancara. Paparan ini memberikan gambaran nyata bahwa keberhasilan LPDP bukan sekadar prestasi personal, melainkan buah dari perencanaan akademik yang matang, sebagaimana semangat mutu yang juga dijunjung oleh sekolah penerbangan terbaik.

Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi interaktif yang mendorong peserta menguji ide risetnya secara kritis. Melalui studi kasus dan praktik langsung, para dosen berlatih merumuskan urgensi riset, kontribusi keilmuan, serta relevansi kebijakan. Pendekatan aplikatif tersebut memperkuat kesiapan dosen menghadapi seleksi LPDP sekaligus menumbuhkan budaya akademik yang profesional, sebagaimana standar yang dibutuhkan Staff Airline. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pembekalan ini membangun jejaring akademik dan budaya saling mendukung antardosen. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teknis pendaftaran, tetapi juga roadmap pengembangan diri yang terstruktur. Semangat kolaborasi ini mencerminkan praktik unggul di sekolah penerbangan yang menempatkan kualitas SDM sebagai fondasi utama kemajuan institusi.

Dari sisi kelembagaan, program yang digagas SDM STTKD ini memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan akademisi. Keberhasilan dosen menembus Beasiswa LPDP diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan visi sekolah penerbangan terbaik yang berdaya saing nasional dan internasional. Dengan dukungan narasumber berpengalaman serta komitmen kuat dari SDM STTKD, kegiatan pembekalan dan pendampingan LPDP 2026 ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dosen unggul dan berwawasan global. Harapannya, semakin banyak dosen STTKD yang berhasil meraih LPDP dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional serta dunia profesional seperti Staff maskapai, Staff bandara, sekolah pramugari, dan Staff Airline.

Baca juga : Taruna STTKD Kembali Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional

STTKD Yogyakarta Gelar Pembukaan Dies Natalis ke-31

STTKD Gelar Pembukaan Dies Natalis ke-31 dan Pengajian Songsong Ramadhan 1447 H

Bantul – Yogyakarta. Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menyelenggarakan Pembukaan Dies Natalis ke-31 STTKD yang dirangkaikan dengan Pengajian Songsong Ramadhan 1447 Hijriah, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Hanggar Pesawat Boeing 737 STTKD dan diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika STTKD.

Pembukaan Dies Natalis ke-31 STTKD menjadi momentum penting bagi institusi dalam merefleksikan perjalanan dan capaian yang telah diraih selama lebih dari tiga dekade. Dalam kesempatan tersebut, Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., menyampaikan bahwa Dies Natalis tidak hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedirgantaraan.

Secara simbolis, dimulainya rangkaian Dies Natalis ke-31 STTKD ditandai dengan pemukulan gong oleh pimpinan STTKD yang didampingi jajaran Pejabat STTKD. Prosesi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan kesiapan seluruh elemen institusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Dies Natalis yang akan berlangsung ke depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan doa bersama yang disampaikan oleh Drs. H. Thoyib Hidayat, M.S.I. Pengajian ini memberikan penguatan nilai spiritual sekaligus menjadi sarana refleksi diri bagi sivitas akademika STTKD dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Sebagai kampus penerbangan terbaik yang memiliki fasilitas penunjang pembelajaran berbasis praktik, STTKD terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang kondusif, disiplin, dan berorientasi pada kebutuhan industri aviasi. Peringatan Dies Natalis ke-31 ini diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi dan penguatan sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kedirgantaraan.

Melalui pelaksanaan Pembukaan Dies Natalis ke-31 STTKD yang dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan, STTKD menegaskan visinya sebagai institusi pendidikan penerbangan yang unggul, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual. Rangkaian Dies Natalis ke-31 STTKD diharapkan mampu memperkuat posisi STTKD Yogyakarta sebagai rujukan pendidikan kedirgantaraan serta mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan dunia penerbangan nasional. (Humas STTKD)

Baca Juga : Taruna STTKD Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

STTKD Tingkatkan Daya Saing SDM Melalui Penguatan Bahasa Inggris

STTKD Tingkatkan Daya Saing SDM Melalui Penguatan Bahasa Inggris 

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan pelatihan peningkatan keterampilan komunikasi Bahasa Inggris bagi karyawan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi pengembangan institusi sebagai sekolah penerbangan yang adaptif terhadap tuntutan industri global. Pelatihan yang dilaksanakan pada 22, 23, 28, dan 29 Januari 2026 ini bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, khususnya dalam konteks profesional Pendidikan tinggi. Kemampuan tersebut dinilai krusial untuk menunjang peran lulusan dan tenaga pendukung yang kelak akan berinteraksi langsung dengan lingkungan kerja internasional, termasuk dunia Staff Airline dan pelayanan penerbangan.

Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD memahami bahwa penguasaan Bahasa Inggris bukan sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan utama. Oleh karena itu, pelaksanaan pelatihan ini menjadi wujud nyata keseriusan institusi dalam menyiapkan SDM yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Pelatihan yang berlangsung di Ruang B4 pada pukul 13.00–15.30 WIB ini diikuti oleh karyawan terpilih sesuai daftar dalam surat tugas. Materi yang diberikan dirancang aplikatif dan relevan dengan dunia kerja penerbangan, baik untuk mendukung pelayanan Staff bandara maupun komunikasi profesional lintas divisi.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, khususnya dalam situasi formal dan operasional. Hal ini sangat penting untuk mendukung layanan prima yang sejalan dengan standar industri penerbangan, termasuk bagi mereka yang berinteraksi dengan Staff maskapai dan mitra eksternal. STTKD juga menekankan pentingnya tanggung jawab peserta dalam mengikuti pelatihan secara serius serta melaporkan hasil dan perkembangan kegiatan kepada pimpinan. Langkah ini mencerminkan budaya kerja profesional dan akuntabel yang terus dibangun di lingkungan kampus sekolah penerbangan.

Pelaksanaan surat tugas ini sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan dan pelatihan yang saling terintegrasi antara akademik dan pengembangan SDM. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan unggul, termasuk dari jalur sekolah pramugari dan program studi lain yang berorientasi pada layanan penerbangan. Dengan adanya pelatihan Bahasa Inggris ini, STTKD semakin menegaskan posisinya sebagai institusi yang visioner dan responsif terhadap kebutuhan industri. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu melahirkan SDM penerbangan yang profesional, komunikatif, dan siap menjadi bagian penting dalam dunia Staff Airline dan kedirgantaraan nasional.

 

Baca Juga : Taruna STTKD Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

 

STTKD – Jejak Prestasi Perempuan Inspiratif di Langit Pendidikan Kedirgantaraan

 

Keberhasilan ini memperkuat posisi STTKD Yogyakarta sebagai institusi yang fokus pada keterampilan teknis serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menorehkan kabar membanggakan melalui capaian salah satu dosen terbaiknya, Nanik Riananditasari, S.S., M.A. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, konsistensi, dan integritas dalam dunia akademik mampu melahirkan pengakuan formal yang prestisius. Kenaikan jabatan fungsional sebagai Lektor Kepala bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan institusi sekolah penerbangan yang terus berkomitmen mencetak insan unggul di bidang kedirgantaraan. Sebagai dosen sekaligus Kepala Humas STTKD dan bagian dari Departemen PTB, Nanik Riananditasari dikenal aktif berkontribusi dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi. Perannya tidak hanya terlihat di ruang kelas, tetapi juga dalam membangun citra dan komunikasi strategis kampus dengan berbagai mitra industri penerbangan.

Hal ini sejalan dengan visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang adaptif terhadap dinamika dunia aviasi nasional maupun global. Capaian jabatan Lektor Kepala ini mencerminkan kualitas akademik yang mumpuni, produktivitas karya ilmiah, serta pengabdian berkelanjutan kepada masyarakat. Di lingkungan kampus penerbangan, sosok dosen seperti Nanik menjadi teladan bagi taruna dan taruni yang bercita-cita berkarier sebagai Staff maskapai profesional yang berintegritas dan berwawasan luas. Keberhasilan ini juga memperkuat posisi STTKD Yogyakarta sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Melalui bimbingan para dosen berprestasi, lulusan STTKD dipersiapkan untuk terjun ke berbagai sektor strategis, termasuk sebagai Staff bandara yang memahami standar pelayanan, keselamatan, dan komunikasi publik.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri penerbangan, kebutuhan akan tenaga pendidik yang kompeten menjadi semakin krusial. Kenaikan jabatan fungsional ini menunjukkan bahwa STTKD serius dalam menjaga kualitas pengajar, khususnya dalam mendukung program-program unggulan seperti sekolah pramugari yang menekankan profesionalisme, etika, dan hospitality berstandar internasional. Prestasi Nanik Riananditasari juga menjadi inspirasi bagi perempuan akademisi untuk terus berkarya dan berprestasi di dunia pendidikan tinggi. Kiprahnya membuktikan bahwa kepemimpinan, komunikasi, dan keilmuan dapat berjalan beriringan, memberikan dampak positif tidak hanya bagi institusi tetapi juga bagi pengembangan ekosistem penerbangan Indonesia.

Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, STTKD terus melahirkan lulusan dan akademisi yang siap bersaing di industri aviasi. Peran dosen Lektor Kepala sangat strategis dalam memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan industri, termasuk menyiapkan lulusan yang siap berkarier sebagai Staff Airline yang profesional dan berdaya saing global. Pencapaian ini menjadi pengingat bahwa prestasi akademik adalah hasil dari proses panjang yang dijalani dengan komitmen dan ketekunan. STTKD Yogyakarta patut berbangga memiliki sosok seperti Nanik Riananditasari, yang tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi kampus sebagai pusat unggulan pendidikan kedirgantaraan di Indonesia.

 

Baca Juga : Taruna STTKD Kembali Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional

 

Taruna STTKD Kembali Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional

Dari Kampus Aviasi ke Puncak Prestasi Nasional: Taruna STTKD Sabet Medali Emas Olimpiade Sains

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta  kembali torehkan prestasi gemilang melalui Azzumar Setyo Pambudi, taruna Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara, berhasil meraih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional dalam program Studi Independen MSIB. Capaian ini menjadi kebanggaan institusi sekaligus memperkuat reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan unggulan. Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Dibutuhkan disiplin tinggi, ketekunan belajar, serta kemampuan berpikir kritis yang kuat. Nilai-nilai tersebut merupakan karakter utama yang terus ditanamkan oleh STTKD kepada seluruh taruna sebagai bekal menghadapi dunia kerja penerbangan yang dinamis dan kompetitif.

Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD tidak hanya menekankan keterampilan praktik, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan dan logika analitis. Olimpiade sains tingkat nasional menjadi ajang pembuktian bahwa taruna STTKD mampu bersaing secara akademik dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Prestasi Azzumar juga mencerminkan keberhasilan sistem pembelajaran STTKD yang terintegrasi antara teori, praktik, dan pengembangan karakter. Kurikulum yang diterapkan dirancang agar lulusan siap berkarier sebagai Staff maskapai, Staff bandara, maupun Staff Air di berbagai sektor industri penerbangan.

Tidak hanya itu, lingkungan pendidikan yang disiplin ala aviasi membentuk taruna yang profesional, bertanggung jawab, dan bermental juara. Inilah keunggulan yang membuat STTKD dipercaya oleh industri sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik dalam menyiapkan SDM penerbangan yang unggul. Sebagai sekolah pramugari dan institusi pendidikan aviasi terintegrasi, STTKD membekali taruna dengan kemampuan komunikasi, pelayanan prima, serta etika kerja yang tinggi. Kompetensi ini menjadi nilai tambah bagi lulusan yang akan berkiprah di dunia pelayanan penerbangan dan kebandarudaraan.

Prestasi di tingkat nasional ini juga menjadi inspirasi bagi taruna dan taruni lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. STTKD secara konsisten mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi, sertifikasi, dan program nasional seperti MSIB.Bagi calon taruna yang bercita-cita bekerja di bandara atau maskapai, prestasi ini menunjukkan bahwa memilih sekolah penerbangan yang tepat sangat menentukan masa depan. STTKD hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi sebagai wadah pembentukan calon profesional penerbangan yang berdaya saing tinggi.

Keberhasilan Azzumar Setyo Pambudi semakin memperkuat citra STTKD sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berkualitas, siap kerja, dan siap berprestasi. Lulusan STTKD diharapkan mampu mengisi berbagai posisi strategis sebagai Staff bandara, Staff maskapai, dan Staff Air di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat Terbang Meraih Sukses Bersama STTKD, institusi ini terus membuktikan diri sebagai sekolah penerbangan terbaik yang konsisten melahirkan prestasi, membangun kompetensi, dan mengantarkan generasi muda Indonesia menuju masa depan gemilang di dunia aviasi.

