Komitmen STTKD Dalam Meningkatkan Kualitas Dosen

Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025

Kualitas dosen merupkan unsur paling penting dalam upaya meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan akademik yang terstruktur. Pada Kamis, 10 Juli 2025, kampus STTKD menyelenggarakan Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025, sebuah kegiatan yang dirancang untuk memfasilitasi proses pengajuan Sertifikasi Dosen (Serdos) secara kolektif, terarah, dan tepat sasaran. Bertempat di ruang perpustakaan STTKD, acara ini dimulai tepat pukul 08.30 WIB dan berlangsung dengan suasana akademik yang penuh semangat. Sebanyak 17 dosen peserta hadir dalam kegiatan ini dengan didampingi oleh 6 dosen pendamping yang telah berpengalaman dalam proses Serdos pada tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran para dosen pendamping menjadi bagian penting dalam mendampingi dan memberikan asistensi teknis dalam pengisian dokumen dan penilaian persepsional.

Penguatan Kualitas Dosen Melalui Kegiatan Kolaboratif

Peserta Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025

Workshop ini merupakan inisiasi dari Bagian Jabatan Fungsional (Jafung) dan Sertifikasi Dosen STTKD yang saat ini dipimpin oleh Bapak Andi Syaputra, S.E., M.M. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pendampingan teknis, tetapi juga ajang untuk meningkatkan pemahaman dosen terkait esensi dari proses sertifikasi dosen yang berbasis kompetensi, integritas, dan kinerja akademik yang terukur. Dalam sambutannya saat pembukaan acara, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Bapak Erwan Eko Prasetiyo, S.T., M.T., menyampaikan pentingnya proses sertifikasi dosen sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi. Beliau menekankan bahwa Serdos bukan sekadar syarat administratif, namun merupakan pengakuan atas kompetensi, komitmen, serta kontribusi dosen dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat namun hangat. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Erwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jajaran Jafung STTKD yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan serius. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin kampus, tidak hanya sebagai pendampingan administratif, tetapi juga ruang untuk refleksi diri bagi para dosen terhadap praktik mengajar yang sudah dijalani. Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta berkomitmen untuk mengangkat kualitas dosen sebagai ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, kegiatan seperti workshop Serdos menjadi bagian penting dalam mewujudkan dosen yang tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai pendidik unggul di bidang kedirgantaraan.

Baca Juga : Taruna STTKD Lolos Riset Tingkat Mahasiswa Nasional

Jalannya Kegiatan dan Sinergi Akademik yang Terbangun

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis oleh tim Jafung dan dosen pendamping. Fokus utama sesi ini adalah memahami struktur dokumen Serdos, pengisian Deskripsi Diri (DD), pelaporan Tri Dharma, hingga aspek persepsional dari atasan, kolega, mahasiswa, dan diri sendiri yang menjadi bagian krusial dalam sistem penilaian. Para dosen peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dalam menyusun dokumen portofolio akademik. Banyak di antara mereka yang merasa terbantu karena proses ini dilaksanakan secara bersama-sama, sehingga berbagai kendala teknis dapat segera diatasi secara kolektif.

Sesi pendampingan dilakukan secara kelompok, di mana masing-masing dosen pendamping mendampingi 2–3 dosen peserta. Metode ini terbukti efektif dalam mempercepat proses sekaligus memperdalam pemahaman dosen peserta terhadap aspek substansi Serdos yang selama ini dianggap rumit. Selain aspek teknis, sesi diskusi juga menyentuh hal-hal yang bersifat reflektif, seperti pentingnya integritas akademik, komitmen terhadap Tri Dharma, dan tantangan dosen dalam menghadapi era transformasi digital di pendidikan tinggi. Diskusi ini membuka wawasan peserta untuk melihat proses sertifikasi bukan sebagai beban administratif, melainkan sebagai proses aktualisasi diri sebagai akademisi sejati.

