STTKD Lakukan Pembekalan Kepada Alumni Untuk Menghadapi Rekrutmen GMF AeroAsia

Latar Belakang dan Tujuan

GMF AeroAsia, sebagai perusahaan perawatan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) terbesar di Asia Tenggara, kembali membuka peluang kerja bagi lulusan yang ingin berkarier sebagai Aircraft Maintenance Technician. Posisi ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan penerbangan.Melihat peluang tersebut, Unit Tracer Study dan Pusat Karir STTKD menginisiasi acara pembekalan khusus bagi alumni. Kegiatan ini digelar di Ruang YS 11 pada hari Jumat, 19 September 2025, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten.

STTKD sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik yang berkomitmen melahirkan tenaga kerja profesional terus berupaya mendukung perjalanan karier para alumninya. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah melalui penyelenggaraan pembekalan kerja yang dirancang sesuai kebutuhan industri.Industri penerbangan menuntut kesiapan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga daya saing global. Perubahan teknologi dan tuntutan keselamatan penerbangan membuat perusahaan hanya menerima kandidat yang benar-benar siap.

Tujuan utama dari acara ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh kepada alumni tentang tantangan yang akan mereka hadapi dalam rekrutmen GMF AeroAsia. Mulai dari penguasaan bahasa, pemahaman teknis, hingga strategi menghadapi seleksi kerja dibahas dalam kegiatan ini.Alumni yang hadir berasal dari berbagai program studi di STTKD, namun memiliki minat yang sama untuk berkarier di bidang perawatan pesawat. Melalui acara ini, mereka dibekali agar lebih siap menghadapi seleksi dan menjalankan profesi di GMF AeroAsia. Kegiatan ini juga memperkuat posisi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang peduli pada kualitas lulusan. STTKD tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mendampingi alumninya hingga masuk ke dunia kerja.

Materi Pembekalan dari Narasumber

Sesi pertama diisi oleh Ibu Yune Andriyani Pine dengan tema “English Proficiency Test”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa kemampuan bahasa Inggris merupakan syarat mutlak di dunia penerbangan internasional. Sebagai Aircraft Maintenance Technician, seorang profesional akan berhadapan dengan manual, instruksi teknis, dan komunikasi kerja yang hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris. Tanpa penguasaan bahasa, mustahil seorang teknisi dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Ibu Yune menjelaskan strategi menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris seperti TOEIC dan TOEFL. Alumni didorong untuk melatih listening, menambah kosakata teknis penerbangan, serta berlatih komunikasi aktif.

Selain teori, peserta juga mendapat kesempatan mencoba soal simulasi sederhana. Hal ini membuat mereka semakin memahami pola soal yang mungkin muncul dalam seleksi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Beliau juga mengingatkan bahwa penguasaan bahasa Inggris bukan hanya penting bagi teknisi, tetapi juga sangat dibutuhkan bagi Staff Airline, Staff maskapai, maupun Staff bandara yang terjun langsung di lapangan. Sesi kedua diisi oleh Octo Damorba Siagian, S.T dengan tema “Be a Part of GMF Aircraft Maintenance Technician”. Pada sesi ini, alumni diperkenalkan lebih dalam tentang dunia perawatan pesawat.

GMF AeroAsia

Octo Dambora Siagian, S.T. salah satu pemateri pembekalan .

Octo menjelaskan bahwa menjadi Aircraft Maintenance Technician adalah profesi yang menuntut disiplin tinggi, ketelitian, dan rasa tanggung jawab besar. Setiap pekerjaan teknisi berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Ia menekankan bahwa pekerjaan teknisi bukan sekadar pekerjaan manual, tetapi profesi yang berlandaskan standar internasional dan regulasi ketat. Setiap langkah harus terdokumentasi dengan baik agar tidak ada kesalahan sekecil apa pun. Dalam presentasinya, Octo berbagi pengalaman pribadi selama berkarier di GMF AeroAsia. Ia menggambarkan betapa menantang sekaligus membanggakan profesi tersebut, karena menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan penerbangan.

Peserta diajak memahami bahwa karier ini menawarkan peluang jangka panjang yang menjanjikan. Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara, permintaan akan teknisi perawatan pesawat juga terus meningkat. Ia juga menekankan bahwa alumni STTKD sudah berada di jalur yang tepat karena kampus mereka dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan lulusan berkualitas. Sesi ketiga diisi oleh Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi dengan tema “Persiapan Seleksi dan Wawancara Kerja”. Materi ini melengkapi pembekalan sebelumnya dengan fokus pada kesiapan mental dan strategi personal branding. Walid menjelaskan bahwa proses seleksi di GMF AeroAsia tidak hanya menguji kompetensi teknis, tetapi juga karakter dan ketahanan psikologis. Kandidat harus menunjukkan kesungguhan, integritas, dan komitmen tinggi.

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk melakukan simulasi wawancara. Mereka berlatih menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja, kelebihan, dan kelemahan diri secara jujur dan percaya diri. Walid menekankan pentingnya bahasa tubuh, sikap, dan intonasi saat berbicara di depan pewawancara. Semua detail kecil dapat menjadi penilaian tambahan bagi perusahaan. Beliau juga mengingatkan bahwa tes psikologi menjadi bagian penting dari seleksi. Tes ini membantu perusahaan menilai konsistensi dan kecocokan kandidat dengan budaya kerja GMF AeroAsia. Melalui pembekalan ini, alumni STTKD mendapatkan gambaran lengkap tentang apa yang harus mereka persiapkan untuk menghadapi seleksi. Mulai dari penguasaan bahasa Inggris, pemahaman teknis, hingga kepercayaan diri saat wawancara.

Dampak, Antusiasme, dan Penutup

Acara pembekalan kerja ini mendapat sambutan positif dari alumni STTKD. Mereka datang dengan semangat tinggi untuk belajar dari narasumber yang berpengalaman. Ruang YS 11 dipenuhi oleh antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar serius mempersiapkan diri untuk rekrutmen GMF AeroAsia. Banyak alumni yang merasa kegiatan ini membuka wawasan baru, terutama mengenai tantangan menjadi seorang Aircraft Maintenance Technician. Selain itu, mereka juga merasa lebih percaya diri karena mendapat panduan praktis menghadapi tes bahasa, wawancara, dan seleksi psikologi.

Unit Tracer Study dan Pusat Karir STTKD menilai acara ini sebagai langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dengan dunia industri penerbangan. Kegiatan ini menegaskan bahwa STTKD tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memastikan mereka dapat menapaki karier dengan sukses. GMF AeroAsia juga mendapatkan manfaat karena calon kandidat yang melamar sudah memiliki persiapan yang lebih matang. Acara ini sekaligus memperkuat reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang konsisten mengantarkan alumninya menuju dunia kerja profesional. Para alumni kini memiliki gambaran lebih jelas tentang apa yang diharapkan perusahaan dan bagaimana cara mencapainya.

Dengan bekal yang diperoleh, mereka lebih siap bersaing dengan lulusan dari institusi lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa STTKD peduli pada alumninya, tidak hanya ketika masih menempuh pendidikan, tetapi juga setelah mereka lulus. Bagi mereka yang ingin berkarier di bidang lain, seperti Staff maskapai, Staff bandara, ataupun Staff Airline, pembekalan ini tetap relevan karena menekankan keterampilan umum yang sangat dibutuhkan. STTKD juga semakin dikenal sebagai sekolah pramugari yang menyiapkan tenaga kerja profesional di berbagai sektor penerbangan.

Dengan kegiatan ini, alumni tidak hanya lebih siap menghadapi seleksi GMF AeroAsia, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Acara berakhir dengan penuh optimisme dan semangat. Peserta pulang dengan pengetahuan baru, motivasi tinggi, serta keyakinan bahwa mereka mampu bersaing. Pembekalan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara STTKD dan dunia industri penerbangan. Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar persiapan rekrutmen, tetapi juga tonggak penting dalam perjalanan karier para alumni. STTKD membuktikan diri sebagai sekolah penerbangan yang benar-benar peduli terhadap kesuksesan lulusannya. Dengan dukungan seperti ini, alumni STTKD siap menembus dunia kerja dan membuktikan kapasitas mereka di perusahaan besar seperti GMF AeroAsia.

Susi Air School Hiring at STTKD

STTKD (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) sebagaisekolah penerbangan terbaik kembali menyelenggarakan kegiatan penting bagi para alumninya. Acara bertajuk “Susi Air School Hiring at STTKD” ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan kampus terhadap lulusan yang ingin segera memasuki dunia kerja profesional. Susi Air, salah satu maskapai penerbangan nasional yang memiliki reputasi tinggi, membuka peluang karier pada posisi Base Coordinator, Ground Crew, Admin Finance, dan Ticketing. Kesempatan ini menjadi daya tarik besar bagi para alumni STTKD yang telah dibekali kompetensi akademik dan praktik selama kuliah.

