cabin crew terbaik

Maskapai Pesawat dengan Cabin Crew Terbaik di Dunia

Cabin crew atau kita biasa menyebutnya sebagai pramugari mempunyai peran penting untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang selama penerbangan berlangsung.

Namun tahukah kalian bahwa dalam dunia penerbangan internasional, ada penghargaan yang diberikan kepada maskapai yang mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang?

Penghargaan ini disebut sebagai World’s Best Airline Cabin Crew diadakan setiap tahun untuk memberikan apresiasi kepada maskapai yang telah bekerja keras memberikan kualitas pelayanan yang luar biasa kepada seluruh penumpang, khususnya penerbangan internasional.

Penilaian maskapai dengan cabin crew terbaik ini dilakukan oleh lembaga independen bernama Skytrax yang berbasis di London, Inggris. Kira-kira apa saja maskapai dengan awak kabin terbaik di dunia?

10 Maskapai dengan Cabin Crew Terbaik, Posisi Pertama Membanggakan!

Menurut data dari Skytrax, berikut ini beberapa negara yang mencatatkan prestasi terbaiknya sebagai pramugari atau cabin crew dengan pelayanan yang luar biasa.

  1. Garuda Indonesia (Indonesia)
  2. Singapore Airlines (Singapura)
  3. ANA All Nippon Airways (Jepang)
  4. EVA Air (Taiwan)
  5. Hainan Airlines (China)
  6. Qatar Airways (Qatar)
  7. Cathay Pacific Airways (Hong Kong)
  8. Thai Airways (Thailand)
  9. Emirates (Uni Emirat Arab)
  10. Japan Airlines (Jepang)

Ada salah satu hal yang cukup membanggakan di sini. Maskapai Garuda Indonesia kembali menorehkan prestasi sebagai awak kabin terbaik tahun 2023. Ini bukan pertama kalinya Garuda mendapatkan penghargaan tersebut.

Beberapa tahun sebelumnya maskapai ini pernah mendapatkan prestasi yang sama di tahun 2014-2018. Ini membuktikan bahwa dunia industri penerbangan di Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lainnya.

Namun, ada satu hal lagi yang menarik untuk dibahas di sini yaitu indikator penilaianya. Apa saja yang membuat Garuda Indonesia bisa menjadi maskapai dengan pramugari terbaik di dunia? Berikut ini pembahasan lebih lengkapnya.

Mencoba Memahami Indikator Penilaian Cabin Crew Terbaik

Menurut Skytrax, indikator penilaian maskapai dengan awak kabin terbaik dinilai dari dua aspek utama yaitu hard service meliputi: teknik, efisiensi, perhatian, dan sebagainya. Lalu, ada juga soft service karakteristik yang mencakup antusiasme staff, sikap, keramahan, dan lainnya.

kabin pesawat garuda indonesia

Mari kita coba mendalami masing-masing dari poin tersebut untuk menambah pengetahuan seputar pelayanan penumpang di dalam pesawat.

Hard Service

Secara spesifik hard service ini menurut Skytrax terdiri dari beberapa poin yaitu teknik, efisiensi, dan atensi. Berikut ini penjelasan singkat mengenai setiap bagian tersebut:

Teknik

Techniques (Teknik) kemungkinan adalah aspek penilaian cabin crew yang berfokus pada kemampuan atau skill awak kabin dalam memberikan layanan kepada penumpang. Misalnya bagaimana mereka menyajikan makanan, membantu penumpang menggunakan fasilitas di pesawat, dan sebagainya.

Efisiensi

Efficiency (efisiensi) merupakan kemampuan awak kabin untuk melakukan tugasnya dengan efisien dan tepat mampu meminimalisir kendala dan masalah yang menyebabkan pemborosan waktu atau tenaga. Seorang awak kabin diharuskan untuk bertindak efisien dan sigap mengamati area di sekelilingnya.

Baca juga: Tugas dan Tanggung Jawab Pramugari Pesawat

Perhatian

Attention (perhatian) bisa dikaitkan dengan sikap kesiagaan dan kemampuan pramugari dalam mengamati lingkungan di sekitar area kabin. Kru kabin yang hebat dapat mengetahui kendala yang dialami penumpang, misalnya mereka sakit maka cabin crew ini harus siap memberikan pertolongan sesuai P3K. Keahlian semacam ini bukanlah sesuatu yang mudah, butuh adanya training dan juga pemahaman yang baik mengenai urgensi keselamatan penumpang.

Soft Service

Setelah memahami beberapa bagian hard service, mari kita beralih ke soft service yang lebih berfokus pada keterampilan dan kemampuan pramugari dalam memberikan pelayanan meliputi antusiasme, keramahan, dan sikap.

Antusiasme

Enthusiasm (Antusiasme) adalah sifat pramugari yang mampu membahagiakan penumpang. Ya, dengan memutuskan menjadi kru pesawat berarti kalian siap untuk tampil optimal memberikan pelayanan terbaik, membantu penumpang, mengedukasi tentang aturan, dan sebagainya.

Attitude

Attitude (Sikap) seorang kru kabin haruslah mampu menjaga sikap mereka di depan penumpang. Mereka mampu bekerja secara profesional mengedepankan sopan dan santun. Lebih dari itu, kesabaran dan kemampuan untuk tetap tenang di kondisi genting juga menjadi poin yang penting.

Keramahan

Friendliness (Keramahan) merupakan penilaian soft service lainnya yang berkaitan dengan sikap dan kepribadian cabin crew. Tidak hanya cekatan saja, melainkan mereka juga diwajibkan untuk mengasah skill keramahan dan kesopanan di hadapan para penumpang agar bisa memberikan layanan yang terbaik kepada mereka.

Itu dia informasi mengenai maskapai pramugari terbaik beserta dengan beberapa indikator penilaiannya. Perlu kalian pahami apresiasi terhadap maskapai dengan kru kabin yang berkualitas bisa memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dan kepuasan mereka dalam menggunakan layanan penerbangan.

Jika suatu saat nanti kalian ingin menjadi pramugari, pastikan untuk menaati SOP dan berlatih dengan sungguh-sungguh ya.

Sebagai permulaan, kalian bisa mengawalinya dengan mendaftar dulu ke jurusan pramugari untuk membiasakan diri dan meningkatkan peluang untuk diterima di maskapai pesawat.

