Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Nasional

Kilau Prestasi dari Sekolah Penerbangan Terbaik

Taruna STTKD, Azzumar Setyo Pambudi dan Afan Rico Al Rauf, sukses mengharumkan nama kampus Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta sebagai sekolah penerbangan terbaik. Kabar membanggakan ini datang dari ajang National Essay Competition (NEC) Kovalen Edu Fair XV yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2025. Dalam ajang tingkat nasional ini, mereka berhasil meraih Juara 1, mengalahkan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa STTKD tidak hanya unggul dalam bidang teknik penerbangan, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan akademik, riset, dan penulisan ilmiah. Sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia, STTKD terus membuktikan kualitasnya melalui prestasi gemilang para taruna-taruninya di kancah nasional. Kompetisi esai nasional ini mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Azzumar dan Afan tampil dengan ide segar yang memadukan konsep teknologi penerbangan dan efisiensi energi, sebuah gagasan yang sangat relevan dengan tantangan industri aviasi masa depan.

Dosen pembimbing mereka menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan dedikasi kedua taruna tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari proses panjang pembelajaran, penelitian, dan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas taruna STTKD. Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi STTKD di berbagai ajang nasional, menjadikan kampus ini semakin kokoh sebagai lembaga pendidikan tinggi yang kompeten mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kedirgantaraan. Lebih dari sekadar kemenangan, pencapaian ini membuktikan bahwa taruna STTKD memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif yang menjadi bekal penting untuk berkarier di dunia penerbangan, baik sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun staff airline profesional.

Kegiatan lomba yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh peserta dari berbagai universitas negeri dan swasta. Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji kemampuan menulis, berpikir ilmiah, dan mempresentasikan gagasan secara logis dan menarik. Bagi Azzumar dan Afan, kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kontribusi nyata di dunia penerbangan nasional. Mereka berdua berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi taruna-taruni STTKD lainnya untuk terus berkarya. Selain menjadi ajang adu gagasan, kompetisi ini juga memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, membuka peluang kolaborasi riset, dan menumbuhkan semangat kompetitif di kalangan mahasiswa. STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik terus mendukung para taruna untuk aktif mengikuti kegiatan akademik di luar kampus. Dukungan berupa pembinaan, pelatihan menulis, dan pendampingan dosen menjadi faktor penting di balik prestasi ini.

Kiprah Taruna D4 MTU: Kreativitas dan Dedikasi dalam Dunia Penerbangan

Kedua taruna pemenang, Azzumar Setyo Pambudi dan Afan Rico Al Rauf, merupakan mahasiswa dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara (MTU). Program ini dikenal sebagai salah satu prodi unggulan di STTKD yang berfokus pada pengelolaan operasional bandara, maskapai, dan transportasi udara. Sebagai mahasiswa di sekolah penerbangan yang disiplin dan modern, mereka terbiasa berpikir strategis serta terbuka terhadap inovasi. Inilah yang menjadi modal utama mereka dalam merancang esai yang dinilai juri sebagai karya paling visioner. Dalam karya tulisnya, keduanya membahas tentang optimalisasi sistem digitalisasi operasional bandara guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan. Gagasan ini sangat sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan yang kini tengah bertransformasi ke arah smart airport dan green aviation.

Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Nasional

Prodi D4 MTU memang didesain untuk mencetak lulusan yang siap menjadi staff bandara, staff maskapai, dan profesional di bidang manajemen penerbangan. Kurikulumnya menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, menjadikan lulusan STTKD mampu bersaing di industri global. Kegiatan belajar di prodi ini tidak hanya dilakukan di ruang kuliah, tetapi juga di laboratorium bandara mini, simulasi operasi penerbangan, hingga magang langsung di perusahaan aviasi terkemuka. Hal ini melatih taruna untuk memahami dunia kerja nyata sejak dini. Azzumar dan Afan dikenal aktif dalam kegiatan kampus, termasuk organisasi kemahasiswaan dan   kegiatan penelitian. Kedua taruna ini telah beberapa kali mengikuti kompetisi esai dan debat ilmiah di tingkat regional sebelum akhirnya menembus level nasional.

Semangat juang dan komitmen mereka untuk membawa nama baik kampus menjadi contoh yang menginspirasi bagi rekan-rekan taruna lainnya. Menurut mereka, menjadi bagian dari sekolah penerbangan terbaik bukan hanya tentang belajar teori, tetapi juga tentang mengasah karakter, tanggung jawab, dan profesionalisme. Dalam wawancara singkat usai menerima penghargaan, Azzumar menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama tim yang solid dan bimbingan intensif dari dosen pembimbing. Ia juga menegaskan bahwa dunia penerbangan membutuhkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan teknologi.

Sementara Afan menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam lomba bukan hanya menulis, tetapi bagaimana menyampaikan ide dengan bahasa yang mudah dipahami dan berdampak. Ia percaya, kemampuan komunikasi seperti ini sangat penting untuk karier di dunia staff airline maupun staff bandara.Prestasi mereka menunjukkan bahwa prodi D4 MTU tidak hanya melahirkan calon manajer transportasi udara, tetapi juga pemikir muda yang siap memberikan solusi nyata bagi kemajuan industri penerbangan nasional.

STTKD: Mencetak Generasi Unggul Dunia Aviasi

Keberhasilan dua taruna ini semakin mempertegas reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berkomitmen pada mutu pendidikan dan pembentukan karakter unggul. Sejak berdirinya, STTKD telah dikenal sebagai kampus yang melahirkan banyak lulusan sukses di bidang penerbangan dan kedirgantaraan. Kampus ini memiliki berbagai program studi unggulan seperti Teknik Pesawat Udara, Manajemen Transportasi Udara, dan Pendidikan Sekolah Pramugari. Semua program tersebut dirancang untuk mempersiapkan taruna menjadi tenaga profesional di industri penerbangan.

Banyak lulusan STTKD kini berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, teknisi pesawat, maupun staff airline di berbagai perusahaan aviasi nasional dan internasional. Hal ini menjadi bukti konkret kualitas pendidikan yang diterapkan kampus tersebut. Selain berfokus pada kemampuan akademik, STTKD juga membekali taruna dengan pelatihan soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan. Nilai-nilai kedisiplinan dan etika kerja yang ditanamkan selama pendidikan menjadi bekal penting di dunia profesional.

Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi seperti GMF AeroAsia, AirNav Indonesia, dan Angkasa Pura. Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi taruna untuk melakukan magang dan mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri. Dengan dukungan fasilitas modern dan tenaga pengajar berpengalaman, STTKD terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan sehingga mampu bersaing dengan sekolah penerbangan internasional. Prestasi Azzumar dan Afan menjadi cerminan nyata dari keberhasilan sistem pendidikan di STTKD. Keduanya mampu memadukan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan semangat nasionalisme dalam karya ilmiah yang diakui secara nasional. Ke depan, STTKD berharap semakin banyak taruna yang berani berinovasi dan menorehkan prestasi, baik di bidang akademik, teknologi, maupun sosial. Pihak kampus juga berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi taruna dalam mengembangkan potensi mereka, termasuk melalui kegiatan penelitian, lomba nasional, dan publikasi ilmiah.

Bagi para calon siswa yang bercita-cita menjadi bagian dari dunia penerbangan, STTKD menjadi pilihan tepat. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD menawarkan pendidikan komprehensif bagi mereka yang ingin berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun lulusan profesional yang siap berkontribusi di industri penerbangan global. Prestasi demi prestasi yang diraih oleh taruna STTKD menjadi bukti bahwa kampus ini tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga mencetak generasi pemimpin masa depan dunia aviasi Indonesia. Dengan semangat “Disiplin, Unggul, dan Profesional”, STTKD akan terus berkomitmen melahirkan insan penerbangan yang berintegritas, inovatif, dan siap menjawab tantangan zaman.

PRESTASI MEMBANGGAKAN TARUNA STTKD DI KEGIATAN NON AKADEMIK

“Fahri Anwar Choiri Taruna STTKD juara karate internasional”

 

Semangat Juang Taruna STTKD di Arena Internasional

Taruna STTKD kembali mengharumkan nama kampus melalui ajang olahraga bergengsi tingkat internasional. Fahri Anwar Choiri, seorang taruna dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament V “Kemenpora RI Cup” yang digelar di GOR Amongraga, Yogyakarta. Kompetisi ini berlangsung pada 29–31 Agustus 2025 dan diikuti atlet karate dari seluruh Indonesia serta mancanegara. Dalam ajang penuh persaingan itu, Fahri meraih Juara 2 kategori Kumite -75 Kg Mahasiswa Putra. Prestasi ini menjadi bukti ketekunan dan dedikasinya dalam mengembangkan bakat non-akademik.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi Fahri, tetapi juga sebuah prestasi yang mengangkat nama Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. STTKD tidak hanya mencetak generasi yang unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi tarunanya untuk berprestasi di bidang lain seperti olahraga, seni, dan pengembangan diri. Fahri menuturkan bahwa perjalanan menuju podium tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai babak penyisihan dengan lawan-lawan tangguh dari universitas dan perguruan tinggi lain. Namun berkat latihan keras, mental baja, dan dukungan dari keluarga besar STTKD, ia mampu memberikan penampilan terbaik hingga meraih posisi runner-up.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa STTKD bukan hanya mencetak calon staff maskapai dan staff bandara yang profesional, tetapi juga pribadi yang memiliki jiwa juang tinggi, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan dalam dunia kerja maupun kehidupan sosial. Ajang olahraga internasional tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antar atlet sekaligus media untuk memperkenalkan STTKD sebagai sekolah penerbangan yang konsisten melahirkan generasi muda unggul. Kehadiran Fahri di kompetisi ini mempertegas bahwa taruna STTKD tidak hanya terampil di ruang kelas, tetapi juga mampu bersinar di arena olahraga.