Acara pembekalan sekaligus rekrutmen ini diadakan pada hari Rabu, 17 September 2025, bertempat di Ruang RKU (Ruang Kuliah Umum) / Albatros. Lokasi tersebut dipilih karena representatif, mampu menampung banyak peserta, serta dilengkapi fasilitas memadai untuk kegiatan akademik maupun presentasi industri. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai kebutuhan tenaga kerja di industri penerbangan. Alumni diharapkan tidak hanya siap secara pengetahuan teknis, tetapi juga memiliki mental dan etos kerja sesuai standar tinggi yang berlaku di maskapai penerbangan.

Susi Air School Hiring at STTKDSTTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik menempatkan pembekalan karier sebagai prioritas, karena kesuksesan alumni di dunia kerja merupakan cerminan keberhasilan lembaga. Oleh karena itu, acara ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Unit Tracer Study dan Pusat Karir STTKD yang menjadi penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya perekrutan tenaga kerja, tetapi juga forum pembelajaran. Alumni akan mendapatkan wawasan, pelatihan singkat, hingga simulasi wawancara yang dapat meningkatkan kesiapan mereka.

Industri penerbangan dikenal sebagai sektor yang disiplin, dinamis, dan penuh tantangan. Oleh sebab itu, alumni STTKD yang mengikuti acara ini diharapkan mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, serta kemampuan adaptasi yang tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan peran STTKD bukan hanya sebagai sekolah penerbangan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan karier di bidang penerbangan, termasuk mencetak Staff maskapai, Staff bandara, sekolah pramugari, hingga tenaga profesional Staff Airline.

Dengan adanya acara ini, diharapkan alumni semakin percaya diri menghadapi proses seleksi kerja, memahami standar perusahaan penerbangan, serta mampu bersaing dengan kandidat dari kampus lain. Acara “Susi Air School Hiring at STTKD” sekaligus membuktikan komitmen kampus dalam menghubungkan lulusan dengan lapangan kerja nyata.

Rangkaian Kegiatan dan Pembekalan

Acara dimulai dengan sambutan dari pimpinan STTKD yang menyampaikan apresiasi kepada Susi Air karena telah mempercayai kampus sebagai mitra penyedia tenaga kerja berkualitas. Dalam sambutan tersebut juga ditekankan pentingnya alumni untuk menjaga nama baik kampus dalam setiap langkah karier mereka. Setelah itu, perwakilan dari Susi Air memberikan presentasi tentang profil perusahaan, visi misi, serta tantangan operasional maskapai yang sering melayani daerah terpencil di Indonesia. Informasi ini penting agar alumni memahami lingkungan kerja yang akan mereka hadapi.

Pada sesi berikutnya, dilakukan penjelasan rinci mengenai kualifikasi dan tanggung jawab dari setiap posisi yang dibuka. Untuk Base Coordinator, misalnya, dibutuhkan kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta penguasaan prosedur penerbangan. Posisi Ground Crew lebih menekankan pada kedisiplinan, ketahanan fisik, dan ketelitian tinggi dalam memastikan kesiapan pesawat sebelum penerbangan. Sementara Admin Finance menuntut kecermatan dalam pengelolaan keuangan, laporan, dan administrasi perusahaan. Untuk Ticketing, kemampuan pelayanan pelanggan, penguasaan sistem reservasi, serta komunikasi efektif menjadi hal utama. Semua posisi ini terbuka bagi alumni yang memiliki semangat belajar dan siap bekerja dengan mobilitas tinggi.

Selain penjelasan dari perusahaan, acara juga dilengkapi dengan sesi pembekalan dari dosen STTKD. Materi ini berfokus pada etika kerja, pengembangan soft skills, serta pentingnya personal branding bagi seorang profesional penerbangan. Para pembicara mengingatkan bahwa dunia kerja masa depan menuntut fleksibilitas, penguasaan teknologi, serta kemampuan kolaborasi lintas bidang. Alumni diharapkan tidak hanya andal dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki keunggulan dalam komunikasi dan manajemen waktu. Sesi tanya jawab menjadi bagian menarik karena peserta aktif mengajukan pertanyaan. Mereka ingin tahu lebih jauh mengenai peluang karier, sistem penempatan, hingga kemungkinan pengembangan jenjang karier di Susi Air.

Beberapa pertanyaan bahkan menyentuh aspek kesejahteraan dan tantangan bekerja di daerah terpencil, yang dijawab dengan lugas oleh perwakilan perusahaan. Hal ini memperlihatkan betapa besar antusiasme alumni dalam menggali informasi sebelum melangkah lebih jauh. Kegiatan berlanjut dengan simulasi wawancara kerja. Alumni dipandu untuk berlatih menjawab pertanyaan umum seperti motivasi melamar, kelebihan dan kekurangan, serta kesiapan menghadapi tekanan kerja. Sesi ini sangat membantu peserta memahami bagaimana membangun kesan positif di hadapan pewawancara. Tidak hanya itu, alumni juga dilatih menyusun CV yang efektif dan profesional.

Mereka diberikan contoh format yang ringkas namun informatif, mencakup pengalaman akademik, organisasi, dan keterampilan tambahan yang relevan dengan dunia penerbangan. Acara pembekalan ini juga menekankan pentingnya menjaga penampilan. Sebagai calon Staff maskapai atau Staff Airline, alumni diminta memperhatikan kerapian, sikap percaya diri, serta kesopanan dalam berinteraksi dengan calon atasan maupun pelanggan. Para narasumber berulang kali menekankan bahwa perusahaan penerbangan mengutamakan integritas dan loyalitas. Alumni diminta untuk selalu bersikap jujur, disiplin, serta berkomitmen menjalankan tugas sesuai standar keselamatan kerja. Keseluruhan rangkaian kegiatan ini membuktikan bahwa STTKD berupaya memberikan bekal maksimal, sehingga alumni tidak hanya siap menghadapi seleksi, tetapi juga mampu beradaptasi di dunia kerja yang sesungguhnya.

Antusiasme Peserta dan Dampak Kegiatan

Kegiatan “Susi Air School Hiring at STTKD” di Ruang RKU / Albatros disambut sangat antusias oleh alumni. Banyak yang hadir lebih awal untuk memastikan mereka dapat mengikuti acara dengan nyaman. Suasana ruang kuliah umum terasa hangat dengan semangat belajar dan optimisme tinggi. Peserta tampak serius menyimak setiap materi yang disampaikan. Mereka juga aktif mencatat poin-poin penting yang dapat digunakan sebagai referensi saat menghadapi seleksi kerja nantinya. Ruang RKU yang luas penuh dengan alumni yang beragam, mulai dari lulusan program teknik hingga non-teknik. Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja di dunia penerbangan memang terbuka lebar untuk berbagai latar belakang pendidikan.

Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya yang mengikuti simulasi wawancara dengan sukarela. Mereka ingin mendapatkan pengalaman langsung bagaimana menghadapi proses rekrutmen sesungguhnya. Unit Tracer Study dan Pusat Karir STTKD mencatat bahwa kegiatan ini berhasil menarik perhatian puluhan alumni yang memang serius mencari peluang karier. Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan industri berjalan efektif. Bagi Susi Air, kegiatan ini tentu memberikan keuntungan tersendiri. Mereka dapat menjaring kandidat potensial dari sekolah penerbangan terbaik yang telah terbukti menghasilkan tenaga kerja berkualitas di bidang penerbangan.

Bagi alumni, acara ini memberikan dorongan moral yang besar. Mereka merasa didukung penuh oleh kampus dan diberikan kesempatan nyata untuk meniti karier sejak dini. Kegiatan ini juga memperkuat branding STTKD sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada pengembangan karier mahasiswa. Dengan demikian, STTKD semakin dikenal sebagai sekolah penerbangan, sekolah pramugari, serta pusat pembentukan profesional Staff maskapai, Staff bandara, dan Staff Airline. Keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas interaksi, semangat alumni, serta respon positif dari perusahaan. Hal tersebut memperlihatkan bahwa program seperti ini layak dijadikan agenda rutin kampus.

Dengan adanya kegiatan ini, alumni STTKD semakin percaya diri melangkah ke dunia kerja. Mereka telah dibekali pengetahuan, keterampilan, dan simulasi praktis yang akan membantu menghadapi setiap tahap seleksi. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang bagi STTKD untuk memperluas jejaring kerja sama dengan perusahaan penerbangan lain. Dengan reputasi yang terjaga, bukan tidak mungkin ke depan akan ada lebih banyak maskapai yang melakukan rekrutmen langsung di kampus.

Acara ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan di STTKD tidak berhenti di ruang kuliah. Melalui program pembekalan dan rekrutmen, lulusan diberikan jembatan nyata menuju dunia kerja. Susi Air mendapatkan kandidat yang siap pakai, sementara alumni mendapatkan kesempatan emas untuk memulai karier mereka. Sinergi ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara industri dan akademisi.

Dengan segala keberhasilan dan antusiasme yang ditunjukkan, kegiatan “Susi Air School Hiring at STTKD” menjadi tonggak penting dalam perjalanan kampus mencetak lulusan unggul. Alumni kini memiliki bekal lebih kuat untuk menapaki dunia kerja yang penuh tantangan. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar perekrutan tenaga kerja, tetapi juga momentum untuk membuktikan bahwa STTKD layak menyandang predikat sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia.

