STTKD Perkuat Tata Kelola dan Internasionalisasi melalui Studi Banding ke UNIKOM Bandung, Wujudkan Kampus Penerbangan Berdaya Saing Global

BANDUNG, 21 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta mempercepat langkah menuju kampus berstandar internasional, Senat Akademik Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta melaksanakan studi banding ke Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Delegasi STTKD dipimpin langsung oleh Ketua STTKD, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan UNIKOM. Kegiatan diawali dengan penayangan video profil kedua institusi sebagai sarana memperkenalkan keunggulan masing-masing kampus. Dalam sambutannya, Dr. Erwhin menjelaskan bahwa STTKD saat ini mengelola delapan program studi jenjang sarjana dan diploma serta satu program studi magister (S2) yang berfokus pada bidang aviasi. Sebagai salah satu kampus penerbangan Jogja, STTKD terus berupaya mengembangkan kualitas akademik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

STTKD Perkuat Tata Kelola dan Internasionalisasi melalui Studi Banding ke UNIKOM Bandung, Wujudkan Kampus Penerbangan Berdaya Saing Global

Mewakili UNIKOM, Wakil Rektor II, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia memaparkan perjalanan UNIKOM yang berdiri sejak 8 Agustus 2000 dan kini memiliki tujuh fakultas dengan sekitar 7.000 mahasiswa aktif. Selain berbagi pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi, UNIKOM juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya pada bidang teknik yang memiliki kesamaan karakteristik dengan program studi yang dimiliki STTKD sebagai sekolah penerbangan yang berorientasi pada kebutuhan industri.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas tata kelola Senat Akademik, mulai dari struktur organisasi hingga mekanisme pengambilan kebijakan di lingkungan universitas. Pihak UNIKOM menjelaskan bahwa Senat memiliki peran strategis dalam memberikan rekomendasi kenaikan jabatan fungsional dosen melalui proses presentasi dan penilaian akademik yang terstruktur. Informasi ini menjadi referensi penting bagi STTKD dalam memperkuat sistem tata kelola akademik yang profesional dan akuntabel.

Pada bidang penelitian dan publikasi ilmiah, UNIKOM memaparkan berbagai strategi untuk meningkatkan produktivitas dosen melalui dukungan pendanaan publikasi pada jurnal bereputasi seperti Scopus maupun SINTA. Selain itu, universitas juga aktif mengelola jurnal ilmiah terakreditasi serta menyelenggarakan seminar internasional sebagai wadah hilirisasi hasil penelitian. Pengalaman tersebut memberikan inspirasi bagi STTKD dalam memperkuat budaya riset di lingkungan sekolah penerbangan terbaik yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedirgantaraan.

STTKD Perkuat Tata Kelola dan Internasionalisasi melalui Studi Banding ke UNIKOM Bandung, Wujudkan Kampus Penerbangan Berdaya Saing Global 1

Pembahasan juga mencakup strategi pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kerja sama, serta penjaminan mutu menuju akreditasi internasional. UNIKOM menjelaskan pentingnya pengelolaan SDM yang terintegrasi, optimalisasi tracer study alumni, penguatan jejaring internasional, serta fokus pada pemeringkatan dunia seperti QS World University Rankings dengan dukungan riset yang berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Berbagai pengalaman tersebut menjadi masukan berharga bagi STTKD dalam mempercepat transformasi institusi menuju perguruan tinggi berkelas dunia.

Selain aspek akademik, kedua institusi turut berdiskusi mengenai strategi branding dan penerimaan mahasiswa baru. UNIKOM menilai media sosial, khususnya Instagram, masih menjadi kanal promosi yang paling efektif untuk menjangkau calon mahasiswa. Di samping itu, sistem biaya kuliah yang dikemas dalam bentuk paket per semester serta penyediaan berbagai jalur beasiswa dinilai mampu meningkatkan daya tarik perguruan tinggi. Strategi ini juga relevan bagi STTKD yang dikenal sebagai sekolah pramugari dan institusi pendidikan aviasi yang terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Melalui studi banding ini, STTKD berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas Tridharma, penguatan kerja sama internasional, hingga strategi pencapaian akreditasi global. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen STTKD untuk terus berkembang sebagai sekolah penerbangan terbaik Jogja yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul, profesional, dan siap bersaing di industri penerbangan nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan aviasi terbaik di Indonesia.

Dari STTKD Menuju Pucuk Kepemimpinan Lion Group: Kisah Inspiratif Putra Ketapang Memimpin 2.000 Karyawan Industri Penerbangan

Dunia penerbangan Indonesia kembali menghadirkan kisah inspiratif dari seorang alumni yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dan internasional. Adalah Ir. Uti Roysen, M.T., C.SCM., alumni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Line of Maintenance Lion Group. Jabatan strategis tersebut menempatkannya sebagai salah satu tokoh penting dalam menjaga keandalan operasional armada penerbangan yang melayani berbagai rute di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan peran STTKD sebagai kampus penerbangan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul dan kompetitif.

