Tim Taruna STTKD Siap Laksanakan Riset Bantu Petani Sawit
Tim Taruna STTKD Siap Laksanakan Riset Alat Angkat Mekanis Sawit, Lakukan Bimbingan Intensif dan Survei Material
Yogyakarta, 12 Juli 2025 — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program riset bertema “Inovasi Alat Angkat Mekanis Berbasis Katrol dan Tuas untuk Petani Sawit Skala Kecil”, tim taruna dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) telah menjalani serangkaian kegiatan penting mulai dari bimbingan intensif bersama dosen pembimbing hingga survei langsung ke lapangan.
Kegiatan diawali pada Jumat malam, 4 Juli 2025, melalui sesi diskusi daring via Zoom pada pukul 19.30 WIB. Dalam pertemuan tersebut, panitia lomba memberikan beberapa catatan penting terkait revisi proposal. Beberapa poin yang dibahas meliputi penyesuaian pada bagian cap instansi, abstrak, desain alat, spesifikasi teknis, hingga penyempurnaan rencana anggaran biaya (RAB). Diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak masukan yang membantu tim memahami arah pengembangan proposal riset secara lebih tajam dan terfokus.
Bimbingan kemudian dilanjutkan secara langsung pada 9 Juli 2025 dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00 WIB di ruang Wakil Ketua I STTKD, yang dihadiri oleh dosen pembimbing serta seluruh anggota tim. Dalam pertemuan ini, pembahasan difokuskan pada strategi perbaikan proposal, rencana kerja tim, serta penyesuaian target dan waktu pelaksanaan kegiatan riset.
Masih di hari yang sama, sesi kedua digelar pukul 14.30 WIB di ruang B1. Fokus diskusi bergeser pada perbaikan abstrak, revisi dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), serta pembagian tugas yang lebih terstruktur antar anggota tim, sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Bimbingan ini menjadi momen penting untuk memastikan seluruh anggota memiliki peran aktif dan tanggung jawab yang jelas dalam proyek ini.

Workshop Grune Mercator Indonesia – Tempat pelaksanaan riset
Puncak dari rangkaian persiapan ini berlangsung pada Sabtu, 12 Juli 2025. Tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei material di Workshop Grune Mercator Indonesia pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengecek ketersediaan bahan sesuai dengan desain prototipe alat yang telah dirancang, sekaligus menguji apakah material yang tersedia cocok secara teknis untuk pembangunan alat.
Melalui seluruh proses ini, tim mahasiswa STTKD menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelesaikan riset dengan matang dan terstruktur. Harapannya, hasil dari inovasi alat angkat mekanis ini dapat memberikan solusi nyata bagi para petani dan pemilik kebun sawit skala kecil, serta berkontribusi pada pengembangan teknologi pascapanen di sektor pertanian Indonesia.