Dengan semangat, disiplin, dan kesiapan yang ditanamkan, alumni diharapkan mampu berkontribusi nyata di dunia penerbangan. Baik sebagai Staff maskapai, Staff bandara, Staff Airline, maupun lulusan sekolah pramugari, mereka siap membawa nama baik STTKD ke panggung industri nasional.

 

Baca juga : Susi Air Gandeng STTKD Dalam Penerimaan Pegawai

STTKD memberikan pembekalan kepada alumni agar siap kerja di Susi Air

Latar Belakang dan Tujuan Pembekalan

STTKD (Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan) sebagai salah satu sekolah penerbangan terkemuka di Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mempersiapkan alumninya agar siap bersaing di dunia kerja. Sejalan dengan misi tersebut, Unit Tracer Study dan Pusat Karir STTKD kembali menyelenggarakan program pembekalan kerja bagi para lulusan yang tengah bersiap meniti karier di industri penerbangan. Kegiatan ini secara khusus diarahkan kepada alumni yang berminat mendaftar lowongan pekerjaan di Susi Air, salah satu maskapai penerbangan regional yang dikenal dengan operasionalnya di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Susi Air membuka peluang karier pada beberapa posisi strategis seperti Base Coordinator, Staff maskapai, Ground Crew, Admin Finance, Staff bandara, dan Ticketing, yang tentu saja membutuhkan kesiapan kompetensi, mentalitas, dan etos kerja yang kuat.

Menjawab kebutuhan itu, STTKD memandang penting adanya pembekalan yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga kesiapan soft skills dan pemahaman dunia kerja masa depan. Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 16 September 2025 bertempat di Ruang YS 11, sebuah ruang representatif yang sering digunakan untuk agenda akademik maupun pengembangan karier mahasiswa dan alumni. Tujuan utama acara ini adalah memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja di sektor penerbangan, mempersiapkan alumni menghadapi proses seleksi, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka saat memasuki tahap wawancara kerja. Melalui pembekalan yang terstruktur, alumni diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan penerbangan yang menuntut disiplin tinggi, integritas, serta kemampuan komunikasi yang baik.

Acara ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman dan kompeten, yang memberikan wawasan berbeda namun saling melengkapi bagi para peserta. Dengan kombinasi materi yang menyentuh aspek performa kerja di masa depan dan strategi menghadapi seleksi kerja, alumni memperoleh modal penting untuk menembus persaingan ketat di dunia penerbangan.

Materi Pembekalan dari Narasumber

Pembekalan pertama dibawakan oleh Menik Andriyanti, S.M., M.M, seorang akademisi sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang manajemen sumber daya manusia. Dengan mengangkat tema “Performance di Dunia Kerja Masa Depan”, beliau menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan inovasi sebagai kunci keberhasilan. Menurut Menik Andriyanti, dunia kerja masa depan akan dipengaruhi oleh digitalisasi, otomatisasi, serta tuntutan kolaborasi lintas disiplin. Oleh karena itu, seorang profesional, termasuk lulusan sekolah penerbangan terbaik, harus memiliki keterampilan problem solving, critical thinking, serta mampu bekerja dalam tim multikultural.

Pembekalan Kerja Susi Air untuk Alumni STTKD

Beliau mencontohkan bahwa seorang Base Coordinator di maskapai penerbangan tidak hanya mengatur jadwal dan operasional, tetapi juga harus sigap dalam mengambil keputusan di tengah kondisi lapangan yang dinamis. Untuk posisi Ground Crew, kecepatan, ketelitian, dan kedisiplinan menjadi tolok ukur utama performa kerja, sehingga pelatihan mental dan fisik mutlak diperlukan. Sementara itu, Admin Finance dan Ticketing harus menguasai keterampilan digital, pengelolaan data, serta pelayanan pelanggan dengan standar tinggi. Dalam paparannya, Menik Andriyanti juga menekankan pentingnya personal branding, di mana alumni harus mampu menampilkan diri secara profesional, baik melalui penampilan maupun komunikasi.

Beliau mengingatkan bahwa perusahaan seperti Susi Air menilai kandidat tidak hanya dari ijazah atau keterampilan teknis, tetapi juga dari etos kerja, kejujuran, dan sikap positif. Sesi ini ditutup dengan motivasi bahwa setiap alumni STTKD harus berani mengambil peluang, tidak ragu belajar hal baru, dan selalu siap menghadapi perubahan. Pembekalan kedua diisi oleh Dr. R. Fatchul Hilal, S.E., M.M, seorang akademisi, penulis buku, dan praktisi yang berpengalaman dalam bidang manajemen dan pengembangan sumber daya manusia. Beliau menyampaikan tema “Persiapan Seleksi dan Wawancara Kerja”, sebuah materi yang sangat relevan dengan kebutuhan alumni menjelang proses rekrutmen.

Dalam paparannya, Dr. Hilal menekankan bahwa proses seleksi tidak hanya menguji kompetensi teknis, tetapi juga aspek psikologis dan kesiapan mental kandidat. Alumni diingatkan untuk mempersiapkan curriculum vitae (CV) yang ringkas, jelas, dan mencerminkan pencapaian nyata selama menempuh pendidikan maupun pengalaman organisasi. Selain itu, kemampuan komunikasi menjadi faktor penentu dalam wawancara kerja. Menjawab pertanyaan dengan lugas, sopan, dan percaya diri merupakan kunci keberhasilan. Dr. Hilal juga memberikan simulasi wawancara sederhana, di mana peserta diajak berlatih menjawab pertanyaan umum seperti motivasi melamar kerja, kelebihan dan kekurangan, serta pengalaman kerja.

Beliau mengingatkan bahwa sikap jujur jauh lebih dihargai dibandingkan jawaban yang dibuat-buat, karena pewawancara biasanya mampu membaca bahasa tubuh kandidat. Untuk posisi di Susi Air, alumni diharapkan menonjolkan keunggulan seperti kesiapan ditempatkan di daerah terpencil, kemampuan beradaptasi dengan cepat, serta kesanggupan bekerja di bawah tekanan. Dr. Hilal juga menyampaikan bahwa proses seleksi seringkali tidak berhenti pada wawancara saja, tetapi bisa dilanjutkan dengan tes psikologi, tes kesehatan, maupun uji keterampilan. Dengan demikian, alumni harus menjaga kesehatan fisik, menyiapkan mental yang tangguh, serta memperdalam wawasan mengenai perusahaan yang dituju.

Dampak, Antusiasme Peserta, dan Penutup

Kegiatan pembekalan kerja Susi Air ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para alumni STTKD, yang hadir dengan semangat dan keinginan besar untuk belajar. Ruang YS 11 yang dipenuhi peserta menunjukkan bahwa minat alumni untuk berkarier di dunia penerbangan, khususnya di Susi Air, sangat besar. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari teknis pekerjaan sehari-hari, proses rekrutmen, hingga peluang pengembangan karier di perusahaan. Kehadiran dua narasumber berpengalaman menjadikan acara ini bernilai tinggi, karena alumni tidak hanya memperoleh wawasan konseptual, tetapi juga tips praktis yang bisa langsung diterapkan.

Unit Tracer Study dan Pusat Karir STTKD menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri penerbangan. Diharapkan melalui kegiatan pembekalan ini, alumni lebih siap bersaing, percaya diri, serta memiliki nilai tambah yang diakui oleh pihak perusahaan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kepedulian kampus terhadap masa depan lulusannya, sekaligus memperkuat jejaring dengan mitra industri. Susi Air sebagai mitra potensial tentu akan terbantu dengan hadirnya lulusan STTKD yang telah dipersiapkan secara matang baik dari sisi akademik maupun soft skills.

Selain itu, acara ini menegaskan bahwa STTKD bukan hanya sekadar sekolah penerbangan, melainkan juga salah satu sekolah pramugari dan pusat pengembangan Staff Airline yang terus berupaya melahirkan tenaga kerja profesional untuk industri penerbangan. Dengan berbagai program pembekalan seperti ini, STTKD semakin layak disebut sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Pada akhirnya, pembekalan kerja ini menjadi titik awal penting bagi alumni STTKD dalam menapaki dunia profesional yang penuh tantangan sekaligus peluang. Dengan bekal ilmu, keterampilan, dan semangat yang diperoleh, alumni diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi perusahaan penerbangan, tetapi juga bagi pembangunan sektor transportasi udara di Indonesia.

Kuliah Umum : Artificial Intelligence, Bahaya judi online dan pinjaman online. PDK hari Kedua

Apel Pagi dan Pengarahan

Hari kedua pelaksanaan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) STTKD dimulai dengan suasana pagi yang penuh energi. Taruna baru telah bersiap di lapangan untuk mengikuti apel pagi, sebuah kegiatan rutin yang melatih kedisiplinan dan tanggung jawab sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di kampus. Apel pagi menjadi simbol kebersamaan dan awal dari rangkaian kegiatan penting di hari kedua. Suasana lapangan dipenuhi derap langkah yang kompak, seolah menjadi cerminan bahwa kedisiplinan adalah nafas utama dalam kehidupan taruna di sekolah penerbangan. Kehadiran dicatat dengan teliti melalui absensi, membiasakan taruna untuk selalu tepat waktu dan bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan akademik maupun non-akademik.