Prodi ini sudah terakreditasi B di STTKD, lho. Untuk informasi pendaftaran bisa menunggu gelombang registrasi sekolah penerbangan di tahun depan. Sukses selalu, tetap semangat untuk meraih mimpi!

sayap pesawat

Ini Berbagai Jenis Sayap Pesawat yang Ada di Dunia

Saat kalian menaiki pesawat atau mungkin melihat foto pesawat di internet seperti di atas, pernahkah muncul pertanyaan mengapa bentuk sayap pesawat kadang bisa berbeda-beda?

Rasa ingin tahu bisa membuahkan ilmu baru, ada alasan teknis mengapa bentuk dan penempatan pesawat bisa berbeda-beda antara satu tipe pesawat dengan yang lain.

Ya, bukan hanya soal model dan tampilan melainkan dari segi fungsi, keamanan, bahkan efisiensi bisa mempengaruhi perbedaan sayap. Sebagai gambaran, jenis pesawat ini bisa kita bedakan menjadi beberapa bagian:

  • Bentuk, memfokuskan pada tampilan visual sayap pesawat sesuai dengan fungsinya
  • Tempat pemasangan, berfokus pada dimana sayap tersebut tempatkan apakah di atas fuselage, bagian tengah, atau justru di bawahnya
  • Jumlah, berfokus pada berapa jumlah sayap yang terpasang pada pesawat

Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita mulai dulu dari jenis-jenis sayap pesawat menurut bentuknya.

Jenis-jenis Sayap Pesawat Menurut Bentuk dan Tampilannya

Salah satu alasan yang membuat bentuk sayap pesawat berbeda-beda karena pertimbangan distribusi tekanan.

Secara teknis keputusan pembentukan sayap pesawat ini sudah melalui proses pengujian dan pertimbangan dari tenaga yang profesional.

Ini Berbagai Jenis Sayap Pesawat yang Ada di Dunia

Beberapa bentuk sayap pesawat populer yang banyak digunakan oleh produsen pesawat di dunia yaitu sebagai berikut:

  1. Sayap lurus (Straight wing), sayap pesawat yang banyak digunakan pada tipe pesawat low-speed. Selain itu, bentang pesawat melebar dari kanan ke kiri berbentuk persegi panjang.
  2. Sayap sapu belakang (Sweptback wing), adalah sayap pesawat yang bentuk pesawat lebih lancip dan miring ke belakang bukan ke arah lurus samping. Sebagian besar pesawat jet menggunakan tipe sweptback wing.
  3. Delta Wing, merupakan jenis pesawat yang sayap pesawat yang menyerupai bentuk sayap sapu belakang tapi membentuk segitiga. Pesawat ini cocok untuk melakukan manuver, rata-rata digunakan pada pesawat militer

Beberapa jenis sayap airplane lainnya menyesuaikan bentuknya yaitu tapered wing (sayap tirus), swept forward wing, dan sebagainya.

Baca juga:Bagian-bagian Pesawat dan Fungsinya yang Menarik untuk Dipelajari

Macam-macam Sayap Pesawat Sesuai Tempat Pemasangannya

Beralih ke perspektif yang berbeda, terkadang tidak hanya bentuk melainkan pesawat juga bisa dipasang dengan posisi sayap yang berbeda.

posisi sayap pesawat

Di bawah ini kami jelaskan penempatan sayap pesawat yang umum di dunia penerbangan.

  1. High Wing, pesawat dengan posisi sayap berada di atas fuselage. Karena posisi ini pusat gaya angkat berada di atas pusat gravitasi, dikaim mampu meningkatkan stabilitas pesawat.
  2. Mid-Wing, adalah tipe pesawat dengan posisi sayap yang dipasang pada bagian tengah fuselage. pesawat mid wing mempunyai rolling stability yang lebih baik daripada high dan low wing.
  3. Low Wing, adalah sayap pesawat dengan kestabilan yang rendah mampu meningkatkan kemampuannya untuk bermanuver. Sebagian besar pesawat komersial yang mengudara saat ini seperti Boeing 737 menggunakan tipe sayap low wing.
  4. Wing-Strut, terlepas dari ketiga opsi populer di atas. Tipe sayap pesawat ini berada di atas badan pesawat yang ditunjang dengan penyangga khusus. Tipe sayap ini sudah tidak banyak digunakan, hanya versi pesawat lama saja yang menggunakannya.

Jenis Airplane Wings Menyesuaikan Banyaknya Jumlahnya

Setelah membahas bentuk dan penempatan, jenis pesawat juga bisa dibedakan menurut jumlah sayapnya.

posisi sayap pesawat udara

Cukup mengesankan, jumlah sayap aircraft tidak hanya dua melainkan ada variasi lainnya. Berikut penjelasan mengenai jumlah sayap:

  1. Monoplane, adalah pesawat dengan sayap tunggal. Model sayap ini terbilang cukup kuno sempat populer pada masanya. Namun, saat ini sudah tidak banyak digunakan. Uniknya, Cessna pernah mengeluarkan pesawat model monoplane model A pada tahun 1920
  2. Biplane, merupakan pesawat dengan sayap ganda. Pesawat tipe sayap biplane biasanya digunakan dalam pesawat akrobatik
  3. Triplane, adalah pesawat yang memiliki tiga sayap vertikal yang ditumpuk. Model sayap pesawat ini sudah jarang ditemukan, biasanya ada pada pesawat eksplorasi di era 90-an

Demikian penjelasan mengenai berbagai tipe dan model pesawat menurut bentuk, jumlah, dan penempatan sayap. Moda transportasi pesawat memang tidak pernah berhenti membuat kita terkesan.

Perkembangan dan inovasinya dari tahun ke tahun sangatlah pesat, sebagai manusia kita selalu ingin menciptakan konsep-konsep terbaik untuk melakukan perjalanan udara.

Berkembangnya kemajuan teknologi memungkinkan implementasi sistem yang lebih baik lagi, menciptakan prinsip aerodinamika yang lebih stabil dan efisien.

Tertarik mempelajari lebih jauh mengenai teknis pesawat? Bergabunglah dengan jurusan D3 Aeronautika, S1 Teknik Dirgantara, dan berbagai prodi teknik penerbangan lainnya. Nantikan informasi pendaftaran terbaru dari STTKD di tahun berikutnya.

Akreditasi S1 Teknik Dirgantara STTKD

Rapat Persiapan Akreditasi S1 Teknik Dirgantara STTKD

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD)  menggelar rapat persiapan akreditasi S1 Teknik Dirgantara. Rapat ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Bapak Erwan Eko Prasetyo, M.Eng, yang memimpin para dosen dan staf terkait guna memastikan kelancaran proses akreditasi yang akan datang.