Semangat yang ditunjukkan oleh Fahri juga menggambarkan nilai-nilai disiplin yang selalu ditanamkan oleh kampus. Sebagaimana diketahui, sekolah penerbangan terbaik selalu menekankan pentingnya kedisiplinan, baik dalam akademik maupun non akademik. Hal inilah yang menjadikan prestasi Fahri sangat berarti dan patut dijadikan teladan oleh taruna lainnya.

Prestasi Non Akademik Sebagai Penunjang Karakter

Kemenangan Fahri di ajang karate internasional membuktikan bahwa prestasi non akademik memiliki peran besar dalam membentuk karakter taruna. Namun Sebagai seorang taruna di sekolah penerbangan terbaik, ia tidak hanya dituntut unggul dalam teori dan praktik penerbangan, tetapi juga dalam pengembangan diri yang lebih luas. Olahraga karate menuntut konsistensi, fokus, dan pengendalian emosi. Nilai-nilai ini selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan calon staff airline maupun staff maskapai. Dalam dunia penerbangan, konsentrasi tinggi, ketahanan mental, serta kemampuan mengendalikan diri adalah aspek penting yang menentukan profesionalitas.

Kegiatan non akademik seperti karate juga membantu taruna mengasah kepemimpinan. oleh karena itu, Di setiap pertandingan seorang atlet harus mampu mengambil keputusan cepat, memprediksi gerakan lawan, sekaligus menjaga strategi. Sama halnya dengan taruna STTKD yang kelak akan berhadapan dengan situasi dinamis di bandara maupun maskapai. Bagi Fahri, karate bukan sekadar hobi, tetapi juga media untuk menyalurkan energi positif sekaligus menjaga kesehatan fisik. Ia percaya bahwa dengan tubuh yang sehat, konsentrasi belajar akan lebih maksimal, sehingga dapat menunjang prestasi akademik. Inilah sinergi yang melahirkan pribadi tangguh dan siap bersaing di dunia kerja global.

Prestasi non akademik seperti ini juga menjadi bukti nyata bahwa taruna STTKD dibekali dengan keseimbangan antara otak, hati, dan fisik. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi staff bandara atau staff maskapai, tetapi juga sosok yang memiliki daya juang, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Keberhasilan Fahri menjadi juara karate internasional juga memberikan inspirasi bagi taruna lain untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kampus STTKD selalu mendukung penuh setiap aktivitas positif tarunanya, baik di bidang olahraga, seni, maupun organisasi. Dukungan ini membuktikan bahwa STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik memahami pentingnya keseimbangan antara akademik dan non akademik.

Keterlibatan taruna dalam kegiatan non akademik juga dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam tim. Karate yang dikenal sebagai olahraga individu, ternyata tetap membutuhkan dukungan tim dan pelatih. Hal ini selaras dengan dunia penerbangan, di mana kerja sama antar bagian sangat penting untuk memastikan kelancaran operasional. Prestasi seperti yang diraih Fahri sekaligus memperlihatkan wajah lain dari sekolah penerbangan terbaik. STTKD tidak hanya identik dengan dunia akademik, simulator, dan ruang kuliah, tetapi juga dengan lapangan, arena olahraga, dan ruang kreativitas di mana taruna dapat mengekspresikan bakatnya.

Inspirasi Bagi Generasi Muda STTKD

Prestasi Fahri dalam ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament V memberikan inspirasi besar bagi taruna STTKD lainnya. Selain itu, ia menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan dedikasi, tidak ada hal yang mustahil untuk diraih, bahkan di kancah internasional. Banyak taruna yang kemudian menjadikan Fahri sebagai motivasi untuk turut aktif dalam kegiatan non akademik. Ia menjadi contoh nyata bahwa seorang taruna dapat tetap unggul di bidang akademik sambil mengukir prestasi di bidang lain. Hal ini menjadikan atmosfer belajar di STTKD semakin hidup dan berwarna.

Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD tidak hanya mencetak generasi yang siap bekerja sebagai staff airline atau staff bandara, tetapi juga generasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai bidang. Keberhasilan Fahri merupakan bukti bahwa kualitas taruna STTKD tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain menjadi inspirasi, prestasi ini juga meningkatkan kepercayaan diri taruna lain untuk berani mengikuti lomba atau kompetisi. Mereka semakin yakin bahwa dengan persiapan matang dan latihan teratur, kesempatan untuk meraih juara selalu terbuka lebar.

Kampus STTKD berharap agar semangat juang Fahri tidak berhenti sampai di sini. Dengan pengalaman yang ia dapatkan, besar harapan agar ia dapat membimbing dan memotivasi juniornya untuk terus mengembangkan potensi. Dalam jangka panjang, prestasi non akademik taruna seperti Fahri juga memperkuat citra STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik. Kampus ini bukan hanya mencetak tenaga profesional untuk industri penerbangan, tetapi juga insan-insan muda yang siap bersaing di berbagai bidang, termasuk olahraga.

Fahri sendiri berharap bahwa prestasinya dapat menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan taruna. Ia percaya bahwa dengan disiplin, doa, dan kerja keras, setiap taruna bisa mengukir prestasi di bidangnya masing-masing. Kampus STTKD terus berkomitmen untuk mendukung semua potensi taruna, baik yang bercita-cita menjadi staff maskapai, staff bandara, staff airline, maupun yang ingin mengembangkan minat di luar akademik. Inilah yang menjadikan STTKD layak disebut sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Prestasi Fahri Anwar Choiri di ajang karate internasional menjadi bukti nyata bahwa taruna STTKD mampu bersaing tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di kancah dunia olahraga. Sebuah pencapaian membanggakan yang patut diapresiasi dan dijadikan motivasi bagi generasi muda bangsa.

 

Baca juga: Taruna STTKD Raih Prestasi International

Taruna STTKD Raih Prestasi International

Kiprah Taruna di Ajang Internasional

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Taruna Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Kali ini, nama STTKD harum di kancah internasional melalui keberhasilan salah satu taruninya, Tri Lestari, dalam ajang bergengsi International Youth Excursion Network Chapter Inspiration Youth in Diversity yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 18–21 Agustus 2025. Tri Lestari, taruna program studi D4 Manajemen Transportasi Udara, berhasil menyabet gelar 1st Best Speaker dalam ajang tersebut. Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengangkat nama STTKD sebagai sekolah penerbangan yang konsisten mencetak generasi muda berprestasi.

Taruna STTKD Raih Prestasi International

Ajang internasional tersebut mempertemukan para pemuda dari berbagai negara untuk bertukar ide, gagasan, serta inovasi dalam memajukan dunia. Dalam suasana penuh inspirasi, Tri Lestari tampil memukau dengan kemampuan berbicara, argumentasi, dan wawasan global yang ia miliki. Prestasi yang diraih tentu bukan hal yang datang secara instan. Di balik keberhasilan ini, terdapat latihan, persiapan, dan bimbingan dari para dosen serta dukungan penuh dari STTKD yang dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia.

Momentum ini juga semakin mempertegas bahwa STTKD bukan hanya melahirkan lulusan yang siap berkarier sebagai Staff maskapai, Staff bandara, maupun Staff Airline, tetapi juga mampu bersaing dalam forum-forum global yang menuntut soft skill, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi tingkat tinggi. Tri Lestari tampil dengan percaya diri saat menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keberagaman dalam membangun persatuan dunia. Pesan yang ia sampaikan berhasil menyentuh hati para juri, sehingga menempatkannya sebagai pembicara terbaik di antara peserta dari berbagai negara.

Kebanggaan ini pun mendapat sambutan hangat dari keluarga besar STTKD. Mereka melihat pencapaian ini sebagai bukti nyata bahwa pendidikan yang diberikan mampu membentuk taruna menjadi pribadi unggul yang siap bersaing secara global. Tidak hanya itu, prestasi ini juga semakin menegaskan reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa dengan standar internasional. Sejalan dengan visi kampus untuk menjadi pusat unggulan di bidang teknologi kedirgantaraan, keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah baru.

 

STTKD sebagai Sekolah Penerbangan Terbaik

Taruna STTKD Raih Prestasi InternationalSekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Dengan program studi yang beragam, termasuk Manajemen Transportasi Udara, kampus ini telah melahirkan banyak alumni yang sukses berkarier di industri penerbangan. Lulusan STTKD banyak yang menempati posisi strategis di berbagai bidang, mulai dari Staff maskapai, Staff bandara, Staff Airline, hingga profesi di bidang teknik penerbangan. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di STTKD benar-benar relevan dengan kebutuhan industri penerbangan global.