Baca Juga : Tiga Taruna STTKD Lolos Formosa Talent Internship Program di National Formosa University Taiwan

Dosen STTKD Raih Jabatan Lektor, Bukti Nyata Mutu Sekolah Penerbangan Terbaik di Indonesia

Dosen STTKD Raih Jabatan Lektor, Bukti Nyata Mutu Sekolah Penerbangan Terbaik di Indonesia

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga dosen terbaiknya resmi meraih kenaikan jabatan akademik sebagai Lektor, sebuah capaian yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia dan komitmen institusi sebagai sekolah penerbangan unggulan di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa STTKD tidak hanya fokus pada pendidikan vokasi, tetapi juga pada penguatan akademik dosen.Adapun dosen yang memperoleh kenaikan jabatan akademik tersebut adalah Zenita Kurniasari, S.E., M.M., Dosen D3 Manajemen Transportasi, Faiz Albana, S.Kom., M.Kom., serta Anita Nur Masyi’ah, S.Pd., M.Pd., Dosen D4 Manajemen Transportasi Udara. Ketiganya dikenal aktif dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kedirgantaraan.

Capaian ini menunjukkan keseriusan STTKD dalam menjaga mutu akademik dan tata kelola pendidikan tinggi. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD terus mendorong dosennya untuk berkembang secara profesional agar mampu memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri penerbangan nasional maupun internasional.Kualitas dosen yang unggul berbanding lurus dengan kualitas lulusan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi taruna dan taruni STTKD yang dipersiapkan untuk berkarier sebagai Staff maskapai, Staff bandara, hingga Staff Air di berbagai perusahaan penerbangan dan kebandarudaraan. Lingkungan akademik yang kuat menjadi fondasi penting dalam mencetak SDM unggul.

Program studi yang ada di STTKD dirancang berbasis kebutuhan industri. Mulai dari manajemen transportasi udara, pelayanan kebandarudaraan, hingga operasional penerbangan, seluruhnya dibimbing oleh dosen-dosen yang kompeten dan berpengalaman. Inilah yang menjadikan STTKD sebagai pilihan utama masyarakat yang mencari sekolah penerbangan terbaik. Tak hanya itu, STTKD juga dikenal luas sebagai rujukan sekolah pramugari dan profesi pendukung penerbangan lainnya. Kurikulum yang terintegrasi dengan praktik lapangan membuat lulusan STTKD siap bersaing dan cepat terserap di dunia kerja, baik di bandara, maskapai, maupun perusahaan ground handling.

Kenaikan jabatan Lektor ini juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika STTKD untuk terus meningkatkan budaya riset dan inovasi. Dengan dosen yang aktif meneliti dan menulis karya ilmiah, mahasiswa mendapatkan wawasan terkini tentang dinamika industri penerbangan dan kebandarudaraan. Sebagai sekolah penerbangan, STTKD tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan etika profesional yang dibutuhkan dalam dunia aviasi. Nilai-nilai ini ditanamkan melalui peran dosen sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan.

Prestasi dosen STTKD ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi. Prestasi dosen STTKD ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi. Dengan semangat Terbang Meraih Sukses Bersama STTKD, institusi ini terus berkomitmen menjadi sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan lulusan unggul, dosen berprestasi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan dunia penerbangan Indonesia. Dengan semangat Terbang Meraih Sukses Bersama STTKD, institusi ini terus berkomitmen menjadi sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan lulusan unggul, dosen berprestasi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan dunia penerbangan Indonesia.

Baca juga : Tiga Taruna STTKD Lolos Formosa Talent Internship Program di National Formosa University Taiwan

Tiga Taruna STTKD Lolos Formosa Talent Internship Program di National Formosa University Taiwan

Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD). Tiga taruna dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara (MTU) berhasil lolos dan diterima mengikuti Formosa Talent Internship Program (FTIP) yang diselenggarakan oleh National Formosa University (NFU), Taiwan, untuk periode Spring 2026 selama satu semester penuh.

Ketiga taruna tersebut adalah Juan Pratama Gea, Gilang Tri Sandi, dan Ahmad Syarif Hilwanie. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas akademik, kompetensi global, serta kesiapan taruna STTKD dalam bersaing di kancah internasional, khususnya dalam program magang dan akademik bereputasi dunia.