Dari STTKD Menuju Pucuk Kepemimpinan Lion Group: Kisah Inspiratif Putra Ketapang Memimpin 2.000 Karyawan Industri Penerbangan

Pria yang akrab disapa Aceh ini memimpin sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanggung jawab yang diembannya tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perawatan pesawat udara, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya manusia, pengembangan sistem operasional, serta peningkatan standar keselamatan dan keandalan penerbangan. Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kepemimpinannya menjadi faktor penting dalam mendukung keberlangsungan operasional salah satu grup maskapai terbesar di Indonesia.

Perjalanan karier Uti Roysen tidak diraih secara instan. Sebagai putra asli Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ia tumbuh dengan semangat belajar dan tekad kuat untuk mengembangkan diri. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di tanah kelahirannya, termasuk sebagai alumni SMAN 2 Ketapang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke STTKD Yogyakarta pada angkatan 1999. Pilihan menempuh pendidikan di kampus penerbangan jogja tersebut menjadi langkah awal yang membuka jalan menuju karier profesional di industri aviasi.

Sebagai salah satu institusi yang dikenal sebagai sekolah penerbangan terbaik jogja, STTKD memberikan fondasi akademik dan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Lingkungan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan industri menjadikan para taruna dan mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi penerbangan. Bekal tersebut terbukti menjadi modal penting bagi Uti Roysen dalam membangun karier hingga mencapai posisi puncak di lingkungan Lion Group.

Tidak berhenti pada pendidikan diploma dan pengalaman kerja, Uti Roysen terus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan lanjutan. Ia berhasil meraih gelar Magister Teknik Industri dan menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Mercu Buana. Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia dikenal memiliki keahlian dalam bidang maintenance management, supply chain management, peningkatan produktivitas industri, serta pengembangan kualitas operasional yang berorientasi pada efisiensi dan keselamatan penerbangan.

Selain aktif di dunia industri, Uti Roysen juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berbagai karya ilmiahnya telah dipublikasikan dalam jurnal maupun forum akademik nasional dan internasional. Fokus penelitiannya mencakup efektivitas perawatan pesawat udara, Reliability Centered Maintenance (RCM), metode Six Sigma, Overall Equipment Effectiveness (OEE), hingga optimalisasi rantai pasok dan kapasitas produksi. Kontribusi akademik tersebut menunjukkan bahwa profesional penerbangan juga memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas industri.

Salah satu penelitian yang mendapat perhatian adalah penerapan Reliability Centered Maintenance berbasis logika fuzzy untuk meningkatkan efektivitas perawatan pesawat berbadan sempit. Selain itu, ia juga melakukan riset mengenai pengurangan tingkat cacat dalam proses inspeksi line maintenance menggunakan metode Six Sigma. Berbagai penelitian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan sekolah penerbangan tidak hanya mampu bekerja secara profesional, tetapi juga mampu menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan yang dihadapi industri penerbangan modern.

Kisah sukses Uti Roysen menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, khususnya mereka yang bercita-cita berkarier di dunia aviasi. Keberhasilannya membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas, kerja keras, integritas, dan kemauan untuk terus belajar dapat mengantarkan seseorang mencapai posisi strategis di industri global. Bagi calon taruna yang ingin meniti karier di bidang penerbangan, STTKD hadir sebagai sekolah penerbangan terbaik yang menyediakan berbagai program pendidikan unggulan, termasuk bidang teknik penerbangan, manajemen transportasi udara, hingga program sekolah pramugari. Dari kampus inilah lahir banyak profesional yang turut berkontribusi dalam memajukan industri penerbangan Indonesia di tingkat dunia.

STTKD Library & SMAN 1 Sewon Collaboration

The College of Aerospace Technology (STTKD) signed a cooperation agreement with SMAN 1 Sewon regarding the use of library facilities. This activity was held on Monday 12/12/2002 although the signing was carried out Desk to Desk. On Monday the representative from the Development Department Fahmi Rozaki met with Dra. Yati utami Purwaningsih, M.Pd as Principal of SMAN 1 Sewon.

Kerjasama STTKD SMAN 1 Sewon

Kerjasama STTKD SMAN 1 Sewon

Literacy greeting is a typical greeting from library practitioners.

An important point in this Cooperation Agreement is the use of library facilities at each institution. Students of SMAN 1 Sewon can visit the STTKD library location and read the reference books in it. Conversely, STTKD can also provide reading materials and aerospace references to the SMAN 1 Sewon Library.

This collaboration is very beneficial for each institution considering the importance of reading for the younger generation. With this collaboration, both STTKD and SMAN 1 Sewon can expand access for students to get quality references. This is also in line with the independent campus learning program, where universities must become learning partners for the community. (ys & hp)