DIRGAPALA STTKD Semangat 28 Tahun Mengabdi untuk Alam

Peringati Milad ke-28 dengan Aksi Konservasi Mangrove di Pantai Laguna Pengklik Bantul

OPA DIRGAPALA Semangat 28 Tahun Mengabdi untuk Alam Di usia yang ke-28, Organisasi Pecinta Alam Dirgapala STTKD Yogyakarta menegaskan kembali jati dirinya sebagai wadah pembentuk karakter peduli lingkungan di kalangan taruna dan taruni kampus sekolah penerbangan tersebut. Peringatan Milad kali ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pada pelestarian alam dan ekosistem pesisir. Pada Jumat, 11 Oktober 2025, DIRGAPALA STTKD menggelar kegiatan konservasi dan penanaman mangrove di kawasan Pantai Laguna Pengklik, Bantul. Dengan tema penuh makna, “Di antara lumpur dan gelombang, Dirgapala menanam harapan. Mangrove tumbuh, alam bernafas, bumi bersyukur,” kegiatan ini menjadi simbol nyata cinta lingkungan dari insan kampus sekolah penerbangan terbaik di Yogyakarta.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap bumi dan generasi masa depan. Ketua Umum DIRGAPALA STTKD, Bella Permatasari, menyampaikan bahwa setiap pohon mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan dan kehidupan baru bagi alam. Ia menegaskan bahwa konservasi adalah bentuk pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial yang selalu diajarkan di lingkungan STTKD. “Kami ingin Milad kali ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga kontribusi nyata bagi bumi,” ujar Bella penuh semangat.

Semangat tersebut sejalan dengan visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya fokus pada dunia aviasi, tetapi juga membentuk karakter taruna-taruni yang berjiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan. Aksi ini juga menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam kegiatan keberlanjutan, baik di udara maupun di bumi tempat kita berpijak.

Aksi Nyata di Pantai Laguna Pengklik

Dalam kegiatan yang digelar sejak pagi hari tersebut, para anggota dan alumni DIRGAPALA STTKDbersama taruna/i STTKD turun langsung menanam bibit mangrove jenis Rhizophora mucronate dan Sonneratia caseolaris. Kedua jenis mangrove itu dipilih karena kemampuannya menahan abrasi dan memperkuat struktur tanah pantai. Pantai Laguna Pengklik sendiri dikenal sebagai kawasan pesisir yang memiliki tingkat erosi cukup tinggi, sehingga penanaman mangrove menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Selain menanam, peserta juga mengikuti kegiatan bersih pantai dengan memungut sampah plastik yang sering mencemari kawasan pesisir.

OPA DIRGAPALA menegaskan bahwa aksi mereka tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi juga berlanjut dalam bentuk pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkala. Dukungan penuh datang dari alumni yang kini telah bekerja di berbagai bidang, termasuk sebagai Staff maskapai, Staff bandara, hingga Staff Airline profesional. Para alumni menilai bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata implementasi nilai-nilai tanggung jawab sosial yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di STTKD. “Kami ingin adik-adik taruna melihat bahwa cinta alam itu tidak hanya slogan. Ini adalah bagian dari jati diri taruna STTKD,” ujar salah satu alumni yang kini bekerja di Garuda Indonesia sebagai Staff maskapai.

Kegiatan ini juga didukung oleh pihak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Pengklik, yang ikut memberikan arahan teknis dalam proses penanaman. Sinergi antara akademisi, komunitas lokal, dan alumni ini menjadi contoh kolaborasi positif yang patut ditiru oleh kampus-kampus lain di Indonesia.

Edukasi dan Kesadaran Lingkungan

Selain aksi tanam, OPA DIRGAPALA juga mengadakan sesi edukasi konservasi lingkungan bagi para peserta. Materi yang diberikan mencakup pentingnya ekosistem mangrove, peran tumbuhan tersebut dalam menahan abrasi, serta kaitannya dengan keberlanjutan kehidupan biota laut. Kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan metode diskusi dan praktik langsung, sehingga peserta benar-benar memahami manfaat mangrove bagi lingkungan. “Konservasi bukan hanya menanam, tapi juga merawat,” ujar salah satu pengelola Pantai Laguna Pengklik yang turut memberikan pengarahan.

