STTKD Yogyakarta Bersinergi dengan Kemdiktisaintek Menuju Indonesia Emas 2045

STTKD Yogyakarta Bersinergi dengan Kemdiktisaintek Menuju Indonesia Emas 2045

Momentum transformasi pendidikan tinggi di Indonesia terus bergerak seiring tantangan global yang semakin kompleks. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat inovasi, penggerak kolaborasi, dan motor penguatan daya saing bangsa. Di tengah dinamika tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta meneguhkan perannya sebagai institusi yang konsisten berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia sektor penerbangan dan kedirgantaraan nasional. Komitmen tersebut tercermin melalui kehadiran STTKD dalam agenda strategis nasional yang mempertemukan perguruan tinggi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Acara ini menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintah untuk mengakselerasi pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045. STTKD hadir membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan sebagai fondasi utama pengembangan pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri. Sebagai sekolah penerbangan yang berorientasi pada kebutuhan industri, STTKD terus menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekosistem pendidikan vokasi dan akademik. Partisipasi ini sekaligus memperkuat reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berkomitmen melahirkan lulusan profesional, berkarakter, dan siap berkompetisi secara global.

Melalui sinergi dengan Kemdiktisaintek, STTKD berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, keselamatan, dan standar internasional di bidang kedirgantaraan. Langkah ini bukan hanya tentang penguatan kelembagaan, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Dengan semangat tersebut, STTKD Yogyakarta menegaskan bahwa perannya melampaui ruang kelas, menjadi bagian dari gerakan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen STTKD dalam Agenda Nasional Pendidikan Tinggi

Kehadiran STTKD dalam kegiatan bersama Kemdiktisaintek menandai komitmen institusi untuk terlibat aktif dalam kebijakan strategis pendidikan tinggi nasional. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin, 5 Januari 2026, mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, sebagai bagian dari penguatan program Perguruan Tinggi Berdampak. Kegiatan berlangsung di Aula Graha Diktisaintek, Lantai 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat. Forum ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dengan jajaran Kemdiktisaintek untuk menyelaraskan visi, program, dan indikator kinerja pendidikan tinggi di Indonesia.

STTKD Yogyakarta Bersinergi dengan Kemdiktisaintek Menuju Indonesia Emas 2045

Dari pihak STTKD Yogyakarta, kehadiran institusi secara langsung diwakili oleh Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., sebagai bentuk komitmen pimpinan dalam mendukung agenda nasional. Partisipasi pimpinan tertinggi menunjukkan keseriusan STTKD dalam membangun sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah. Dalam forum tersebut, dibahas arah kebijakan pendidikan tinggi yang menitikberatkan pada dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional. STTKD menempatkan dirinya sebagai sekolah penerbangan yang siap menjawab kebutuhan sektor transportasi udara, keselamatan penerbangan, serta pengembangan teknologi kedirgantaraan. Kehadiran STTKD juga mencerminkan peran institusi dalam mendukung penguatan sumber daya manusia penerbangan, mulai dari level operasional hingga manajerial.

Sinergi ini membuka ruang kolaborasi dalam penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Dengan keterlibatan aktif dalam agenda nasional, STTKD menegaskan posisinya sebagai mitra strategis Kemdiktisaintek dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan Kedirgantaraan untuk Indonesia Emas 2045

Indonesia Emas 2045 menuntut kesiapan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, termasuk di sektor penerbangan dan transportasi udara. STTKD Yogyakarta memandang bahwa pendidikan kedirgantaraan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas nasional, pertumbuhan ekonomi, dan keselamatan penerbangan. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, regulasi internasional, serta perkembangan teknologi mutakhir. Program pendidikan di STTKD dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap berkiprah sebagai Staff maskapai, Staff bandara, tenaga operasional penerbangan, hingga profesional manajemen transportasi udara.

Melalui pendekatan berbasis kompetensi, mahasiswa dibekali keterampilan teknis, soft skills, serta pemahaman etika dan keselamatan yang menjadi fondasi industri penerbangan. STTKD juga mengembangkan jalur pendidikan bagi calon Staff Airline yang siap bersaing di lingkungan kerja yang dinamis dan berstandar internasional. Di sisi lain, STTKD turut memperkuat pendidikan layanan kabin melalui program sekolah pramugari yang menekankan profesionalisme, keselamatan, dan pelayanan prima. Sinergi dengan Kemdiktisaintek membuka peluang peningkatan kualitas riset terapan di bidang kedirgantaraan, keselamatan penerbangan, dan manajemen transportasi.

Riset dan inovasi tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan industri, mulai dari efisiensi operasional hingga peningkatan standar keselamatan penerbangan nasional. Dengan dukungan kebijakan nasional, STTKD semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pengembangan talenta penerbangan yang berorientasi masa depan. Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan sumber daya manusia sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Berdampak

Kemdiktisaintek melalui program Perguruan Tinggi Berdampak mendorong setiap institusi pendidikan tinggi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri. Dalam konteks ini, STTKD memposisikan diri sebagai sekolah penerbangan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan ekosistem transportasi udara nasional. Kolaborasi dengan pemerintah membuka ruang sinergi dalam pengembangan kebijakan, standardisasi kompetensi, serta peningkatan mutu lulusan. STTKD aktif membangun kemitraan dengan industri penerbangan untuk memastikan kesesuaian antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui program magang, praktik industri, dan kolaborasi riset, mahasiswa STTKD dipersiapkan menjadi Staff bandara, Staff maskapai, dan tenaga profesional yang siap pakai. Sinergi ini juga mendorong peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi penerbangan. Keterlibatan STTKD dalam agenda nasional menunjukkan bahwa institusi pendidikan kedirgantaraan memiliki peran strategis dalam pembangunan sektor transportasi. Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi wahana pertukaran gagasan, inovasi, dan praktik terbaik antar perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dengan pendekatan kolaboratif, STTKD dan Kemdiktisaintek membangun fondasi pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berorientasi dampak. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan kebijakan yang mendorong pemerataan akses, peningkatan mutu, dan relevansi pendidikan tinggi.Melalui kemitraan yang berkelanjutan, STTKD berkomitmen menjadi bagian dari transformasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Arah Masa Depan STTKD dalam Ekosistem Penerbangan Nasional

Ke depan, STTKD Yogyakarta menargetkan penguatan posisi sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berorientasi pada kualitas, keselamatan, dan inovasi. Pengembangan program studi, fasilitas pembelajaran, serta jejaring industri menjadi fokus utama untuk memastikan lulusan memiliki daya saing global. STTKD juga berkomitmen memperluas peran dalam pengembangan sumber daya manusia penerbangan, termasuk mencetak Staff Airline yang profesional dan berintegritas. Di bidang layanan kebandarudaraan, STTKD terus mempersiapkan lulusan yang kompeten sebagai Staff bandara, dengan pemahaman operasional, keselamatan, dan pelayanan publik. Program sekolah pramugari di STTKD diarahkan untuk menghasilkan tenaga kabin yang berstandar internasional, mengedepankan keselamatan, etika, dan hospitality.

Dalam ranah riset, STTKD memperkuat penelitian terapan yang mendukung efisiensi operasional, keselamatan penerbangan, dan pengembangan teknologi kedirgantaraan. Sinergi dengan Kemdiktisaintek menjadi katalis percepatan transformasi kelembagaan, kurikulum, dan tata kelola pendidikan tinggi. STTKD memandang bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dan berdampak.

Dengan kepemimpinan yang visioner, STTKD terus mengembangkan strategi jangka panjang yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Partisipasi aktif dalam agenda nasional memperkuat posisi STTKD sebagai institusi yang adaptif terhadap perubahan dan tuntutan global. Melalui komitmen, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan, STTKD Yogyakarta menegaskan perannya dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Taruna STTKD Tunjukkan Daya Saing di Kancah Internasional

Taruna STTKD Tunjukkan Daya Saing di Kancah Internasional

Prestasi demi prestasi kembali ditorehkan oleh taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Di penghujung tahun 2025, nama STTKD kembali bergema di panggung dunia, menegaskan kualitas pendidikan yang konsisten melahirkan insan kedirgantaraan berdaya saing global. Penghargaan internasional yang diraih bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan bukti bahwa sekolah penerbangan di Indonesia mampu bersanding dengan institusi terbaik dunia. Capaian ini memperkuat posisi STTKD sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik yang menyiapkan talenta unggul bagi industri aviasi.

Taruna STTKD Tunjukkan Daya Saing di Kancah Internasional

Tim taruna STTKD berhasil meraih penghargaan Most Inspiring Idea di National University of Singapore

Dalam kompetisi bergengsi bertajuk International Research Paper Competition Singapore 2025 yang diselenggarakan di National University of Singapore (NUS), tim taruna STTKD berhasil meraih penghargaan Most Inspiring Idea. Penghargaan tersebut diumumkan pada 18 Desember 2025, menandai momen bersejarah bagi kampus dan sivitas akademika. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dengan tradisi riset kuat. Setiap peserta ditantang menyajikan gagasan orisinal, aplikatif, dan berdampak luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan industri.

Bagi STTKD, keikutsertaan dalam ajang internasional ini bukanlah sekadar partisipasi, melainkan pernyataan bahwa pendidikan vokasi dan akademik di bidang kedirgantaraan Indonesia mampu menghasilkan karya berkelas dunia. Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa integrasi antara riset, praktik industri, dan pembentukan karakter menjadi fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang siap berkiprah sebagai Staff maskapai, Staff bandara, Staff Airline, hingga profesional penerbangan lainnya. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda yang bercita-cita meniti karier di dunia aviasi, termasuk mereka yang berminat pada sekolah pramugari maupun program teknis dan manajerial penerbangan.

Jejak Karya di Panggung Dunia

Kompetisi riset internasional di NUS dikenal selektif dan kompetitif. Dewan juri terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi industri yang menilai kualitas ide, metodologi, serta potensi implementasi di dunia nyata. Tim STTKD hadir dengan gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri kedirgantaraan modern. Kejelian membaca tantangan global menjadi kunci mengapa karya mereka dinilai paling menginspirasi.Di tengah persaingan yang ketat, presentasi tim menonjol melalui pendekatan solutif yang menggabungkan teknologi, keselamatan, dan efisiensi operasional. Inilah nilai tambah yang membuat karya mereka mendapat perhatian khusus.

Penghargaan Most Inspiring Idea diberikan kepada tim yang mampu memantik diskusi, membuka perspektif baru, dan menawarkan arah pengembangan yang berdampak luas. Bagi STTKD, ini adalah pengakuan atas kualitas riset mahasiswa di level internasional. Momen pengumuman pada 18 Desember 2025 di kampus NUS menjadi saksi betapa kerja keras, disiplin, dan kolaborasi lintas disiplin dapat mengantarkan taruna Indonesia ke panggung dunia. Keberhasilan ini juga mencerminkan efektivitas kurikulum STTKD yang menekankan problem solving berbasis riset, sejalan dengan kebutuhan industri penerbangan global yang dinamis.

Tak kalah penting, kemenangan ini menguatkan reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan gagasan strategis. Bagi sivitas akademika, prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mendorong budaya riset, publikasi, dan partisipasi dalam forum ilmiah internasional. Sementara bagi calon mahasiswa, capaian ini menjadi penanda bahwa memilih STTKD berarti memilih ekosistem pembelajaran yang membuka akses ke kompetisi global. Pada akhirnya, jejak karya di NUS membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu berkontribusi dalam percakapan ilmiah dunia, sekaligus memperkaya khazanah kedirgantaraan internasional.