Pengarahan dari pembina menekankan arti penting disiplin dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika mereka kelak berkarier di dunia aviasi. Pesan yang disampaikan begitu kuat, bahwa calon Staff maskapai dan Staff bandara harus terbiasa dengan ketepatan, ketelitian, dan ketaatan pada aturan. Semangat taruna terasa membara saat mereka menerima wejangan itu. Mereka menyadari bahwa menjadi bagian dari sekolah penerbangan terbaik bukan hanya tentang belajar teori, tetapi juga melatih karakter dan mentalitas yang akan menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.

Apel pagi ini berlangsung khidmat, ditutup dengan doa bersama, kemudian taruna diarahkan untuk mengikuti kegiatan akademik yang telah dijadwalkan. Langkah serentak mereka menuju ruang-ruang kegiatan menjadi pemandangan yang penuh semangat, menandai dimulainya sesi inti pada hari kedua PDK.

Pengenalan KRS, SIAKAD, dan Kuliah Umum

Hari Kedua Pelaksanaan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) STTKD

Yasmudi, S.SiT., M.T. selaku kepala BAAK menyampaikan mata kuliah yang akan mereka tempuh, sekaligus memahami sistem akademik berbasis teknologi melalui SIAKAD

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Semua taruna baru dibimbing untuk mengenal mata kuliah yang akan mereka tempuh, sekaligus memahami sistem akademik berbasis teknologi melalui SIAKAD. Pengenalan ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka dalam merencanakan perjalanan studi secara mandiri. Para staf akademik memberikan penjelasan detail tentang cara menggunakan SIAKAD, mulai dari login hingga pemilihan mata kuliah. Taruna tampak serius memperhatikan, karena hal ini akan menjadi rutinitas penting selama kuliah di STTKD. Sistem akademik yang modern ini memperkuat citra kampus sebagai sekolah penerbangan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sesi pertama pengisian KRS berjalan lancar meski ada beberapa taruna yang masih bertanya. Pendampingan yang sabar dari dosen dan panitia membuat suasana belajar terasa nyaman. Usai pengisian KRS, mahasiswa diberi waktu istirahat untuk melepas penat, menikmati suasana kampus, dan menjalin interaksi dengan teman-teman baru. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan berlanjut ke sesi lanjutan pengisian KRS. Paea taruna memastikan data akademik mereka benar-benar sudah sesuai. Ketelitian ini menjadi pelatihan tidak langsung bagi mereka, mengingat profesi di bidang aviasi menuntut presisi tinggi, baik sebagai Staff Airline, teknisi, maupun tenaga profesional lainnya.

Waktu istirahat berikutnya tiba saat jam makan siang dan ibadah. Taruna menikmati kebersamaan di ruang makan, sambil berbagi cerita dan pengalaman tentang hari pertama mereka di kampus yang juga dikenal sebagai sekolah pramugari. Suasana keakraban terasa hangat, menambah semangat untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Setelah makan siang, mahasiswa berkumpul kembali untuk mengikuti kuliah umum. Tema yang diangkat adalah Artificial Intelligence, judi online dan bahaya pinjaman online. Kuliah umum ini disampaikan langsung oleh Divisi Siber POLDA DIY melalui ANIS DWI HARYANTO, S.H., M.H. Inspektur Polisi Satu PANIT III SUBDIT V/SIBER DITRESKRIMSUS  yang turun langsung memberikan wawasan baru yang relevan dengan tantangan zaman. Narasumber menjelaskan bagaimana teknologi AI membawa dampak besar pada berbagai bidang, termasuk industri penerbangan.

ANIS DWI HARYANTO, S.H., M.H.  menerima cendera mata setelah menyampaikan kuliah umum kepada taruna baru

Para taruna dibuat terkesima dengan penjelasan mengenai peluang dan risiko yang muncul dari pemanfaatan AI. Diskusi berlangsung interaktif, banyak taruna yang berani bertanya dan memberikan pendapat. Mereka juga diberi pemahaman tentang bahaya pinjaman onol dan judi online, sebuah fenomena yang kerap menjebak generasi muda. Kuliah umum ini memberikan nilai tambah penting bagi taruna baru, membuka mata mereka bahwa perjalanan kuliah tidak hanya soal teori, tetapi juga kesiapan menghadapi dinamika kehidupan modern. Materi ini juga menjadi pengingat agar para taruna bijak dalam mengambil keputusan, baik secara akademik maupun dalam kehidupan pribadi.

Latihan Mars, Hymne, dan Apel Siang

Usai kuliah umum, taruna diarahkan untuk mengikuti latihan menyanyikan Mars dan Hymne STTKD. Suasana begitu meriah ketika suara mahasiswa bergema lantang, penuh semangat, dan kompak. Lagu Mars dan Hymne bukan sekadar nyanyian, tetapi juga simbol kebanggaan sebagai bagian dari civitas akademika sekolah penerbangan terbaik. Instruktur dengan penuh kesabaran membimbing taruna agar menyanyikan lagu dengan intonasi dan tempo yang benar. Latihan ini tidak hanya melatih vokal, melainkan juga memperkuat rasa kebersamaan, disiplin, dan cinta almamater. Setiap bait lagu yang dinyanyikan terasa menggetarkan hati, membangun kebanggaan tersendiri dalam diri tarunaa baru.

Dr. Sn. Drs. Cepi Irawan, M.Hum. menyampaikan materi tentang Hymne dan Mars STTKD kepada taruna baru

Semua taruna menyadari bahwa semangat dalam menyanyikan Mars dan Hymne STTKD adalah cerminan tekad mereka untuk berjuang meniti masa depan di dunia aviasi. Semangat yang ditunjukkan dalam latihan ini sejalan dengan karakter yang dibutuhkan ketika mereka nantinya bekerja sebagai Staff maskapai maupun Staff bandara. Setelah sesi latihan selesai semua taruna berkumpul kembali di lapangan untuk mengikuti apel siang. Apel ini menjadi momen evaluasi dan refleksi dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan sejak pagi. Para pembina memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menunjukkan kedisiplinan tinggi, sekaligus memberikan motivasi bagi yang masih perlu berbenah.

Suasana apel siang terasa hangat meski singkat. Taruna mendengarkan arahan dengan penuh perhatian, menyerap setiap pesan yang disampaikan sebagai bekal berharga untuk perjalanan mereka ke depan. Apel ditutup dengan doa singkat dan salam kebersamaan. Hari kedua PDK STTKD pun resmi berakhir. Taruna kembali ke tempat masing-masing dengan wajah penuh senyum, membawa pengalaman berharga tentang kedisiplinan, pengenalan akademik, wawasan teknologi, hingga rasa cinta pada almamater. Semua itu menjadi bagian penting dari proses pembentukan diri mereka sebagai calon tenaga profesional dari sekolah penerbangan.

Hari Pertama Pembukaan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) STTKD

Semangat Awal PDK

Hari Senin, 8 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Pada hari itu, dimulailah rangkaian kegiatan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) yang menjadi ajang penting dalam membentuk karakter para taruna baru. PDK bukan sekadar serangkaian aktivitas, melainkan pondasi awal untuk mencetak generasi muda yang siap mengabdi di dunia aviasi dan transportasi. Pagi yang cerah menyambut para taruna baru yang berkumpul di lapangan utama kampus. Mereka berdiri dengan penuh semangat mengikuti apel pagi yang menjadi pembuka seluruh rangkaian kegiatan. Suasana khidmat terlihat dari raut wajah para peserta yang berbaris rapi, menandakan kesungguhan mereka menjalani setiap proses pembentukan karakter di sekolah penerbangan ini.Hari Pertama Pembukaan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) STTKD

Apel pagi dilanjutkan dengan gladi upacara, sebuah simulasi yang bertujuan melatih keteraturan dan kekompakan barisan. Dengan arahan instruktur, para taruna belajar tentang pentingnya kedisiplinan, sikap hormat, dan kesigapan. Kegiatan sederhana ini menjadi simbol awal bagaimana setiap taruna ditempa untuk mampu memimpin sekaligus mengikuti aturan dengan baik. Puncak dari kegiatan pagi itu adalah upacara penyerahan taruna dari Yayasan Citra Dirgantara (YCD) kepada STTKD. Prosesi ini berlangsung khidmat, menandai bahwa para taruna secara resmi diterima untuk menjalani pendidikan di lingkungan kampus. Serah terima ini bukan hanya simbol formalitas, melainkan pernyataan bahwa para taruna kini siap ditempa menjadi insan profesional yang kelak berkarier di dunia staff maskapai maupun staff bandara.

Setelah itu, suasana mencair dengan adanya pembagian snack. Para taruna yang sejak pagi mengikuti rangkaian acara mendapat waktu untuk menikmati hidangan ringan. Momen sederhana ini justru menjadi pengikat kebersamaan, karena para peserta saling bercengkerama, berbagi cerita, dan menumbuhkan rasa persaudaraan sesama calon penerus bangsa. Kegiatan kemudian berlanjut dengan sambutan dari Ketua STTKD. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan integritas bagi para taruna. Tidak hanya itu, Ketua juga memperkenalkan para pejabat STTKD, sosialisasi visi dan misi kampus, serta menjelaskan struktur organisasi. Melalui sesi ini, para taruna diperkenalkan pada arah dan tujuan pendidikan di STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang mampu menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing.

