STTKD Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan AMX UAV
Kolaborasi Strategis: STTKD dan AMX UAV Resmi Bermitra
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah penerbangan terbaik di Indonesia. Pada tanggal 25 Juli 2025, STTKD menjalin kemitraan strategis dengan AMX UAV, sebuah perusahaan teknologi dirgantara yang bergerak di bidang pengembangan pesawat tanpa awak (UAV – Unmanned Aerial Vehicle). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini berlangsung di Ruang Rapat Cessna STTKD, Yogyakarta, dan disaksikan oleh pimpinan dari kedua belah pihak. Kerjasama ini tidak hanya menjadi bentuk komitmen STTKD untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Melalui kemitraan ini, STTKD memberikan peluang bagi Tarunanya untuk mengakses teknologi terbaru serta memperluas pengalaman praktik di luar ruang kelas.Dalam acara penandatanganan MoU, perwakilan STTKD menyampaikan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya kampus untuk memperkuat posisi sebagai pusat unggulan pendidikan dirgantara di Indonesia. STTKD tidak hanya mencetak teknisi, tetapi juga mendidik calon-calon inovator di bidang teknologi penerbangan.
AMX UAV menyambut baik kemitraan ini karena mereka melihat potensi besar dalam kolaborasi jangka panjang dengan institusi pendidikan vokasi. Bagi AMX UAV, keterlibatan kampus seperti STTKD memberikan mereka akses terhadap sumber daya manusia yang muda, energik, dan siap dilatih sesuai standar industri. Sebagai sekolah penerbangan dengan reputasi nasional, STTKD melihat bahwa kerjasama dengan AMX UAV akan memperluas cakupan kompetensi Tarunanya. Tak hanya itu, ini juga akan memperkuat posisi lulusan STTKD dalam bersaing menjadi staff bandara, staff maskapai, maupun bagian dari tim pengembang UAV masa depan.
Kolaborasi ini akan berlangsung selama lima tahun, dengan kesepakatan yang dapat diperbarui berdasarkan hasil evaluasi berkala. Selama kurun waktu itu, program-program konkret seperti pelatihan, magang, dan penelitian bersama akan dijalankan secara simultan. Kerjasama ini pun selaras dengan semangat STTKD dalam mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), di mana Taruna didorong untuk belajar tidak hanya di kampus, tetapi juga dari dunia industri dan masyarakat.

Foto bersama Pejabat STTKD beserta Direksi AMX UAV
Empat Pilar Kolaborasi: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian dan PKL
Penandatanganan MoU antara STTKD dan AMX UAV tidak hanya bersifat simbolis. Kolaborasi ini memiliki cakupan yang luas, mencakup empat bidang utama: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan praktik kerja lapangan (PKL). Keempat pilar ini akan menjadi fondasi utama dalam membangun sinergi berkelanjutan antara kampus dan dunia industri. Pada bidang pendidikan, AMX UAV akan menyediakan pelatihan teknis dan workshop yang melibatkan Taruna STTKD secara langsung. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi Taruna, baik dalam perancangan, pemrograman, hingga pengoperasian UAV secara profesional. Kegiatan ini menjadi jembatan penting bagi Taruna yang bercita-cita menjadi staff airline maupun praktisi teknologi UAV.
Taruna dari berbagai jurusan di STTKD, baik teknik kedirgantaraan, manajemen transportasi udara, hingga sistem informasi penerbangan, akan mendapatkan manfaat dari program pelatihan ini. Pendekatan hands-on learning yang diberikan akan melengkapi pembelajaran teori di kelas, menjadikan Taruna lebih siap untuk menghadapi dunia kerja.
Di sisi lain, STTKD dan AMX UAV juga sepakat untuk melakukan penelitian bersama. Riset-riset yang akan dilakukan meliputi pengembangan desain UAV, pemanfaatan AI dalam sistem penerbangan, dan efisiensi energi pada drone jarak jauh. Para dosen dan Taruna akan terlibat langsung dalam proyek-proyek penelitian yang memiliki dampak nyata bagi industri. Kegiatan riset bersama ini bukan hanya untuk publikasi ilmiah, melainkan juga bertujuan menciptakan inovasi nyata yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat dan sektor industri. STTKD ingin membuktikan bahwa riset di lingkungan kampus bukan sekadar tumpukan dokumen, tapi solusi atas kebutuhan riil.