Dalam kesehariannya, para taruna dibekali dengan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang mendukung kompetensi profesional mereka. Pendekatan inilah yang membuat taruna STTKD memiliki kesiapan lebih dalam menghadapi dunia kerja. Selain pendidikan formal, STTKD juga aktif memberikan dukungan kepada taruna untuk mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan inilah yang memungkinkan sosok seperti Tri Lestari tampil percaya diri di panggung dunia.

Keberhasilan taruna STTKD dalam ajang internasional semakin memperkuat brand kampus ini sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri secara maksimal. Kampus yang berada di Yogyakarta ini terus berkomitmen mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri penerbangan modern. Dengan demikian, lulusan STTKD benar-benar siap mengisi kebutuhan industri sebagai tenaga profesional yang andal.

Selain fokus pada keilmuan, STTKD juga menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Nilai-nilai ini sangat penting bagi lulusan yang akan berkarier di industri penerbangan, baik sebagai Staff maskapai, Staff bandara, maupun di bidang lain yang berkaitan dengan transportasi udara. Prestasi internasional yang diraih Tri Lestari menjadi bukti bahwa pendidikan di STTKD mampu membentuk individu dengan kualitas unggul. Tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga dalam kemampuan soft skill yang menjadi kunci sukses di era globalisasi.

Dengan fasilitas modern, tenaga pengajar berpengalaman, serta jaringan kerjasama yang luas, STTKD terus melangkah menjadi pilihan utama bagi para generasi muda yang bercita-cita berkarier di dunia penerbangan. Tidak heran jika kampus ini sering disebut sebagai salah satu sekolah pramugari sekaligus sekolah penerbangan yang berorientasi pada keunggulan global. Keunggulan STTKD semakin terlihat ketika alumninya berhasil meraih prestasi, baik di dunia kerja maupun kompetisi internasional. Hal ini menjadi motivasi besar bagi taruna lain untuk terus mengasah kemampuan dan memberikan yang terbaik.

Dengan reputasi yang terus meningkat, STTKD tidak hanya mencetak lulusan untuk pasar lokal, tetapi juga siap mengirimkan tenaga profesional ke level internasional. Dunia penerbangan global membutuhkan sumber daya manusia yang terampil, disiplin, dan berwawasan luas—semua itu dibentuk di STTKD.

Baca juga :Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Inspirasi dari Prestasi Tri Lestari

Kisah keberhasilan Tri Lestari meraih gelar 1st Best Speaker di ajang internasional menjadi inspirasi bagi banyak taruna lain di STTKD. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, kesempatan untuk berprestasi di panggung dunia selalu terbuka lebar. Prestasi ini juga memberikan pesan bahwa taruna dari sekolah penerbangan di Indonesia memiliki potensi yang sama dengan pemuda dari negara lain. Kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang baik menjadi modal utama untuk tampil bersinar.

Tri Lestari bukan hanya sekadar membawa nama pribadi, tetapi juga mengangkat citra STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang mampu bersaing di ranah internasional. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang penerbangan, mampu mencetak generasi unggul. Selain itu, pencapaian ini juga memberi motivasi bagi generasi muda Indonesia yang bercita-cita menjadi bagian dari dunia penerbangan, baik sebagai Staff Airline, Staff bandara, maupun profesi lain. Mereka bisa melihat bagaimana dedikasi Tri Lestari membuahkan hasil manis di panggung dunia.

Semangat dan kerja keras Tri Lestari patut dijadikan teladan. Ia berani keluar dari zona nyaman, menghadapi persaingan internasional, dan membuktikan bahwa taruna STTKD mampu memberikan yang terbaik. Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas akan selalu melahirkan prestasi. STTKD sebagai sekolah penerbangan tidak hanya menyiapkan lulusan untuk dunia kerja, tetapi juga untuk dunia kompetisi global. Inspirasi yang diberikan Tri Lestari diharapkan dapat memacu semangat taruna lain untuk terus mengembangkan potensi diri. Dengan dukungan dari kampus, para taruna bisa meraih lebih banyak prestasi di masa depan.

Tidak menutup kemungkinan, prestasi ini akan menjadi pintu pembuka bagi taruna STTKD untuk lebih sering tampil di berbagai forum internasional. Dengan demikian, STTKD semakin dikenal sebagai sekolah penerbangan yang unggul di mata dunia. Akhirnya, keberhasilan Tri Lestari adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja keras dan tekad kuat. Dari Yogyakarta, seorang taruna mampu menorehkan prestasi hingga Kuala Lumpur, Malaysia, membawa harum nama bangsa dan kampus tercinta. Prestasi ini akan selalu menjadi catatan penting dalam perjalanan STTKD. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, kampus ini tidak hanya membekali taruna dengan ilmu dan keterampilan, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani mendunia.

Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Prestasi Gemilang di Ajang Bergengsi

STTKD kembali mencatatkan kebanggaan besar dengan torehan prestasi yang diraih oleh salah satu tarunanya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sebagai sekolah penerbangan terbaik tersebut tidak hanya mencetak tenaga profesional di dunia penerbangan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berwawasan ilmiah dan siap bersaing di tingkat nasional. Adalah Aulia Dea Fadzilah, taruna Program Studi S1 Teknik Dirgantara, yang berhasil mengharumkan nama almamater dalam ajang bergengsi nasional. Ia tampil sebagai Juara 1 dalam kompetisi essay bertajuk Research Collaboration for National Aerospace Sovereignty yang diselenggarakan PT Dirgantara Indonesia.

Ajang tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Teknologi Nasional serta HUT ke-49 PT Dirgantara Indonesia, sehingga memiliki makna strategis bagi bangsa. Dalam forum tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, serta kontribusi mereka terhadap kedaulatan dirgantara Indonesia. Prestasi yang diraih Aulia tidak sekadar sebuah kemenangan personal, melainkan juga simbol kualitas pendidikan yang diberikan STTKD sebagai sekolah penerbangan unggulan. Melalui karyanya, Aulia menegaskan bahwa taruna STTKD mampu bersaing di panggung nasional, baik dalam bidang praktik maupun akademik.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa STTKD layak disebut sebagai sekolah penerbangan terbaik yang terus konsisten membimbing dan membina para tarunanya untuk meraih prestasi. Dengan semangat disiplin khas kampus penerbangan, Aulia mampu menghasilkan sebuah karya tulis yang diapresiasi para juri karena kejelasan gagasan, kekuatan analisis, serta relevansinya dengan tantangan industri kedirgantaraan. Essay yang ditulis Aulia menyoroti pentingnya kemandirian bangsa dalam penguasaan teknologi dirgantara. Ia menekankan bahwa kedaulatan teknologi penerbangan menjadi kunci dalam menjaga eksistensi dan kekuatan Indonesia di kancah global. Pandangan tersebut sejalan dengan visi PT Dirgantara Indonesia yang sejak awal berdiri berkomitmen pada pengembangan industri pesawat nasional.

Tidak hanya menuai pujian, karya ilmiah Aulia juga dianggap mampu memberikan solusi inovatif bagi dunia penerbangan Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa taruna STTKD dibekali dengan kemampuan berpikir kritis yang sejalan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.Keberhasilan tersebut kian menambah panjang deretan prestasi yang pernah diraih taruna STTKD sebelumnya. Sejak berdirinya, kampus ini memang dikenal sebagai kawah candradimuka yang menghasilkan insan penerbangan unggul dan siap bersaing di berbagai lini.

Momentum kemenangan Aulia di ajang nasional ini semakin mempertegas peran STTKD dalam mencetak generasi yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki wawasan akademik yang mumpuni. Bagi keluarga besar kampus, pencapaian ini adalah kado istimewa yang memperkuat identitas STTKD sebagai institusi pendidikan yang kompetitif dan inovatif.Lebih jauh, kemenangan ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan di dunia dirgantara tidak hanya berhenti pada praktik teknis, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir strategis, meneliti, dan menulis ilmiah. Semua hal itu kini dibuktikan dengan nyata oleh seorang taruna STTKD.

Kiprah Taruna STTKD dalam Dunia Akademik dan Dirgantara

Sebagai taruna di Program Studi S1 Teknik Dirgantara, Aulia Dea Fadzilah telah menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan minat dan kemampuan di bidang penelitian. Keikutsertaannya dalam kompetisi tingkat nasional bukanlah hal yang kebetulan, melainkan hasil kerja keras, disiplin, serta bimbingan akademik yang intensif di STTKD. Kampus ini memang dikenal memiliki kultur pendidikan yang menekankan keseimbangan antara teori, praktik, dan penelitian. Hal tersebut menjadikan tarunanya tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga piawai dalam menyusun gagasan dan berkontribusi di ranah ilmiah.

Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Tingkat NasionalAulia sendiri membuktikan bahwa taruna STTKD memiliki kapasitas yang setara dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang lebih besar. Prestasinya adalah cermin dari ketekunan serta dukungan penuh yang diberikan dosen dan civitas akademika kampus. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus menambah jejaring akademik. Kehadiran Aulia di tengah forum nasional menegaskan bahwa taruna STTKD mampu berdiri sejajar dengan mahasiswa terbaik dari berbagai penjuru tanah air.

Prestasi tersebut juga mengingatkan bahwa peran taruna tidak hanya sebatas menyiapkan diri sebagai Staff maskapai atau Staff bandara semata, tetapi juga sebagai generasi muda yang berdaya pikir luas, kritis, dan siap memberikan kontribusi nyata pada pembangunan nasional. Dalam konteks inilah, STTKD semakin menunjukkan kualitasnya sebagai institusi yang mempersiapkan taruna menghadapi berbagai tantangan di dunia penerbangan dan dirgantara. Keberhasilan akademik yang dicapai menjadi bukti bahwa pendidikan di kampus ini mengedepankan pembentukan karakter dan keilmuan yang utuh.

Lebih lanjut, kiprah Aulia juga menunjukkan bahwa taruna STTKD dapat memainkan peran penting dalam perumusan gagasan strategis. Keberanian untuk menyuarakan ide-ide baru dalam forum nasional adalah bukti bahwa pendidikan di STTKD tidak hanya mendidik secara teknis, tetapi juga mengasah soft skill yang dibutuhkan di era modern. Tidak heran bila banyak lulusan kampus ini kemudian menempati posisi penting dalam industri penerbangan. Mereka berkiprah sebagai Staff Airline, teknisi, peneliti, hingga berbagai posisi strategis lain yang menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional.

Seiring dengan capaian ini, STTKD semakin kokoh sebagai lembaga yang mempersiapkan sumber daya manusia unggul di bidang penerbangan. Reputasi yang diraih oleh tarunanya menjadi cermin bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini benar-benar berdampak positif dan nyata.Kiprah Aulia dalam dunia akademik juga sekaligus memperluas pemahaman publik bahwa STTKD tidak hanya dikenal sebagai sekolah pramugari atau pusat pendidikan tenaga operasional, melainkan juga sebagai institusi yang melahirkan peneliti dan pemikir muda di bidang dirgantara.

Dengan demikian, kemenangan ini memperluas perspektif masyarakat bahwa STTKD memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang mampu bersaing secara global. Hal ini sekaligus mengokohkan misi kampus untuk melahirkan insan penerbangan yang berdaya saing, berintegritas, dan berpengetahuan luas.

Inspirasi dan Harapan untuk Masa Depan

 

Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional

Aulia Dea Fadzilah bersama Dr.-Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing., M.B.A..

Prestasi yang diraih Aulia Dea Fadzilah tentu memberikan inspirasi besar bagi seluruh taruna STTKD. Ia membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, serta keberanian untuk tampil bisa membuka jalan menuju keberhasilan di tingkat nasional. Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa sekolah penerbangan terbaik adalah yang tidak hanya fokus pada aspek keterampilan praktis, tetapi juga mendidik tarunanya untuk mampu berpikir kritis dan menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi bangsa.

Bagi Aulia sendiri, pencapaian ini menjadi batu loncatan untuk melanjutkan kiprah akademik sekaligus mempersiapkan karier di masa depan. Dengan bekal ilmu dan pengalaman, ia diharapkan mampu berkontribusi lebih luas bagi dunia penerbangan Indonesia. Di sisi lain, keberhasilan ini mendorong taruna lain untuk semakin giat berlatih dan berprestasi. Kemenangan seorang taruna adalah kemenangan bersama, karena mencerminkan kualitas dan dedikasi seluruh komunitas akademik STTKD.

Kampus pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan fasilitas yang dibutuhkan agar taruna dapat berkembang secara maksimal. Lingkungan akademik yang kondusif, bimbingan dari para dosen berpengalaman, serta akses ke berbagai kompetisi nasional akan terus ditingkatkan. Dengan langkah itu, diharapkan akan semakin banyak taruna yang menorehkan prestasi, baik di bidang akademik, riset, maupun profesional. STTKD ingin melahirkan generasi yang tidak hanya bekerja di industri sebagai Staff maskapai atau Staff bandara, tetapi juga mampu menjadi inovator, peneliti, dan pemimpin di masa depan.

Prestasi demi prestasi yang diraih menunjukkan bahwa STTKD berada di jalur yang tepat dalam mendidik taruna. Kemenangan Aulia hanyalah salah satu dari banyak bukti keberhasilan tersebut, dan ke depan masih akan ada kisah-kisah gemilang lain dari taruna yang mengharumkan nama kampus. Lebih dari itu, keberhasilan ini memberi harapan baru bahwa Indonesia akan semakin mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat di bidang dirgantara. Dengan kontribusi generasi muda seperti Aulia, kemandirian teknologi penerbangan bukan lagi sekadar mimpi, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja nyata.

Pada akhirnya, kisah Aulia Dea Fadzilah menjadi teladan bagi seluruh taruna STTKD. Disiplin, semangat, kerja keras, dan keberanian untuk melangkah telah membawanya menuju puncak prestasi. Ia adalah contoh nyata bagaimana pendidikan yang baik mampu melahirkan individu yang siap berkontribusi besar bagi bangsa.

Dosen STTKD Kembali Berprestasi, Lolos Pendanaan PKM

Prestasi Membanggakan dari Civitas Akademika STTKD

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menorehkan catatan prestasi yang membanggakan di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Kali ini, dua dosen terbaik kampus penerbangan tersebut berhasil lolos dalam program Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh lembaga nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa STTKD tidak hanya unggul dalam mencetak lulusan siap kerja di bidang penerbangan, melainkan juga berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya pengabdian. Keberhasilan ini sejalan dengan visi besar kampus untuk menjadi sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan tenaga profesional sekaligus agen perubahan. Dua sosok dosen yang menjadi kebanggaan kali ini adalah Gaguk Marausna, S.T., M.Eng., Kaprodi S1 Teknik Dirgantara, dan M. Faiz Alfatih, S.T., M.T., Kaprodi D3 Aeronautika. Keduanya mengusung pengabdian berjudul “Penerapan Pembangkit Energi Ramah Lingkungan untuk Penyaluran Air Bersih dan Pertanian di Lingkungan Padukuhan Gondang, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman.”

Judul tersebut mencerminkan fokus besar yang tidak hanya menyentuh isu teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Air bersih dan irigasi pertanian menjadi dua kebutuhan vital yang selama ini sering menjadi tantangan di pedesaan, dan inovasi ini hadir sebagai jawaban. Prestasi ini juga mengukuhkan peran dosen STTKD sebagai lebih dari sekadar pengajar. Mereka hadir sebagai peneliti, inovator, sekaligus sahabat masyarakat dalam membangun kemandirian. Tidak heran jika capaian ini segera mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Bagi civitas akademika, lolosnya dua dosen dalam pendanaan PKM memperlihatkan bahwa kultur akademik di STTKD benar-benar kondusif untuk lahirnya karya nyata. Atmosfer riset dan pengabdian semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya prestasi yang diraih dosen dan mahasiswa. Lebih dari itu, keberhasilan ini tentu menjadi inspirasi bagi para mahasiswa. Mereka bisa melihat langsung bagaimana para dosen yang sehari-hari mengajar di kelas juga menyalurkan ilmunya untuk kepentingan masyarakat luas. Hal ini meneguhkan keyakinan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus bukan hanya untuk teori, melainkan juga untuk solusi kehidupan nyata.

Capaian ini menambah daftar panjang prestasi STTKD, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan reputasi yang terus meningkat, STTKD semakin diakui sebagai salah satu sekolah penerbangan yang konsisten melahirkan inovasi dan prestasi. Kehadiran dua dosen berprestasi dalam program PKM ini juga memperlihatkan keseimbangan antara kualitas pengajaran dan kontribusi sosial. Di saat banyak institusi pendidikan hanya menekankan aspek akademik, STTKD menempatkan keseimbangan itu sebagai ruh dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, tidak berlebihan jika prestasi ini disebut sebagai kebanggaan bersama. Bukan hanya bagi kampus, melainkan juga bagi dunia pendidikan Indonesia yang membutuhkan teladan nyata dari dosen-dosen inspiratif.

Dosen STTKD Kembali Berprestasi, Lolos Pendanaan PKM

Inovasi Energi Ramah Lingkungan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Gagasan yang diajukan oleh kedua dosen STTKD ini lahir dari kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus kebutuhan mendasar masyarakat pedesaan. Energi ramah lingkungan kini menjadi topik global, terutama di tengah ancaman perubahan iklim. Namun, dalam skala lokal, isu yang lebih nyata adalah keterbatasan akses air bersih dan irigasi pertanian. Melalui program ini, kedua dosen memperkenalkan teknologi sederhana tetapi efektif. Pembangkit energi ramah lingkungan yang dirancang mampu menyalurkan air bersih sekaligus mendukung sistem pertanian warga di Padukuhan Gondang. Keberadaan teknologi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan aliran air yang lebih terjamin, produktivitas pertanian dapat meningkat dan kualitas hidup masyarakat pun membaik.

Inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan betapa fleksibelnya ilmu teknologi kedirgantaraan yang biasanya identik dengan dunia penerbangan. Melalui pendekatan interdisipliner, ilmu tersebut bisa diaplikasikan dalam ranah lingkungan dan sosial, memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah penerbangan terbaik seperti STTKD mampu melahirkan karya yang tidak terbatas hanya di ruang lingkup bandara atau maskapai, melainkan juga di pedesaan yang membutuhkan solusi nyata.

Lebih jauh, penerapan energi ramah lingkungan ini juga mendidik masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan teknologi terbarukan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam pengelolaan, sehingga program dapat berkelanjutan meski kegiatan PKM selesai. Inovasi ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat. Keberhasilan kedua dosen lolos dalam program pendanaan menunjukkan kualitas riset yang tidak hanya akademis, tetapi juga aplikatif.

Dampak positif yang dihasilkan dari pengabdian ini tentu meluas. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas dapat belajar dari model yang diterapkan. Program serupa bahkan bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki tantangan serupa. STTKD membuktikan bahwa kualitas kampus tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang terserap di industri penerbangan sebagai Staff maskapai, Staff bandara, atau Staff Airline. Lebih dari itu, kualitas kampus diukur dari kontribusinya bagi masyarakat. Inovasi pembangkit energi ramah lingkungan di Padukuhan Gondang menjadi contoh nyata bahwa teknologi yang sederhana sekalipun, jika dikelola dengan tepat, bisa memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

STTKD dan Harapan Besar untuk Masa Depan

Keberhasilan dua dosen STTKD dalam lolos pendanaan PKM membawa harapan baru bagi masa depan kampus. Di tengah ketatnya persaingan antar sekolah penerbangan, capaian ini menegaskan bahwa STTKD punya keunggulan yang berbeda. Keunggulan tersebut bukan hanya pada pengajaran teori dan praktik penerbangan, bukan hanya pada pembentukan SDM yang siap bekerja sebagai sekolah pramugari, Staff maskapai, atau Staff bandara. Lebih dari itu, STTKD unggul dalam kontribusi sosial dan pengabdian masyarakat. Dengan prestasi ini, jejaring STTKD dengan lembaga pendanaan nasional maupun internasional semakin terbuka. Hal tersebut akan mendorong lahirnya lebih banyak penelitian dan pengabdian yang bermanfaat luas.

Bagi mahasiswa, capaian dosen-dosen mereka menjadi motivasi yang sangat kuat. Mereka bisa belajar langsung dari teladan nyata bahwa prestasi akademik bisa berpadu dengan kontribusi sosial. Lingkungan belajar di kampus pun semakin inspiratif. Harapan besar juga lahir dari potensi pengembangan riset di bidang energi terbarukan. Jika saat ini teknologi pembangkit sederhana sudah berhasil diterapkan, di masa depan bukan tidak mungkin STTKD menjadi pusat riset energi yang dikaitkan dengan dunia dirgantara. Keberhasilan ini juga memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan unggul. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi tenaga profesional di dunia penerbangan global, tetapi juga dididik untuk memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Dengan sinergi antara prestasi akademik, riset, dan pengabdian masyarakat, STTKD semakin mantap menempatkan diri sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Tidak ada yang lebih membanggakan daripada melihat dosen dan mahasiswa berkolaborasi menciptakan karya yang bermanfaat luas. Itulah semangat yang kini hidup di lingkungan STTKD.n Prestasi dalam pendanaan PKM ini hanyalah salah satu langkah dari perjalanan panjang kampus dalam menorehkan kontribusi nyata. Di masa depan, akan lebih banyak karya lahir dari dosen dan mahasiswa yang terus berinovasi. Dengan optimisme itu, STTKD semakin kokoh melangkah menuju masa depan yang gemilang, membawa nama baik kampus sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan Indonesia.

 

Baca Juga : S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara 

Taruna STTKD meraih 2nd Runner Up Miss Cultural Jawa Tengah 2025

Kilau Prestasi dari Taruna STTKD

STTKD Yogyakarta kembali meraih prestasi melalui Vidia Agustina, taruna D4 Manajemen Transportasi Udara, yang menjadi 2nd Runner Up Miss Cultural Jawa Tengah 2025. Keberhasilan ini membuktikan prestasi Taruna STTKD tidak hanya unggul di dunia penerbangan, tetapi juga mampu melahirkan insan berkarakter dan berprestasi. Vidia tampil memukau berkat kecantikannya dan kemampuannya mempresentasikan budaya Jawa Tengah.” Dengan penuh percaya diri, ia menunjukkan bahwa taruna STTKD tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga mampu menjadi duta budaya.

Prestasi taruni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan  ini tentu saja membanggakan, tidak hanya bagi dirinya pribadi, melainkan juga bagi seluruh civitas akademika STTKD. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD membuktikan bahwa kualitas tarunanya mampu bersaing di panggung nasional, bahkan dalam bidang yang tidak langsung berkaitan dengan dunia kedirgantaraan. Dalam setiap sesi penampilan, Vidia menunjukkan kecerdasannya, ketenangan, serta penguasaan komunikasi yang sangat baik. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa taruna STTKD dididik untuk memiliki kemampuan komprehensif, melampaui sekadar keterampilan teknis.

Keberhasilan Vidia juga memperlihatkan bahwa pembelajaran di STTKD tidak hanya fokus pada ranah akademis, tetapi juga memberikan ruang bagi tarunanya untuk berkembang di bidang seni, budaya, dan kepemimpinan. Bagi rekan-rekan taruna, prestasi Vidia menjadi inspirasi tersendiri. Bahwa di tengah kesibukan menempuh pendidikan di kampus yang dikenal sebagai sekolah penerbangan, mereka tetap bisa mengukir prestasi di bidang lain. Tidak sedikit pula dosen dan pembimbing di STTKD yang merasa bangga melihat sosok taruna perempuan ini tampil percaya diri membawa nama baik kampus. Prestasi yang diraihnya adalah bukti dari kerja keras, disiplin, dan komitmen yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan di STTKD.

Dengan prestasi ini, Vidia Agustina bukan hanya menjadi representasi mahasiswa berprestasi, melainkan juga duta budaya yang memperkenalkan nilai luhur Indonesia ke tingkat yang lebih luas.Keberhasilannya juga mempertegas bahwa taruna STTKD mampu menempatkan diri di berbagai arena, baik di dunia akademik, industri penerbangan, maupun panggung kebudayaan.

Menjadi Duta Budaya dengan Jiwa Penerbangan

prestasi tarunaKeikutsertaan Vidia Agustina dalam ajang Miss Cultural Jawa Tengah 2025 tidak datang begitu saja. Ia mempersiapkan diri dengan matang, baik dalam hal pengetahuan budaya maupun penguasaan penampilan. Ketertarikannya terhadap kebudayaan Jawa Tengah ia padukan dengan nilai-nilai disiplin dan kepercayaan diri yang selama ini ia dapatkan dari pendidikan di STTKD. Kombinasi inilah yang membuat penampilannya berbeda dan memikat para dewan juri. Bagi Vidia, menjadi taruna di sebuah sekolah penerbangan terbaik tidak membatasi ruang geraknya untuk berprestasi di luar bidang akademik. Justru pendidikan yang ia jalani menguatkan mentalnya untuk berani tampil dan berkompetisi di panggung besar. Selama kompetisi berlangsung, Vidia tampil dengan penuh wibawa dan elegansi. Ia mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kehalusan budaya yang ditampilkannya di setiap sesi.

Ajang Miss Cultural bukan hanya sekadar kontes kecantikan, melainkan wadah untuk menguji kemampuan komunikasi, wawasan kebudayaan, dan kepedulian sosial. Dalam hal ini, Vidia tampil menonjol, membuktikan kualitas dirinya sebagai generasi muda yang layak menjadi teladan. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa STTKD tidak hanya mempersiapkan tarunanya untuk menjadi Staff maskapai, Staff bandara, sekolah pramugari, atau Staff Airline, tetapi juga mendidik mereka untuk memiliki wawasan luas dan kemampuan berkompetisi di berbagai bidang. Sikap percaya diri Vidia di panggung Miss Cultural adalah refleksi dari latihan disiplin dan pembinaan karakter yang selama ini diterapkan di kampus. STTKD memang terkenal sebagai kampus yang menekankan aspek kedisiplinan layaknya dunia kerja penerbangan.

Selain itu, nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas yang terjalin di antara taruna STTKD turut mendukung Vidia dalam menapaki langkahnya. Dukungan dari rekan-rekan sejawat membuatnya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Ajang Miss Cultural Jawa Tengah 2025 pun menjadi panggung pembuktian bahwa taruna STTKD memiliki kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka mampu hadir di berbagai lini kehidupan, bahkan di dunia seni dan budaya. Dengan gelar 2nd Runner Up yang diraihnya, Vidia membawa pulang kebanggaan besar, sekaligus menegaskan bahwa STTKD adalah tempat yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh.