Dalam penyampaiannya, Bapak Erwan Eko Prasetyo menggarisbawahi pentingnya akreditasi sebagai tolok ukur mutu pendidikan. “Akreditasi S1 Teknik Dirgantara bukan hanya sekadar syarat administratif, tetapi juga cermin dari kualitas pendidikan program studi kita. Oleh karena itu, persiapan akreditasi harus dilakukan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Akreditasi S1 Teknik Dirgantara STTKD

Rapat ini dihadiri oleh para dosen dan tenaga kependidikan Program Studi S1 Teknik Dirgantara. Para panitia nantinya bertugas untuk menyusun laporan sesuai dengan kriteria yang ada berdasarkan syarat akreditasi.

Agenda rapat mencakup evaluasi kurikulum, peningkatan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia dosen, serta penguatan sistem penjaminan mutu. Para peserta rapat juga membahas strategi untuk meningkatkan daya saing Program Studi S1 Teknik Dirgantara di tingkat nasional dan internasional.

Akreditasi S1 Teknik Dirgantara STTKD

Bapak Erwan Eko Prasetyo menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara semua pihak terkait untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses akreditasi. “Kami berkomitmen untuk menjaga standar kualitas dan terus melakukan peningkatan. Keberhasilan akreditasi ini adalah tanggung jawab bersama kita semua,” tambahnya.

Rapat persiapan akreditasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang solid menuju peningkatan kualitas pendidikan di Program Studi S1 Teknik Dirgantara STTKD. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen kampus, STTKD optimis dapat meraih hasil akreditasi yang memuaskan dan semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan terkemuka di bidang teknik dirgantara.

Taruna D3 Manajemen Transportasi STTKD kunjungi bandara YIA

Taruna Prodi Manajemen Transportasi Kunjungi Bandara YIA

D3 Manajemen Transportasi merupakan salah satu program studi di STTKD. Program studi ini memiliki beberapa konsentrasi, diantaranya adalah konsentrasi Airport Operation, Airline Operation, Logistic Operation, dan Pramugara-Pramugari. Taruna manajemen Transportasi harus memiliki keterampilan dalam industri jasa penerbangan, antara lain pengelola bandar udara, perusaan penerbangan, perusahaan jasa ground handling, biro jasa perjalanan, perusahaan cargo, serta menjadi seorang pramugari/pramugara.

Taruna D3 Manajemen Transportasi STTKD kunjungi bandara YIA

Sebagai bagian dari kurikulum D3 Manajemen Transportasi yang berorientasi pada pengalaman secara langsung, maka baru-baru ini prodi D3 Manajemen Transportasi mengadakan kunjungan langsung ke Yogyakarta International Airport (YIA). Kunjungan ini menjadi momen yang sangat penting bagi Taruna/i dalam mendalami ilmu kebadarudaraan ataupun tentang industri transportasi udara.

Pada saat kunjungan di YIA, Taruna/i penuh semangat dalam mendalami ilmu kebandarudaraan, dari berbagai aspek yang terlibat dalam manajemen bandar udara modern. Taruna/i diperkenalkan pada sejumlah elemen penting yang menggerakkan operasi sehari-hari bandara internasional tersebut. Taruna/i diajak berkeliling bandara sehingga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai Screening Check Point (SCP) 1 dan 2 yang dicek oleh AVSEC. Dimana Taruna/i dapat menyaksikan tugas AVSEC dalam pengecekan barang bawaan penumpang. Taruna/i juga mendapatkan pengalaman secara langsung cara kerja AVSEC serta penggunaan alat-alat pendukung yang digunakan, seperti mesin X-Ray, WTMD (Walk-Through Metal Detector) serta HHMD (Hand-Held Metal Detector), Explosive Detector, dan lain sebagainya. Selain itu Taruna/i juga diperkenalkan bagian check in counter, dimana Taruna/i dapat melihat secara langsung tugas dari check-in counter serta melihat alat-alat penunjang pada check in. Taruna/i juga melihat secara langsung tempat pengambilan bagasi serta tugas dari lost and found jika bagasi penumpang mengalami kerusakan atau hilang.

Taruna D3 Manajemen Transportasi STTKD kunjungi bandara YIA

Kunjungan ini tidak hanya sekedar kunjungan lapangan, tetapi juga sebuah momen pembelajaran yang tak ternilai. Pengalaman langsung memberikan nilai wawasan yang sangat mendukung dari pembelajaran di kelas maupun modul yang diberikan oleh dosen. Dengan melihat secara langsung dan merasakan sendiri operasi di lapangan, Taruna/i mendapatkan gambaran secara langsung dan lengkap mengenai ilmu kebandarudaraan maupun ilmu transportasi udara. Melalui pengalaman seperti ini, Taruna/i dapat mengaitkan teori dan praktik yang sesungguhnya, serta memberikan bekal dan landasan yang kokoh saat mereka memasuki dunia profesional nantinya.

energi terbarukan penerbangan

Energi Terbarukan, Harapan Mengurangi Emisi di Dunia Aviasi

Kita tidak bisa selamanya menutup mata terhadap dampak industri penerbangan terhadap lingkungan. Perlu kalian ketahui Industri penerbangan setidaknya menghasilkan 2 hingga 3 persen emisi karbon dioksida. Selain CO2, emisi lainnya yang dihasilkan dari operasional pesawat adalah nitrogen dioksida, oksida sulfur, uap air, jejak kondensasi, dan partikulat.

Faktanya semua emisi yang dikeluarkan pesawat memberikan pengaruh terhadap pemanasan global (global warming) isu sensitif yang menjadi banyak perdebatan seluruh negara di dunia.

Lantas haruskah pesawat berhenti beroperasi sepenuhnya agar lingkungan tetap aman kedepannya? Jelas bukan begitu konsepnya.

Meskipun memberikan pengaruh yang kurang menyenangkan terhadap kondisi lingkungan, tidak diragukan lagi industri penerbangan sangatlah dibutuhkan untuk mobilitas transportasi lintas negara dan juga distribusi barang-barang kargo ke berbagai negara.

Jadi, bukan dihilangkan tapi yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana agar dampak emisi tersebut bisa dikurangi bahkan mencapai titik “Zero waste” dengan mengandalkan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Tidak semudah mengembalikan telapak tangan, mencapai zero waste dalam industri penerbangan butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Namun, sebenarnya adakah energi terbarukan yang sudah mulai diimplementasikan dalam industri aviasi ini

4 Energi Terbarukan yang Cukup Potensial untuk Industri Kedirgantaraan

Setelah mempelajari beberapa informasi, tampaknya energi terbarukan untuk industri aviasi itu memang ada!