Pengenalan Karakter dan Akademik

Setelah sesi pengenalan visi misi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi peraturan khusus taruna atau yang dikenal dengan persustar. Para taruna diberikan penjelasan mengenai tata tertib yang harus dipatuhi, mulai dari sikap sehari-hari, aturan berpakaian, hingga etika akademik. Pengenalan organisasi taruna dan Unit Kegiatan Taruna (UKT) juga menjadi bagian penting, agar setiap taruna memiliki wadah untuk menyalurkan minat dan bakat. Waktu istirahat siang tiba dengan agenda sholat, makan siang, dan melepas penat sejenak. Momen ini memberikan kesempatan bagi taruna untuk mengisi energi sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya. Dalam suasana yang akrab, para taruna mulai saling mengenal satu sama lain, membangun kebersamaan yang akan menjadi modal penting dalam perjalanan mereka sebagai bagian dari staff airline di masa depan.

Hari Pertama Pembukaan Pekan Disiplin dan Kepemimpinan (PDK) STTKD 1

Usai beristirahat, taruna kembali dikumpulkan untuk mengikuti pengenalan program studi dan kurikulum. Para dosen dan pejabat prodi menjelaskan berbagai konsentrasi yang tersedia, termasuk peluang karier di bidang transportasi udara. Dengan penuh antusias, taruna mendengarkan penjelasan mengenai bagaimana STTKD mempersiapkan mereka untuk menjadi profesional di dunia sekolah pramugari, staff maskapai, maupun bidang aviasi lainnya. Sesi pengenalan program studi ini membuka wawasan taruna baru mengenai pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sikap profesional. Mereka diperlihatkan bagaimana kurikulum dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri penerbangan yang terus berkembang. Dengan demikian, para taruna merasa bangga menjadi bagian dari kampus yang konsisten melahirkan lulusan berkompeten.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan visit dalam kampus. Taruna diajak berkeliling mengenal fasilitas yang akan menunjang proses belajar mereka. Ruang prodi, laboratorium, ruang kelas, hingga fasilitas komputer dan bahasa menjadi destinasi awal. Mereka diperlihatkan bagaimana sarana akademik modern disediakan untuk mendukung kualitas pendidikan di STTKD. Tidak hanya itu, mereka juga diperkenalkan pada ruang administrasi kampus seperti BAAK, bagian keuangan, hingga klinik kesehatan. Kunjungan ke ruang bagian beasiswa dan bimbingan konseling menjadi momen penting, karena para taruna memahami bahwa kampus tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga mendukung kesejahteraan dan perkembangan pribadi setiap individu.

Lapangan Krida turut menjadi bagian dari pengenalan. Di sini, taruna diberitahu mengenai berbagai kegiatan olahraga dan pelatihan fisik yang akan mereka jalani. Lapangan tersebut menjadi saksi bagaimana ketangguhan fisik dan mental ditempa secara seimbang, mencetak taruna yang sehat, disiplin, dan siap menghadapi tantangan.

 

Baca Juga : Kiprah Taruna di Ajang Internasional

Kegiatan Apel Siang Hari Pertama PDK

Setelah seharian penuh mengikuti rangkaian kegiatan, tibalah waktunya apel siang. Para taruna kembali berbaris rapi di lapangan, mendengarkan arahan terakhir dari para instruktur. Apel siang menjadi penutup kegiatan sekaligus refleksi dari seluruh proses yang telah dijalani. Para taruna menyadari bahwa hari pertama ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjang menuju kedewasaan dan profesionalisme. Kegiatan apel siang menekankan pada evaluasi singkat, di mana para taruna diminta untuk memperhatikan disiplin, ketepatan waktu, serta sikap selama kegiatan berlangsung. Arahan ini penting sebagai bentuk pembiasaan yang akan terus melekat hingga mereka lulus kelak. Di sinilah nilai kepemimpinan dan kemandirian mulai tumbuh. Hari pertama PDK memberikan kesan mendalam bagi para taruna baru. Mereka merasakan atmosfer akademik yang berbeda, penuh disiplin, kebersamaan, dan semangat untuk berprestasi. Kegiatan ini menjadi awal dari proses panjang yang akan mengantarkan mereka menjadi profesional di bidang staff maskapai, staff bandara, hingga dunia internasional.

Dengan pengalaman hari pertama ini, para taruna menyadari pentingnya kerja sama, tanggung jawab, serta komitmen terhadap aturan. Semua hal tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka berkarier di industri aviasi. STTKD dengan bangga menanamkan nilai-nilai ini sejak hari pertama, karena yakin bahwa setiap taruna memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan. PDK juga menjadi ruang pembelajaran non-formal yang memperkaya wawasan. Selain pengetahuan akademik, para taruna belajar menghargai waktu, menjaga kekompakan, dan memahami arti kebersamaan. Semua hal ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang penerbangan yang menuntut kedisiplinan tinggi. Hari pertama ini membuktikan bahwa STTKD bukan sekadar sekolah penerbangan, melainkan institusi yang serius dalam membangun karakter. Dengan visi yang jelas dan program yang terstruktur, STTKD meneguhkan dirinya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang siap mengantarkan lulusannya menembus dunia kerja global.

Kegiatan PDK menjadi titik awal perjalanan setiap taruna untuk menapaki jalan menuju masa depan. Dari apel pagi hingga apel siang, setiap aktivitas memiliki makna mendalam yang membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas. Mereka bukan hanya belajar teori, tetapi juga praktik kehidupan nyata. Pada akhirnya, hari pertama Pekan Disiplin dan Kepemimpinan ini bukan hanya sekadar agenda seremonial. Ia adalah gerbang awal menuju perjalanan panjang yang penuh tantangan, sekaligus kesempatan emas bagi taruna untuk menemukan jati diri mereka. STTKD dengan bangga mengawal proses ini, agar para taruna mampu menjadi generasi emas bangsa. Melalui PDK, STTKD menanamkan keyakinan bahwa disiplin dan kepemimpinan adalah kunci utama meraih kesuksesan. Dengan semangat yang membara, para taruna siap melanjutkan rangkaian hari-hari berikutnya, dengan tekad untuk menjadi pribadi unggul di bidang aviasi.

STTKD terus berkomitmen menjadi institusi pendidikan unggul di bidang transportasi udara. Dengan fasilitas lengkap, kurikulum modern, serta dukungan tenaga pengajar berkompeten, kampus ini membuktikan diri sebagai tempat terbaik bagi siapa saja yang ingin meniti karier di dunia staff airline dan aviasi global. Pekan Disiplin dan Kepemimpinan bukanlah akhir, melainkan awal yang akan terus berlanjut. Para taruna akan menghadapi berbagai kegiatan lanjutan yang semakin menantang. Namun, dengan semangat hari pertama ini, mereka percaya diri mampu melaluinya.

Suasana kebersamaan yang terjalin di hari pertama menjadi modal sosial yang berharga. Taruna belajar untuk saling menghargai, bekerja sama, dan mendukung satu sama lain. Nilai ini akan terus mereka bawa, baik selama masa pendidikan maupun ketika sudah berkiprah di dunia kerja. Hari pertama yang penuh makna ini menegaskan bahwa STTKD tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga secara mental dan spiritual. Taruna dibimbing untuk menjadi pribadi utuh yang siap menghadapi persaingan global. Dengan demikian, PDK hari pertama di STTKD telah memberikan gambaran jelas tentang arah pendidikan yang ditempuh. Para taruna kini siap melanjutkan perjalanan mereka dengan

PRESTASI MEMBANGGAKAN TARUNA STTKD DI KEGIATAN NON AKADEMIK

“Fahri Anwar Choiri Taruna STTKD juara karate internasional”

 

Semangat Juang Taruna STTKD di Arena Internasional

Taruna STTKD kembali mengharumkan nama kampus melalui ajang olahraga bergengsi tingkat internasional. Fahri Anwar Choiri, seorang taruna dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament V “Kemenpora RI Cup” yang digelar di GOR Amongraga, Yogyakarta. Kompetisi ini berlangsung pada 29–31 Agustus 2025 dan diikuti atlet karate dari seluruh Indonesia serta mancanegara. Dalam ajang penuh persaingan itu, Fahri meraih Juara 2 kategori Kumite -75 Kg Mahasiswa Putra. Prestasi ini menjadi bukti ketekunan dan dedikasinya dalam mengembangkan bakat non-akademik.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi Fahri, tetapi juga sebuah prestasi yang mengangkat nama Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. STTKD tidak hanya mencetak generasi yang unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi tarunanya untuk berprestasi di bidang lain seperti olahraga, seni, dan pengembangan diri. Fahri menuturkan bahwa perjalanan menuju podium tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai babak penyisihan dengan lawan-lawan tangguh dari universitas dan perguruan tinggi lain. Namun berkat latihan keras, mental baja, dan dukungan dari keluarga besar STTKD, ia mampu memberikan penampilan terbaik hingga meraih posisi runner-up.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa STTKD bukan hanya mencetak calon staff maskapai dan staff bandara yang profesional, tetapi juga pribadi yang memiliki jiwa juang tinggi, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial. Ajang olahraga internasional tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antar atlet sekaligus media untuk memperkenalkan STTKD sebagai sekolah penerbangan yang konsisten melahirkan generasi muda unggul. Kehadiran Fahri di kompetisi ini mempertegas bahwa taruna STTKD tidak hanya terampil di ruang kelas, tetapi juga mampu bersinar di arena olahraga.