Profil Tim Peraih Penghargaan

Kesuksesan ini tidak lepas dari kerja solid tim yang dipimpin oleh Gilang Tri Sandi, taruna program D4 Manajemen Transportasi Udara (MTU). Sebagai ketua kelompok, Gilang mengoordinasikan riset, menyatukan perspektif anggota, dan memastikan presentasi berjalan sistematis. Gilang dikenal sebagai sosok yang teliti dan visioner. Latar belakang manajemen transportasi udara memberinya sudut pandang strategis tentang efisiensi operasional dan kebutuhan industri penerbangan masa depan. Anggota pertama, Aulia Dea Fadzila, taruna S1 Teknik Dirgantara, menyumbangkan kekuatan pada aspek teknis dan analitis. Keahliannya memastikan bahwa gagasan yang diusung memiliki dasar ilmiah yang kokoh. Aulia menghadirkan pendekatan rekayasa yang presisi, menghubungkan teori dengan kemungkinan implementasi teknologi di lapangan.

Sinergi ini memperkaya kualitas riset tim. Anggota kedua, Rani Sawitri, taruna D3 Manajemen Transportasi (MT), berperan penting dalam pengolahan data, penyusunan kerangka operasional, dan penyelarasan ide dengan kebutuhan pengguna di sektor bandara dan maskapai. Rani menambahkan perspektif praktis yang membuat riset tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi juga aplikatif bagi Staff bandara dan Staff maskapai dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kolaborasi lintas program studi ini menjadi kekuatan utama tim. Perpaduan manajemen, teknik, dan operasional menciptakan solusi yang holistik dan relevan. Proses riset mereka dilalui dengan disiplin tinggi: perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, hingga simulasi penerapan. Setiap tahap didiskusikan secara terbuka untuk menjaga kualitas dan konsistensi.

Latihan presentasi dilakukan berulang kali untuk memastikan pesan tersampaikan dengan jelas kepada audiens internasional. Ketepatan bahasa, visualisasi data, dan alur argumen menjadi fokus utama. Ketika hari kompetisi tiba, tim tampil percaya diri. Pertanyaan dari juri dijawab dengan argumentasi berbasis data dan pengalaman akademik, mencerminkan kematangan riset yang telah dipersiapkan. Keberhasilan ini bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari etos belajar, bimbingan dosen, dan lingkungan kampus yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Bagi ketiganya, penghargaan ini menjadi batu loncatan untuk terus berkarya di ranah global, baik sebagai peneliti, praktisi industri, maupun inovator di bidang aviasi.

Makna Prestasi bagi STTKD dan Industri Aviasi

Penghargaan internasional ini mempertegas peran STTKD sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kedirgantaraan yang unggul. Kampus tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga pemikir strategis. Bagi industri, capaian ini menunjukkan bahwa talenta dari sekolah penerbangan Indonesia memiliki kualitas setara dengan lulusan universitas ternama dunia. Hal ini membuka peluang kolaborasi riset dan rekrutmen. Kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi penerbangan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan. Integrasi riset dalam pembelajaran mendorong mahasiswa berpikir kritis sejak dini. Prestasi ini juga berdampak pada citra STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang konsisten menghadirkan inovasi. Reputasi ini penting dalam menarik mitra industri, lembaga internasional, dan calon mahasiswa berkualitas.

Bagi dunia kerja, lulusan yang terbiasa dengan riset dan kompetisi internasional memiliki keunggulan dalam analisis masalah, komunikasi global, dan kepemimpinan. Mereka siap berperan sebagai Staff Airline, pengelola bandara, maupun pengembang sistem penerbangan. Ke depan, tantangan industri aviasi akan semakin kompleks: keberlanjutan, keselamatan, efisiensi energi, dan transformasi digital. Prestasi tim STTKD menunjukkan kesiapan generasi muda menjawab tantangan tersebut. Di sisi lain, kemenangan ini menginspirasi program-program lain di kampus untuk meningkatkan kualitas riset mahasiswa. Budaya kompetisi sehat akan melahirkan lebih banyak inovasi. Bagi calon taruna yang bercita-cita menjadi profesional penerbangan, baik melalui jalur teknis, manajerial, maupun layanan seperti sekolah pramugari, kisah ini menjadi bukti bahwa mimpi global dapat diraih dari kampus di tanah air.

Prestasi ini juga memperkuat jejaring internasional STTKD. Hubungan dengan institusi seperti National University of Singapore membuka peluang pertukaran akademik, kolaborasi riset, dan pengembangan kurikulum bersama. Lebih luas, capaian ini turut mengangkat nama Indonesia di kancah pendidikan kedirgantaraan dunia. Setiap penghargaan adalah pesan bahwa bangsa ini memiliki talenta yang siap bersaing dan berkontribusi. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan integritas, STTKD terus melangkah, mencetak generasi yang siap mengudara di dunia profesional sekaligus menginspirasi masa depan industri aviasi. Prestasi di Singapura ini menjadi tonggak baru. Dari Yogyakarta ke panggung dunia, taruna STTKD membuktikan bahwa kualitas, dedikasi, dan visi global adalah sayap yang membawa mereka terbang lebih tinggi.

 

Baca juga : Taruna STTKD Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

STTKD Yogyakarta Peduli Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Kepedulian Kemanusiaan sebagai Nilai Dasar Sekolah Penerbangan

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah membawa duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Ribuan warga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan rumah, harta benda, serta sumber penghidupan. Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan kepedulian dari berbagai pihak menjadi harapan besar bagi para korban yang sedang berjuang untuk bangkit kembali. Sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kedirgantaraan, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta merasa terpanggil untuk turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Sebagai sekolah penerbangan, STTKD Yogyakarta tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan profesionalisme, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada seluruh sivitas akademika. Nilai kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari karakter insan aviasi.

Dunia penerbangan menuntut kepekaan, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap keselamatan dan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, STTKD Yogyakarta terus menanamkan nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek pendidikan, baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Berangkat dari semangat tersebut, STTKD Yogyakarta membuka penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian kampus terhadap sesama, sekaligus penguatan karakter taruna-taruni sebagai calon profesional di dunia penerbangan. Seruan kemanusiaan ini disampaikan dengan pesan yang menyentuh hati, bahwa saudara-saudara kita yang terdampak bencana sedang membutuhkan uluran tangan. STTKD Yogyakarta mengajak seluruh keluarga besar kampus untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian melalui donasi, dengan keyakinan bahwa bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti.

Antusiasme dan kepedulian ini mencerminkan nilai luhur yang terus dijaga oleh STTKD Yogyakarta sebagai sekolah penerbangan terbaik. Kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki hati nurani dan rasa tanggung jawab sosial. Aksi penggalangan dana ini juga menjadi refleksi bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membentuk manusia yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Inilah nilai yang terus ditanamkan STTKD Yogyakarta kepada seluruh taruna dan taruni. Melalui kegiatan ini, STTKD Yogyakarta ingin menegaskan bahwa empati dan solidaritas merupakan fondasi penting dalam dunia aviasi, yang kelak akan dijalani oleh para lulusan sebagai Staff maskapai, Staff bandara, Staff Airline, maupun profesi lainnya. Kepedulian yang tumbuh di lingkungan kampus diharapkan menjadi kebiasaan positif yang akan terus terbawa hingga taruna-taruni memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kemanusiaan tersebut, STTKD Yogyakarta membuktikan bahwa institusi pendidikan penerbangan dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi bangsa.

Penggalangan Dana sebagai Wujud Solidaritas Nyata Sivitas Akademika

Penggalangan dana kemanusiaan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh unsur sivitas akademika STTKD Yogyakarta. Taruna, taruni, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni turut berpartisipasi dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan. Respons positif terlihat sejak awal kegiatan. Banyak pihak yang tergerak untuk berdonasi sebagai bentuk empati terhadap korban bencana alam. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa nilai kepedulian telah mengakar kuat di lingkungan sekolah penerbangan STTKD Yogyakarta. Tidak hanya dari internal kampus, dukungan juga datang dari alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor industri penerbangan nasional. Alumni yang bekerja sebagai Staff maskapai, Staff bandara, dan Staff Airline turut memberikan kontribusi sebagai wujud kepedulian terhadap almamater dan sesama.

Melalui proses penggalangan dana yang transparan dan akuntabel, STTKD Yogyakarta berhasil menghimpun dana sebesar Rp18.500.000. Jumlah ini merupakan hasil dari kepedulian kolektif yang menunjukkan kuatnya solidaritas keluarga besar STTKD Yogyakarta.Dana yang terkumpul tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga mengandung nilai kemanusiaan yang sangat besar. Setiap rupiah yang diberikan menjadi simbol empati dan harapan bagi para korban bencana alam. STTKD Yogyakarta memastikan bahwa dana yang terkumpul akan disalurkan secara tepat sasaran dan bertanggung jawab. Sebagian dana akan diberikan kepada taruna-taruni STTKD yang berasal dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak langsung oleh bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga taruna-taruni, sekaligus memberikan dukungan moral agar mereka tetap semangat dalam menempuh pendidikan di STTKD Yogyakarta.

Selain itu, dana penggalangan juga akan disalurkan langsung ke lokasi bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak secara luas. Penyaluran bantuan dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan rasa empati. Kegiatan ini menjadi pembelajaran nyata bagi taruna-taruni bahwa solidaritas dan kepedulian sosial adalah bagian penting dari kehidupan, termasuk dalam dunia profesional penerbangan. Melalui aksi ini, STTKD Yogyakarta menanamkan nilai bahwa insan aviasi harus siap hadir dan membantu dalam situasi darurat, baik di udara maupun di darat.

STTKD Yogyakarta: Mendidik Insan Aviasi yang Profesional dan Humanis

Aksi kemanusiaan ini menegaskan komitmen STTKD Yogyakarta dalam membentuk lulusan yang profesional sekaligus berkarakter. Pendidikan di STTKD Yogyakarta tidak hanya menekankan aspek teknis dan akademik, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD Yogyakarta berupaya menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial dalam setiap proses pendidikan. Hal ini diyakini sebagai bekal penting bagi taruna-taruni dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Taruna-taruni STTKD Yogyakarta dipersiapkan untuk menjadi profesional yang siap berkontribusi di industri penerbangan sebagai Staff maskapai, Staff bandara, awak kabin, teknisi, maupun tenaga pendukung lainnya. Namun lebih dari itu, mereka juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki empati, kepedulian, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Sebagai sekolah pramugari dan institusi pendidikan kedirgantaraan, STTKD Yogyakarta menanamkan nilai pelayanan dengan hati sebagai bagian dari budaya kampus.

Pelayanan terbaik dalam dunia penerbangan berawal dari kepedulian terhadap manusia, baik penumpang, rekan kerja, maupun masyarakat luas. Kegiatan penggalangan dana ini menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kampus sehari-hari. STTKD Yogyakarta berharap aksi solidaritas ini dapat menginspirasi taruna-taruni untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial di mana pun mereka berada.Kepedulian terhadap korban bencana alam merupakan tanggung jawab bersama sebagai bagian dari bangsa Indonesia. STTKD Yogyakarta akan terus berkomitmen untuk hadir dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari peran institusi pendidikan. Menjadi sekolah penerbangan terbaik bukan hanya diukur dari prestasi akademik dan fasilitas, tetapi juga dari sejauh mana kampus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga aksi kemanusiaan ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, serta menjadi wujud nyata nilai kepedulian yang terus hidup di lingkungan STTKD Yogyakarta.

Taruna STTKD Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Kilau Prestasi Taruna STTKD di Ajang Ilmiah Nasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) setelah berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Phinisi XI 2025 yang berlangsung pada 22 November 2025 di Universitas Hasanuddin. Kemenangan ini tidak hanya menjadi pencapaian luar biasa di bidang akademik, tetapi juga memperkuat posisi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan generasi unggul di bidang teknologi dan riset. Kompetisi ini diikuti puluhan perguruan tinggi besar dari berbagai wilayah Indonesia, namun taruna STTKD berhasil menunjukkan performa luar biasa sejak awal penjurian hingga tahap final. Sorotan prestasi ini kembali mengibarkan nama STTKD di kancah ilmiah nasional.