Ya, hanya soal waktu di masa mendatang industri penerbangan bisa sepenuhnya menerapkan prinsip zero waste menghindari dampak buruk terhadap lingkungan.

energi terbaruan dunia dirgantara

Sumber: nrel.gov, sustainable aviation solutions

Namun, sebagai energi terbarukan yang tercantum di sini masih dalam tahap pengembangan belum sepenuhnya diterapkan di berbagai maskapai seluruh dunia.

Lantas apa saja sumber daya terbarukan tersebut? Berikut ini penjelasannya satu persatu.

1. Biofuel

Biofuel adalah bahan bakar hayati yang berasal dari sumber daya berbasis bio untuk menggerakan mesin pesawat. Bahan bakar ini diklaim mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan jika kita bandingkan dengan bahan bakar jet tradisional. Dalam salah satu studi menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar hayati bisa mengurangi emisi karbon hingga 80 persen.

2. Tenaga surya

Seperti yang telah kita ketahui tenaga surya adalah sumber energi yang berasal dari sinar dan panas matahari. Dengan asumsi selagi matahari tetap menerangi bumi, maka semestinya kita tidak akan kehabisan energi, pemanfaatan sinar matahari ini bisa dilakukan dengan pemasangan panel surya di area bandara untuk menghasilkan listrik terbarukan sebagai penunjang operasional penerbangan.

Menurut informasi yang kami kumpulkan, ada juga pesawat yang sudah menggunakan tenaga surya untuk melakukan penerbangan. Meskipun demikian masih dibutuhkan pengujian lebih lanjut untuk meninjau keamanan dan aspek lainnya.

3. Tenaga Listrik

Bicara soal masa depan penggunaan energi terbarukan, sepertinya poin kedua yang masuk akal setelah biofuel adalah energi listrik. Ya, kita sudah cukup sering mendengar sumber daya listrik sebagai salah satu penggerak alat transportasi seperti mobil, motor, dan sebagainya.

Implementasinya menjadi lebih kompleks jika kita bicara soal pesawat, karena moda transportasi ini berukuran fantastis pastinya dibutuhkan daya yang juga besar untuk menggerakan pesawat sebagaimana mestinya.

4. Sel Bahan Bakar Hidrogen

Mungkin ini menjadi salah satu yang terkesan sangat mustahil, tapi ternyata setelah ditelusuri lebih jauh cukup memungkinkan untuk membuat pesawat bisa beroperasi dengan menggunakan bahan bakar hidrogen. energi ini terbuat dari sel-sel yang menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, secara teknis hasil buangannya hanyalah uap air tentu lebih aman terhadap lingkungan.

Implementasi pesawat berbahan bakar hidrogen sudah ditargetkan oleh salah satu produsen pesawat terbesar di dunia yaitu Airbus. Pabrik pesawat ini menargetkan akan membuat pesawat pertama kali yang terbang dengan teknologi hidrogen.

Baca juga: Menilik Proses Pengisian Bahan Bakar Pesawat dan Profesinya

Tantangan Penerapan Energi Terbarukan dalam Penerbangan

Sebuah rencana mencapai operasional penerbangan tanpa emisi karbon bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, ada beberapa hambatan yang bisa terjadi. Beberapa di antaranya sebagai yaitu:

  • Biaya yang besar, dengan mengurangi penggunaan energi konvensional maka akan memperbesar biaya operasional khususnya dari segi penyediaan bahan bakarnya. Ini menjadi salah satu tantangan yang cukup merepotkan dan menjadi PR bagi produsen pesawat untuk mencapai efisiensi dan efektivitas yang ditingkatkan setelah penerapan energi terbarukan tersebut.
  • Menuntut Kemajuan Teknologi, kemajuan teknologi menjadi sebuah keharusan jika seluruh produsen pesawat dan bandara ingin menerapkan energi terbarukan dalam industri aviasi. Pasalnya produksi biofuel, bahan bakar hidrogen, listrik, dan tenaga surya berfokus pada kecanggihan teknologi untuk memperoleh energi terbarukan tersebut.

Demikian penjelasan mengenai energi terbarukan dalam dunia penerbangan. Semoga kedepannya masa depan industri ini bisa semakin cerah, khususnya yang ada di Indonesia. Sebagai generasi muda tugas kita adalah mempelajari dan berupaya untuk ikut berkontribusi dalam penemuan inovasi energi terbarukan.

Di STTKD ada prodi S1 Rekayasa Mesin yang di dalamnya membahas mengenai konsentrasi energi di dunia kedirgantaraan. Jika kalian tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai pembahasan ini mungkin melanjutkan studi di sekolah penerbangan bisa menjadi rencana masa mendatang yang bagus.

material pesawat udara

Ini 4 Bahan Material Pesawat Terbang, Salah Satunya Titanium!

Dalam program studi S1 Rekayasa Mesin di STTKD konsentrasi material untuk industri kedirgantaraan. Secara sederhana ini adalah ilmu yang di dalamnya mempelajari bahan material pesawat terbang. Ini mengarahkan kita ke pertanyaan utama, memangnya apa saja bahan pembuatan pesawat terbang?

Jawaban to the point-nya adalah: Aluminium alloy (paduan), titanium, steel alloy (baja paduan), dan komposit. Namun, sepertinya masih kurang jika belum mengetahui secara lengkap penggunaan material tersebut pada setiap badan pesawat. Jadi, untuk memahami lebih lengkap mari simak satu persatu bahan pembuatan pesawat terbang.

Ini 4 Bahan Material Pembuatan Pesawat Terbang dan Pengaplikasiannya

Perlu kalian ketahui bahan pembuatan pesawat sangatlah beragam, terkadang material yang kami sebutkan di sini hanyalah beberapa opsi dari sekian banyaknya pilihan yang ada.

material pesawat terbang titanium

 

Namun, secara umum pabrikan pesawat tetaplah mempunyai standar. Berikut ini kami cantumkan bahan pembuatan pesawat secara umum serta pengaplikasian pada bagian bagian pesawat.

1. Titanium

Titanium adalah logam material pesawat terbang. Secara spesifik, material ini digunakan untuk pembuatan bagian airframe (kerangka pesawat) dan engine parts (part mesin). Dalam dunia aerospace, material titanium telah digunakan cukup lama dari tahun ke tahun.