Program pengabdian masyarakat juga menjadi bagian dari kesepakatan ini. STTKD dan AMX UAV akan menyelenggarakan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat, khususnya pelajar dan komunitas lokal, untuk mengenalkan teknologi UAV. Program ini bertujuan membangun literasi teknologi serta membuka wawasan generasi muda tentang peluang karier di dunia aviasi. Selain edukasi, program pengabdian juga dirancang untuk mendorong pemanfaatan UAV dalam kegiatan sosial seperti pemetaan wilayah rawan bencana, pengawasan lingkungan, hingga pengiriman logistik ke daerah terpencil. STTKD ingin menunjukkan bahwa teknologi penerbangan dapat digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan pembangunan.
Adapun pada bidang praktik kerja lapangan (PKL), Taruna STTKD akan mendapatkan kesempatan magang langsung di fasilitas AMX UAV. Di sana mereka bisa mempelajari langsung proses produksi UAV, dari tahap perancangan, perakitan, pengujian hingga distribusi. Kesempatan magang ini menjadi salah satu nilai jual utama STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik. Dengan pengalaman langsung di industri UAV, Taruna akan memiliki portofolio yang kuat untuk melamar pekerjaan, tidak hanya di maskapai, tetapi juga di perusahaan teknologi, otoritas bandara, dan sektor pemerintah.
Masa Depan Teknologi Penerbangan: STTKD Sebagai Pusat Inovasi UAV
Kerjasama antara STTKD dan AMX UAV menjadi langkah konkret untuk menghadirkan masa depan dunia penerbangan yang lebih inovatif dan inklusif. Dunia aviasi kini tengah bertransformasi menuju sistem yang lebih otomatis, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi UAV adalah salah satu kunci utama dalam transformasi ini. Sebagai sekolah penerbangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, STTKD menyadari pentingnya peran teknologi UAV dalam menciptakan solusi baru bagi industri. Tidak heran jika kampus ini mulai menempatkan UAV sebagai bagian dari kurikulum dan program unggulan.
Kolaborasi ini juga menjadi titik tolak bagi STTKD untuk memantapkan dirinya sebagai pusat inovasi dan penelitian UAV di Indonesia. Kampus ini tidak hanya ingin menjadi tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang penciptaan ide dan teknologi yang siap digunakan oleh masyarakat dan industri. Peran sekolah pramugari, sekolah teknik penerbangan, dan pendidikan vokasi lainnya kini semakin meluas. Jika dulu lulusan hanya berorientasi menjadi awak kabin atau teknisi, kini mereka juga bisa menjadi perancang teknologi, analis data penerbangan, atau operator sistem otomatis.
STTKD membuktikan bahwa lulusan pendidikan vokasi pun bisa menjadi aktor utama dalam dunia teknologi. Kolaborasi dengan AMX UAV membukakan jalan bagi Taruna untuk meniti karier sebagai developer UAV, project engineer, atau bahkan entrepreneur di bidang penerbangan. Keunggulan STTKD terletak pada kemampuannya memadukan teori akademik dengan praktik industri secara seimbang. Inilah yang membuat kampus ini tetap konsisten menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin berkarier sebagai staff maskapai, staff bandara, atau profesional lainnya di bidang penerbangan.
STTKD juga terus berinovasi dalam sistem pembelajaran. Dengan menggandeng AMX UAV, kampus ini akan mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan tren global. Ini akan memastikan bahwa lulusannya selalu relevan dan kompetitif di pasar kerja, baik nasional maupun internasional. Melalui kerjasama ini, STTKD tidak hanya menyiapkan Taruna untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menciptakan pekerjaan baru. Inilah bentuk nyata dari pendidikan yang progresif dan berdampak.
STTKD percaya bahwa dunia pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam perubahan. Dalam menghadapi era teknologi UAV, kampus ini memilih untuk bergerak maju, bermitra, dan berinovasi bersama industri. Kemitraan dengan AMX UAV menjadi bukti nyata dari semangat tersebut. Dengan jalinan kolaborasi ini, STTKD sekali lagi menegaskan posisinya sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya berbicara teori, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. Masa depan dunia aviasi Indonesia kini memiliki harapan baru—berkat sinergi antara pendidikan dan industri, antara STTKD dan AMX UAV.
Baca Juga : S1 Aviation Electronics – Mencetak Inovator Masa Depan Dirgantara