Semangat yang ditunjukkan oleh Fahri juga menggambarkan nilai-nilai disiplin yang selalu ditanamkan oleh kampus. Sebagaimana diketahui, sekolah penerbangan terbaik selalu menekankan pentingnya kedisiplinan, baik dalam akademik maupun non akademik. Hal inilah yang menjadikan prestasi Fahri sangat berarti dan patut dijadikan teladan oleh taruna lainnya.

Prestasi Non Akademik Sebagai Penunjang Karakter

Kemenangan Fahri di ajang karate internasional membuktikan bahwa prestasi non akademik memiliki peran besar dalam membentuk karakter taruna. Namun Sebagai seorang taruna di sekolah penerbangan terbaik, ia tidak hanya dituntut unggul dalam teori dan praktik penerbangan, tetapi juga dalam pengembangan diri yang lebih luas. Olahraga karate menuntut konsistensi, fokus, dan pengendalian emosi. Nilai-nilai ini selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan calon staff airline maupun staff maskapai. Dalam dunia penerbangan, konsentrasi tinggi, ketahanan mental, serta kemampuan mengendalikan diri adalah aspek penting yang menentukan profesionalitas.

Kegiatan non akademik seperti karate juga membantu taruna mengasah kepemimpinan. oleh karena itu, Di setiap pertandingan seorang atlet harus mampu mengambil keputusan cepat, memprediksi gerakan lawan, sekaligus menjaga strategi. Sama halnya dengan taruna STTKD yang kelak akan berhadapan dengan situasi dinamis di bandara maupun maskapai. Bagi Fahri, karate bukan sekadar hobi, tetapi juga media untuk menyalurkan energi positif sekaligus menjaga kesehatan fisik. Ia percaya bahwa dengan tubuh yang sehat, konsentrasi belajar akan lebih maksimal, sehingga dapat menunjang prestasi akademik. Inilah sinergi yang melahirkan pribadi tangguh dan siap bersaing di dunia kerja global.

Prestasi non akademik seperti ini juga menjadi bukti nyata bahwa taruna STTKD dibekali dengan keseimbangan antara otak, hati, dan fisik. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi staff bandara atau staff maskapai, tetapi juga sosok yang memiliki daya juang, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Keberhasilan Fahri menjadi juara karate internasional juga memberikan inspirasi bagi taruna lain untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kampus STTKD selalu mendukung penuh setiap aktivitas positif tarunanya, baik di bidang olahraga, seni, maupun organisasi. Dukungan ini membuktikan bahwa STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik memahami pentingnya keseimbangan antara akademik dan non akademik.

Keterlibatan taruna dalam kegiatan non akademik juga dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam tim. Karate yang dikenal sebagai olahraga individu, ternyata tetap membutuhkan dukungan tim dan pelatih. Hal ini selaras dengan dunia penerbangan, di mana kerja sama antar bagian sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional. Prestasi seperti yang diraih Fahri sekaligus memperlihatkan wajah lain dari sekolah penerbangan terbaik. STTKD tidak hanya identik dengan dunia akademik, simulator, dan ruang kuliah, tetapi juga dengan lapangan, arena olahraga, dan ruang kreativitas di mana taruna dapat mengekspresikan bakatnya.

Inspirasi Bagi Generasi Muda STTKD

Prestasi Fahri dalam ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament V memberikan inspirasi besar bagi taruna STTKD lainnya. Selain itu, ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dedikasi, tidak ada hal yang mustahil untuk diraih, bahkan di kancah internasional. Banyak taruna yang kemudian menjadikan Fahri sebagai motivasi untuk turut aktif dalam kegiatan non akademik. Ia menjadi contoh nyata bahwa seorang taruna dapat tetap unggul di bidang akademik sambil mengukir prestasi di bidang lain. Hal ini menjadikan atmosfer belajar di STTKD semakin hidup dan berwarna.

Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD tidak hanya mencetak generasi yang siap bekerja sebagai staff airline atau staff bandara, tetapi juga generasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai bidang. Keberhasilan Fahri merupakan bukti bahwa kualitas taruna STTKD tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain menjadi inspirasi, prestasi ini juga meningkatkan kepercayaan diri taruna lain untuk berani mengikuti lomba atau kompetisi. Mereka semakin yakin bahwa dengan persiapan matang dan latihan teratur, kesempatan untuk meraih juara selalu terbuka lebar.

Kampus STTKD berharap agar semangat juang Fahri tidak berhenti sampai di sini. Dengan pengalaman yang ia dapatkan, besar harapan agar ia dapat membimbing dan memotivasi juniornya untuk terus mengembangkan potensi. Dalam jangka panjang, prestasi non akademik taruna seperti Fahri juga memperkuat citra STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik. Kampus ini bukan hanya mencetak tenaga profesional untuk industri penerbangan, tetapi juga insan-insan muda yang siap bersaing di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Fahri sendiri berharap bahwa prestasinya dapat menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan taruna. Ia percaya bahwa dengan disiplin, doa, dan kerja keras, setiap taruna bisa mengukir prestasi di bidangnya masing-masing. Kampus STTKD terus berkomitmen untuk mendukung semua potensi taruna, baik yang bercita-cita menjadi staff maskapai, staff bandara, staff airline, maupun yang ingin mengembangkan minat di luar akademik. Inilah yang menjadikan STTKD layak disebut sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Prestasi Fahri Anwar Choiri di ajang karate internasional menjadi bukti nyata bahwa taruna STTKD mampu bersaing tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di kancah dunia olahraga. Sebuah pencapaian membanggakan yang patut diapresiasi dan dijadikan motivasi bagi generasi muda bangsa.

 

Baca juga: Taruna STTKD Raih Prestasi International

Taruna STTKD Raih Prestasi International

Kiprah Taruna di Ajang Internasional

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Kali ini, nama STTKD harum di kancah internasional melalui keberhasilan salah satu taruninya, Tri Lestari, dalam ajang bergengsi International Youth Excursion Network Chapter Inspiration Youth in Diversity yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 18–21 Agustus 2025. Tri Lestari, taruna program studi D4 Manajemen Transportasi Udara, berhasil menyabet gelar 1st Best Speaker dalam ajang tersebut. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengangkat nama STTKD sebagai sekolah penerbangan yang konsisten mencetak generasi muda berprestasi.

Taruna STTKD Raih Prestasi International

Ajang internasional tersebut mempertemukan para pemuda dari berbagai negara untuk bertukar ide, gagasan, serta inovasi dalam memajukan dunia. Dalam suasana penuh inspirasi, Tri Lestari tampil memukau dengan kemampuan berbicara, argumentasi, dan wawasan global yang ia miliki. Prestasi yang diraih tentu bukan hal yang datang secara instan. Di balik keberhasilan ini, terdapat latihan, persiapan, dan bimbingan dari para dosen serta dukungan penuh dari STTKD yang dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia.

Momentum ini juga semakin mempertegas bahwa STTKD bukan hanya melahirkan lulusan yang siap berkarier sebagai Staff maskapai, Staff bandara, maupun Staff Airline, tetapi juga mampu bersaing dalam forum-forum global yang menuntut soft skill, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi tingkat tinggi. Tri Lestari tampil dengan percaya diri saat menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keberagaman dalam membangun persatuan dunia. Pesan yang ia sampaikan berhasil menyentuh hati para juri, sehingga menempatkannya sebagai pembicara terbaik di antara peserta dari berbagai negara.

Kebanggaan ini pun mendapat sambutan hangat dari keluarga besar STTKD. Mereka melihat pencapaian ini sebagai bukti nyata bahwa pendidikan yang diberikan mampu membentuk taruna menjadi pribadi unggul yang siap bersaing secara global. Tidak hanya itu, prestasi ini juga semakin menegaskan reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa dengan standar internasional. Sejalan dengan visi kampus untuk menjadi pusat unggulan di bidang teknologi kedirgantaraan, keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru.

 

STTKD sebagai Sekolah Penerbangan Terbaik

Taruna STTKD Raih Prestasi InternationalSekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Dengan program studi yang beragam, termasuk Manajemen Transportasi Udara, kampus ini telah melahirkan banyak alumni yang sukses berkarier di industri penerbangan. Lulusan STTKD banyak yang menempati posisi strategis di berbagai bidang, mulai dari Staff maskapai, Staff bandara, Staff Airline, hingga profesi di bidang teknik penerbangan. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di STTKD benar-benar relevan dengan kebutuhan industri penerbangan global.