Mengapa rangka pesawat terbuat dari titanium? Pertanyaan bagus,alasannya karena titanum sama kuat dengan baja, tetapi lebih kurang hanya 60% dari berat baja.

Kemudian, bicara soal keunggulan lainnya material titanium juga banyak digunakan dalam dunia penerbangan karena kemampuannya menahan korosi dengan sangat baik.

Lebih dari itu materia ini juga tahan suhu tinggi,  ketahanan terhadap risiko retak, dan sebagainya. Hampir lupa, bahan titanium yang banyak digunakkan dalam dunia dirgantara antara lain Ti-6Al-4V serta Ti-4Al-4Mo-2Sn-0.5Si.

2. Aluminium Alloy

Selanjutnya ada material pesawat berupa aluminium alloy yang paling mudah dikenali. Ya, jika titanium hanya ada di bagian dalam tentu mustahil bagi kita untuk melihatnya kecuali Anda memang bagian dari tim mekanik pesawat.

Fakta menarik, silahkan diingat menurut berbagai sumber 80% bagian dari struktur pesawat terbuat dari material aluminium alloy. Ini berarti material tersebut menjadi bahan komposisi utama dalam pembuatan pesawat.

Dimulai dari fuselage (badan pesawat), wing skin (bagian luar sayap), dan struktur pesawat secara menyeluruh.

Namun ada satu yang agak membuat pusing, jenis aluminum alloy yang digunakan dalam manufaktur pesawat jumlahnya cukup banyak. Setiap aluminium tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Aluminium 2224-T3, 2324-T3: mempunyai kekuatan 8% dari 2024-T3, tingkat ketangguhan dan ketahanan terhadap kelelahan lebih baik dari 2024-T3
  • Aluminium 7075-T3, 2324-T3: material dengan kekuatan yang cukup tinggi, mempunyai ketahanan terhadap korosi dengan baik.
  • Aluminium-lithium: Secara umum 10% lebih ringan dan kaku dibandingkan dengan aluminium alloy konvensional

3. Komposit

Selain itu, ada juga material komposit yang tidak kalah populer dengan material lainnya di industri dirgantara. Composite mempunyai karakteristik yang kuat, kaku, serta beratnya yang lebih tinggi jika kita bandingkan dengan baja dan aluminium.

Arah seratnya bisa diatur sedemikian rupa sesuai dengan pembebanan, sehingga pengaplikasiannya jauh lebih efisien. Kelebihan lainnya dari komposit dapat dibentuk kontor yang aerodinamis mudah disesuaikan dengan kebutuhan, material lain biasanya perlu dibentuk dengan cetakan.

Adapun beberapa jenis bahan komposit yang cukup banyak digunakan dalam industri penerbangan adalah fiberglass, boron, kevlar, dan carbon fiber. Penggunaan komposit pada pesawat terbang bisa kita amati pada bagian brackets, interior, propeller atau baling-baling, wide body wings, dan sebagainya.

Baca juga: Ketahui Jenis Pesawat Terbang Menurut Fungsi dan Tipenya

4. Steel Alloy

Terakhir, ada material pesawat terbang berupa steel alloy atau baja paduan yang digunakan untuk tegangan tarik yang tinggi. Secara umum ada banyak jenis steel alloy yang diaplikasikan dalam pembuatan pesawat. Pertama, martensitic steel yang terdiri dari 12-18 persen kromium dan nikel tanpa proses pemanasan dengan quenching dan temper.

Material tersebut mempunyai ketahanan korosi yang rendah. Selanjutnya, ada juga austenitic stainless steel yang komposisinya terdiri dari 18 persen kromium dan 22 persen nikel.

Lalu, ada juga high strength low alloy steels, material berbasis besi yang dikeraskan untuk mencapai kekuatan yang sangat tinggi. Bahan yang umumnya digunakan dalam kategori ini adalah 4340 alloy dan 4130. Material tersebut ada pada struktur kerangka pesawat serta bagian landing gear.

Itu dia penjelasan mengenai bahan material pembuatan pesawat, semoga informasi di atas bisa sedikit menambah wawasan para pembaca. Jika kalian ingin mempelajari lebih lanjut mengenai konsentrasi material di industri penerbangan maka segeralah bergabung di S1 Rekayasa Mesin di STTKD. Jangan lupa untuk nantikan gelombang pendaftaran taruna-taruni baru ya.

Munas asosiasi lembaga diklat penerbangan indonesia

Munas ke-2 Asosiasi Lembaga Diklat Penerbangan Indonesia di STTKD

Lembaga diklat penerbangan Indonesia (ALDIKAPI) mengadakan Seminar dan Musyawarah Nasional ke-dua di ruang kuliah umum Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan pada Kamis 16 November 2023. Munas ini bertajuk Bersama menuju keamanan penerbangan yang lebih baik. Pada sesi pertama, pertemuan tersebut dibuka dengan pemaparan dari Bapak Nugroho Suryo Kusumo, dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Beliau menyampaikan poin-poin penting terkait lembaga diklat penerbangan Indonesia khususnya yang berkaitan dengan keamanan penerbangan. Beliau menekankan pentingnya input-proses-output dalam diklat penerbangan bagi personil keamanan penerbangan. Selain itu, beliau juga memaparkan mengenai permasalahan teknis yang sering dihadapi lembaga diklat penerbangan di Indonesia dan langkah-langkah untuk mengatasinya. 

Munas asosiasi lembaga diklat penerbangan indonesia

Pembicara pada sesi berikutnya adalah Bapak Sukoco, beliau menyampaikan seputar evaluasi lembaga diklat penerbangan Indonesia. Salah satu hal yang beliau garis bawahi adalah ALDIKAPI, selaku asosisasi bagi lembaga diklat penerbangan, perlu mampu memberikan ide-ide kedalam masing-masing lembaga diklat. Harapannya agar terjalin kerjasama antar lembaga diklat penerbangan sehingga dapat memberikan nilai lebih untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, dalam sesi tanya jawab, beliau membuka kesempatan bagi para lembaga diklat penerbangan untuk menyampaikan kendala apa saja yang dihadapi dilapangan.

Munas asosiasi lembaga diklat penerbangan indonesia

Pada sesi terakhir, acara ditutup dengan persetujuan anggota ALDIKAPI terhadap empat hal. Persetujuan tersebut meliputi rundown acara munas, laporan AD/ART, laporan pertanggungjawaban dan visi dan misi ketua umum.

sistem otomasi industri

Sistem Otomasi Industri Sebuah Tujuan Mencapai Efisiensi

Penerapan sistem otomasi industri semakin terlihat jelas. Perusahaan-perusahan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengaplikasian metode ini untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas produksi maupun pengelolaan layanan.

