aviation engineering uav

Belajar Aviation Engineering Seputar UAV di Perguruan Tinggi

Aviation Engineering alias Teknik Dirgantara adalah salah satu jurusan yang di dalamnya mempelajari mengenai mengenai pembuatan rangka pesawat terbang, menganalisis perawatan pesawat terbang, serta mendalami teknologi yang berkaitan dengan pesawat.

Dari beberapa konsentrasi di aviation engineering ada satu materi yang cukup menarik yaitu mengenai UAV (Unmanned Aerial Vehicle) alias pesawat tanpa awak. Kami yakin beberapa dari kalian ada yang menganggap UAV dan drone itu sama.

Faktanya tidak demikian, keduanya berbeda dari segi tampilan maupun beberapa hal lainnya seperti fungsi dan sistemnya. Sebelum kami membahas lebih jauh sebaiknya kita luruskan dulu miskonsepsi ini.

Meluruskan Perbedaan Drone dan UAV

Perbedaan yang paling mencolok antara UAV dan drone terletak pada ukuran dan juga bobot. Istilah drone umumnya diartikan sebagai perangkat yang terdiri dari empat buah baling-baling sebagai penggerak.

Untuk fungsinya sendiri yaitu bisa sebagai hobi untuk menunjang pengambilan sudut fotografi dan video cinematic atau keperluan lainnya.

Bagian yang cukup menarik adalah drone ini bisa juga digunakan untuk menyebutkan berbagai macam kendaraan tanpa awak. Kendaraan otonom yang dioperasikan di laut maupun darat juga bisa disebut sebagai drone.

Nah, sedangkan UAV ini mengacu ke pesawat tanpa awak yang berfungsi untuk keperluan militer seperti pemantauan, pengamatan, dan sebagainya. Singkatnya UAV sama dengan drone, tetapi tidak semua drone adalah UAV.

Apa Fungsinya Mempelajari UAV Melalui Aviation Engineering?

Pertanyaan menarik, kalian tentunya ingin mengetahui alasan mengapa perlu mempelajari seputar mekanisme dan sistem UAV.

uav pesawat nirawak aviation engineering

Secara sederhana mempelajari UAV membuat kalian bisa menjadi konseptor dan merancang pesawat nirawak. Tentunya ini memperbesar peluang untuk bisa bekerja di bidang produksi pesawat UAV dan industri kedirgantaraan.

Pada intinya tidak ada ilmu yang sia-sia, asalkan kalian berkomitmen dan serius mendalami passion dan ilmu di bidang tertentu pasti ada peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di Indonesia industri UAV memang belum berkembang pesat, namun di luar negeri penggunaan UAV untuk kebutuhan militer dan riset sudah banyak digunakan. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari pesawat nirawak akan menjadi bagian yang penting dan ilmu yang berkaitan dengannya akan banyak dicari oleh industri dan pabrik.

Nah, salah satu sekolah penerbangan dengan konsentrasi pendidikan pesawat nirawak ada di Indonesia, tepatnya di daerah Yogyakarta.

Ya, di kampus STTKD ada jurusan Aviation Engineering yang salah satu konsentrasinya berfokus tentang UAV/pesawat nirawak dari berbagai aspek. Termasuk perancangan, perakitan, hingga pengoperasian.

Bagian Inti dari Pendidikan Seputar Pesawat Nirawak (UAV)

Seperti yang sudah kami sampaikan, dengan mempelajari sistem UAV maka kalian bisa mendalami bagian-bagian inti yang lebih spesifik mengenai pesawat nirawak. Lebih kurang penjelasannya sebagai berikut.

1. Memahami Struktur UAV

Meskipun disebut sebagai pesawat tanpa awak, namun bagian ini tetap mempunyai struktur dan komponen tersendiri.

Sebelum bisa merancang sebuah UAV, maka kalian harus terlebih dahulu memahami setiap struktur yang ada termasuk mesin,mekanisme terbang, kendali, dan sebagainya.

2. Melakukan Perancangannya

Sebagai bagian dari teknologi, pesawat nirawak tidak bisa dibuat dengan mudah. Diperlukan pembuatan konsep, perancangan dengan menggunakan bantuan komputer maupun perangkat lainnya untuk membuat rancangan UAV yang bagus dan sesuai dengan penggunaannya.

Rancangan ini digambar secara manual dengan perhitungan yang presisi serta dibuatkan pula cetak biru atau blue print.

3. Perakitan UAV

Pesawat nirawak juga perlu dilakukan perakitan untuk menghubungkan masing-masing komponen agar bisa terbentuk UAV yang sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat.

Dibutuhkan setidaknya keahlian di bidang mekanik pesawat sederhana, bahkan dalam kondisi tertentu kalian juga perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti program lisensi untuk bisa melakukan prosedur ini.

4. Pengujian dan Maintenance

Bagian yang paling mendebarkan dalam rancangan UAV atau pesawat nirawak adalah pengujian terbang. Dalam beberapa kasus, tidak selalunya apa yang sudah kalian rancang berjalan mulus, diperlukan perbaikan di beberapa titik untuk bisa menerbangkan UAV dengan baik tanpa ada kendala.

Selebihnya adalah melakukan maintenance dan perawatan terhadap pesawat nirawak, mengecek setiap fungsi komponen dan fiturnya agar bisa berfungsi dengan baik.

Ya, semua hal penting di atas bisa kalian pelajari di STTKD dengan mengambil program studi Aviation Engineering atau Teknik Dirgantara konsentrasi UAV.

Kalian akan dipandu oleh praktisi yang ahli agar bisa melakukan setiap tahapan dengan baik. Selain itu, di kampus ini juga bisa melatih bekerja dengan tim memastikan setiap individu bisa memenuhi kewajiban sesuai dengan bagiannya.

Setelah menyimak penjelasan di atas, apakah kalian sudah siap untuk memantapkan pilihan mengambil program studi ini? Di Aviation Engineering kalian juga akan mempelajari seputar maintenance aircraft pesawat sungguhan lho.

Untuk informasi lebih lengkap silahkan dapatkan informasi lebih lengkapnya melalui halaman pendaftaran STTKD ya.