Taruna STTKD Kembali Raih Prestasi Nasional
Kilau Prestasi dari Sekolah Penerbangan Terbaik
Taruna STTKD, Azzumar Setyo Pambudi dan Afan Rico Al Rauf, sukses mengharumkan nama kampus Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta sebagai sekolah penerbangan terbaik. Kabar membanggakan ini datang dari ajang National Essay Competition (NEC) Kovalen Edu Fair XV yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2025. Dalam ajang tingkat nasional ini, mereka berhasil meraih Juara 1, mengalahkan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa STTKD tidak hanya unggul dalam bidang teknik penerbangan, tetapi juga dalam pengembangan kemampuan akademik, riset, dan penulisan ilmiah. Sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia, STTKD terus membuktikan kualitasnya melalui prestasi gemilang para taruna-taruninya di kancah nasional. Kompetisi esai nasional ini mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Azzumar dan Afan tampil dengan ide segar yang memadukan konsep teknologi penerbangan dan efisiensi energi, sebuah gagasan yang sangat relevan dengan tantangan industri aviasi masa depan.
Dosen pembimbing mereka menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan dedikasi kedua taruna tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari proses panjang pembelajaran, penelitian, dan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khas taruna STTKD. Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi STTKD di berbagai ajang nasional, menjadikan kampus ini semakin kokoh sebagai lembaga pendidikan tinggi yang kompeten mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kedirgantaraan. Lebih dari sekadar kemenangan, pencapaian ini membuktikan bahwa taruna STTKD memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif yang menjadi bekal penting untuk berkarier di dunia penerbangan, baik sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun staff airline profesional.
Kegiatan lomba yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh peserta dari berbagai universitas negeri dan swasta. Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji kemampuan menulis, berpikir ilmiah, dan mempresentasikan gagasan secara logis dan menarik. Bagi Azzumar dan Afan, kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kontribusi nyata di dunia penerbangan nasional. Mereka berdua berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi taruna-taruni STTKD lainnya untuk terus berkarya. Selain menjadi ajang adu gagasan, kompetisi ini juga memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, membuka peluang kolaborasi riset, dan menumbuhkan semangat kompetitif di kalangan mahasiswa. STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik terus mendukung para taruna untuk aktif mengikuti kegiatan akademik di luar kampus. Dukungan berupa pembinaan, pelatihan menulis, dan pendampingan dosen menjadi faktor penting di balik prestasi ini.
Kiprah Taruna D4 MTU: Kreativitas dan Dedikasi dalam Dunia Penerbangan
Kedua taruna pemenang, Azzumar Setyo Pambudi dan Afan Rico Al Rauf, merupakan mahasiswa dari Program Studi D4 Manajemen Transportasi Udara (MTU). Program ini dikenal sebagai salah satu prodi unggulan di STTKD yang berfokus pada pengelolaan operasional bandara, maskapai, dan transportasi udara. Sebagai mahasiswa di sekolah penerbangan yang disiplin dan modern, mereka terbiasa berpikir strategis serta terbuka terhadap inovasi. Inilah yang menjadi modal utama mereka dalam merancang esai yang dinilai juri sebagai karya paling visioner. Dalam karya tulisnya, keduanya membahas tentang optimalisasi sistem digitalisasi operasional bandara guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan penerbangan. Gagasan ini sangat sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan yang kini tengah bertransformasi ke arah smart airport dan green aviation.