Namun, sebenarnya apa itu sistem otomasi industri? Ada banyak argumen yang memaparkan definisi dari otomasi industri, secara sederhana sistem otomasi industri adalah pemanfaatan suatu sistem kendali berbasis komputer atau teknologi canggih untuk melakukan sesuatu baik di lingkungan pabrik, perkantoran, maupun industri lainnya.

Sebagai generasi muda penting bagi kita untuk memahami prinsip kerja, jenis, dan tujuan dari sistem otomasi industri agar nantinya bisa mengetahui skill atau kemampuan apa yang perlu dikuasai agar bisa bersaing di masa mendatang.

Memahami Prinsip Kerja Dasar Otomasi Industri

Pertama, mari kita mulai dari cara kerja dari sistem otomasi industri yang terkesan begitu mengesankan. Seakan-akan membuat sesuatu yang puluhan tahun lalu “Tidak mungkin” menjadi “Mungkin” lantas bagaimana cara kerja dari sistem otomasi ini?

Pertama, menerima input perangkat teknologi canggih tersebut membutuhkan input berupa program atau suatu sistem untuk membuatnya bisa melakukan pekerjaan tertentu.

Contohnya, penggunaan PLC (Programmable Logic Controller) pada industri, aplikasi keuangan pada industri perkantoran, dan sebagainya.

Kedua, perangkat canggih ini akan memproses informasi input yang diberikan oleh user (pengguna).

Sebagai tambahan input yang dimaksud bisa berupa ketikan kata (pada komputer), bahasa pemrograman tertentu, atau input berupa suara. Input yang diterima akan melalui sebuah pemrosesan yang dilakukan dalam waktu tertentu.

Ketiga, hasil dari data atau informasi yang diproses menghasilkan output berupa tindakan, pemberian informasi, atau hal lainnya yang dibutuhkan dalam industri tersebut.

Lebih kurang seperti itu cara kerja dari sistem otomasi. Saat ini metode tersebut paling banyak ditemukan di lingkungan pabrik.

Manusia tidak perlu melakukan semua pekerjaan secara manual, cukup memberi perintah pada mesin melalui input tertentu, selebihnya mesin akan bekerja sesuai dengan fungsinya.

Jenis Sistem Otomasi Industri

Selanjutnya, mengenai jenis dari sistem otomasi yang bisa kita kelompokkan menurut beberapa bagian. Mulai dari penggolongan sesuai dengan nama mesin atau perangkatnya hingga bidang industrinya.

sistem otomasi industri pabrik

Kategori Otomasi Industri Menurut Alatnya:

  • PLC (Programmable Logic Controller)
  • Servo Motor
  • Mesin CNC
  • SCADA

Kategori Otomasi Industri Menurut Bidangnya:

  • Industri pabrik manufaktur
  • Industri logistik dan ekspedisi
  • Industri perkantoran
  • Industri pertambangan
  • Industri konstruksi
  • Industri penerbangan

Ya, jadi setiap bidang industri ini menggunakan sistem dan alat yang berbeda. Misalnya saja untuk perkantoran, biasanya lebih sering ke penggunaan software atau perangkat lunak tertentu seperti pengolahan data, pencatatan data, dan sebagainya.

Pada industri logistik ada sistem conveyor belt, cetak resi otomatis, dan sebagainya. Benar-benar di luar dugaan, sistem otomasi ini memang sangat universal bisa diaplikasikan ke semua sektor usaha tanpa terkecuali.

Baca juga: Peresmian Program Studi Baru S1 – Teknik Elektro oleh Kepala LLDikti Wilayah V kepada Ketua STTKD Yogyakarta

Tujuan Sistem Otomasi Industri

Melihat pada fungsi dan kemampuannya yang begitu hebat, membuat kita bertanya-tanya,

“Kenapa manusia menginginkan sistem otomasi industri?”

Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat sistem seperti ini semakin nyata dan bahkan mungkin akan menjadi masa depan bagi setiap industri dan bidang usaha. Ini akan menyinggung nasib kita semua di masa mendatang, jadi mari pahami bersama-sama

Efisiensi dan Efektivitas

Semua perusahaan menuntut kedua hal ini dalam operasional produksi maupun pengelolaan layanan. Efisiensi dan efektivitas adalah kedua tujuan utama dari penerapan sistem otomasi industri.

Diharapkan dengan adanya sistem ini maka perusahaan bisa menghemat biaya produksi, memaksimalkan waktu produksi, menjaga konsistensi kualitas, dan sebagainya.

Mempermudah Pekerjaan Manusia

Selanjutnya, sistem otomasi industri juga bertujuan untuk mengurangi beban beban pekerjaan manusia. Meskipun sebenarnya kembali lagi ke perspektif masing-masing.

Tidak menutup kemungkinan beberapa perusahaan mengimplementasikan sistem otomasi dengan tujuan menggantikan pekerjaan manusia untuk bagian-bagian yang umum atau dilakukan berulang-ulang.

Contohnya QC (Quality Control), pengemasan produk, dan sebagainya. Dengan begitu, kemampuan yang dibutuhkan oleh pabrik lebih berfokus kepada kemampuan individu dalam mengoperasikan alat atau mesin tertentu.

Baca juga: Rumitnya Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Strategi Menghadapinya

Mengurangi Risiko Kecelakaan Kerja

Pekerjaan yang dinilai berisiko tinggi tidak perlu lagi dilakukan secara manual, dengan adanya sistem otomasi maka manusia bisa mengendalikan mesin atau alat dari jarak yang aman.Sepertinya otomasi memang tidak selalunya berdampak buruk, tetap ada nilai plusnya juga.

Itu dia lebih kurang penjelasan mengenai otomasi industri. Ingat, persaingan karir kita sekarang tidak hanya berkompetisi dengan manusia, melainkan juga dengan mesin dan robot.

Ini jelas bukan perkara yang mudah, jadi sudah saatnya untuk lebih bersemangat dan serius lagi untuk mempelajari keahlian atau skill tertentu.

Di STTKD setiap program studi, khususnya bidang teknis akan dibekali dengan kemampuan untuk mendalami sistem otomasi. Misalnya seperti Teknik Elektro, Rekayasa Mesin, Teknik Dirgantara, dan Aeronautika kalian akan berkesempatan mengoperasikan mesin otomasi dan mempelajarinya. Keahlian ini diharapkan bisa membantu para lulusan STTKD untuk bersaing di dunia kerja dengan lebih baik.

berkarir di dunia penerbangan

Siap Berkarir di Penerbangan? Ini Peluang yang Menjanjikan

Berkarir di penerbangan menjadi sesuatu yang diinginkan banyak orang. Tidak lain dan tak bukan hal ini bisa terjadi karena potensi gaji yang fantastis dengan jenjang karir yang begitu menjanjikan.