Tiga Taruna STTKD Lolos Formosa Talent Internship Program di National Formosa University Taiwan 1

Program Internasional Bergengsi

Formosa Talent Internship Program merupakan salah satu program internasional unggulan yang dikelola oleh National Formosa University, Taiwan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman magang laboratorium, pembelajaran akademik, serta penguatan kompetensi global bagi mahasiswa internasional dari berbagai negara. Setiap peserta akan mengikuti program selama satu semester dengan beban studi setara 18 SKS, yang mencakup proyek magang (lab internship), mata kuliah profesional pilihan, serta kelas dasar bahasa Mandarin.

NFU sendiri dikenal sebagai salah satu universitas negeri unggulan di Taiwan yang memiliki kekuatan di bidang teknik, industri, manajemen, serta teknologi terapan. Program FTIP menjadi ajang strategis bagi mahasiswa internasional untuk terlibat langsung dalam kegiatan riset terapan, pengelolaan industri, hingga pengembangan keilmuan berbasis praktik.

Seleksi Ketat dan Kompetitif

Proses seleksi Formosa Talent Internship Program dikenal sangat ketat. Peserta harus melewati tahapan seleksi administrasi, penilaian akademik, kesiapan bahasa, hingga kesesuaian bidang studi dengan topik magang yang ditawarkan. Dalam FTIP Spring 2026, peserta yang diterima berasal dari berbagai negara seperti Jerman, India, Vietnam, Filipina, Thailand, hingga Indonesia.

Dari Indonesia sendiri, hanya sejumlah mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi yang dinyatakan lolos. Keberhasilan tiga taruna STTKD ini menjadi pencapaian yang sangat signifikan, mengingat persaingan berlangsung secara internasional dan melibatkan universitas-universitas besar.

Kontribusi Prodi D4 Manajemen Transportasi Udara

Sebagai taruna dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara, Juan Pratama Gea, Gilang Tri Sandi, dan Ahmad Syarif Hilwanie membawa latar belakang keilmuan yang relevan dengan bidang manajemen industri, transportasi, serta sistem operasional. Kompetensi ini sejalan dengan berbagai topik magang dan mata kuliah yang ditawarkan di NFU, khususnya pada bidang civil aviation engineering management, industrial management, decision support systems, dan pengelolaan operasional berbasis teknologi.

Keikutsertaan mereka dalam program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas personal, tetapi juga memperkuat reputasi Program Studi D4 MTU STTKD di tingkat internasional.

Pengalaman Akademik dan Budaya Global

Selama mengikuti FTIP Spring 2026, ketiga taruna STTKD akan menjalani berbagai aktivitas akademik dan non-akademik. Mereka akan terlibat langsung dalam proyek magang di bawah bimbingan profesor NFU, mengikuti mata kuliah profesional, serta berinteraksi dengan mahasiswa internasional dari berbagai latar belakang budaya.

Pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran lintas budaya yang sangat berharga. Selain memperkuat kemampuan akademik dan profesional, para taruna juga akan mengembangkan soft skills, seperti komunikasi internasional, kerja sama lintas budaya, manajemen waktu, serta adaptasi di lingkungan global.

Tak kalah penting, program ini juga membekali peserta dengan pengalaman hidup di Taiwan, termasuk pengenalan budaya lokal, sistem transportasi, serta kehidupan kampus internasional yang modern dan multikultural.

Harapan dan Dampak bagi STTKD

Keberhasilan tiga taruna STTKD ini diharapkan menjadi inspirasi bagi taruna lainnya untuk berani mengambil peluang internasional. Program seperti FTIP membuka wawasan bahwa mahasiswa vokasi, khususnya di bidang transportasi udara, memiliki peluang yang sangat besar untuk berkiprah di tingkat global.

Pihak institusi berharap, sepulangnya dari program ini, para taruna dapat menjadi agen perubahan dengan membagikan pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik yang diperoleh selama di NFU. Dampak jangka panjangnya adalah peningkatan kualitas lulusan STTKD yang berdaya saing internasional dan siap menghadapi tantangan industri penerbangan global.

Komitmen STTKD Internasionalisasi Pendidikan

Keikutsertaan taruna STTKD dalam Formosa Talent Internship Program juga sejalan dengan komitmen STTKD dalam mendorong internasionalisasi pendidikan, penguatan jejaring global, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi. Kerja sama internasional semacam ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi global.

Dengan semakin banyaknya taruna yang berhasil menembus program internasional, STTKD menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia.

Baca Juga : STTKD Mantapkan Kiprah Global: Resmi Jalin Kerja Sama Internasional dengan Kampus Terkemuka National Formosa University (NFU) Taiwan