Judul penelitian “Smart-Climate Ventilation: Analisis Desain Kandang Unggas Closed-House Berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk Mitigasi Stres Panas di Iklim Tropis” menjadi motor kemenangan tim. Penelitian tersebut memadukan ketelitian ilmiah, penerapan teknologi CFD, dan inovasi solusi untuk sektor peternakan tropis melalui pendekatan rekayasa sistem ventilasi. Keberanian menyajikan penelitian lintas ilmu itulah yang membuat para dewan juri terpukau sehingga menilai karya tim STTKD sebagai karya ilmiah terbaik pada tahun ini. Hal ini sekaligus membuktikan kualitas pembelajaran yang diterapkan di STTKD sangat berperan dalam membentuk generasi peneliti kompeten.

Tim pemenang dipimpin oleh Aulia Dea Fadzila, taruna dari Program Studi S1 Teknik Dirgantara, yang dikenal sebagai sosok teliti dan tegas dalam pemaparan argumentasi ilmiah. Sebagai ketua, Aulia menunjukkan kemampuan memimpin tim sekaligus mempertahankan segala argumen ilmiah dengan data yang kuat di depan juri. Sikap percaya diri dan kecerdasan analitisnya menunjukkan kualitas unggulan lulusan STTKD yang siap menjadi pemimpin di dunia akademik maupun industri. Keteladanan ini menjadi inspirasi besar bagi taruna lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi.

Anggota tim yaitu Ibnu Faluti, juga taruna dari S1 Teknik Dirgantara, memainkan peran vital dalam penyusunan metodologi penelitian khususnya pada pemodelan CFD. Kemampuan teknis dan pemahaman komputasi yang mendalam membuat kualitas penelitian ini sangat kuat dari aspek saintifik. Ibnu menunjukkan bahwa taruna STTKD tidak hanya dibekali teori, tetapi juga mampu menerapkan teknologi tingkat lanjut untuk menyelesaikan persoalan nyata. Kontribusinya menjadi salah satu kunci kemenangan tim dalam kompetisi nasional ini.

Pada saat yang sama, Aldia Penta Musa, taruna S1 Teknik Dirgantara, memperkuat tim melalui penyusunan analisis statistika dan pembahasan hasil penelitian. Kemampuan Aldia dalam menyusun interpretasi data membawa penelitian menjadi utuh, meyakinkan, dan relevan dengan tantangan lingkungan tropis. Pembahasan yang sistematis dan mendalam menjadi nilai plus dalam penilaian akhir kompetisi. Ketegasan Aldia saat menjawab pertanyaan juri menambah nilai profesionalitas tim sebagai calon ilmuwan sekaligus pemimpin masa depan.

Perjalanan Menuju Gelar Juara dan Mental Tangguh yang Dibangun

Persiapan kompetisi telah dilakukan jauh sebelum lomba berlangsung. Para dosen pembimbing memberikan pendampingan intensif sejak perancangan ide riset hingga simulasi presentasi ilmiah. Tekanan akademik dan waktu riset yang padat justru membuat tim semakin solid dan terbiasa bekerja dalam ritme tinggi. Disiplin ala dunia aviasi turut diterapkan dalam proses persiapan sehingga membentuk mental juara yang kuat. Proses ini menjadi bagian penting pembentukan karakter unggulan taruna STTKD.

Lomba berlangsung dalam beberapa tahap penilaian mulai dari seleksi naskah ilmiah, wawancara riset, hingga presentasi final. Setiap tahap menuntut kualitas akademik dan kemampuan komunikasi terbaik. Dalam semua tahapan tersebut, tim STTKD menunjukkan keunggulan baik pada aspek data empiris, kejelasan struktur riset, maupun penguasaan materi teknis. Ketegasan mereka dalam mempertahankan argumen menjadi perhatian besar para dewan juri. Kemenangan ini adalah hasil dari perjalanan panjang penuh perjuangan intelektual.

Saat presentasi final, suasana kompetisi semakin menantang karena seluruh finalis berasal dari kampus-kampus unggulan Indonesia. Namun rasa gugup tidak mengurangi fokus tim STTKD. Dengan presentasi yang runtut serta demonstrasi simulasi CFD langsung di hadapan juri, tim berhasil memukau peserta dan penonton yang hadir. Penguasaan bahasa ilmiah yang baik, kemampuan memvisualisasikan model simulasi, serta penjelasan sederhana namun padat menjadi keunggulan yang jarang dimiliki peserta lain. Panel juri bahkan memberikan komentar positif mengenai inovasi penelitian yang dinilai sangat relevan bagi negara tropis.

Saat pengumuman pemenang, sorak sorai bergemuruh ketika nama STTKD dinyatakan sebagai peraih Juara 1. Para taruna langsung saling berpelukan penuh haru sebagai wujud rasa bangga dan syukur atas perjuangan panjang mereka. Bagi kampus, kemenangan ini merupakan simbol keberhasilan pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada teori tetapi juga riset terapan. Kemenangan tersebut disambut meriah oleh seluruh civitas akademika STTKD melalui pesan ucapan selamat dari dosen, alumni, hingga rekan antar prodi.

Prestasi ini membuktikan bahwa taruna STTKD dapat bersaing dan unggul bukan hanya di bidang penerbangan tetapi juga akademik dan riset ilmiah. Hal ini mendukung reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya menyiapkan taruna menjadi Staff Airline, Staff Maskapai, atau Staff Bandara, tetapi juga menjadi peneliti, inovator, dan pemimpin dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Pendidikan di STTKD terbukti menciptakan SDM yang siap bersaing di dunia profesional dan akademik.

 

Makna Prestasi Bagi Kemajuan Kampus dan Dunia Pendidikan Aviasi

Kemenangan ini memberikan citra positif besar bagi STTKD sebagai institusi akademik unggulan yang mampu menghasilkan karya riset tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa dunia akademik di sekolah penerbangan dapat berkembang lebih luas daripada sekadar ilmu aeronautika. Paradigma baru kini muncul bahwa taruna penerbangan juga bisa menjadi ilmuwan dan inovator. Hal ini semakin memperkuat STTKD sebagai lembaga pendidikan unggul multidimensi.

Dampak prestasi ini dirasakan langsung oleh internal kampus. Semakin banyak taruna yang termotivasi mengikuti kompetisi ilmiah tingkat nasional bahkan internasional. Kultur akademik dan riset menjadi semakin kuat karena taruna melihat bukti nyata bahwa kerja keras dapat membawa hasil besar. Para dosen juga merasa bangga karena ilmu yang diberikan dapat berkontribusi pada kemenangan mahasiswa. Atmosfer akademik ini menjadikan STTKD semakin siap menghadapi tantangan pendidikan modern.

Selain itu, prestasi ini menarik perhatian dunia industri, termasuk perusahaan penerbangan dan produsen teknologi. Banyak pihak yang mulai melirik STTKD sebagai pusat lahirnya SDM unggul yang tidak hanya siap bekerja tetapi siap memimpin inovasi. Lulusan STTKD kini dipandang tidak sekadar calon Staff Maskapai, Staff Bandara, atau Staff Airline, tetapi calon ahli teknologi dirgantara dengan kemampuan riset yang sangat baik. Pengakuan dunia industri semakin memperkuat jaringan karier bagi para lulusan.

Kemenangan ini juga memperluas kerja sama akademik dan riset dengan berbagai institusi pendidikan tinggi Indonesia. Universitas Hasanuddin bahkan menyampaikan langsung apresiasi kepada STTKD karena dianggap membawa standar baru dalam kompetisi ilmiah nasional. Kerja sama lanjutan seperti riset bersama, pertukaran akademik, dan seminar nasional telah mulai dibahas. STTKD semakin diakui sebagai mitra akademik yang strategis di bidang teknologi.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di STTKD telah melampaui batas stereotip kampus penerbangan konvensional. Kampus kini dikenal sebagai sekolah pramugari, sekolah penerbangan terbaik, dan sekaligus kampus riset teknologi unggul. Tidak ada lagi batasan bagi taruna STTKD untuk berkarya dalam bidang apa pun selama mereka memiliki disiplin, kreativitas, dan orientasi masa depan. Hal ini menciptakan kebanggaan baru dalam dunia pendidikan Indonesia.

Harapan, Langkah Strategis, dan Masa Depan Prestasi Taruna STTKD

Kemenangan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju prestasi tingkat nasional dan internasional berikutnya. Tim juara berharap penelitian mereka dapat dipublikasikan pada jurnal internasional agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat ilmiah. Mereka juga berencana mengembangkan riset CFD ini untuk sektor lain seperti ventilasi industri dan perkotaan. Ambisi besar mereka menunjukkan bahwa taruna STTKD memiliki orientasi global dalam berkarya.

Manajemen kampus menyampaikan komitmen kuat untuk memperluas dukungan terhadap kegiatan riset ilmiah mahasiswa. Pengembangan laboratorium, fasilitas komputasi CFD, hingga peningkatan kolaborasi riset luar kampus akan terus diwujudkan. STTKD ingin memastikan bahwa setiap taruna memiliki akses terhadap teknologi terbaik untuk mengembangkan penelitian berkualitas tinggi. Inilah langkah strategis kampus untuk memperkuat posisi sebagai pusat riset teknologi penerbangan di Indonesia.

Ke depan, taruna STTKD diharapkan terus mempertahankan mental pemenang dan budaya prestasi. Dunia penerbangan membutuhkan SDM berkualitas tinggi yang cerdas, berkarakter, dan berdedikasi. Dengan bekal disiplin akademik dan praktik profesional, lulusan STTKD memiliki keunggulan kompetitif memasuki berbagai profesi termasuk Staff Bandara, Staff Airline, Staff Maskapai, teknisi, peneliti, hingga insinyur dirgantara. Pendidikan yang menyeluruh ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua institusi.

Prestasi ini semakin memperkuat nilai bahwa generasi muda perlu berani berkompetisi dan mencoba hal baru. Keberhasilan taruna dalam riset CFD membuktikan bahwa peluang kontribusi anak bangsa dalam teknologi sangat besar jika diberi ruang dan dukungan. Semangat inovasi ini kini menyebar ke berbagai program studi dalam kampus dan mendorong pembentukan komunitas riset antartaruna. Semakin banyak karya ilmiah yang lahir, semakin kuat peran STTKD dalam kemajuan ilmu pengetahuan nasional.

Prestasi tim pada LKTIN Phinisi XI 2025 mengajarkan satu hal penting: bahwa langit bukanlah batas, melainkan awal dari perjalanan besar. Semangat terbang tinggi bukan hanya milik dunia penerbangan, tetapi juga milik para peneliti, pemimpin, dan generasi yang bercita-cita besar. Seluruh civitas STTKD percaya bahwa kemenangan ini akan menjadi pijakan menuju prestasi lebih besar di masa depan, dan taruna STTKD akan terus mengukir prestasi untuk mengharumkan almamater, bangsa, dan dunia aviasi Indonesia.

STTKD Mantapkan Kiprah Global: Resmi Jalin Kerja Sama Internasional dengan Kampus Terkemuka National Formosa University (NFU) Taiwan

Langkah Besar STTKD Menuju Kolaborasi Global

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali membuktikan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang progresif dengan menjalin kerja sama internasional bersama National Formosa University (NFU), Taiwan. Langkah penting ini memperluas jangkauan akademik STTKD ke ranah global dan menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan standar pendidikan bertaraf internasional untuk dunia aviasi. Di tengah kompetisi SDM penerbangan yang semakin ketat, kolaborasi dengan NFU menjadi bukti nyata bahwa STTKD siap menjawab tantangan zaman. Kerja sama ini juga menjadi keberlanjutan misi STTKD dalam mencetak lulusan unggul yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia. Inilah babak baru bagi STTKD dalam meneguhkan reputasinya sebagai sekolah penerbangan terbaik.