Dalam kesehariannya, para taruna dibekali dengan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang mendukung kompetensi profesional mereka. Pendekatan inilah yang membuat taruna STTKD memiliki kesiapan lebih dalam menghadapi dunia kerja. Selain pendidikan formal, STTKD juga aktif memberikan dukungan kepada taruna untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan inilah yang memungkinkan sosok seperti Tri Lestari tampil percaya diri di panggung dunia.

Keberhasilan taruna STTKD dalam ajang internasional semakin memperkuat brand kampus ini sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri secara maksimal. Kampus yang berada di Yogyakarta ini terus berkomitmen mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri penerbangan modern. Dengan demikian, lulusan STTKD benar-benar siap mengisi kebutuhan industri sebagai tenaga profesional yang andal.

Selain fokus pada keilmuan, STTKD juga menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Nilai-nilai ini sangat penting bagi lulusan yang akan berkarier di industri penerbangan, baik sebagai Staff maskapai, Staff bandara, maupun di bidang lain yang berkaitan dengan transportasi udara. Prestasi internasional yang diraih Tri Lestari menjadi bukti bahwa pendidikan di STTKD mampu membentuk individu dengan kualitas unggul. Tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga dalam kemampuan soft skill yang menjadi kunci sukses di era globalisasi.

Dengan fasilitas modern, tenaga pengajar berpengalaman, serta jaringan kerjasama yang luas, STTKD terus melangkah menjadi pilihan utama bagi para generasi muda yang bercita-cita berkarier di dunia penerbangan. Tidak heran jika kampus ini sering disebut sebagai salah satu sekolah pramugari sekaligus sekolah penerbangan yang berorientasi pada keunggulan global. Keunggulan STTKD semakin terlihat ketika alumninya berhasil meraih prestasi, baik di dunia kerja maupun kompetisi internasional. Hal ini menjadi motivasi besar bagi taruna lain untuk terus mengasah kemampuan dan memberikan yang terbaik.

Dengan reputasi yang terus meningkat, STTKD tidak hanya mencetak lulusan untuk pasar lokal, tetapi juga siap mengirimkan tenaga profesional ke level internasional. Dunia penerbangan global membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, disiplin, dan berwawasan luas—semua itu dibentuk di STTKD.

Baca juga :Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Inspirasi dari Prestasi Tri Lestari

Kisah keberhasilan Tri Lestari meraih gelar 1st Best Speaker di ajang internasional menjadi inspirasi bagi banyak taruna lain di STTKD. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, kesempatan untuk berprestasi di panggung dunia selalu terbuka lebar. Prestasi ini juga memberikan pesan bahwa taruna dari sekolah penerbangan di Indonesia memiliki potensi yang sama dengan pemuda dari negara lain. Kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang baik menjadi modal utama untuk tampil bersinar.

Tri Lestari bukan hanya sekadar membawa nama pribadi, tetapi juga mengangkat citra STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang mampu bersaing di ranah internasional. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang penerbangan, mampu mencetak generasi unggul. Selain itu, pencapaian ini juga memberi motivasi bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menjadi bagian dari dunia penerbangan, baik sebagai Staff Airline, Staff bandara, maupun profesi lain. Mereka bisa melihat bagaimana dedikasi Tri Lestari membuahkan hasil manis di panggung dunia.

Semangat dan kerja keras Tri Lestari patut dijadikan teladan. Ia berani keluar dari zona nyaman, menghadapi persaingan internasional, dan membuktikan bahwa taruna STTKD mampu memberikan yang terbaik. Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas akan selalu melahirkan prestasi. STTKD sebagai sekolah penerbangan tidak hanya menyiapkan lulusan untuk dunia kerja, tetapi juga untuk dunia kompetisi global. Inspirasi yang diberikan Tri Lestari diharapkan dapat memacu semangat taruna lain untuk terus mengembangkan potensi diri. Dengan dukungan dari kampus, para taruna bisa meraih lebih banyak prestasi di masa depan.

Tidak menutup kemungkinan, prestasi ini akan menjadi pintu pembuka bagi taruna STTKD untuk lebih sering tampil di berbagai forum internasional. Dengan demikian, STTKD semakin dikenal sebagai sekolah penerbangan yang unggul di mata dunia. Akhirnya, keberhasilan Tri Lestari adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja keras dan tekad kuat. Dari Yogyakarta, seorang taruna mampu menorehkan prestasi hingga Kuala Lumpur, Malaysia, membawa harum nama bangsa dan kampus tercinta. Prestasi ini akan selalu menjadi catatan penting dalam perjalanan STTKD. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, kampus ini tidak hanya membekali taruna dengan ilmu dan keterampilan, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani mendunia.

Pengumuman Hasil Akhir Beasiswa KIP STTKD

Selamat dan sukses kepada para peserta yang telah lolos seleksi akhir Beasiswa KIP STTKD dan diterima pada program studi masing-masing. Semoga amanah dalam menempuh studi, berprestasi, serta membawa kebanggaan bagi keluarga dan almamater. Terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan semangatnya.

No Nama Asal Sekolah Program Studi
1 Rivan Tampe Gultom SMAN 23 Batam D3 Aeronautika
2 Rehal J Hutapea SMK S Yapim Balige D3 Aeronautika
3 Titania Indi Atika Suri PKBM Nurul Murdifin D3 Aeronautika
4 Hendra Prayoga SMAN 1 Kutowinangun D3 Manajemen Transportasi
5 Syifa’ Husna Rohmania MAN 2 Kebumen D4 Manajemen Transportasi Udara
6 Dipo Arientino SMK N 1 Sambirejo S1 Rekayasa Mesin
7 Hafidzhuddin Gondur SMK Bhinneka Karya Surakarta S1 Rekayasa Mesin
8 Shalom Sharla Shazira SMKN 1 Muara Enim S1 Teknik Dirgantara
9 Sendika Aditya Saputra SMA Terpadu Pondok Pesantren Nurul Huda 2 S1 Teknik Elektro
10 Musthofa Bil Izzy SMAN 1 Jonggol S1 Teknik Elektro
11 Ali Al Uraidhi SMA Taruna Nusantara S1 Teknik Elektro

Bagi Anda yang belum lolos dalam seleksi KIP-K kali ini jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan untuk mendaftar di Beasiswa Yayasan Citra Dirgantara! Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan berikut:
Seleksi Beasiswa Yayasan Citra Dirgantara

Semoga sukses di kesempatan selanjutnya!

Team Beasiswa STTKD.

STTKD Lakukan Pengenalan dan Simulasi Pendaratan Darurat Wet Drill pada Siswa PKL

Pengalaman Langka bagi Siswa SMK Penerbangan Sriwijaya

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menunjukkan perannya sebagai sekolah penerbangan terbaik dengan memberikan pengalaman nyata bagi para siswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STTKD.Pada hari Selasa pukul 10.00 WIB hingga selesai, STTKD menyelenggarakan kegiatan pengenalan sekaligus simulasi pendaratan darurat atau wet drill di kolam renang STTKD. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dari SMK Penerbangan Sriwijaya yang tengah melaksanakan PKL di STTKD.

STTKD Lakukan Pengenalan dan Simulasi Pendaratan Darurat Wet Drill pada Siswa PKL

Mereka mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung bagaimana prosedur keselamatan yang biasa dilakukan oleh staff maskapai dalam menghadapi kondisi darurat.Tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mencoba praktik ini secara langsung, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga. Pengenalan dan simulasi ini membuktikan bahwa STTKD tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memberikan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Simulasi wet drill diadakan dengan serius namun tetap menghadirkan suasana edukatif, sehingga siswa PKL mampu memahami dengan jelas setiap prosedur keselamatan.

Hal ini menjadi bekal yang sangat penting, khususnya bagi mereka yang bercita-cita bekerja sebagai staff airline maupun staff bandara. Sebab, pemahaman mengenai keselamatan merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh setiap insan penerbangan. Kegiatan ini juga memberi gambaran nyata bahwa sekolah pramugari dan sekolah yang fokus pada dunia penerbangan harus selalu mengedepankan aspek keselamatan.

Dibimbing Langsung oleh Tenaga Ahli

Kegiatan pengenalan dan simulasi ini dipandu langsung oleh Kepala Program Studi D1 Pramugari STTKD, Menik Andriyanti, S.M., M.M. Beliau memiliki pengalaman panjang dalam dunia penerbangan sehingga mampu menyampaikan materi dengan sangat jelas dan sistematis. Siswa SMK Penerbangan Sriwijaya mendapatkan penjelasan mendalam mengenai tata cara penyelamatan diri saat pesawat melakukan pendaratan darurat di air. Materi yang disampaikan tidak sebatas teori, melainkan langsung diaplikasikan melalui simulasi nyata di kolam renang STTKD. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh Menik Andriyanti. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya materi yang dipelajari.