Namun, ketika bicara soal industri penerbangan semestinya kalian sudah menyadari adanya percabangan topik di sini. Apakah industri yang dimaksud aktivitas di bandara dan maskapai pesawat atau industri yang mengarah ke pabrik dan perancangan pesawat?

Jawabannya keduanya, kita akan akan menyinggung kedua topik di atas serta memahami tantangan yang mungkin kalian hadapi jika ingin berfokus ke sektor industri penerbangan di masa mendatang.

Sebagai generasi muda, sudah semestinya kita paham dengan tantangan dan risiko. Jangan hanya berpikir gaji dan kesenangannya saja, melainkan pertimbangkan juga proses dan kompleksnya persaingan agar rencana kalian lebih matang.

Peluang Berkarir di Penerbangan Bandara

Perlu kalian pahami industri operasional penerbangan itu potensi karirnya beragam. Profesi yang kalian sebut bergaji puluhan juta per bulan kemungkinan besar pilot, FOO (Flight Operation Officer), atau tenaga profesional lainnya yang membutuhkan skill khusus dan proses belajar yang luar biasa panjang.

berkarir di industri penerbangan

Bukan berarti kedua profesi ini mustahil diraih, hanya saja kalian perlu komitmen, keseriusan, dan ketekunan yang tinggi dalam belajar. Jadi, jika memang ingin mengejar profesi tersebut mulailah mempersiapkannya dari sekarang jangan tunggu nanti-nanti.

Contoh, untuk menjadi pilot maka perlu sekolah dulu, ikut tes, dapat lisensi, dan seterusnya. Untuk profesi FOO atau kepala penerbangan perlu menguasai skill manajemen yang baik, memahami ilmu operasional penerbangan, dan soft skill lainnya.

Selain itu, opsi lainnya yang bisa kalian pilih bisa jadi pramugari. Ya, banyak sekali yang minat jadi pramugari maskapai pesawat.  Pekerjaan bergengsi dengan gaji yang cukup lumayan, nilai plusnya lagi bisa jalan-jalan di atas pesawat setiap hari.

Meskipun terkesan menyenangkan, profesi pramugari juga ada tantangannya sendiri.

Kalian harus bersikap siaga, cekatan, dan tentunya mempunyai etika yang sangat baik. Hal seperti ini juga tidak instan, minimal masuk dulu di sekolah pramugari nanti akan diajarkan secara intensif di sana.

Beberapa profesi lainnya yang ada di industri penerbangan lingkup operasional maskapai yaitu ada ground handling, staff penerbangan, dan juga mekanik pesawat.

Kami hanya ingin mengingatkan setiap profesi di atas punya tantangan yang berbeda. Jadi, tidak ada jalan pintas dibutuhkan kerja keras untuk mendapatkan posisi yang pantas.

Potensi Berkarir di Penerbangan Industri Pabrik Pesawat

Selain operasional bandara, ada juga peluang untuk mengejar karir di sektor industri pabrik aerospace perancangan dan pembuatan pesawat. Profesi teknis seperti ini belum begitu banyak di Indonesia, hal ini dikarenakan jumlah perusahaan di bidang aerospace juga masih terbatas.

Inilah alasan kenapa SDM yang mempunyai kualifikasi di bidang ini banyak dibutuhkan. Di Indonesia salah satu perusahaan BUMN yang terkenal di bidang aerospace adalah PT DI (Dirgantara Indonesia).

Rekrutmen di perusahaan ini banyak dinanti-nantikan oleh para lulusan baru, khususnya mereka yang berasal dari sekolah penerbangan.

Beberapa jurusan yang cukup relevan untuk perusahaan seperti ini antara lain seperti S1 Teknik Dirgantara, Teknik Aeronautika, Rekayasa Mesin, dan Teknik Elektro.

Pabrik pesawat membutuhkan tenaga ahli di berbagai bidang seperti perancangan pesawat, operasional produksi, teknisi kelistrikan pesawat, dan sebagainya. Dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai, bukan tidak mungkin kalian bisa diterima di perusahaan tersebut.

Baca juga: Ini Tingkatan dan Batasan Karir Penerbangan, Mana Pilihanmu?

Nasihat dan Saran

Setidaknya sekarang sudah sedikit lebih jelas. Industri penerbangan memang menawarkan potensi pendapatan yang besar, tetapi perjuangan untuk mencapainya juga tidak mudah.

Jika kalian berkenan, berikut ini kami sertakan nasihat dan saran barangkali bisa sedikit menjadi dorongan agar lebih semangat lagi untuk memfokuskan diri mencapai apa yang sudah kalian cita-citakan.

Pahami Keahlian dan Skill

Hampir semua skill bisa dipelajari dari nol, tapi kalian tidak bisa menguasai semuanya. Beberapa dari kita mungkin lebih cocok dengan dunia kepramugarian atau manajemen karena memang mempunyai keinginan yang kuat dan memiliki skill dasar di bagian tersebut, sehingga mudah dikembangkan.

Sementara itu, orang lain bisa saja lebih condong ke dunia teknis berkaitan dengan kelistrikan, mesin, dan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan kedua pilihan ini, bagian yang terpenting adalah kalian bersungguh-sungguh ingin mempelajarinya.

Rencana Cadangan

Ketatnya persaingan di industri penerbangan, mungkin membuat kalian perlu memikirkan juga rencana cadangan di masa mendatang. Sebagai contoh, awalnya ingin menjadi pramugari pesawat tapi karena alasan tertentu tidak memungkinkan.

Jangan terpaku pada satu tujuan, bisa jadi kalian diterima menjadi train attendant atau pramugari kereta api. Bagian yang terpenting ilmu dan kemampuan yang selama ini kalian pelajari bisa berguna di dunia kerja. Terkadang hal yang semacam ini bisa saja terjadi, tak peduli seberapa cerdas kalian kemungkinan selalu ada.