Inspirasi dan Harapan untuk Masa Depan

Prestasi yang ditorehkan Vidia Agustina tentu membawa inspirasi besar, tidak hanya bagi rekan-rekannya di STTKD, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan dunia penerbangan, kehadiran taruna yang mampu berkiprah di dunia kebudayaan adalah warna baru yang memperkaya identitas kampus.

STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik kini semakin dikenal bukan hanya karena kualitas akademiknya, tetapi juga karena taruna-taruninya yang berani tampil di panggung prestasi nasional. Bagi Vidia sendiri, prestasi ini adalah batu loncatan menuju masa depan yang lebih gemilang. Pengalaman tampil di ajang Miss Cultural memberinya kepercayaan diri yang akan sangat berguna dalam perjalanan kariernya, baik di dunia penerbangan maupun di bidang lain.

Civitas akademika STTKD pun memberikan apresiasi besar. Mereka percaya bahwa prestasi ini akan memicu semangat baru bagi taruna lainnya untuk berani mencoba hal-hal di luar zona nyaman mereka. Tidak sedikit yang kemudian melihat bahwa keunggulan STTKD bukan hanya pada kurikulumnya yang relevan dengan dunia kerja, tetapi juga pada pembinaan karakter dan potensi individu. Harapan besar lahir dari capaian ini. Ke depan, taruna STTKD diharapkan semakin banyak yang berani menorehkan prestasi di ajang-ajang nasional maupun internasional, baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni dan budaya.

Vidia Agustina dengan gelar 2nd Runner Up Miss Cultural Jawa Tengah 2025 telah membuka jalan. Ia membuktikan bahwa taruna penerbangan bisa berkompetisi di ajang kebudayaan tanpa kehilangan jati diri mereka. Dengan semangat disiplin, kerja keras, dan rasa percaya diri, Vidia telah mengukir sejarah kecil yang akan dikenang oleh STTKD. Sebuah kisah inspiratif yang membuktikan bahwa keberhasilan tidak mengenal batas bidang ilmu. Dan pada akhirnya, prestasi ini semakin meneguhkan bahwa STTKD adalah wadah yang tepat bagi generasi muda. Sebuah kampus yang tidak hanya menyiapkan mereka untuk berkarier sebagai Staff maskapai, Staff bandara, sekolah pramugari, atau Staff Airline, tetapi juga melahirkan insan berkarakter yang mampu mengharumkan nama bangsa di panggung apa pun.

baca juga; Kuliah Cepat Kerja: Program D1 dan D3 Dunia Penerbangan di STTKD

Tim Taruna STTKD Siap Laksanakan Riset Bantu Petani Sawit

Tim Taruna STTKD Siap Laksanakan Riset Alat Angkat Mekanis Sawit, Lakukan Bimbingan Intensif dan Survei Material

Yogyakarta, 12 Juli 2025 — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program riset bertema “Inovasi Alat Angkat Mekanis Berbasis Katrol dan Tuas untuk Petani Sawit Skala Kecil”, tim taruna dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) telah menjalani serangkaian kegiatan penting mulai dari bimbingan intensif bersama dosen pembimbing hingga survei langsung ke lapangan.

Kegiatan diawali pada Jumat malam, 4 Juli 2025, melalui sesi diskusi daring via Zoom pada pukul 19.30 WIB. Dalam pertemuan tersebut, panitia lomba memberikan beberapa catatan penting terkait revisi proposal. Beberapa poin yang dibahas meliputi penyesuaian pada bagian cap instansi, abstrak, desain alat, spesifikasi teknis, hingga penyempurnaan rencana anggaran biaya (RAB). Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak masukan yang membantu tim memahami arah pengembangan proposal riset secara lebih tajam dan terfokus.Tim Mahasiswa STTKD Siap Laksanakan Riset Bantu Petani Sawit

Bimbingan kemudian dilanjutkan secara langsung pada 9 Juli 2025 dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00 WIB di ruang Wakil Ketua I STTKD, yang dihadiri oleh dosen pembimbing serta seluruh anggota tim. Dalam pertemuan ini, pembahasan difokuskan pada strategi perbaikan proposal, rencana kerja tim, serta penyesuaian target dan waktu pelaksanaan kegiatan riset.

Masih di hari yang sama, sesi kedua digelar pukul 14.30 WIB di ruang B1. Fokus diskusi bergeser pada perbaikan abstrak, revisi dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), serta pembagian tugas yang lebih terstruktur antar anggota tim, sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Bimbingan ini menjadi momen penting untuk memastikan seluruh anggota memiliki peran aktif dan tanggung jawab yang jelas dalam proyek ini.

Workshop Grune Mercator Indonesia – Tempat pelaksanaan riset

Puncak dari rangkaian persiapan ini berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025. Tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei material di Workshop Grune Mercator Indonesia pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek ketersediaan bahan sesuai dengan desain prototipe alat yang telah dirancang, sekaligus menguji apakah material yang tersedia cocok secara teknis untuk pembangunan alat.

Melalui seluruh proses ini, tim mahasiswa STTKD menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelesaikan riset dengan matang dan terstruktur. Harapannya, hasil dari inovasi alat angkat mekanis ini dapat memberikan solusi nyata bagi para petani dan pemilik kebun sawit skala kecil, serta berkontribusi pada pengembangan teknologi pascapanen di sektor pertanian Indonesia.

Taruna STTKD Lolos Riset Tingkat Mahasiswa Nasional

Terobosan Taruna STTKD di Kompetisi Riset Nasional

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, tim lintas jurusan dari STTKD berhasil lolos dalam program Pendanaan Proposal Riset Tingkat Mahasiswa 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Kompetisi yang bergengsi ini ditujukan untuk menggali ide dan solusi inovatif dari kalangan mahasiswa dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan sektor perkebunan di Indonesia, khususnya pada komoditas strategis seperti kelapa sawit. Ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ikut bersaing dalam program ini.STTKD sebagai Kampus Penerbangan yang dikenal unggul, mengirimkan tim yang dipimpin oleh Hilal Darmawan, taruna dari S1 Teknik Dirgantara, dengan anggota Rian Adrian (S1 Teknik Dirgantara), Aulia Dea Fadzila (S1 Teknik Dirgantara), Rani Sawitri (D3 Manajemen Transportasi), dan Levin Aqila Tifal (D4 Manajemen Transportasi Udara).

Tim ini mengusung judul riset: “Inovasi Alat Angkat Mekanis Kelapa Sawit Berbasis Katrol dan Tuas untuk Efisiensi dan Keselamatan Petani dan Pemilik Perkebunan Sawit Skala Kecil.” Judul ini mencerminkan solusi praktis dan aplikatif untuk menjawab permasalahan riil di lapangan, khususnya bagi para petani kecil.

Dengan menggabungkan prinsip dasar mekanika teknik dan manajemen operasional perkebunan, tim STTKD menciptakan rancangan alat sederhana namun sangat efektif dalam membantu proses panen kelapa sawit. Fokus utama dari alat ini adalah aspek efisiensi tenaga kerja dan peningkatan keselamatan kerja.STTKD sebagai Kampus Penerbangan Terbaik kembali menunjukkan bahwa taruna tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kolaborasi antarjurusan ini juga menjadi bentuk nyata integrasi ilmu teknik dan manajemen.

Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi STTKD di antara institusi pendidikan tinggi yang mendorong riset terapan. Apalagi, STTKD merupakan Kampus Bantul yang terus berkembang menjadi pusat unggulan teknologi dan manajemen berbasis kedirgantaraan dan kemasyarakatan.

Taruna STTKD Lolos Riset Tingkat Mahasiswa Nasional

Tim lintas jurusan dari STTKD berhasil lolos dalam program Pendanaan Proposal Riset Tingkat Mahasiswa 2025

Sinergi Teknik dan Manajemen dalam Inovasi

Dalam penyusunan proposal riset, tim STTKD menunjukkan sinergi yang luar biasa antara taruna teknik dan manajemen. Hilal, Rian, dan Aulia dari Jurusan Teknik Dirgantara merancang sistem katrol dan tuas berbasis prinsip dasar mekanika klasik yang mudah diaplikasikan di lapangan.

Mereka mempertimbangkan struktur alat yang ringan, murah, namun tetap kuat dan tahan lama. Tujuan mereka jelas: menciptakan alat yang mampu membantu petani sawit memanen hasil kebun tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau menyewa tenaga profesional.

Sementara itu, Rani dan Levin dari Jurusan Manajemen menambahkan aspek efisiensi operasional, manajemen distribusi, serta kelayakan ekonomis dari inovasi tersebut. Mereka menyusun strategi adopsi alat ini oleh petani kecil serta analisis biaya-manfaatnya dalam jangka panjang.

Proposal yang mereka kirimkan mendapat perhatian dari tim penyeleksi nasional. Tim juri memuji keselarasan antara pendekatan teknis dan manajerial dalam menyusun solusi yang membumi. Selain itu, karya ini dinilai relevan dengan program pemerintah dalam memperkuat produktivitas sektor perkebunan rakyat.

