STTKD Kuatkan Langkah Akademisi Menuju LPDP 2026: Pembekalan dan Pendampingan Dosen Berbasis Pengalaman Nyata

STTKD menggelar kegiatan pembekalan dan pendampingan bagi dosen yang bermaksud mengajukan Beasiswa LPDP Tahun 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesiapan akademisi dalam menembus studi lanjut. Acara ini digagas oleh SDM STTKD sebagai bentuk komitmen institusi dalam pengembangan kualitas dosen secara berkelanjutan. Program ini dirancang tidak hanya membekali aspek teknis administrasi, tetapi juga membangun mental, visi akademik, dan arah riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa.

Inisiatif ini selaras dengan semangat penguatan SDM unggul yang juga digaungkan di berbagai institusi pendidikan, termasuk sekolah penerbangan. Narasumber pertama, Herida Panji O., S.Pd., M.Pd., dosen tetap STTKD Yogyakarta, memperkaya kegiatan dengan perspektif internal kampus. Ia menekankan pentingnya peran SDM STTKD dalam membangun ekosistem akademik yang suportif melalui pendampingan berkelanjutan, mulai dari klinik penulisan proposal hingga simulasi wawancara. Strategi ini sejalan dengan penguatan institusi pendidikan vokasi, termasuk sekolah pramugari, dalam mencetak pendidik yang adaptif dan unggul.

Dalam sesi pendampingan, peserta diajak membedah kesalahan umum pendaftar, termasuk ketidaksinkronan antara rencana studi, latar belakang keilmuan, dan kontribusi pascastudi. Manggala menekankan pentingnya narasi akademik yang jujur, fokus, dan berdampak luas. Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan dunia profesional yang menuntut kompetensi dan visi jangka panjang, seperti yang dibutuhkan oleh Staff maskapai dan Staff bandara.

Narasumber kedua, Manggala Wiriya Tantra, M.Pd., berbagi pengalaman autentik sebagai awardee LPDP S3 di bidang Filsafat Universitas Gadjah Mada. Dengan latar belakang sebagai dosen di STABN Raden Wijaya Wonogiri, ia memaparkan perjalanan seleksi LPDP secara runtut, mulai dari penajaman proposal riset hingga strategi menghadapi wawancara. Paparan ini memberikan gambaran nyata bahwa keberhasilan LPDP bukan sekadar prestasi personal, melainkan buah dari perencanaan akademik yang matang, sebagaimana semangat mutu yang juga dijunjung oleh sekolah penerbangan terbaik.

Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi interaktif yang mendorong peserta menguji ide risetnya secara kritis. Melalui studi kasus dan praktik langsung, para dosen berlatih merumuskan urgensi riset, kontribusi keilmuan, serta relevansi kebijakan. Pendekatan aplikatif tersebut memperkuat kesiapan dosen menghadapi seleksi LPDP sekaligus menumbuhkan budaya akademik yang profesional, sebagaimana standar yang dibutuhkan Staff Airline. Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pembekalan ini membangun jejaring akademik dan budaya saling mendukung antardosen. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teknis pendaftaran, tetapi juga roadmap pengembangan diri yang terstruktur. Semangat kolaborasi ini mencerminkan praktik unggul di sekolah penerbangan yang menempatkan kualitas SDM sebagai fondasi utama kemajuan institusi.

Dari sisi kelembagaan, program yang digagas SDM STTKD ini memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan akademisi. Keberhasilan dosen menembus Beasiswa LPDP diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan visi sekolah penerbangan terbaik yang berdaya saing nasional dan internasional. Dengan dukungan narasumber berpengalaman serta komitmen kuat dari SDM STTKD, kegiatan pembekalan dan pendampingan LPDP 2026 ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan dosen unggul dan berwawasan global. Harapannya, semakin banyak dosen STTKD yang berhasil meraih LPDP dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan nasional serta dunia profesional seperti Staff maskapai, Staff bandara, sekolah pramugari, dan Staff Airline.

Baca juga : Taruna STTKD Kembali Raih Medali Emas Olimpiade Sains Tingkat Nasional