Demikian penjelasan mengenai peluang berkarir di penerbangan. Semoga bisa sedikit memotivasi kalian untuk menggapai profesi yang diinginkan.

instrumen aviasi

Pengenalan Instrumen Aviasi Definisi dan Klasifikasinya

Setiap program studi yang ada di STTKD bertujuan untuk melatih dan membimbing para taruna dan taruni untuk menjadi tenaga profesional yang siap terjun ke dunia kerja. Hal yang sama juga berlaku untuk prodi S1 Teknik Elektro, hanya saja konsentrasi belajarnya pasti berbeda dengan prodi lainnya.

Dalam prodi ada setidaknya tiga hal utama yang perlu kalian kuasai berkaitan dengan materi dan kemampuan teknis yaitu:

  • Mendalami konsentrasi Instrumentasi aviasi.
  • Memahami konsentrasi Sistem telekomunikasi.
  • Mendalami konsentrasi Sistem otomasi industri, yang mencakup tata kelola industri aviasi (penerbangan).

Kami sudah pernah menjelaskan mengenai sistem telekomunikasi atau komunikasi penerbangan. Pada kesempatan kali ini admin ingin membahas sekilas mengenai instrumentasi aviasi mulai dari definisi, klasifikasi, sampai contohnya.

Jika kalian berniat untuk mengambil prodi elektro penerbangan atau S1 Teknik Elektro tahun depan, maka ini bisa menjadi pengenalan dasar untuk mengetahui apa saja materi yang nantinya ada di bagian instrumentasi ini.

Apa Itu Instrumentasi Aviasi?

Instrumentasi aviasi adalah nama lain dari instrumen penerbangan, serangkaian bagian atau komponen yang ada di pesawat berfungsi untuk menggerakan atau membuat pesawat bisa terbang dengan aman di udara.

Seringkali istilah ini merujuk pada serangkaian sistem yang ada di cockpit sebuah pesawat terbang. Sebagai calon teknisi atau mekanik di bidang pesawat, ilmu elektro yang berkaitan dengan instrumentasi penerbangan menjadi hal yang penting.

instrumen penerbangan

Dengan menguasai hal ini, maka diharapkan kalian nantinya bisa menganalisis masalah serta melakukan tindakan perbaikan yang tepat.

Sebagai contoh jika ada bagian atau part yang bermasalah di dalam pesawat, seorang teknisi bisa menentukan titik permasalahan serta langkah perbaikan yang perlu dilakukan, melakukan pengujian memastikan tidak ada kendala serius sebelum pesawat diperbolehkan untuk terbang.

Baca juga: Ini Materi Kuliah Pendidikan Teknik Elektro Kedirgantaraan

Syarat Penting Instrumen Aviasi

Komponen atau instrumen pesawat haruslah memenuhi standar kelayakan dan kualitas sebelum bisa beroperasi. Lagi-lagi ini menjadi tugas teknisi atau mekanik pesawat untuk memastikan setiap bagian tersebut sudah sesuai dengan standar kelayakan atau ada yang perlu diganti.

Berikut ini beberapa syarat-syarat instrumen pesawat

  • Instrumen pesawat sebaiknya mampu menahan goncangan saat pendaratan dan ketika taxiing atau bergerak menuju area yang sudah ditentukan
  • Komponen wajib mempunyai ketahanan yang baik terhadap getaran terus menerus selama mesin bekerja
  • Instrumen mempunyai sifat yang ringan, perlindungan terhadap karat (anti corrosion) dan komponen yang tersusun haruslah seimbang atau memenuhi aspek balance.
  • Sistem pointer atau penunjukkan jarum harus tepat dalam berbagai kondisi, misalnya seperti pengurangan tekanan karena adanya perubahan ketinggian
  • Informasi yang muncul pada skala haruslah terang dan mudah dibaca baik di waktu siang maupun malam terutama pada kondisi sekitar yang berkabut atau tingkat penglihatan yang minim
  • Komponen instrumen pesawat sebaiknya mudah untuk dilepas, dipasang, serta disesuaikan. Ukuran instrumen juga harus sesuai dengan standar internasional

Klasifikasi Instrumen Penerbangan Secara Umum

Dalam ilmu penerbangan, instrumen aviasi seperti ini bisa dikategorikan menjadi beberapa hal. Berdasarkan kategori instrumen pesawat yang ada di cockpit, komponen ini dapat dibedakan menjadi 4 poin yaitu:

  1. Instrumen untuk keperluan kontrol atau kendali navigasi
  2. Instrumen utama bagi pilot untuk menerbangan pesawat
  3. Komponen instrumen yang berguna untuk mengetahui keadaan motor (bagian penggerak)
  4. Instrumen untuk mengetahui kondisi atau fungsi dari perlengkapan kelistrikan lainnya.

Setelah mengetahui pembagian secara umum, instrumen aviasi dikategorikan menjadi lebih sederhana. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Instrumen terbang (Flight instruments)
  2. Instrumen motor atau penggerak (Engine/power plant)
  3. Instrumen navigasi (Navigation instruments)
  4. Instrumen tambahan (Auxiliary instruments)

Instrumen Terbang

instrumen pesawat yang termasuk ke dalam bagian ini antara lain seperti: Air speed indicator, altimeter, vertical speed indicator, artificial horizon, dan turn back indicator.

Instrumen Motor atau Engine

Selanjutnya, untuk instrumen yang berkaitan dengan engine instruments antara lain seperti technometer atau pengukur putaran crank shaft.

Selain itu ada juga oil pressure indicator (pengukur tekanan oli), cylinder-head temperature (pengukur suhu kepala silinder), dan masih banyak lagi.

Instrumen Navigasi

Selain itu, ada juga instrumen aviasi untuk mengontrol navigasi yang terdiri dari magnetic compass, direction gyroscopic indicator, remote indicating compass, course indicator, drift meter, clock, dan sebagainya.

Instrumen Aviasi Tambahan

Terakhir, ada instrumen tambahan yang berguna untuk menunjang operasional penerbang selama mengendalikan pesawat.

Bagian yang termasuk ke dalam auxiliary instruments antara lain sebagai berikut: landing gear position indicator, fatigue meters, cabin temperature indicator, suction gauge, hydraulic pressure indicator, flap position indicator, dan lain-lain

Agak sulit untuk dibayangkan, pilot perlu bekerja ekstra fokus untuk mengecek setiap indikator instrumentasi berfungsi normal tanpa “Error.”

Bagaimana apakah kalian tertarik untuk mempelajari lebih lengkap mengenai instrumentasi aviasi? Persiapkan diri kalian mulai dari sekarang dengan cara belajar dengan lebih konsisten untuk mendaftar di S1 Teknik Elektro di STTKD. Nantikan gelombang pendaftaran tahun ajaran baru di sekolah penerbangan.