Dosen STTKD Kembali Berprestasi, Lolos Pendanaan PKM

Prestasi Membanggakan dari Civitas Akademika STTKD

Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta kembali menorehkan catatan prestasi yang membanggakan di dunia pendidikan tinggi Indonesia. Kali ini, dua dosen terbaik kampus penerbangan tersebut berhasil lolos dalam program Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh lembaga nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa STTKD tidak hanya unggul dalam mencetak lulusan siap kerja di bidang penerbangan, melainkan juga berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya pengabdian. Keberhasilan ini sejalan dengan visi besar kampus untuk menjadi sekolah penerbangan terbaik yang menghasilkan tenaga profesional sekaligus agen perubahan. Dua sosok dosen yang menjadi kebanggaan kali ini adalah Gaguk Marausna, S.T., M.Eng., Kaprodi S1 Teknik Dirgantara, dan M. Faiz Alfatih, S.T., M.T., Kaprodi D3 Aeronautika. Keduanya mengusung pengabdian berjudul “Penerapan Pembangkit Energi Ramah Lingkungan untuk Penyaluran Air Bersih dan Pertanian di Lingkungan Padukuhan Gondang, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman.”

Judul tersebut mencerminkan fokus besar yang tidak hanya menyentuh isu teknologi, tetapi juga menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Air bersih dan irigasi pertanian menjadi dua kebutuhan vital yang selama ini sering menjadi tantangan di pedesaan, dan inovasi ini hadir sebagai jawaban. Prestasi ini juga mengukuhkan peran dosen STTKD sebagai lebih dari sekadar pengajar. Mereka hadir sebagai peneliti, inovator, sekaligus sahabat masyarakat dalam membangun kemandirian. Tidak heran jika capaian ini segera mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Bagi civitas akademika, lolosnya dua dosen dalam pendanaan PKM memperlihatkan bahwa kultur akademik di STTKD benar-benar kondusif untuk lahirnya karya nyata. Atmosfer riset dan pengabdian semakin berkembang, seiring dengan meningkatnya prestasi yang diraih dosen dan mahasiswa. Lebih dari itu, keberhasilan ini tentu menjadi inspirasi bagi para mahasiswa. Mereka bisa melihat langsung bagaimana para dosen yang sehari-hari mengajar di kelas juga menyalurkan ilmunya untuk kepentingan masyarakat luas. Hal ini meneguhkan keyakinan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus bukan hanya untuk teori, melainkan juga untuk solusi kehidupan nyata.

Capaian ini menambah daftar panjang prestasi STTKD, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan reputasi yang terus meningkat, STTKD semakin diakui sebagai salah satu sekolah penerbangan yang konsisten melahirkan inovasi dan prestasi. Kehadiran dua dosen berprestasi dalam program PKM ini juga memperlihatkan keseimbangan antara kualitas pengajaran dan kontribusi sosial. Di saat banyak institusi pendidikan hanya menekankan aspek akademik, STTKD menempatkan keseimbangan itu sebagai ruh dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, tidak berlebihan jika prestasi ini disebut sebagai kebanggaan bersama. Bukan hanya bagi kampus, melainkan juga bagi dunia pendidikan Indonesia yang membutuhkan teladan nyata dari dosen-dosen inspiratif.

Dosen STTKD Kembali Berprestasi, Lolos Pendanaan PKM

Inovasi Energi Ramah Lingkungan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Gagasan yang diajukan oleh kedua dosen STTKD ini lahir dari kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus kebutuhan mendasar masyarakat pedesaan. Energi ramah lingkungan kini menjadi topik global, terutama di tengah ancaman perubahan iklim. Namun, dalam skala lokal, isu yang lebih nyata adalah keterbatasan akses air bersih dan irigasi pertanian. Melalui program ini, kedua dosen memperkenalkan teknologi sederhana tetapi efektif. Pembangkit energi ramah lingkungan yang dirancang mampu menyalurkan air bersih sekaligus mendukung sistem pertanian warga di Padukuhan Gondang. Keberadaan teknologi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan aliran air yang lebih terjamin, produktivitas pertanian dapat meningkat dan kualitas hidup masyarakat pun membaik.

