STTKD Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Nikah Bareng Unik di Dalam Pesawat

Bantul, YogyakartaSekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Nikah Bareng ning Montor Mabur yang diselenggarakan pada Senin (8/6) di lingkungan kampus STTKD. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh 20 pasangan calon pengantin dari berbagai daerah.

Program kolaboratif yang diinisiasi bersama BAZNAS DIY, Yayasan Citra Dirgantara, dan Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon Bantul ini menghadirkan pengalaman pernikahan yang berbeda. Prosesi akad nikah dilaksanakan di dalam tiga pesawat yang berada di area kampus STTKD, menjadikannya salah satu konsep pernikahan massal yang unik dan berkesan.

Sebelum prosesi akad dimulai, seluruh pasangan mengikuti kirab menuju lokasi acara. Dengan mengenakan busana muslim yang memadukan unsur tradisional dan modern, para peserta berjalan menuju area pesawat diiringi penampilan Drum Corps Gema Dirgantara STTKD yang bertugas sebagai cucuk lampah. Kehadiran drum corps turut menambah semarak suasana sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan.

Ketua Panitia, Ryan Budi Nuryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melangsungkan pernikahan sekaligus menyambut Tahun Baru Islam dan Bulan Pancasila.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana membantu masyarakat melangsungkan pernikahan, tetapi juga mengajak generasi muda untuk membangun keluarga yang kuat dan harmonis. Konsep akad nikah di dalam pesawat diharapkan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua STTKD Yogyakarta, Dr. Erwhin Irmawan, S.Si., M.Cs., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, STTKD merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Selamat datang di STTKD Yogyakarta. Kami merasa bangga dan terhormat dapat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak menunjukkan bahwa institusi pendidikan juga dapat berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Erwhin berharap seluruh pasangan yang mengikuti prosesi akad nikah dapat membangun rumah tangga yang kokoh dan penuh keberkahan. Ia mengibaratkan kehidupan rumah tangga seperti sebuah pesawat yang memerlukan kerja sama seluruh komponen agar dapat terbang dengan baik menuju tujuan yang diharapkan.

“Semoga ikatan yang dibangun hari ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sebagaimana pesawat yang memerlukan keseimbangan dan kerja sama untuk dapat terbang dengan baik, demikian pula kehidupan rumah tangga yang membutuhkan komitmen, komunikasi, dan sinergi antara suami dan istri,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Nikah Bareng ning Montor Mabur, STTKD Yogyakarta berharap dapat terus menghadirkan ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sosial dan penguatan nilai-nilai keluarga di Indonesia.