Prodi D4 MTU memang didesain untuk mencetak lulusan yang siap menjadi staff bandara, staff maskapai, dan profesional di bidang manajemen penerbangan. Kurikulumnya menekankan keseimbangan antara teori dan praktik, menjadikan lulusan STTKD mampu bersaing di industri global. Kegiatan belajar di prodi ini tidak hanya dilakukan di ruang kuliah, tetapi juga di laboratorium bandara mini, simulasi operasi penerbangan, hingga magang langsung di perusahaan aviasi terkemuka. Hal ini melatih taruna untuk memahami dunia kerja nyata sejak dini. Azzumar dan Afan dikenal aktif dalam kegiatan kampus, termasuk organisasi kemahasiswaan dan kegiatan penelitian. Kedua taruna ini telah beberapa kali mengikuti kompetisi esai dan debat ilmiah di tingkat regional sebelum akhirnya menembus level nasional.
Semangat juang dan komitmen mereka untuk membawa nama baik kampus menjadi contoh yang menginspirasi bagi rekan-rekan taruna lainnya. Menurut mereka, menjadi bagian dari sekolah penerbangan terbaik bukan hanya tentang belajar teori, tetapi juga tentang mengasah karakter, tanggung jawab, dan profesionalisme. Dalam wawancara singkat usai menerima penghargaan, Azzumar menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama tim yang solid dan bimbingan intensif dari dosen pembimbing. Ia juga menegaskan bahwa dunia penerbangan membutuhkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Sementara Afan menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam lomba bukan hanya menulis, tetapi bagaimana menyampaikan ide dengan bahasa yang mudah dipahami dan berdampak. Ia percaya, kemampuan komunikasi seperti ini sangat penting untuk karier di dunia staff airline maupun staff bandara.Prestasi mereka menunjukkan bahwa prodi D4 MTU tidak hanya melahirkan calon manajer transportasi udara, tetapi juga pemikir muda yang siap memberikan solusi nyata bagi kemajuan industri penerbangan nasional.
STTKD: Mencetak Generasi Unggul Dunia Aviasi
Keberhasilan dua taruna ini semakin mempertegas reputasi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang berkomitmen pada mutu pendidikan dan pembentukan karakter unggul. Sejak berdirinya, STTKD telah dikenal sebagai kampus yang melahirkan banyak lulusan sukses di bidang penerbangan dan kedirgantaraan. Kampus ini memiliki berbagai program studi unggulan seperti Teknik Pesawat Udara, Manajemen Transportasi Udara, dan Pendidikan Sekolah Pramugari. Semua program tersebut dirancang untuk mempersiapkan taruna menjadi tenaga profesional di industri penerbangan.
Banyak lulusan STTKD kini berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, teknisi pesawat, maupun staff airline di berbagai perusahaan aviasi nasional dan internasional. Hal ini menjadi bukti konkret kualitas pendidikan yang diterapkan kampus tersebut. Selain berfokus pada kemampuan akademik, STTKD juga membekali taruna dengan pelatihan soft skill seperti komunikasi, kerja tim, dan kepemimpinan. Nilai-nilai kedisiplinan dan etika kerja yang ditanamkan selama pendidikan menjadi bekal penting di dunia profesional.
Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi seperti GMF AeroAsia, AirNav Indonesia, dan Angkasa Pura. Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi taruna untuk melakukan magang dan mendapatkan pengalaman langsung di dunia industri. Dengan dukungan fasilitas modern dan tenaga pengajar berpengalaman, STTKD terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan sehingga mampu bersaing dengan sekolah penerbangan internasional. Prestasi Azzumar dan Afan menjadi cerminan nyata dari keberhasilan sistem pendidikan di STTKD. Keduanya mampu memadukan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan semangat nasionalisme dalam karya ilmiah yang diakui secara nasional. Ke depan, STTKD berharap semakin banyak taruna yang berani berinovasi dan menorehkan prestasi, baik di bidang akademik, teknologi, maupun sosial. Pihak kampus juga berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi taruna dalam mengembangkan potensi mereka, termasuk melalui kegiatan penelitian, lomba nasional, dan publikasi ilmiah.
Bagi para calon siswa yang bercita-cita menjadi bagian dari dunia penerbangan, STTKD menjadi pilihan tepat. Sebagai sekolah penerbangan terbaik, STTKD menawarkan pendidikan komprehensif bagi mereka yang ingin berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, maupun lulusan profesional yang siap berkontribusi di industri penerbangan global. Prestasi demi prestasi yang diraih oleh taruna STTKD menjadi bukti bahwa kampus ini tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga mencetak generasi pemimpin masa depan dunia aviasi Indonesia. Dengan semangat “Disiplin, Unggul, dan Profesional”, STTKD akan terus berkomitmen melahirkan insan penerbangan yang berintegritas, inovatif, dan siap menjawab tantangan zaman.







Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Dengan program studi yang beragam, termasuk Manajemen Transportasi Udara, kampus ini telah melahirkan banyak alumni yang sukses berkarier di industri penerbangan. Lulusan STTKD banyak yang menempati posisi strategis di berbagai bidang, mulai dari Staff maskapai, Staff bandara, Staff Airline, hingga profesi di bidang teknik penerbangan. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan di STTKD benar-benar relevan dengan kebutuhan industri penerbangan global.
Ajang tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Teknologi Nasional serta HUT ke-49 PT Dirgantara Indonesia, sehingga memiliki makna strategis bagi bangsa. Dalam forum tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul untuk menunjukkan gagasan, kreativitas, serta kontribusi mereka terhadap kedaulatan dirgantara Indonesia. Prestasi yang diraih Aulia tidak sekadar sebuah kemenangan personal, melainkan juga simbol kualitas pendidikan yang diberikan STTKD sebagai sekolah penerbangan unggulan. Melalui karyanya, Aulia menegaskan bahwa taruna STTKD mampu bersaing di panggung nasional, baik dalam bidang praktik maupun akademik.
Aulia sendiri membuktikan bahwa taruna STTKD memiliki kapasitas yang setara dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang lebih besar. Prestasinya adalah cermin dari ketekunan serta dukungan penuh yang diberikan dosen dan civitas akademika kampus. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus menambah jejaring akademik. Kehadiran Aulia di tengah forum nasional menegaskan bahwa taruna STTKD mampu berdiri sejajar dengan mahasiswa terbaik dari berbagai penjuru tanah air.



Keikutsertaan Vidia Agustina dalam ajang 