Penandatanganan Memorandum of Understanding dilaksanakan dengan penuh kehormatan di Ruang Kuliah Umum (RKU) atau Ruang Albatros STTKD. Atmosfer ruangan mencerminkan semangat kolaborasi dan strategi masa depan untuk membangun hubungan akademik lintas negara. Seluruh tamu undangan hadir dengan antusias menyambut tonggak baru sejarah pendidikan penerbangan di Indonesia. Kehadiran NFU menjadi simbol kepercayaan internasional terhadap kemampuan dan kapasitas STTKD. Acara berlangsung formal namun hangat, mencerminkan kekuatan persahabatan akademik yang kini terjalin antara dua institusi. Semua pihak memahami bahwa momen ini adalah langkah fundamental menuju transformasi besar.

 

Acara monumental ini dihadiri oleh jajaran pimpinan STTKD, termasuk Ketua STTKD Dr. Erwin Irmawan, S.Si., M.Cs., Ketua Senat Sugiri, A.Md., S.Pd., M.Eng., serta para Wakil Ketua dan seluruh Kaprodi. Kehadiran lengkap jajaran struktural menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan prioritas strategis untuk masa depan kampus. Dukungan penuh dari jajaran internal menunjukkan bahwa STTKD siap menguatkan level akademik dan operasional ke standar internasional. Setiap pemangku kepentingan turut terlibat sebagai representasi kesiapan institusi menyongsong kolaborasi global. Dengan dukungan ini, kerjasama dipastikan berlanjut ke implementasi nyata dan bukan sekadar kesepakatan di atas kertas. Inilah kolaborasi yang akan menghasilkan dampak langsung bagi perkembangan kampus.

Sementara itu, NFU mengirimkan dua delegasi penting yaitu Prof. Robert Yen-Kun Lin selaku Director of the Office of International Affairs serta Peggy Pei-Rong Jiang selaku Project Coordinator. Keduanya hadir sebagai simbol kepercayaan NFU terhadap kualitas dan prospek kerja sama dengan STTKD. Di tengah banyaknya institusi yang berminat bermitra dengan NFU, kehadiran mereka secara langsung merupakan kehormatan besar bagi civitas akademika STTKD. Para delegasi menyampaikan apresiasi terhadap sambutan hangat dan kesiapan fasilitas pendidikan di STTKD. Petugas protokoler internasional memastikan acara berjalan lancar sesuai standar kerjasama akademik global. Semua tatap mata para peserta menggambarkan harapan besar menuju masa depan pendidikan yang lebih maju.

 

Kerja sama STTKD dan NFU bukan hanya bersifat formal, tetapi mencerminkan visi besar untuk membangun ekosistem pendidikan modern berbasis internasionalisasi. Dunia penerbangan membutuhkan SDM unggul yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman dan wawasan global. Dengan kerja sama ini, STTKD semakin siap melahirkan tenaga profesional seperti staff maskapai, staff bandara, sekolah pramugari, dan staff airline yang mampu beradaptasi dengan standar industri internasional. Proses pendidikan akan semakin terhubung dengan kebutuhan pasar kerja global. Sinergi dua institusi ini menjadi fondasi baru untuk mengakselerasi pendidikan vokasi penerbangan di Indonesia. Ini adalah transformasi nyata menuju kualitas SDM berskala dunia.

Melalui momen ini, STTKD menyampaikan kepada publik bahwa dunia pendidikan tinggi vokasi harus dinamis mengikuti era globalisasi, khususnya dalam industri aviasi. Kolaborasi lintas negara adalah kebutuhan strategis agar lulusan mampu menguasai perkembangan teknologi dan tren internasional. Dengan jangkauan kerja sama yang semakin luas, STTKD memiliki landasan kuat untuk melangkah menuju status global aviation campus. Komitmen kampus dalam meningkatkan mutu pendidikan kini semakin nyata dan terukur melalui kemitraan internasional. Perkembangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan internal STTKD, tetapi juga kontribusi besar bagi masa depan industri penerbangan Indonesia. Inilah bukti nyata peningkatan kualitas pendidikan melalui Diplomasi Akademik Global.

Jalannya Acara MoU: Meriah, Sakral, dan Penuh Makna

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh MC sebagai awal rangkaian kegiatan resmi. Seluruh peserta berdiri dengan khidmat saat Lagu Kebangsaan Indonesia dikumandangkan, disusul dengan Lagu Kebangsaan Taiwan sebagai simbol penghormatan bagi kedua negara. Atmosfer nasionalisme dan persahabatan terasa kuat sejak awal pelaksanaan acara. Kegiatan ini memperlihatkan penghormatan tinggi terhadap nilai‐nilai kebangsaan serta rasa saling menghargai antar negara mitra. Para tamu undangan mengikuti prosesi penuh hikmat dan kesopanan. Momentum awal tersebut membangun suasana positif untuk keseluruhan acara.

Suasana semakin meriah saat penampilan tarian tradisional khas Nusantara ditampilkan di depan delegasi internasional. Tarian ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk diplomasi budaya yang menunjukkan kekayaan seni dan warisan Indonesia. Delegasi NFU tampak menikmati setiap gerakan dan makna budaya yang tersirat dalam pertunjukan tersebut. Para penari memberikan penampilan terbaik untuk menyambut tamu kehormatan dari Taiwan. Penonton memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai bentuk apresiasi terhadap keindahan budaya bangsa. Diplomasi budaya menjadi jembatan emosional sebelum memasuki inti kegiatan kerja sama akademik.

Agenda dilanjutkan dengan penayangan profil STTKD dan NFU yang menampilkan prestasi, program unggulan, fasilitas pendidikan, dan visi kedua institusi. Tayangan multimedia ini menjadi informasi penting bagi delegasi dan peserta untuk memahami kapabilitas masing-masing perguruan tinggi. Profil STTKD memperlihatkan keunggulan kampus sebagai sekolah penerbangan terbaik dengan fasilitas praktikum modern. Sementara itu profil NFU menampilkan kekuatan kampus dalam bidang teknik, teknologi, engineering, dan kolaborasi internasional. Penayangan ini menunjukkan bahwa kedua institusi memiliki potensi besar untuk saling melengkapi. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa kerja sama ini memiliki prospek yang luas dan strategis.

Setelah itu, Ketua STTKD Dr. Erwin Irmawan, S.Si., M.Cs. memberikan sambutan yang sangat inspiratif mengenai visi pendidikan global STTKD ke depan. Beliau menegaskan bahwa internasionalisasi kampus bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan untuk menyiapkan lulusan yang unggul dan kompetitif. Pada momen ini, seluruh tamu undangan menyimak dengan penuh perhatian, memahami keseriusan transformasi yang sedang dilakukan STTKD. Sambutan kemudian dibalas oleh perwakilan NFU yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kehormatan dan kesiapan STTKD sebagai mitra internasional. Mereka menyampaikan keyakinan bahwa kerja sama ini akan berjalan kuat dan saling mendukung dalam jangka panjang. Pidato kedua pemimpin institusi menjadi simbol keselarasan visi global.

Memasuki puncak acara, Signing Ceremony berlangsung pukul 08.55 – 09.20 WIB dalam suasana penuh keharuan dan kebanggaan. Dua institusi menandatangani dokumen resmi MoU yang menjadi dasar pelaksanaan kolaborasi internasional. Setiap kamera mengabadikan momen penting tersebut sebagai bagian dari sejarah perjalanan STTKD menuju level global. Setelah penandatanganan, kedua institusi saling bertukar cinderamata sebagai simbol persaudaraan, kepercayaan, dan kemitraan jangka panjang. Tepuk tangan membahana di seluruh ruangan menyambut momen bersejarah ini. Semua peserta sadar bahwa momentum ini akan berdampak jangka panjang bagi kemajuan pendidikan aviasi.STTKD Mantapkan Kiprah Global: Resmi Jalin Kerja Sama Internasional dengan Kampus Terkemuka National Formosa University (NFU) Taiwan

Rangkaian acara berlanjut dengan sesi foto bersama seluruh delegasi, jajaran pimpinan, dan tamu undangan. Foto-foto tersebut menjadi dokumentasi monumental perjalanan global STTKD yang kini memasuki babak baru. Setelah sesi foto berakhir, acara ditutup pukul 09.45 WIB oleh MC secara resmi, namun rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan suasana hangat dan penuh interaksi akademik. Delegasi NFU mengikuti Campus Tour, Class Visit, dan Practical Class Visit untuk melihat langsung fasilitas pembelajaran dan laboratorium di STTKD. Mereka memberikan apresiasi terhadap kesiapan fasilitas kampus dalam mendukung pendidikan vokasi penerbangan dan teknologi. Acara ditutup dengan Sosialisasi NFU kepada taruna pukul 10.30 – 11.30 WIB yang memperkenalkan peluang akademik studi luar negeri bagi mahasiswa STTKD.

Peluang dan Manfaat Kerja Sama bagi Taruna STTKD

Kerja sama ini membuka kesempatan emas bagi taruna STTKD untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa, short course, summer school, hingga kuliah lintas kampus di Taiwan. Dengan lingkungan akademik internasional, taruna akan mendapatkan pengalaman belajar langsung bersama mahasiswa dari berbagai negara. Hal ini meningkatkan pemahaman budaya, bahasa, dan etika akademik global yang sangat dibutuhkan di era penerbangan modern. Kegiatan internasional juga menjadi pengalaman berharga untuk mengasah soft skills seperti komunikasi dan kemampuan adaptasi. Semua ini akan memperkuat daya saing lulusan STTKD dalam dunia kerja. Tantangan global kini dapat dijawab melalui peningkatan kualitas pembelajaran bertaraf internasional.

Selain pertukaran akademik, program magang internasional menjadi peluang berharga yang akan dibuka melalui jaringan industri NFU. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan praktik kerja pada perusahaan berbasis teknologi, engineering, dan industri penerbangan. Pengalaman magang internasional memberikan nilai tambah signifikan bagi calon staff maskapai, staff bandara, staff airline, dan sekolah pramugari untuk memasuki dunia kerja. Dengan standar kerja internasional, taruna dapat memahami pola kerja profesional dan manajemen pelayanan berkelas dunia. Koneksi industri ini akan memperluas peluang rekrutmen dan karier di dalam maupun luar negeri. Kolaborasi ini menjadi jembatan nyata menuju mimpi karier global taruna STTKD.

Kerja sama akademik juga akan memperkuat penelitian dosen melalui joint research antara kedua institusi. Topik riset mencakup bidang teknologi penerbangan, engineering, otomasi, drone, dan industri 5.0. Karya ilmiah bersama akan menjadi kontribusi besar bagi perkembangan industri dan akademik di dua negara. Selain itu, kelas tamu internasional dan kuliah online bersama akan diadakan untuk memperluas wawasan akademik taruna. Ini membuat proses belajar semakin dinamis dan adaptif dengan perkembangan teknologi. STTKD tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga individu yang kaya wawasan dan inovatif.

Standar kurikulum STTKD juga akan ditingkatkan melalui sinkronisasi kurikulum bersama NFU. Hal ini membuat pembelajaran semakin selaras dengan standar internasional sehingga lulusan dapat mengikuti perkembangan industri global. Pembelajaran berbasis riset dan praktik industri semakin diperkuat demi menghasilkan SDM unggul. Dengan kurikulum bertaraf dunia, STTKD semakin solid sebagai sekolah penerbangan terbaik yang mampu menghadirkan pendidikan modern dan relevan. Lulusan akan mendapatkan manfaat langsung karena pembelajaran lebih terarah pada kebutuhan real industri. Inilah kunci keberhasilan pendidikan vokasi berbasis global.

Taruna juga akan mendapatkan pelatihan budaya, bahasa, dan etika kerja yang berperan penting dalam transisi menuju dunia kerja internasional. Hal ini membantu mahasiswa memahami perbedaan karakter organisasi dan standar profesional di berbagai negara. Dengan kesiapan ini, lulusan STTKD akan lebih percaya diri saat memasuki lingkungan global. Kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa internasional juga menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga. Implementasi program ini akan memperkuat kemampuan interpersonal taruna sebagai calon profesional aviasi global. STTKD menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kompetitif secara internasional.