Selama proses seleksi, tim STTKD harus melalui beberapa tahapan ketat, mulai dari verifikasi dokumen, uji kelayakan akademik, hingga presentasi proposal secara daring di hadapan tim juri dari kementerian dan ahli bidang perkebunan.

Setelah lolos seleksi akhir, tim STTKD resmi diumumkan sebagai penerima pendanaan riset mahasiswa 2025. Dana ini akan digunakan untuk membuat purwarupa (prototype), melakukan uji coba lapangan, serta pelaporan hasil akhir penelitian.

Prestasi ini menjadi momentum penting bagi STTKD untuk menunjukkan bahwa taruna dari Kampus Penerbangan juga mampu memberikan kontribusi signifikan pada sektor lain, termasuk pertanian dan perkebunan, melalui pendekatan teknologi dan inovasi sosial.

Riset ini juga mempertegas bahwa pendidikan tinggi bukan hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga inovator yang siap memberi solusi nyata bagi bangsa. Keberhasilan ini sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan taruna untuk berani berkompetisi secara nasional.

Kolaborasi antarjurusan ini membuktikan bahwa keunggulan STTKD tidak hanya pada kompetensi spesifik kedirgantaraan, tapi juga pada kemampuan lintas disiplin yang adaptif dan integratif, sejalan dengan tantangan zaman.

STTKD: Kampus Inovatif, Mandiri, dan Solutif

Kampus STTKD terus mendorong budaya riset dan inovasi di kalangan taruna. Melalui berbagai program pembinaan, pelatihan penulisan proposal, workshop desain teknis, serta dukungan administratif, kampus menciptakan ekosistem yang ramah terhadap gagasan mahasiswa. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta bukan hanya sekadar mencetak tenaga ahli, tetapi juga problem solver yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui teknologi yang relevan.

Ketua STTKD memberikan apresiasi langsung kepada tim riset taruna atas capaian luar biasa ini. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa keberhasilan ini selaras dengan visi kampus untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, mandiri, dan berorientasi solusi. Jurusan Teknik dan Jurusan Manajemen STTKD akan terus didorong untuk membentuk tim-tim kolaboratif dalam berbagai ajang riset dan pengabdian masyarakat. Harapannya, kolaborasi semacam ini bisa menjadi model pembelajaran multidisiplin yang lebih kontekstual.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah melalui pendanaan riset, taruna STTKD berkesempatan untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari secara langsung. Ini sejalan dengan misi kampus untuk membekali taruna dengan kemampuan aplikatif di dunia nyata.Ke depan, riset alat angkat mekanis kelapa sawit ini akan diuji coba di beberapa daerah sentra perkebunan, bekerja sama dengan kelompok tani dan koperasi petani sawit. STTKD juga berencana menjalin kerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Mitra Industri.Selain sebagai bukti kompetensi, riset ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi STTKD untuk berkontribusi lebih luas di sektor industri nasional. Dengan kualitas riset yang terus meningkat, STTKD berpeluang besar menjadi Kampus Terbaik yang menghasilkan riset unggul.

Riset dan inovasi yang dilakukan taruna juga sejalan dengan Kampus Merdeka, di mana taruna didorong untuk lebih aktif dalam kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang berdampak pada masyarakat. Berkat sinergi antara taruna, dosen pembimbing, dan manajemen kampus, STTKD mampu mencetak sejarah baru dalam dunia riset tingkat mahasiswa. Ini menjadi awal dari langkah besar menuju STTKD sebagai pusat unggulan teknologi multidisiplin. Akhirnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa taruna dari Kampus Bantul dapat tampil membanggakan di level nasional, menjawab tantangan global dengan solusi lokal, dan berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Prestasi membanggakan ini diselenggarakan langsung oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan Badan Pengelola Dana Perkebunan. Keberhasilan ini adalah cerminan nyata dari pendidikan unggul dan pembinaan intensif yang kami berikan kepada setiap taruna. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjadi bagian dari generasi penerus yang inovatif dan berprestasi di kancah nasional. Segera daftarkan dirimu di STTKD dan mulailah langkah pertamamu menuju puncak kesuksesan.

 

Baca Juga : Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Dosen STTKD

 

Kiprah Membanggakan Taruna STTKD di Kancah Nasional

Taruna STTKD Raih Juara Tingkat Nasional

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Gemateknologi 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta, tim dari STTKD sukses meraih Juara 2, mengungguli ratusan peserta dari berbagai kampus ternama di seluruh Indonesia.

Lomba yang bergengsi ini mengangkat tema: Bersinergi Membangun Negeri melalui Smart and Sustainable Technologies untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Tema ini menantang mahasiswa untuk menghadirkan gagasan teknologi cerdas yang mendukung keberlanjutan.

STTKD, sebagai Sekolah Penerbangan Terbaik di bidang teknologi kedirgantaraan, mengirimkan tim dari Jurusan Teknik Dirgantara yang terdiri dari tiga taruna berbakat: Rian Adrian sebagai ketua tim, bersama dua anggota yaitu Aulia Dea Fadzila dan Hilal Darmawan. Ketiganya adalah taruna S1 Teknik Dirgantara, yang dikenal aktif dan memiliki semangat riset tinggi.

Karya tulis ilmiah yang mereka angkat berjudul: “Tinjauan Literatur terhadap Efektivitas Frekuensi Ultrasonik dalam Mengurangi Risiko Bird Strike di Penerbangan.” Karya ini dinilai sangat inovatif karena mengkaji solusi non-destruktif untuk mengurangi insiden bird strike yang kerap terjadi di dunia penerbangan.

Bird strike merupakan persoalan serius di industri penerbangan, karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan serta menimbulkan kerugian besar. Dalam karya ini, tim STTKD mengeksplorasi potensi penggunaan frekuensi ultrasonik sebagai metode penghalau burung tanpa harus mengganggu ekosistem.

Dewan juri yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi industri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan ilmiah dan keberanian gagasan yang diajukan oleh tim STTKD. Mereka dinilai berhasil menyajikan kajian literatur yang komprehensif serta argumentasi yang logis dan relevan.

Prestasi ini membuktikan bahwa Kampus Penerbangan seperti STTKD mampu melahirkan generasi muda yang unggul dalam berpikir kritis dan solutif. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa Kampus Bantul tidak kalah bersaing dengan perguruan tinggi di kota-kota besar.

 

Kiprah Membanggakan Taruna STTKD di Kancah Nasional

Tim STTKD Hilal Darmawan (Anggota), Rian Adrian (Ketua), Aulia Dea Fadzila (Anggota)

Proses Panjang dan Semangat Kolaborasi Taruna

Keberhasilan yang diraih oleh tim Teknik Dirgantara STTKD bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan dedikasi tinggi. Sejak diumumkan pembukaan lomba, Rian Adrian dan tim langsung berdiskusi untuk mencari topik yang relevan dengan tema lomba dan sesuai dengan latar belakang mereka.

Setelah melalui serangkaian brainstorming, mereka sepakat untuk mengangkat isu bird strike, yang selama ini menjadi tantangan besar dalam dunia aviasi. Mereka kemudian memutuskan untuk menelaah potensi teknologi ultrasonik sebagai solusi preventif yang ramah lingkungan.

Selama proses penulisan, tim ini mendapat bimbingan dari dosen-dosen Jurusan Teknik STTKD yang sangat peduli terhadap pengembangan riset taruna. Mereka dibimbing untuk menyempurnakan struktur penulisan, memperkuat referensi, dan memperhalus gaya bahasa ilmiah.

Tidak hanya itu, STTKD juga menyediakan fasilitas penunjang seperti akses jurnal ilmiah, ruang diskusi, dan bantuan administratif untuk mendukung kelancaran keikutsertaan mereka dalam lomba. Hal ini menunjukkan komitmen Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta dalam mendorong prestasi tarunanya.

Dalam tahap seleksi awal, tim STTKD berhasil masuk ke 10 besar dari total lebih dari 150 tim dari berbagai kampus. Kemudian mereka lolos ke babak final yang diadakan secara luring di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada babak final, setiap tim diminta untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri dan audiens akademik. Tim STTKD tampil meyakinkan dengan slide yang sistematis, penyampaian yang percaya diri, serta mampu menjawab pertanyaan juri dengan logika yang kuat.STTKD dinobatkan sebagai Juara 2, bersanding dengan kampus-kampus besar lainnya. Pencapaian ini tentu sangat membanggakan bagi Kampus Terbaik yang selama ini fokus membina kompetensi teknis dan kepemimpinan tarunanya.

Ketiga taruna menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak kampus yang telah mendukung penuh perjalanan mereka. Mereka juga bertekad untuk terus mengembangkan riset ini agar bisa ditindaklanjuti dalam bentuk proyek nyata.

 

Komitmen STTKD dalam Mendorong Inovasi Mahasiswa

Pencapaian di Gemateknologi 2025 ini semakin mempertegas peran STTKD sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga siap inovasi. STTKD percaya bahwa riset dan karya ilmiah adalah bagian penting dari pembentukan karakter taruna yang kritis dan solutif.