Beberapa dosen peserta mengakui bahwa kegiatan ini memberikan semangat baru dalam menata dokumen karier akademik mereka. Tidak sedikit yang merasa bahwa sebelumnya proses Serdos terasa membingungkan dan menakutkan, namun dengan adanya workshop ini, mereka merasa lebih percaya diri dan memahami alur serta tujuannya secara menyeluruh. Dengan suasana ruangan perpustakaan yang kondusif dan fasilitas pendukung yang memadai, kegiatan ini berjalan lancar dan penuh produktivitas. Perpustakaan STTKD memang dikenal sebagai ruang belajar yang nyaman, lengkap dengan akses internet cepat, perangkat presentasi, dan lingkungan akademik yang mendukung suasana diskusi yang sehat.

Kegiatan berlangsung hingga siang hari dengan jeda istirahat dan makan siang bersama. Sesi ini sekaligus menjadi momen informal bagi dosen-dosen lintas prodi untuk saling mengenal dan bertukar pengalaman. Sinergi lintas jurusan ini semakin memperkuat rasa kebersamaan di antara sivitas akademika Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta. Di akhir sesi, dilakukan refleksi dan penutupan singkat oleh perwakilan panitia. Disampaikan pula rencana tindak lanjut berupa pendampingan lanjutan secara daring, pengumpulan dokumen portofolio, dan konsultasi individu bagi dosen yang masih memerlukan waktu tambahan. Semua itu disiapkan demi memastikan bahwa seluruh peserta benar-benar siap mengikuti tahapan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 hingga tuntas.

STTKD Menuju Dosen Unggul dan Pendidikan Berkualitas

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret dari Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta dalam mendorong penguatan kapasitas dosen secara sistematis. Di era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, keberadaan dosen bersertifikat bukan hanya sebagai bentuk pengakuan formal, tetapi juga simbol kualitas dan dedikasi. Sertifikasi Dosen kini menjadi salah satu indikator penting dalam akreditasi program studi dan institusi. Dengan semakin banyak dosen yang tersertifikasi, maka mutu pendidikan di STTKD akan semakin diakui, baik oleh publik maupun dunia industri. Hal ini akan berdampak langsung pada kepercayaan calon mahasiswa, pengguna lulusan, dan mitra kerja kampus.

STTKD menyadari bahwa dosen adalah pilar utama dalam membentuk lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan, workshop, dan program pengembangan profesi dosen akan terus menjadi prioritas utama dalam agenda strategis institusi. Workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Dalam waktu ke depan, STTKD juga akan merancang program-program pelatihan lanjutan seperti penguatan publikasi ilmiah, peningkatan kemampuan digital teaching, dan manajemen pengajaran berbasis outcome. Semua ini dirancang agar para dosen mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di era revolusi industri 5.0.

Sebagai kampus yang fokus pada bidang kedirgantaraan dan teknologi, STTKD menargetkan menjadi pusat unggulan pendidikan aviasi di Indonesia. Visi ini tidak bisa tercapai tanpa dukungan sumber daya manusia yang unggul, khususnya para dosen yang berdedikasi dan berdaya saing global. Workshop dan Pengisian Serdos ini membuktikan bahwa STTKD tidak hanya mendorong dosen untuk memenuhi standar minimal, tetapi juga memfasilitasi mereka untuk terus berkembang. Kolaborasi antara dosen senior dan muda juga semakin memperkuat budaya akademik yang suportif dan progresif di lingkungan kampus.

Dari kegiatan ini, kita bisa melihat bahwa STTKD tidak hanya membekali mahasiswanya dengan ilmu dan keterampilan, tetapi juga memastikan bahwa para pendidiknya berada di level terbaiknya. Karena hanya dengan dosen berkualitas, pendidikan tinggi bisa mencetak generasi masa depan yang unggul. Dengan demikian, acara Workshop dan Pengisian Bersama Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 ini bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah penting dalam perjalanan besar STTKD menuju kampus yang bermutu, adaptif, dan terus relevan di tengah perubahan zaman.