Dengan seluruh peluang tersebut, kerja sama STTKD – NFU diyakini akan memberikan kontribusi langsung bagi peningkatan kualitas SDM penerbangan nasional. Mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk meraih sertifikasi internasional, networking global, dan peluang karier di maskapai luar negeri. Hal ini memberi manfaat nyata tidak hanya untuk individu, tetapi juga bagi kemajuan industri penerbangan Indonesia. STTKD meyakini bahwa peningkatan kualitas lulusan adalah kunci masa depan industri aviasi yang semakin kompetitif. Setiap taruna memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi emas penerbangan dunia. Inilah komitmen STTKD terhadap masa depan pendidikan dan industri aviasi.

Spirit Transformasi STTKD Menuju Kampus Global Aviasi

Kerja sama internasional dengan NFU menjadi bukti bahwa STTKD bertransformasi menuju Global Aviation Campus. Dengan visi besar menjadi pusat pendidikan aviasi unggulan, kampus ini terus memperluas jaringan internasional sebagai fondasi pembangunan akademik jangka panjang. Transformasi ini memperkuat eksistensi STTKD di kancah internasional dan menjadi pembeda dengan institusi vokasi lainnya. Pencapaian ini merupakan modal besar untuk memperkenalkan Indonesia dalam bidang pendidikan aviasi. Melalui langkah ini, STTKD menegaskan posisinya sebagai institusi yang siap menghadapi era industri 5.0. Semua langkah strategis kini diarahkan pada pembangunan SDM penerbangan yang futuristik dan visioner.

Demi mendukung transformasi global, STTKD terus memperbarui fasilitas pelatihan, laboratorium, dan teknologi praktikum sesuai standar internasional. Peningkatan infrastruktur ini menyesuaikan kebutuhan industri untuk mencetak tenaga profesional siap kerja. Kampus berkomitmen memberikan sarana pembelajaran terbaik demi menciptakan lulusan unggul yang mampu mengoperasikan teknologi modern. Setiap peningkatan fasilitas pendidikan merupakan investasi masa depan bagi peningkatan kualitas SDM penerbangan. Dengan dukungan fasilitas canggih, proses belajar semakin efektif dan produktif. Kesiapan ini menjadikan STTKD sebagai institusi pendidikan aviasi modern yang layak menjadi rujukan internasional.

Transformasi tidak hanya dilakukan pada fasilitas akademik, tetapi juga pada strategi pembelajaran yang berbasis riset dan inovasi. Sinergi STTKD dan NFU mendorong lahirnya inovasi baru dalam teknologi penerbangan dan engineering. Pembelajaran tidak lagi hanya berdasarkan teori, tetapi mengutamakan riset terapan dan problem-solving industri. Hal ini selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang mengutamakan keterampilan nyata dan kemampuan adaptasi. Semangat pendidikan berbasis inovasi ini membentuk karakter lulusan yang mandiri, kreatif, dan unggul. Dengan fondasi inovasi kuat, STTKD menjadi pusat akselerasi riset penerbangan masa depan.

Keberhasilan kerja sama ini juga menunjukkan bahwa STTKD konsisten memperluas jaringan kemitraan global demi membuka peluang karier bagi taruna. Dengan bertumbuhnya hubungan internasional, kesempatan kerja lulusan semakin luas, termasuk peluang berkarier di maskapai luar negeri. Kesempatan ini menjadi daya tarik besar bagi generasi muda yang bercita-cita memasuki industri penerbangan internasional. Kolaborasi ini juga menjadi strategi strategis untuk meningkatkan branding global STTKD. Kemitraan internasional menunjukkan bahwa lulusan STTKD layak menjadi pemain di panggung industri aviasi global. Inilah bukti nyata bahwa internasionalisasi kampus memberikan keuntungan langsung kepada mahasiswa.

Masa depan STTKD kini bergerak menuju pendidikan yang semakin berdaya saing internasional dengan jaringan akademik dan industri yang terus berkembang. Program dual degree, international internship, dan transfer kredit akan terus dikembangkan dalam waktu dekat sebagai komitmen peningkatan kualitas pembelajaran. Strategi ini memastikan bahwa lulusan memiliki bekal akademik dan pengalaman internasional yang kuat. Kampus juga akan memperluas sertifikasi global agar lulusan memiliki nilai tambah saat memasuki pasar kerja. Dengan berbagai terobosan ini, STTKD semakin siap menjadi kampus vokasi penerbangan paling progresif di Asia Tenggara. Kemajuan ini merupakan kebanggaan besar bagi civitas akademika STTKD.

Dengan semangat inovasi dan kerja sama internasional, STTKD semakin mantap menapaki masa depan sebagai pusat pendidikan penerbangan berkelas dunia. Kerja sama dengan NFU Taiwan merupakan langkah fundamental yang memperkuat positioning STTKD sebagai institusi aviasi global. Perjalanan ini akan menjadi inspirasi besar bagi para taruna untuk berani bermimpi menembus batas negara. Generasi aviasi masa depan akan lahir dari lingkungan kampus yang kaya peluang internasional. Transformasi global ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi pionir kemajuan bangsa. STTKD kini melangkah dengan penuh kepercayaan diri menuju masa depan dunia aviasi yang terbuka lebar.

STTKD Jajaki Kerjasama dengan Guangzhou Civil Aviation College (Tiongkok)

STTKD Membangun Jembatan Internasional Dunia Penerbangan

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali mencatat sejarah penting dalam upaya memperluas jaringan internasional dan meningkatkan mutu akademik. Pada Selasa, 9 November 2025, STTKD menerima kunjungan Benchmarking Visit dari Guangzhou Civil Aviation College (GCAC), salah satu perguruan tinggi penerbangan terkemuka di Tiongkok. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan tinggi di bidang kedirgantaraan. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi di bidang akademik, penelitian, serta pertukaran pelajar dan tenaga pendidik.

Acara disambut hangat oleh seluruh civitas akademika STTKD. Sejak pagi hari, suasana kampus tampak meriah dengan persiapan penyambutan delegasi dari GCAC. Para taruna dan dosen turut serta dalam menyambut tamu kehormatan dari negeri Tiongkok ini dengan penuh antusias. Delegasi GCAC terdiri dari empat pejabat penting: Ms. Li Shaolin selaku Deputy Director of the Office (Foreign Affairs Office), Mr. Lu Yi selaku Vice President of the Aircraft Maintenance Engineering College, Mr. Liu Yitao selaku Vice President of the Flight Attendant College, dan Ms. Ye Ying, Director of the Bidding Center, State-Owned Assets Management Office.

Selain itu, turut hadir pula perwakilan ITEA – ICCCM, yaitu Cyntia Wu, selaku Indonesia Regional Manager, yang turut memfasilitasi kegiatan kerja sama internasional antara kedua institusi penerbangan ini. Dari pihak STTKD, hadir langsung Ketua STTKD Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., Ketua Senat STTKD Sugiri, A.Md., S.Pd., M.Eng., President Director Training Center Muhammad Ridhakusuma Bramandhika, S.T., para Wakil Ketua, Kepala Program Studi, serta Kepala Humas dan Kerjasama STTKD Dr. R. Fatchul Hilal, SE., MM. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan STTKD menuju sekolah penerbangan terbaik bertaraf internasional.

Rangkaian Acara Penuh Kehangatan dan Makna

Kegiatan Benchmarking Visit dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Setelah itu, kedua lagu kebangsaan — Indonesia Raya dan Yìyǒngjūn Jìnxíngqǔ (lagu kebangsaan Tiongkok) — dikumandangkan dengan penuh khidmat. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari tradisional yang dibawakan oleh taruna STTKD, menandakan keramahan budaya Indonesia dalam menyambut tamu internasional. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penayangan profil video STTKD dan GCAC. Video tersebut memperkenalkan keunggulan masing-masing kampus, termasuk program studi unggulan, fasilitas pelatihan, serta komitmen dalam mencetak Staff maskapai, Staff bandara, dan Staff Airline profesional yang berdaya saing global.

Sekitar pukul 09.30 WIB, Ketua STTKD Dr. Erwhin Irmawan memberikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan di bidang aviasi. Beliau menegaskan bahwa STTKD terus berupaya menjadi sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan rencana program kerja sama yang akan diajukan kepada GCAC, di antaranya pertukaran pelajar, pertukaran pengajar dan staf, serta kemungkinan kerja sama riset bersama di bidang teknologi penerbangan.

Ms. Li Shaolin dari GCAC.menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat STTKD

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ms. Li Shaolin dari GCAC. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat STTKD dan menegaskan bahwa GCAC terbuka untuk menjalin berbagai bentuk kerja sama akademik dan budaya. Usai sambutan, kegiatan berlanjut ke sesi diskusi interaktif antara kedua institusi. Dalam suasana penuh semangat, para peserta membahas potensi kolaborasi yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata, sesi foto bersama, serta penutupan oleh MC. Setelah itu, delegasi GCAC diajak melakukan Campus Tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan belajar di STTKD.

Eksplorasi Kampus dan Fasilitas Kedirgantaraan STTKD

Setelah acara resmi, rombongan GCAC memulai Campus Tour yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 11.30 WIB. Tur ini menjadi kesempatan bagi tamu dari Tiongkok untuk melihat secara langsung fasilitas unggulan STTKD yang telah menjadikan kampus ini sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Rute tur dimulai dari Ruang Kuliah Utama (RKU), dilanjutkan menyusuri lorong kelas C (C10, C14, dan C16) yang menampilkan suasana perkuliahan taruna. Para tamu terlihat antusias menyaksikan metode pembelajaran yang diterapkan STTKD dengan sistem terstruktur dan berbasis praktik. Rombongan kemudian mengunjungi Laboratorium AMTO (Aircraft Maintenance Training Organization) yang terdiri dari dua bagian: ruang atas dan ruang tools. Di sini, mereka disambut oleh instruktur dan taruna yang sedang melakukan praktik perawatan komponen pesawat.

Selanjutnya, para tamu diarahkan menuju Hanggar 2, tempat pelatihan Run Up Mesin Helikopter, kemudian menuju Hanggar 1, di mana mereka berkesempatan melihat langsung simulasi perawatan pada pesawat Boeing milik STTKD. Kunjungan berlanjut ke Laboratorium Aviation Security (AVSEC), Lab Produksi, Perpustakaan, serta Laboratorium Komputer (Labkom) yang menjadi pusat pembelajaran digital di kampus. Setiap titik kunjungan memberikan gambaran nyata tentang kesiapan STTKD dalam mencetak tenaga profesional seperti Staff bandara, Staff maskapai, dan Staff Airline masa depan. Para delegasi GCAC mengaku terkesan dengan fasilitas lengkap dan sistem pendidikan yang diterapkan STTKD. Mereka memuji kedisiplinan para taruna serta kebersihan dan kerapian kampus yang merepresentasikan karakter dunia penerbangan. Tur diakhiri dengan makan siang bersama di kantin kampus yang diwarnai dengan diskusi ringan mengenai peluang kolaborasi jangka panjang antara kedua institusi.

STTKD Bangun Kolaborasi Strategis Menuju Standar Global

Kedua lembaga, STTKD dan GCAC, memiliki banyak kesamaan dalam visi dan misi, yaitu mempersiapkan generasi muda unggul di dunia penerbangan. GCAC sendiri merupakan perguruan tinggi kejuruan dan teknik yang didirikan pada tahun 1999 di bawah Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC). Dengan reputasi sebagai salah satu lembaga vokasi penerbangan terkemuka di Tiongkok, GCAC menjadi mitra strategis yang sangat potensial bagi STTKD. Keduanya sama-sama berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor penerbangan sipil yang profesional dan beretika. Dalam diskusi resmi, kedua pihak membahas berbagai bentuk kerja sama yang dapat segera direalisasikan. Program utama yang disepakati untuk dikolaborasikan meliputi pertukaran pelajar, pertukaran dosen dan staf, serta kemungkinan pengembangan kurikulum bersama yang berstandar internasional.