Sebagai Kampus Penerbangan terbaik, STTKD terus mengembangkan ekosistem akademik yang kondusif bagi kegiatan ilmiah. Program-program seperti pembinaan riset, seminar teknologi, dan pelatihan penulisan ilmiah terus digalakkan untuk mendorong taruna aktif berinovasi.

Prestasi yang diraih Rian Adrian, Aulia Dea Fadzila, dan Hilal Darmawan menjadi inspirasi bagi seluruh taruna STTKD. Mereka membuktikan bahwa dengan niat kuat, kerja sama tim, dan dukungan kampus, taruna bisa meraih pencapaian luar biasa.

Jurusan Teknik STTKD juga sedang merancang program pengembangan lanjutan terhadap tema bird strike ini, dengan harapan bisa menciptakan purwarupa sistem pengusir burung berbasis ultrasonik yang benar-benar dapat diterapkan di bandara-bandara Indonesia.

Komitmen STTKD terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan tidak hanya terlihat dari kurikulum yang modern dan terintegrasi, tapi juga dari perhatian besar terhadap aktivitas ilmiah taruna. STTKD ingin menjadi bagian dari solusi bangsa dalam mewujudkan dunia penerbangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Dengan kampus yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta, STTKD mengusung semangat kesederhanaan namun berprestasi tinggi. STTKD menjadi simbol bahwa kualitas tidak ditentukan oleh lokasi, tetapi oleh dedikasi dan komitmen terhadap keunggulan.

Ke depan, STTKD akan terus memperluas partisipasi taruna dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional dan internasional. Tujuannya adalah agar taruna memiliki pengalaman riset yang kuat sebagai bekal di dunia kerja maupun jenjang studi lanjut.

Dengan raihan prestasi di LKTIN Gemateknologi 2025 ini, STTKD kembali menunjukkan posisinya sebagai Kampus Terbaik di bidang teknologi kedirgantaraan. Selamat kepada tim Jurusan Teknik Dirgantara atas capaian luar biasa ini!

Baca Juga : Sekolah Penerbangan STTKD Jajaki Kerja Sama dengan ICCCM

Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Dosen STTKD

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dosen-dosen dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Dalam program BIMA (Belmawa – Integrasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), beberapa tim dosen STTKD berhasil lolos pendanaan baik dalam skema penelitian maupun pengabdian masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa STTKD sebagai kampus penerbangan dan teknik terbaik di Indonesia tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Prestasi Gemilang Dosen STTKD Lolos Pendanaan BIMA (Program Penelitian dan Pengabdian)

Program BIMA sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mendorong dosen melakukan penelitian dan pengabdian secara profesional dan terstruktur. Dalam skema pengabdian masyarakat, terdapat dua kelompok dosen STTKD yang mendapatkan pendanaan resmi. Kelompok pertama diketuai oleh Erwan Eko Prasetyo, S.Pd., M.Eng., dengan anggota Hedriana Helda Pratama, S.T., Gaguk Marausna, S.T., M.Eng., dan Dr. Erwin Irmawan, S.Si., M.Cs. Judul kegiatan pengabdian mereka adalah “Smart Thrust Analyzer berbasis Fuzzy Logic sebagai Inovasi Pemilihan Propeller dan Motor UAV yang Efisien”. Inovasi ini merupakan terobosan dalam bidang teknologi penerbangan, khususnya pada sistem Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Oleh Dosen STTKD

Smart Thrust Analyzer yang mereka kembangkan menggunakan logika fuzzy untuk menentukan efisiensi propeller dan motor UAV, sehingga diharapkan bisa mengoptimalkan performa UAV secara keseluruhan. Inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan industri penerbangan saat ini, yang menuntut efisiensi tinggi, pengurangan konsumsi energi, serta keakuratan dalam pemilihan komponen. Dengan pendekatan logika fuzzy, alat ini mampu mengolah berbagai variabel teknis yang mempengaruhi performa UAV, seperti berat muatan, kondisi cuaca, dan kecepatan rotasi motor. Pengabdian ini juga ditujukan untuk diaplikasikan di komunitas pembuat UAV lokal yang sedang berkembang, agar mereka bisa mendapatkan referensi teknologi yang mutakhir dan terjangkau.

Kelompok kedua dalam skema pengabdian diketuai oleh M. Faiz Alfatih, S.T., M.T., dengan anggota Sabri Alimi, S.T., M.T. dan M. Luqman Bukhori, S.T., M.T. Mereka fokus pada peningkatan kapabilitas teknologi di kalangan masyarakat berbasis teknik dan rekayasa, terutama pada bidang mekanika terapan dan otomasi sederhana untuk usaha kecil dan menengah. Meski judul spesifik pengabdian kelompok kedua tidak disebutkan secara rinci, karya mereka menyasar pada penerapan ilmu teknik untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekitar. Keduanya menunjukkan bagaimana jurusan teknik di STTKD tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga praktik langsung yang bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam skema penelitian, STTKD juga mencatatkan keberhasilan luar biasa. Kelompok pertama diketuai oleh Erwan Eko Prasetyo, S.Pd., M.Eng. yang juga merupakan ketua pada pengabdian sebelumnya. Anggota tim penelitiannya terdiri dari Walid Jumlad, S.Psi., M.Psi., dan Indreswari Suroso, S.T., M.T. Judul penelitian mereka adalah “Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Komunitas Siaga Merapi di Desa Glagaharjo Cangkringan Sleman dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi”. Penelitian ini menggabungkan pendekatan psikologis, teknis, dan sosial untuk memberdayakan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Tujuan utama penelitian ini adalah membentuk sinergi antara teknologi mitigasi bencana dan pemberdayaan psikososial, agar masyarakat memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana erupsi.Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Oleh Dosen STTKD

Penelitian ini sangat penting, mengingat wilayah Glagaharjo merupakan salah satu zona rawan yang sering terkena dampak erupsi Gunung Merapi. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, tim peneliti berharap bisa menanamkan kesadaran mitigasi sekaligus membekali masyarakat dengan pengetahuan teknis sederhana. Penelitian ini juga menekankan kolaborasi antara disiplin ilmu teknik dan psikologi, mencerminkan pendekatan interdisipliner yang sangat diperlukan dalam menghadapi permasalahan kompleks. Adapun kelompok kedua dalam skema penelitian diketuai oleh Ikbal Rizki Putra, S.T., M.Eng. dengan anggota Dr. Erwin Irmawan, S.Si., M.Cs. Judul penelitian mereka adalah “Penerapan Energi Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Hybrid Ternak-Tani untuk Tingkatan Usaha Kelompok Wanita Tani Dawis 41, Bandut Kidul, Sedayu, Bantul, Yogyakarta”.

Penelitian ini menawarkan konsep terpadu antara teknologi pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di pedesaan. Dengan pendekatan energi hijau dan sistem hybrid ternak-tani, penelitian ini menjadi model yang potensial untuk replikasi di daerah pertanian lainnya. Kelompok wanita tani sebagai subjek utama penelitian dipilih karena peran strategis mereka dalam menjaga keberlanjutan pangan dan ekonomi keluarga di pedesaan. Sistem hybrid yang dikembangkan memungkinkan pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk, serta penggunaan teknologi irigasi hemat energi berbasis panel surya. Hal ini sejalan dengan prinsip pengembangan berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan. Kontribusi penelitian ini sangat signifikan dalam memajukan konsep eco-agriculture di Indonesia, sekaligus memberdayakan komunitas perempuan tani yang sering kali terabaikan.

Prestasi luar biasa ini menunjukkan kualitas dan kompetensi para dosen STTKD dalam melakukan kegiatan ilmiah berbasis solusi nyata dan aplikatif. Keberhasilan mendapatkan pendanaan BIMA juga menjadi indikator bahwa STTKD sebagai kampus teknik dan penerbangan telah diakui kiprahnya secara nasional. Tidak hanya dalam lingkup akademik, namun juga dalam kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Dengan keterlibatan lintas disiplin ilmu dari teknik, psikologi, hingga komputer, proyek-proyek ini mencerminkan keunggulan pendekatan holistik dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. STTKD membuktikan bahwa kampus penerbangan terbaik bukan hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menghasilkan inovasi dan solusi untuk masyarakat luas. Komitmen dosen-dosen STTKD dalam penelitian dan pengabdian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah sejak dini.

Diharapkan ke depan, akan semakin banyak dosen dan mahasiswa STTKD yang terlibat dalam skema pendanaan nasional lainnya seperti PKM, Kedaireka, hingga LPDP. Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa jurusan teknik di STTKD telah menjadi pusat inovasi dan teknologi, sejalan dengan kebutuhan zaman yang menuntut kolaborasi dan kebermanfaatan sosial. Selamat kepada seluruh dosen STTKD yang berhasil lolos pendanaan BIMA tahun ini. Semoga karya dan dedikasi mereka menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.STTKD terus berkomitmen menjadi kampus unggul yang tidak hanya berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada kebermanfaatan nyata bagi bangsa dan negara. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, STTKD siap menjadi pelopor kampus teknik dan penerbangan terbaik di Indonesia.

Baca juga : Robotik STTKD Juara Tingkat Nasional-Aerobot DRRC