Penjelasan ilmiah juga disampaikan terkait struktur akar mangrove yang berfungsi sebagai penahan alami ombak besar bahkan tsunami. Para taruna STTKD, yang sebagian besar belajar di jurusan yang berkaitan dengan dunia penerbangan, mendapat pengalaman berbeda melalui kegiatan ini. Mereka belajar bahwa menjadi bagian dari sekolah penerbangan terbaik bukan hanya tentang menguasai teknologi aviasi, tetapi juga tentang memiliki empati terhadap kelestarian alam.

Nilai-nilai peduli lingkungan ini nantinya sangat relevan dengan dunia kerja, terutama bagi calon Staff Airline, Staff bandara, dan Staff maskapai yang dituntut memiliki disiplin serta kesadaran tanggung jawab sosial.Para taruna yang kelak berprofesi sebagai Staff maskapai juga diharapkan mampu menjadi duta lingkungan yang mempromosikan gaya hidup hijau dalam industri penerbangan. Dengan begitu, kegiatan ini bukan sekadar acara rutin, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter profesional yang beretika dan berjiwa konservatif terhadap alam.

Kolaborasi, Inspirasi, dan Harapan

Kegiatan konservasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Ketua III Bidang Ketarunaan STTKD, Heru Susanto, S.Pd.T., M.Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga terhadap semangat dan dedikasi OPA DIRGAPALA yang terus menjaga nilai-nilai cinta lingkungan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan karakter yang harus dimiliki oleh taruna STTKD, yakni tangguh, berdisiplin, dan peduli terhadap sesama. Ia juga menegaskan bahwa aksi nyata seperti ini sangat mendukung visi STTKD sebagai sekolah penerbangan terbaik yang tidak hanya mencetak profesional aviasi, tetapi juga pemimpin yang berjiwa sosial.

Heru menambahkan, konservasi alam sangat relevan dengan prinsip keberlanjutan dalam dunia penerbangan modern yang kini mengedepankan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. “Taruna STTKD harus bisa menjadi contoh, baik di darat maupun udara, dalam menjaga bumi yang menjadi rumah kita bersama,” ujarnya. Alumni DIRGAPALA STTKD yang kini bekerja sebagai Staff bandara juga turut menyampaikan testimoni tentang pentingnya kegiatan sosial dan lingkungan dalam membentuk mental tangguh. Mereka berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus menginspirasi generasi berikutnya.

Kolaborasi antara taruna, dosen, alumni, dan masyarakat ini juga memperkuat citra STTKD sebagai lembaga yang aktif dalam pengabdian masyarakat. Nilai kepedulian ini sejalan dengan misi kampus untuk mencetak tenaga profesional di bidang aviasi yang berintegritas tinggi.

Dirgapala dan Masa Depan Hijau STTKD

OPA DIRGAPALA sebagai organisasi pecinta alam tertua di STTKD terus menjadi pelopor kegiatan lingkungan di kampus sekolah penerbangan tersebut. Sejak berdirinya, organisasi ini telah melahirkan banyak alumni yang berkarier di berbagai bidang aviasi, dari Staff Airline hingga Staff ba ndara ternama di Indonesia. Namun mereka tidak pernah melupakan akar perjuangan organisasi ini, yaitu cinta alam, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Perayaan Milad ke-28 ini menjadi simbol kelanjutan semangat itu dalam wujud yang lebih konkret dan berdampak luas. Mangrove yang ditanam hari ini bukan hanya tumbuhan, tetapi saksi akan komitmen generasi muda STTKD terhadap bumi.

Aksi ini membuktikan bahwa taruna dari sekolah penerbangan terbaik tidak hanya mampu menguasai teknologi penerbangan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan semangat konservasi ini, DIRGAPALA STTKD mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak berhenti menanam harapan di setiap jengkal bumi. Alam yang lestari akan menjadi fondasi kehidupan yang berkelanjutan, sama seperti dunia aviasi yang membutuhkan keseimbangan antara teknologi dan kelestarian. “Salam Lestari, Salam Konservasi” bukan sekadar slogan, tetapi cermin dari jiwa muda yang terus tumbuh bersama setiap akar mangrove yang menembus lumpur pesisir Bantul. Dengan demikian, Milad ke-28 DIRGAPALA STTKD bukan hanya tentang perayaan usia, melainkan tentang menanam nilai, menumbuhkan harapan, dan menjaga bumi—tempat di mana setiap impian taruna sekolah penerbangan terbaik STTKD Yogyakarta bermula.