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) saat menerima tamu kunjungan dari Guangzhou Civil Aviation College

Program pertukaran pelajar diharapkan memberikan kesempatan bagi taruna STTKD untuk belajar langsung di GCAC, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa GCAC untuk merasakan pengalaman belajar di Indonesia. Ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai global mindset bagi para calon Staff maskapai dan Staff Airline. Sementara itu, pertukaran pengajar dan staf bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik dan berbagi pengalaman dalam metode pelatihan penerbangan modern. Kedua institusi juga berencana mengadakan joint seminar dan research collaboration di bidang teknologi penerbangan ramah lingkungan. Kepala Humas dan Kerjasama STTKD, Dr. R. Fatchul Hilal, SE., MM, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting untuk memperluas jaringan internasional STTKD. “Kami percaya, kolaborasi dengan GCAC akan memperkaya wawasan akademik dan meningkatkan standar pendidikan kita menuju level global,” ujarnya.

STTKD Menuju Sekolah Penerbangan Terbaik Bertaraf Internasional

Benchmarking Visit dari GCAC bukan hanya simbol kerja sama antarlembaga, tetapi juga tonggak penting bagi STTKD dalam upaya menjadi sekolah penerbangan terbaik di Asia Tenggara. Melalui kolaborasi ini, STTKD menunjukkan keseriusannya untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi penerbangan dunia. Langkah-langkah nyata seperti pengembangan kurikulum internasional, peningkatan fasilitas pelatihan, dan pertukaran tenaga pengajar menjadi strategi utama untuk memperkuat posisi STTKD di kancah global. Kunjungan ini juga memberi inspirasi bagi taruna untuk terus mengasah kemampuan diri agar siap bersaing di dunia industri penerbangan internasional. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi Staff bandara atau Staff maskapai profesional, tetapi juga menjadi pemimpin dan inovator masa depan di sektor aviasi.

Atmosfer internasional yang terbangun dari kunjungan ini memperkuat identitas STTKD sebagai kampus unggulan yang berorientasi global. Dengan hubungan yang erat dengan berbagai institusi penerbangan dunia, STTKD kini semakin dikenal luas sebagai pusat pendidikan dan pelatihan unggul di bidang kedirgantaraan. Penutupan kegiatan dilakukan dengan penuh kehangatan, diakhiri dengan foto bersama seluruh delegasi di halaman utama kampus STTKD. Senyum bangga dan harapan besar terpancar dari wajah para peserta, menandai awal kerja sama yang akan membawa kedua institusi menuju masa depan gemilang. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, STTKD terus melangkah pasti menuju visinya menjadi sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan lulusan unggul, berdaya saing global, dan siap membawa nama bangsa Indonesia terbang lebih tinggi di dunia internasional.

Prestasi Drum Corp STTKD di Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2025

Semangat Berkobar di Malioboro

Pada hari Jumat, 10 Oktober 2025, kawasan Malioboro yang biasanya dipadati wisatawan berubah menjadi arena penuh semangat dan musik yang menggema. Di bawah terik matahari Yogyakarta, tim Drum Corp Gema Dirgantara STTKD tampil dengan penuh percaya diri dalam ajang bergengsi Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2025. Kejuaraan ini merupakan salah satu event tahunan yang paling ditunggu oleh para pecinta marching band di seluruh Indonesia. Bagi STTKD, keikutsertaan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga pembuktian jati diri sebagai kampus yang membentuk karakter unggul dan disiplin. Para taruna tampil dengan semangat juang tinggi yang merefleksikan nilai-nilai kedisiplinan khas kampus sekolah penerbangan terbaik di Yogyakarta.

Sejak pagi hari, para peserta sudah bersiap di area start yang membentang di sepanjang Jalan Malioboro. Warna-warni seragam marching band memenuhi jalanan, menciptakan pemandangan yang meriah dan menakjubkan bagi masyarakat. Di tengah suasana itu, tim Drum Corp STTKD tampil dengan formasi rapi dan seragam biru tua yang gagah. Mereka membawa semangat dari dunia sekolah penerbangan, di mana disiplin, ketepatan waktu, dan kerja tim menjadi dasar keberhasilan. Sorak sorai penonton semakin membangkitkan adrenalin para peserta yang tampil dengan penuh kebanggaan.

Perjuangan yang Tak Mudah

Perjalanan tim Drum Corp STTKD menuju lomba ini tidak mudah. Selama berbulan-bulan, mereka berlatih intensif di lapangan kampus, menyesuaikan gerakan, musik, dan formasi. Latihan dilakukan di bawah terik matahari hingga larut malam, mencerminkan semangat pantang menyerah yang selalu diajarkan di STTKD. Bagi para taruna, mengikuti lomba bukan hanya soal menampilkan musik, tetapi juga bentuk nyata kedisiplinan seperti yang diterapkan di sekolah pramugari maupun Staff bandara. Setiap langkah dan hentakan kaki mengandung arti komitmen dan kebersamaan yang kuat.

Pelatih tim Drum Corp STTKD menuturkan bahwa lomba di Malioboro ini adalah momentum penting untuk membuktikan kemampuan. Ia mengatakan bahwa semangat kompetisi ini sama seperti dunia kerja di industri aviasi yang menuntut profesionalisme dan kerja sama tinggi. Hal tersebut sejalan dengan visi kampus STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang selalu menanamkan nilai ketelitian, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah. Tidak jarang, latihan harus diulang puluhan kali untuk mencapai kesempurnaan. Namun, bagi mereka, kerja keras itu adalah bentuk cinta terhadap almamater.

Penampilan Memukau di Jalan Malioboro

Saat giliran tampil tiba, tim Drum Corp STTKD melangkah dengan gagah. Irama drum, tiupan terompet, dan gemerincing alat perkusi menciptakan harmoni yang menggema di sepanjang Malioboro. Penonton berjejer di sisi jalan, bersorak dan memberikan tepuk tangan meriah atas penampilan luar biasa itu. Formasi yang rapi dan energik menunjukkan hasil latihan yang terencana dengan baik. Mayoret STTKD tampil menawan dengan keanggunan dan ketepatan gerakan yang luar biasa.

Penampilan mereka tidak hanya menonjolkan kekuatan musik, tetapi juga menampilkan semangat khas dunia Staff maskapai — sigap, elegan, dan profesional. Keindahan gerakan Colour Guard menambah pesona visual yang memukau penonton. Mereka membawa bendera dan peralatan dengan presisi yang luar biasa, seolah menggambarkan harmoni antara seni dan disiplin. Tak heran jika STTKD berhasil menarik perhatian juri di berbagai kategori lomba. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dunia sekolah penerbangan juga mampu bersinar di bidang seni dan budaya.

Suasana di sekitar Malioboro semakin meriah ketika tim STTKD memainkan lagu-lagu yang menggugah semangat nasionalisme.Banyak masyarakat yang merekam penampilan tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Komentar positif pun membanjiri laman resmi STTKD, menandakan kebanggaan publik terhadap kiprah para taruna. Penampilan mereka menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda untuk terus berprestasi di bidang apa pun yang mereka tekuni. Kombinasi antara keindahan musik dan ketegasan formasi membuat penampilan STTKD sulit dilupakan.

Deretan Juara yang Membanggakan

Hasil akhir kompetisi menunjukkan bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Drum Corp STTKD berhasil membawa pulang sederet penghargaan bergengsi dari kejuaraan tersebut. Mereka meraih Juara 3 kategori Military Band, menunjukkan kekompakan luar biasa dalam baris-berbaris dan kekuatan formasi. Selain itu, mereka juga memperoleh Juara 2 kategori Street Parade, di mana tampil di jalan utama Malioboro menjadi tantangan tersendiri. Penampilan memukau Mayoret STTKD juga mengantarkan tim meraih Juara 2 kategori Mayoret. Tidak berhenti di situ, STTKD kembali menorehkan prestasi di kategori Musik dengan meraih Juara 2.

Kualitas aransemen dan harmoni musik yang mereka tampilkan menunjukkan profesionalisme tinggi. Di kategori Colour Guard, mereka juga menyabet Juara 2, membuktikan kemampuan visual dan koreografi yang mengagumkan. Dan yang tak kalah membanggakan, mereka juga mendapatkan Juara 2 untuk kategori Showmanship, menandakan bahwa keseluruhan performa dinilai sangat memukau. Seluruh hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras, kekompakan, dan semangat luar biasa seluruh anggota Drum Corp STTKD.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa STTKD tidak hanya unggul sebagai sekolah penerbangan terbaik, tetapi juga sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya. Kegiatan seperti ini turut membentuk karakter taruna agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kreatif dan berani tampil. Banyak alumni yang kini bekerja sebagai Staff Airline maupun Staff maskapai merasa bangga melihat adik-adik mereka mengharumkan nama kampus. Mereka meyakini bahwa semangat marching band sama dengan semangat aviasi: disiplin, kerja tim, dan ketepatan menjadi kunci sukses.
Kemenangan ini menjadi kebanggaan seluruh civitas akademika STTKD.

Makna dan Harapan ke Depan

Keberhasilan Drum Corp STTKD dalam Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 tidak hanya sekadar kemenangan kompetisi. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi simbol semangat dan jati diri kampus yang terus berkembang. Bagi para taruna, pengalaman ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti disiplin, tanggung jawab, dan kolaborasi. Nilai-nilai ini pula yang menjadi fondasi utama bagi mereka kelak saat terjun ke dunia kerja sebagai Staff bandara atau Staff Airline. Kedisiplinan di lapangan marching band mencerminkan sikap profesional di dunia aviasi.

Kegiatan seperti ini juga menjadi wadah pembentukan karakter yang selaras dengan visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik. Melalui marching band, taruna belajar mengatur strategi, menghadapi tekanan, dan tampil percaya diri di depan publik. Hal ini sangat bermanfaat ketika mereka kelak bekerja di industri penerbangan yang menuntut ketelitian tinggi. Selain itu, keberhasilan ini juga mempererat kebersamaan antar taruna dari berbagai program studi. Keharmonisan ini menjadi modal penting dalam membangun jiwa kepemimpinan dan solidaritas.

Ke depan, STTKD berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang mengembangkan kreativitas mahasiswa. Pihak kampus menyadari bahwa prestasi di bidang non-akademik sama pentingnya dengan pencapaian akademik. Karena itulah, dukungan terhadap unit kegiatan seperti Drum Corp akan terus ditingkatkan. Harapannya, tim STTKD dapat kembali berlaga di tingkat nasional bahkan internasional. Kemenangan di Malioboro hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.

Semangat ini juga diharapkan menular ke seluruh taruna agar terus berani bermimpi dan berprestasi. Baik di dunia marching band, akademik, maupun dunia kerja, semangat pantang menyerah menjadi nilai utama yang harus dijaga. Prestasi ini juga menegaskan bahwa STTKD bukan hanya kampus sekolah pramugari dan Staff bandara, tetapi juga pusat pembentukan generasi unggul dan kreatif. Setiap hentakan drum, setiap langkah tegap di Malioboro, adalah bukti nyata bahwa semangat juang STTKD tak pernah padam. Dengan semangat yang sama, Drum Corp STTKD akan terus menorehkan prestasi dan mengharumkan nama almamater di masa mendatang.

DIRGAPALA STTKD Semangat 28 Tahun Mengabdi untuk Alam

Peringati Milad ke-28 dengan Aksi Konservasi Mangrove di Pantai Laguna Pengklik Bantul

OPA DIRGAPALA Semangat 28 Tahun Mengabdi untuk Alam Di usia yang ke-28, Organisasi Pecinta Alam Dirgapala STTKD Yogyakarta menegaskan kembali jati dirinya sebagai wadah pembentuk karakter peduli lingkungan di kalangan taruna dan taruni kampus sekolah penerbangan tersebut. Peringatan Milad kali ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pada pelestarian alam dan ekosistem pesisir. Pada Jumat, 11 Oktober 2025, DIRGAPALA STTKD menggelar kegiatan konservasi dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Laguna Pengklik, Bantul. Dengan tema penuh makna, “Di antara lumpur dan gelombang, Dirgapala menanam harapan. Mangrove tumbuh, alam bernafas, bumi bersyukur,” kegiatan ini menjadi simbol nyata cinta lingkungan dari insan kampus sekolah penerbangan terbaik di Yogyakarta.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap bumi dan generasi masa depan. Ketua Umum DIRGAPALA STTKD, Bella Permatasari, menyampaikan bahwa setiap pohon mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan dan kehidupan baru bagi alam. Ia menegaskan bahwa konservasi adalah bentuk pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial yang selalu diajarkan di lingkungan STTKD. “Kami ingin Milad kali ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga kontribusi nyata bagi bumi,” ujar Bella penuh semangat.