Inovasi tersebut sekaligus memperlihatkan betapa fleksibelnya ilmu teknologi kedirgantaraan yang biasanya identik dengan dunia penerbangan. Melalui pendekatan interdisipliner, ilmu tersebut bisa diaplikasikan dalam ranah lingkungan dan sosial, memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah penerbangan terbaik seperti STTKD mampu melahirkan karya yang tidak terbatas hanya di ruang lingkup bandara atau maskapai, melainkan juga di pedesaan yang membutuhkan solusi nyata.

Lebih jauh, penerapan energi ramah lingkungan ini juga mendidik masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan teknologi terbarukan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam pengelolaan, sehingga program dapat berkelanjutan meski kegiatan PKM selesai. Inovasi ini sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat. Keberhasilan kedua dosen lolos dalam program pendanaan menunjukkan kualitas riset yang tidak hanya akademis, tetapi juga aplikatif.

Dampak positif yang dihasilkan dari pengabdian ini tentu meluas. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas dapat belajar dari model yang diterapkan. Program serupa bahkan bisa direplikasi di daerah lain yang memiliki tantangan serupa. STTKD membuktikan bahwa kualitas kampus tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang terserap di industri penerbangan sebagai Staff maskapai, Staff bandara, atau Staff Airline. Lebih dari itu, kualitas kampus diukur dari kontribusinya bagi masyarakat. Inovasi pembangkit energi ramah lingkungan di Padukuhan Gondang menjadi contoh nyata bahwa teknologi yang sederhana sekalipun, jika dikelola dengan tepat, bisa memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

STTKD dan Harapan Besar untuk Masa Depan

Keberhasilan dua dosen STTKD dalam lolos pendanaan PKM membawa harapan baru bagi masa depan kampus. Di tengah ketatnya persaingan antar sekolah penerbangan, capaian ini menegaskan bahwa STTKD punya keunggulan yang berbeda. Keunggulan tersebut bukan hanya pada pengajaran teori dan praktik penerbangan, bukan hanya pada pembentukan SDM yang siap bekerja sebagai sekolah pramugari, Staff maskapai, atau Staff bandara. Lebih dari itu, STTKD unggul dalam kontribusi sosial dan pengabdian masyarakat. Dengan prestasi ini, jejaring STTKD dengan lembaga pendanaan nasional maupun internasional semakin terbuka. Hal tersebut akan mendorong lahirnya lebih banyak penelitian dan pengabdian yang bermanfaat luas.

Bagi mahasiswa, capaian dosen-dosen mereka menjadi motivasi yang sangat kuat. Mereka bisa belajar langsung dari teladan nyata bahwa prestasi akademik bisa berpadu dengan kontribusi sosial. Lingkungan belajar di kampus pun semakin inspiratif. Harapan besar juga lahir dari potensi pengembangan riset di bidang energi terbarukan. Jika saat ini teknologi pembangkit sederhana sudah berhasil diterapkan, di masa depan bukan tidak mungkin STTKD menjadi pusat riset energi yang dikaitkan dengan dunia dirgantara. Keberhasilan ini juga memperkuat komitmen kampus dalam mencetak lulusan unggul. Mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi tenaga profesional di dunia penerbangan global, tetapi juga dididik untuk memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Dengan sinergi antara prestasi akademik, riset, dan pengabdian masyarakat, STTKD semakin mantap menempatkan diri sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Tidak ada yang lebih membanggakan daripada melihat dosen dan mahasiswa berkolaborasi menciptakan karya yang bermanfaat luas. Itulah semangat yang kini hidup di lingkungan STTKD.n Prestasi dalam pendanaan PKM ini hanyalah salah satu langkah dari perjalanan panjang kampus dalam menorehkan kontribusi nyata. Di masa depan, akan lebih banyak karya lahir dari dosen dan mahasiswa yang terus berinovasi. Dengan optimisme itu, STTKD semakin kokoh melangkah menuju masa depan yang gemilang, membawa nama baik kampus sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan Indonesia.

 

Baca Juga : S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara