STTKD Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan TECHNOGIS
Menyatukan Visi: STTKD dan TECHNOGIS Menuju Kemajuan Pendidikan Aviasi
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) kembali menunjukkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis aviasi dengan menjalin kerja sama bersama perusahaan teknologi terkemuka, TECHNOGIS. Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di dunia penerbangan. TECHNOGIS, sebagai perusahaan berbasis teknologi yang bergerak dalam bidang digitalisasi informasi dan sistem industri, melihat potensi luar biasa dari STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan langkah nyata menuju integrasi dunia pendidikan dengan industri teknologi. Dalam perjanjian yang ditandatangani, disepakati bahwa ruang lingkup kerja sama meliputi empat bidang utama: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan praktik kerja lapangan (PKL). Keempat pilar ini menjadi fondasi yang kokoh dalam mendorong peningkatan kualitas lulusan STTKD agar siap bersaing di dunia kerja global.
Perjanjian ini akan berlaku selama lima tahun ke depan, dan diharapkan menjadi fondasi jangka panjang untuk pengembangan kompetensi Taruna STTKD. Sebagai sekolah penerbangan yang terus berkembang, STTKD menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika industri dan inovasi teknologi melalui kemitraan ini. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STTKD bersama Direktur Utama TECHNOGIS pada sebuah acara resmi yang digelar di kampus STTKD. Hadir pula jajaran pimpinan kampus, dosen, serta perwakilan dari TECHNOGIS. Nuansa optimisme dan kolaborasi sangat terasa dalam forum tersebut.

Sinergi dalam Pendidikan: Menyiapkan SDM Aviasi Masa Depan
Salah satu pilar penting dalam kerja sama ini adalah penguatan sektor pendidikan. Melalui kemitraan ini, TECHNOGIS berkomitmen untuk memberikan dukungan teknologi dan materi pembelajaran berbasis industri terkini kepada STTKD, yang dikenal sebagai sekolah pramugari dan sekolah penerbangan terbaik di wilayah Yogyakarta. Materi pembelajaran akan diperbarui secara periodik untuk mencerminkan kebutuhan dan perkembangan teknologi dalam industri penerbangan. Hal ini mencakup penguatan kompetensi taruna dalam bidang manajemen bandara, sistem informasi penerbangan, serta keterampilan digital yang dibutuhkan dalam posisi seperti staff airline dan staff bandara.
Para taruna STTKD, khususnya dari program studi Manajemen Transportasi Udara dan Teknik Dirgantara, akan mendapatkan pelatihan khusus dari tim TECHNOGIS. Pelatihan ini mencakup penggunaan perangkat lunak simulasi, digitalisasi dokumen operasional, hingga pemanfaatan big data dalam pengelolaan maskapai. Kerja sama ini juga memungkinkan para dosen untuk melakukan transfer knowledge langsung dari pihak industri. Ini merupakan langkah strategis yang penting, mengingat peran dosen sebagai jembatan utama antara dunia akademik dan dunia kerja. Dengan demikian, kualitas pengajaran di STTKD akan terus terjaga relevansinya.
Sebagai sekolah penerbangan yang telah mencetak ribuan alumni berkualitas, STTKD berkomitmen menjadikan kerja sama ini sebagai momentum transformasi kurikulum. Hal ini agar para lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam penggunaan teknologi terbaru di industri aviasi.
Baca juga : Tim Taruna STTKD Siap Laksanakan Riset Bantu Petani Sawit
Riset dan Pengabdian: Membangun Inovasi dan Kepedulian Sosial
Tak hanya pada aspek pendidikan, kerja sama ini juga menyentuh aspek penelitian dan pengabdian masyarakat. STTKD dan TECHNOGIS sepakat untuk mengembangkan riset bersama dalam bidang sistem informasi penerbangan, mitigasi risiko transportasi udara, serta optimalisasi operasional maskapai. Penelitian ini diharapkan menghasilkan publikasi ilmiah dan inovasi teknologi yang dapat diimplementasikan langsung di industri. Taruna dan dosen STTKD akan didorong untuk melakukan studi kasus nyata di bawah bimbingan tim riset TECHNOGIS yang sudah berpengalaman dalam pengembangan software penerbangan dan sistem kontrol otomatis.
Kegiatan pengabdian masyarakat juga menjadi sorotan utama. STTKD dan TECHNOGIS akan melaksanakan program pelatihan teknologi dasar untuk masyarakat sekitar kampus maupun daerah terpencil. Fokusnya adalah peningkatan literasi digital dan pengenalan teknologi aviasi bagi generasi muda. Sebagai sekolah penerbangan yang berkomitmen pada tanggung jawab sosial, STTKD percaya bahwa inovasi tidak hanya untuk profit, tapi juga untuk kemajuan bersama. Dengan melibatkan taruna dalam program pengabdian ini, karakter kepemimpinan dan empati sosial turut dikembangkan secara nyata.
Beberapa program pengabdian masyarakat yang direncanakan antara lain workshop keselamatan penerbangan bagi komunitas bandara daerah, pelatihan perangkat lunak penerbangan untuk sekolah menengah, serta pengembangan sistem informasi untuk koperasi dan UMKM sekitar wilayah kerja TECHNOGIS.
Praktik Lapangan dan Masa Depan Karier Mahasiswa
Bagian paling strategis dari kerja sama ini adalah penyediaan program praktik kerja lapangan (PKL) di lingkungan TECHNOGIS bagi taruna STTKD. Program ini akan memberikan pengalaman nyata dalam dunia kerja dan meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan industri. TECHNOGIS membuka pintu bagi taruna STTKD untuk berpartisipasi dalam berbagai divisi, mulai dari pengembangan sistem informasi, pengolahan data aviasi, hingga layanan pelanggan digital. Hal ini sangat sejalan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam posisi staff maskapai dan staff airline. Dalam jangka panjang, program PKL ini juga menjadi jalur rekrutmen langsung bagi TECHNOGIS maupun mitra industrinya. Dengan menunjukkan performa yang baik selama PKL, taruna memiliki peluang besar untuk direkrut sebagai karyawan tetap setelah lulus.
STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik sangat menyadari pentingnya koneksi industri dalam menyiapkan lulusan yang kompeten. Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jejaring kemitraan industri. Program PKL akan dibimbing secara intensif oleh mentor profesional dari TECHNOGIS. Para taruna akan menyusun laporan, presentasi proyek, dan mengikuti evaluasi kinerja yang akan diakui sebagai bagian dari pencapaian akademik mereka. Hal ini tentu memberikan nilai tambah tersendiri dalam CV para lulusan STTKD. Dengan kerja sama ini, STTKD berharap lulusan tidak hanya siap bekerja sebagai staff bandara atau pramugari, tetapi juga mampu mengambil peran penting dalam pengembangan teknologi penerbangan nasional. Hal ini menunjukkan transformasi STTKD dari sekadar sekolah pramugari menjadi pusat keunggulan pendidikan aviasi terintegrasi.