Semangat tersebut sejalan dengan visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya fokus pada dunia aviasi, tetapi juga membentuk karakter taruna-taruni yang berjiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan. Aksi ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam kegiatan keberlanjutan, baik di udara maupun di bumi tempat kita berpijak.

Aksi Nyata di Pantai Laguna Pengklik

Dalam kegiatan yang digelar sejak pagi hari tersebut, para anggota dan alumni DIRGAPALA STTKDbersama taruna/i STTKD turun langsung menanam bibit mangrove jenis Rhizophora mucronate dan Sonneratia caseolaris. Kedua jenis mangrove itu dipilih karena kemampuannya menahan abrasi dan memperkuat struktur tanah pantai. Pantai Laguna Pengklik sendiri dikenal sebagai kawasan pesisir yang memiliki tingkat erosi cukup tinggi, sehingga penanaman mangrove menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Selain menanam, peserta juga mengikuti kegiatan bersih pantai dengan memungut sampah plastik yang sering mencemari kawasan pesisir.

OPA DIRGAPALA menegaskan bahwa aksi mereka tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi juga berlanjut dalam bentuk pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkala. Dukungan penuh datang dari alumni yang kini telah bekerja di berbagai bidang, termasuk sebagai Staff maskapai, Staff bandara, hingga Staff Airline profesional. Para alumni menilai bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi nilai-nilai tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di STTKD. “Kami ingin adik-adik taruna melihat bahwa cinta alam itu tidak hanya slogan. Ini adalah bagian dari jati diri taruna STTKD,” ujar salah satu alumni yang kini bekerja di Garuda Indonesia sebagai Staff maskapai.

Kegiatan ini juga didukung oleh pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Pengklik, yang ikut memberikan arahan teknis dalam proses penanaman. Sinergi antara akademisi, komunitas lokal, dan alumni ini menjadi contoh kolaborasi positif yang patut ditiru oleh kampus-kampus lain di Indonesia.

Edukasi dan Kesadaran Lingkungan

Selain aksi tanam, OPA DIRGAPALA juga mengadakan sesi edukasi konservasi lingkungan bagi para peserta. Materi yang diberikan mencakup pentingnya ekosistem mangrove, peran tumbuhan tersebut dalam menahan abrasi, serta kaitannya dengan keberlanjutan kehidupan biota laut. Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan metode diskusi dan praktik langsung, sehingga peserta benar-benar memahami manfaat mangrove bagi lingkungan. “Konservasi bukan hanya menanam, tapi juga merawat,” ujar salah satu pengelola Pantai Laguna Pengklik yang turut memberikan pengarahan.

Penjelasan ilmiah juga disampaikan terkait struktur akar mangrove yang berfungsi sebagai penahan alami ombak besar bahkan tsunami. Para taruna STTKD, yang sebagian besar belajar di jurusan yang berkaitan dengan dunia penerbangan, mendapat pengalaman berbeda melalui kegiatan ini. Mereka belajar bahwa menjadi bagian dari sekolah penerbangan terbaik bukan hanya tentang menguasai teknologi aviasi, tetapi juga tentang memiliki empati terhadap kelestarian alam.

Nilai-nilai peduli lingkungan ini nantinya sangat relevan dengan dunia kerja, terutama bagi calon Staff Airline, Staff bandara, dan Staff maskapai yang dituntut memiliki disiplin serta kesadaran tanggung jawab sosial.Para taruna yang kelak berprofesi sebagai Staff maskapai juga diharapkan mampu menjadi duta lingkungan yang mempromosikan gaya hidup hijau dalam industri penerbangan. Dengan begitu, kegiatan ini bukan sekadar acara rutin, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter profesional yang beretika dan berjiwa konservatif terhadap alam.

Kolaborasi, Inspirasi, dan Harapan

Kegiatan konservasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua III Bidang Ketarunaan STTKD, Heru Susanto, S.Pd.T., M.Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga terhadap semangat dan dedikasi OPA DIRGAPALA yang terus menjaga nilai-nilai cinta lingkungan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan karakter yang harus dimiliki oleh taruna STTKD, yakni tangguh, berdisiplin, dan peduli terhadap sesama. Ia juga menegaskan bahwa aksi nyata seperti ini sangat mendukung visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya mencetak profesional aviasi, tetapi juga pemimpin yang berjiwa sosial.

Heru menambahkan, konservasi alam sangat relevan dengan prinsip keberlanjutan dalam dunia penerbangan modern yang kini mengedepankan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. “Taruna STTKD harus bisa menjadi contoh, baik di darat maupun udara, dalam menjaga bumi yang menjadi rumah kita bersama,” ujarnya. Alumni DIRGAPALA STTKD yang kini bekerja sebagai Staff bandara juga turut menyampaikan testimoni tentang pentingnya kegiatan sosial dan lingkungan dalam membentuk mental tangguh. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus menginspirasi generasi berikutnya.

Kolaborasi antara taruna, dosen, alumni, dan masyarakat ini juga memperkuat citra STTKD sebagai lembaga yang aktif dalam pengabdian masyarakat. Nilai kepedulian ini sejalan dengan misi kampus untuk mencetak tenaga profesional di bidang aviasi yang berintegritas tinggi.

Dirgapala dan Masa Depan Hijau STTKD

OPA DIRGAPALA sebagai organisasi pecinta alam tertua di STTKD terus menjadi pelopor kegiatan lingkungan di kampus sekolah penerbangan tersebut. Sejak berdirinya, organisasi ini telah melahirkan banyak alumni yang berkarier di berbagai bidang aviasi, dari Staff Airline hingga Staff ba ndara ternama di Indonesia. Namun mereka tidak pernah melupakan akar perjuangan organisasi ini, yaitu cinta alam, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Perayaan Milad ke-28 ini menjadi simbol kelanjutan semangat itu dalam wujud yang lebih konkret dan berdampak luas. Mangrove yang ditanam hari ini bukan hanya tumbuhan, tetapi saksi akan komitmen generasi muda STTKD terhadap bumi.

Aksi ini membuktikan bahwa taruna dari sekolah penerbangan terbaik tidak hanya mampu menguasai teknologi penerbangan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan semangat konservasi ini, DIRGAPALA STTKD mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak berhenti menanam harapan di setiap jengkal bumi. Alam yang lestari akan menjadi fondasi kehidupan yang berkelanjutan, sama seperti dunia aviasi yang membutuhkan keseimbangan antara teknologi dan kelestarian. “Salam Lestari, Salam Konservasi” bukan sekadar slogan, tetapi cermin dari jiwa muda yang terus tumbuh bersama setiap akar mangrove yang menembus lumpur pesisir Bantul. Dengan demikian, Milad ke-28 DIRGAPALA STTKD bukan hanya tentang perayaan usia, melainkan tentang menanam nilai, menumbuhkan harapan, dan menjaga bumi—tempat di mana setiap impian taruna sekolah penerbangan terbaik STTKD Yogyakarta bermula.

Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Nasional

Kilau Prestasi dari Sekolah Penerbangan Terbaik

Taruna STTKD, Azzumar Setyo Pambudi dan Afan Rico Al Rauf, sukses mengharumkan nama kampus Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta sebagai sekolah penerbangan terbaik. Kabar membanggakan ini datang dari ajang National Essay Competition (NEC) Kovalen Edu Fair XV yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2025. Dalam ajang tingkat nasional ini, mereka berhasil meraih Juara 1, mengalahkan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa STTKD tidak hanya unggul dalam bidang teknik penerbangan, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan akademik, riset, dan penulisan ilmiah. Sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia, STTKD terus membuktikan kualitasnya melalui prestasi gemilang para taruna-taruninya di kancah nasional. Kompetisi esai nasional ini mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Azzumar dan Afan tampil dengan ide segar yang memadukan konsep teknologi penerbangan dan efisiensi energi, sebuah gagasan yang sangat relevan dengan tantangan industri aviasi masa depan.

Dosen pembimbing mereka menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan dedikasi kedua taruna tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari proses panjang pembelajaran, penelitian, dan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas taruna STTKD. Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi STTKD di berbagai ajang nasional, menjadikan kampus ini semakin kokoh sebagai lembaga pendidikan tinggi yang kompeten mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kedirgantaraan. Lebih dari sekadar kemenangan, pencapaian ini membuktikan bahwa taruna STTKD memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif yang menjadi bekal penting untuk berkarier di dunia penerbangan, baik sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun staff airline profesional.

Kegiatan lomba yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh peserta dari berbagai universitas negeri dan swasta. Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji kemampuan menulis, berpikir ilmiah, dan mempresentasikan gagasan secara logis dan menarik. Bagi Azzumar dan Afan, kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kontribusi nyata di dunia penerbangan nasional. Mereka berdua berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi taruna-taruni STTKD lainnya untuk terus berkarya. Selain menjadi ajang adu gagasan, kompetisi ini juga memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, membuka peluang kolaborasi riset, dan menumbuhkan semangat kompetitif di kalangan mahasiswa. STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik terus mendukung para taruna untuk aktif mengikuti kegiatan akademik di luar kampus. Dukungan berupa pembinaan, pelatihan menulis, dan pendampingan dosen menjadi faktor penting di balik prestasi ini.

Kiprah Taruna D4 MTU: Kreativitas dan Dedikasi dalam Dunia Penerbangan

Kedua taruna pemenang, Azzumar Setyo Pambudi dan Afan Rico Al Rauf, merupakan mahasiswa dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara (MTU). Program ini dikenal sebagai salah satu prodi unggulan di STTKD yang berfokus pada pengelolaan operasional bandara, maskapai, dan transportasi udara. Sebagai mahasiswa di sekolah penerbangan yang disiplin dan modern, mereka terbiasa berpikir strategis serta terbuka terhadap inovasi. Inilah yang menjadi modal utama mereka dalam merancang esai yang dinilai juri sebagai karya paling visioner. Dalam karya tulisnya, keduanya membahas tentang optimalisasi sistem digitalisasi operasional bandara guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan. Gagasan ini sangat sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan yang kini tengah bertransformasi ke arah smart airport dan green aviation.

Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Nasional

Prodi D4 MTU memang didesain untuk mencetak lulusan yang siap menjadi staff bandara, staff maskapai, dan profesional di bidang manajemen penerbangan. Kurikulumnya menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, menjadikan lulusan STTKD mampu bersaing di industri global. Kegiatan belajar di prodi ini tidak hanya dilakukan di ruang kuliah, tetapi juga di laboratorium bandara mini, simulasi operasi penerbangan, hingga magang langsung di perusahaan aviasi terkemuka. Hal ini melatih taruna untuk memahami dunia kerja nyata sejak dini. Azzumar dan Afan dikenal aktif dalam kegiatan kampus, termasuk organisasi kemahasiswaan dan   kegiatan penelitian. Kedua taruna ini telah beberapa kali mengikuti kompetisi esai dan debat ilmiah di tingkat regional sebelum akhirnya menembus level nasional.

Semangat juang dan komitmen mereka untuk membawa nama baik kampus menjadi contoh yang menginspirasi bagi rekan-rekan taruna lainnya. Menurut mereka, menjadi bagian dari sekolah penerbangan terbaik bukan hanya tentang belajar teori, tetapi juga tentang mengasah karakter, tanggung jawab, dan profesionalisme. Dalam wawancara singkat usai menerima penghargaan, Azzumar menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama tim yang solid dan bimbingan intensif dari dosen pembimbing. Ia juga menegaskan bahwa dunia penerbangan membutuhkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Sementara Afan menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam lomba bukan hanya menulis, tetapi bagaimana menyampaikan ide dengan bahasa yang mudah dipahami dan berdampak. Ia percaya, kemampuan komunikasi seperti ini sangat penting untuk karier di dunia staff airline maupun staff bandara.Prestasi mereka menunjukkan bahwa prodi D4 MTU tidak hanya melahirkan calon manajer transportasi udara, tetapi juga pemikir muda yang siap memberikan solusi nyata bagi kemajuan industri penerbangan nasional.

STTKD: Mencetak Generasi Unggul Dunia Aviasi

Keberhasilan dua taruna ini semakin mempertegas reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berkomitmen pada mutu pendidikan dan pembentukan karakter unggul. Sejak berdirinya, STTKD telah dikenal sebagai kampus yang melahirkan banyak lulusan sukses di bidang penerbangan dan kedirgantaraan. Kampus ini memiliki berbagai program studi unggulan seperti Teknik Pesawat Udara, Manajemen Transportasi Udara, dan Pendidikan Sekolah Pramugari. Semua program tersebut dirancang untuk mempersiapkan taruna menjadi tenaga profesional di industri penerbangan.

Banyak lulusan STTKD kini berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, teknisi pesawat, maupun staff airline di berbagai perusahaan aviasi nasional dan internasional. Hal ini menjadi bukti konkret kualitas pendidikan yang diterapkan kampus tersebut. Selain berfokus pada kemampuan akademik, STTKD juga membekali taruna dengan pelatihan soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan. Nilai-nilai kedisiplinan dan etika kerja yang ditanamkan selama pendidikan menjadi bekal penting di dunia profesional.

Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi seperti GMF AeroAsia, AirNav Indonesia, dan Angkasa Pura. Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi taruna untuk melakukan magang dan mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri. Dengan dukungan fasilitas modern dan tenaga pengajar berpengalaman, STTKD terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan sehingga mampu bersaing dengan sekolah penerbangan internasional. Prestasi Azzumar dan Afan menjadi cerminan nyata dari keberhasilan sistem pendidikan di STTKD. Keduanya mampu memadukan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan semangat nasionalisme dalam karya ilmiah yang diakui secara nasional. Ke depan, STTKD berharap semakin banyak taruna yang berani berinovasi dan menorehkan prestasi, baik di bidang akademik, teknologi, maupun sosial. Pihak kampus juga berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi taruna dalam mengembangkan potensi mereka, termasuk melalui kegiatan penelitian, lomba nasional, dan publikasi ilmiah.

Bagi para calon siswa yang bercita-cita menjadi bagian dari dunia penerbangan, STTKD menjadi pilihan tepat. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD menawarkan pendidikan komprehensif bagi mereka yang ingin berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun lulusan profesional yang siap berkontribusi di industri penerbangan global. Prestasi demi prestasi yang diraih oleh taruna STTKD menjadi bukti bahwa kampus ini tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga mencetak generasi pemimpin masa depan dunia aviasi Indonesia. Dengan semangat “Disiplin, Unggul, dan Profesional”, STTKD akan terus berkomitmen melahirkan insan penerbangan yang berintegritas, inovatif, dan siap menjawab tantangan zaman.

STTKD gelar Rekrutmen Aircraft Maintenance Technician GMF AeroAsia

Kolaborasi Strategis Antara Dunia Industri dan Dunia Kampus

Dunia penerbangan tidak hanya berbicara tentang pesawat yang terbang di udara, tetapi juga tentang para profesional di balik layar yang memastikan setiap pesawat selalu aman dan siap beroperasi. Salah satu profesi penting itu adalah Aircraft Maintenance Technician (AMT) — para teknisi handal yang menjaga agar armada udara tetap layak terbang. Dalam semangat menghadirkan lulusan yang siap kerja, sekolah penerbangan STTKD (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Pada bulan September hingga awal Oktober 2025, STTKD menjadi tuan rumah kegiatan rekrutmen besar-besaran oleh GMF AeroAsia, bagian dari Garuda Indonesia Group.

Acara bertajuk Recruitment Aircraft Maintenance Technician GMF AeroAsia Garuda Indonesia Group at STTKD ini dilaksanakan dalam dua periode seleksi yang menyatukan semangat, profesionalisme, dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri penerbangan nasional. STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik kembali membuktikan bahwa kampus ini bukan hanya mencetak lulusan dengan teori kuat, tetapi juga mampu menjembatani mahasiswa dan alumninya langsung ke dunia kerja profesional, terutama pada perusahaan besar seperti GMF AeroAsia. Dalam kerja sama ini, GMF AeroAsia memfokuskan proses rekrutmen kepada lulusan STTKD yang telah memiliki sertifikat AMTO (Approved Maintenance Training Organization), sebuah bukti kompetensi teknis yang diakui oleh otoritas penerbangan Indonesia.

Kepala Humas STTKD menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bahwa sekolah penerbangan terbaik bukan hanya dilihat dari fasilitas atau kurikulum, tetapi dari seberapa banyak lulusannya diserap langsung oleh industri penerbangan nasional dan internasional. STTKD juga terus memperkuat kerja sama dengan berbagai perusahaan penerbangan agar para lulusan tidak hanya menjadi Staff maskapai atau Staff bandara, tetapi juga mampu menembus posisi strategis di bidang teknis seperti teknisi perawatan pesawat dan insinyur penerbangan. Melalui rekrutmen ini, GMF AeroAsia ingin memastikan bahwa setiap kandidat yang diterima memiliki kemampuan teknis, etika kerja, serta penguasaan bahasa Inggris yang mumpuni.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sekolah penerbangan terbaik dan perusahaan global dapat menghasilkan sinergi positif untuk kemajuan industri penerbangan Indonesia.STTKD dengan bangga menjadi bagian dari proses penting ini, karena selain membuka peluang kerja bagi alumninya, acara ini juga menginspirasi mahasiswa aktif untuk terus mengasah kemampuan mereka agar siap menghadapi dunia industri aviasi yang sangat kompetitif.

Ujian Bahasa Inggris dan Psikotest

Tahapan pertama rekrutmen GMF AeroAsia di STTKD dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 24 September 2025. Periode ini difokuskan pada pengujian kemampuan dasar yang menjadi fondasi penting bagi calon teknisi pesawat.Pada 22 September 2025, seluruh peserta mengikuti English Proficiency Test, yang terdiri dari dua bagian utama: listening dan reading comprehension. Ujian ini dirancang untuk mengukur sejauh mana peserta memahami instruksi teknis dalam bahasa Inggris, karena di dunia penerbangan, komunikasi teknis sering kali menggunakan istilah dan dokumentasi internasional.

Seorang penguji dari GMF AeroAsia menyampaikan bahwa bahasa Inggris merupakan alat utama dalam memahami manual, dokumen sertifikasi, serta panduan keselamatan penerbangan. Karena itu, kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat mutlak bagi para calon Staff Airline dan teknisi pesawat. Banyak peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama ujian berlangsung. Mereka telah mempersiapkan diri dengan latihan-latihan listening dan reading sebelumnya, baik secara mandiri maupun melalui bimbingan karier STTKD. GMF AeroAsia dibantu oleh tim karier STTKD yang memastikan seluruh proses berjalan dengan tertib, transparan, dan profesional.Suasana ruang kuliah umum STTKD terasa begitu dinamis selama tiga hari pertama pelaksanaan rekrutmen. Para peserta yang sebagian besar merupakan lulusan sekolah penerbangan terbaik ini menampilkan semangat luar biasa untuk bergabung dalam keluarga besar GMF AeroAsia.

Interview dan Seleksi Akhir

Setelah melalui tahapan pertama, peserta yang dinyatakan lolos melanjutkan ke periode kedua, yaitu tahap interview, yang berlangsung pada 29, 30 September dan 1 Oktober 2025. Tahap wawancara ini menjadi momen paling krusial, karena di sinilah kemampuan komunikasi, etika, dan profesionalisme peserta diuji secara langsung oleh tim HR dan teknisi senior dari GMF AeroAsia. Dalam wawancara tersebut, para kandidat ditanya mengenai latar belakang pendidikan mereka di STTKD, pengalaman praktik di hanggar, serta pemahaman mereka tentang maintenance manual dan safety procedure. Sebagian besar peserta tampil percaya diri, membawa portofolio dan sertifikat AMTO sebagai bukti keahlian mereka. Ini sekaligus memperkuat reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan lulusan siap kerja. Tim pewawancara GMF AeroAsia juga menilai bagaimana calon teknisi mampu menjelaskan solusi teknis secara logis ketika dihadapkan pada skenario perawatan pesawat yang kompleks.

STTKD gelar Rekrutmen Aircraft Maintenance Technician GMF AeroAsia

Beberapa pewawancara mengakui bahwa lulusan STTKD memiliki keunggulan dalam disiplin kerja dan kemampuan komunikasi teknis, dua hal yang sangat penting bagi profesi Staff maskapai dan Staff Airline di masa depan. Tahapan interview ini bukan hanya seleksi satu arah. Pihak GMF juga menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan budaya kerja mereka — disiplin, teamwork, dan orientasi pada keselamatan penerbangan. Para peserta merasa bangga bisa menjalani proses wawancara langsung di kampus sendiri. Ini menunjukkan kepercayaan besar dunia industri terhadap sekolah penerbangan terbaik STTKD.

Selama tiga hari pelaksanaan interview, atmosfer kampus STTKD terasa hidup. Para peserta berpakaian rapi, membawa semangat, dan menatap masa depan dengan optimisme tinggi. Pihak GMF AeroAsia mengapresiasi kerja sama yang baik dari seluruh panitia dan staf kampus, terutama tim Pusat Karier STTKD, yang memfasilitasi seluruh kebutuhan logistik dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.

 

Baca juga : STTKD Lakukan Pembekalan Kepada Alumni Untuk Menghadapi Rekrutmen GMF AeroAsia

Makna, Harapan, dan Citra STTKD di Dunia Aviasi

Kegiatan rekrutmen ini bukan hanya seleksi tenaga kerja, tetapi juga simbol sinergi antara dunia pendidikan dan industri yang semakin solid. Melalui kegiatan seperti ini, STTKD menegaskan perannya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berorientasi pada kualitas lulusan dan relevansi dengan kebutuhan industri. Lulusan STTKD tidak hanya berpeluang menjadi Staff bandara, Staff maskapai, atau Staff Airline, tetapi juga berpotensi besar menjadi teknisi berlisensi internasional di bidang perawatan pesawat. Bagi GMF AeroAsia, kerja sama dengan STTKD memberikan keuntungan strategis karena mereka mendapatkan kandidat berkualitas yang sudah terlatih sesuai standar AMTO dan memiliki budaya kerja khas aviasi.

Kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif STTKD untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan non-akademik mereka agar siap bersaing dalam rekrutmen berikutnya. Banyak mahasiswa yang turut menyaksikan proses seleksi merasa termotivasi untuk memperdalam bahasa Inggris, meningkatkan kedisiplinan, dan memperkuat kemampuan teknis mereka sejak dini. Ke depan, STTKD berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak di industri aviasi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di level internasional. Dengan dukungan penuh dari dosen, alumni, dan mitra industri, STTKD ingin terus mengukuhkan dirinya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang mampu mencetak profesional di berbagai bidang, mulai dari sekolah pramugari, Staff bandara, hingga teknisi pesawat terbang.

Kesuksesan penyelenggaraan rekrutmen GMF AeroAsia ini menjadi bukti bahwa kampus STTKD benar-benar menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja dalam bidang kedirgantaraan. Dengan semangat Serving the Sky with Knowledge and Integrity, STTKD terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang akan berkontribusi nyata bagi masa depan industri penerbangan Indonesia dan dunia.