Simulasi wet drill dimulai dari penjelasan posisi tubuh yang benar saat pesawat melakukan pendaratan darurat. Kemudian dilanjutkan dengan cara menggunakan pelampung keselamatan yang tersedia di pesawat. Tidak berhenti di situ, para siswa juga diajarkan bagaimana berkoordinasi dengan penumpang lain agar evakuasi berjalan tertib. Menik Andriyanti menekankan bahwa keterampilan ini akan sangat berguna bagi mereka yang kelak berkarier di dunia penerbangan, baik sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun pramugari.

 

Bimbingan langsung dari praktisi berpengalaman menjadi nilai tambah yang sulit didapatkan di tempat lain. Karena itu, kegiatan ini semakin mengukuhkan posisi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang selalu mengutamakan kualitas pembelajaran. Para siswa tidak hanya diajarkan cara bekerja, tetapi juga cara menjaga keselamatan diri dan orang lain dalam situasi genting. Dengan demikian, mereka semakin siap menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan dan dinamis.

Inilah bentuk nyata bahwa sekolah penerbangan bukan hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental tangguh dan disiplin.Melalui pengalaman ini, siswa mendapatkan gambaran nyata mengenai tanggung jawab besar seorang tenaga profesional di dunia penerbangan. Kegiatan ini sejalan dengan visi STTKD dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing secara global. Karena itu, simulasi wet drill menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi calon tenaga kerja di bidang aviasi. Siswa PKL tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pelaku langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini tentunya akan memberikan kesan mendalam yang sulit dilupakan sepanjang perjalanan pendidikan mereka.STTKD Lakukan Pengenalan dan Simulasi Pendaratan Darurat Wet Drill pada Siswa PKL

Baca juga : Dosen STTKD Kembali Berprestasi, Lolos Pendanaan PKM

Bekal Masa Depan di Dunia Penerbangan

Dunia penerbangan adalah dunia yang penuh disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi segala situasi darurat. Oleh karena itu, simulasi wet drill yang diadakan STTKD sangat relevan untuk membekali siswa SMK Penerbangan Sriwijaya dalam menapaki kariernya di masa depan. Para siswa belajar bahwa keselamatan adalah prioritas utama, baik bagi staff airline, staff bandara, maupun pramugari. Dengan pengalaman ini, mereka semakin yakin bahwa menjadi bagian dari dunia penerbangan membutuhkan komitmen yang tinggi. Kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana sekolah pramugari dan sekolah penerbangan terbaik menekankan aspek keselamatan sejak dini.

STTKD membuktikan bahwa pendidikan di bidang penerbangan bukan hanya tentang bekerja di pesawat atau bandara, tetapi juga bagaimana melindungi nyawa manusia. Simulasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Sebab, semakin dini siswa dikenalkan dengan prosedur keselamatan, semakin besar pula kesadaran mereka akan pentingnya hal tersebut. Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar simulasi, melainkan investasi pengetahuan dan pengalaman bagi masa depan para siswa. Dengan adanya kegiatan ini, STTKD sekali lagi membuktikan komitmennya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang terus melahirkan generasi muda profesional, siap bersaing, dan tangguh menghadapi tantangan dunia penerbangan global.

STTKD Memberikan Pembekalan Kepada Calon Lulusan Agar Siap Bersaing

Menjadi Profesional Muda yang Siap Bersaing di Dunia Kerja Global

Pembekalan Sebagai Bekal Menuju Dunia Profesional

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan para taruna agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat.Pada Senin, 25 Agustus 2025, STTKD menggelar acara bertajuk Pembekalan Kerja Untuk Calon Alumni – Bagian 1 dengan mengusung tema besar “Menjadi Profesional Muda yang Siap Bersaing di Dunia Kerja Global”.Acara ini diselenggarakan di Ruang YS STTKD mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri oleh ratusan taruna yang akan segera menyelesaikan masa studinya.Kehadiran para taruna dalam acara tersebut menjadi bukti nyata bahwa mereka memiliki semangat untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang penuh dinamika.

Dunia kerja, khususnya di sektor penerbangan, menuntut generasi muda untuk memiliki keahlian teknis, kepribadian yang matang, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat.STTKD sebagai salah satu sekolah penerbangan terkemuka di Indonesia sadar betul bahwa lulusannya harus memiliki kualitas unggul agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Oleh karena itu, bekal berupa ilmu dan keterampilan akademik saja tidak cukup, melainkan juga harus dilengkapi dengan kompetensi tambahan yang sesuai dengan standar global.Melalui acara pembekalan ini, STTKD menghadirkan narasumber berpengalaman di bidangnya, yang memberikan wawasan praktis tentang apa yang akan dihadapi para calon alumni di dunia kerja.

Para taruna dibimbing untuk memahami pentingnya performance dalam dunia kerja masa depan serta bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi kerja dan wawancara yang sering kali menjadi gerbang awal masuk ke perusahaan.Semua rangkaian ini sejalan dengan visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang senantiasa berorientasi pada mutu lulusan dan kesiapan menghadapi tantangan global.

Materi yang Relevan untuk Masa Depan

STTKD Lakukan Pembekalan Kerja Untuk Calon Alumninya

Dr. Raden Fatchul Hilal, SE., MM. membawakan materi dengan tajuk Performance di Dunia Kerja Masa Depan pada sesi pertama acara pembekalan

Sesi pertama acara pembekalan diisi oleh Dr. Raden Fatchul Hilal, SE., MM., seorang akademisi sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen dan pengembangan sumber daya manusia.Beliau membawakan materi dengan tajuk Performance di Dunia Kerja Masa Depan, yang mengulas bagaimana para profesional muda harus mengelola kinerja mereka di era globalisasi.Dalam pemaparannya, Dr. Hilal menekankan bahwa kinerja bukan hanya tentang kemampuan teknis, melainkan juga menyangkut sikap mental, disiplin, serta integritas.Menurutnya, dunia kerja global menuntut tenaga kerja yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki daya tahan dalam menghadapi tekanan dan tantangan.Para taruna diajak untuk memahami bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan, otomasi, dan transformasi digital akan banyak memengaruhi pekerjaan di masa depan.Dengan materi yang inspiratif, Dr. Hilal membuka wawasan para peserta untuk berpikir lebih jauh tentang pentingnya membangun keunggulan kompetitif dalam dunia kerja yang semakin terbuka.

Baca Juga : Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Hal ini menjadi sangat relevan karena banyak lulusan STTKD yang nantinya akan berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun profesi lainnya di sektor penerbangan.Tidak hanya berhenti pada teori, sesi pertama juga menyajikan berbagai contoh nyata tentang bagaimana kinerja yang baik dapat menjadi pintu masuk ke dunia kerja internasional.Para taruna diajak untuk berani melihat peluang global, sekaligus menyiapkan diri agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.Materi ini menjadi salah satu bekal berharga bagi taruna STTKD yang ingin berkiprah di industri penerbangan global dengan kualitas kerja terbaik.

Setelah sesi pertama yang penuh inspirasi, acara dilanjutkan dengan sesi kedua yang tak kalah penting.Sesi ini menghadirkan Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., seorang psikolog sekaligus praktisi di bidang pengembangan sumber daya manusia.Beliau membawakan materi bertajuk Persiapan Seleksi dan Wawancara Kerja, yang secara khusus membahas bagaimana calon pekerja menghadapi proses rekrutmen.Dalam penyampaiannya, Walid Jumlad menekankan pentingnya persiapan mental, komunikasi efektif, serta kepercayaan diri saat menghadapi wawancara kerja.Para peserta diberikan strategi menghadapi tahapan seleksi yang sering kali menjadi penentu diterima atau tidaknya seorang kandidat dalam sebuah perusahaan.

STTKD Lakukan Pembekalan Kerja Untuk Calon Alumninya

Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., membawakan materi bertajuk Persiapan Seleksi dan Wawancara Kerja, yang secara khusus membahas bagaimana calon pekerja menghadapi proses rekrutmen.

STTKD dan Komitmen Melahirkan Lulusan Berkualitas

Acara pembekalan ini menjadi salah satu langkah nyata STTKD dalam memperkuat identitasnya sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia.Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, STTKD juga memastikan para lulusannya siap bersaing di dunia kerja global yang penuh dengan dinamika.Dengan kurikulum yang terintegrasi dan didukung oleh tenaga pengajar berpengalaman, STTKD mampu memberikan bekal yang menyeluruh kepada para tarunanya. Para taruna tidak hanya dilatih untuk menguasai teori, tetapi juga dipersiapkan menguasai keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini menjadi penting karena persaingan di dunia aviasi semakin ketat, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Banyak perusahaan penerbangan membutuhkan lulusan yang siap kerja, baik di posisi staff airline, teknisi, maupun tenaga profesional lain di bidang penerbangan.Dengan adanya acara pembekalan ini, STTKD membuktikan dirinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang peduli terhadap masa depan lulusannya.Para calon alumni diharapkan mampu membawa nama baik almamater, sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan industri penerbangan Indonesia. Pembekalan kerja ini direncanakan menjadi agenda rutin yang akan terus diselenggarakan agar setiap angkatan calon lulusan mendapatkan manfaat maksimal.Dengan semangat profesionalisme dan visi global, STTKD yakin bahwa para lulusannya akan mampu menjadi generasi muda yang unggul, tangguh, dan siap bersaing di dunia kerja global.