Junggle Survival – D1 Pramugari 2017

(Sabtu, 16 Desember 17) Praktik Junggle Survival D1 Pramugari Kampus STTKD Yogyakarta bertempat di JAZ (Jogja Adventure Zone). D1 Pramugari di tahun 2017 ini berjumlah 98 Taruni dan 1 orang Taruna berangkat dari Kampus STTKD dengan menggunakan 1 Bus dan 2 Truk dari Paskhas Yogyakarta menuju lokasi.

Junggle Survival merupakan salah satu mata kuliah untuk D1 Pramugari, yang diampu oleh Bapak H. Marsda (Purn) Udin Kurniadi, S.E., M.E. Latihan yang digelar dihari pertama ini berkaitan dengan SAR (Search and Rescue), untuk bertahan hidup serta dapat menyelamatkan orang lain.

Saat berangkat dari kampus, peserta latihan sudah mengenakan life jacket / pelampung dan sandal. begitu tiba dilokasi, mereka langsung turun dari kendaraan dan melompat ke air seakan-akan pesawat yang mereka gunakan terjadi kecelakaan. Perahu karet untuk keadaan darurat yang sudah disiapkan sebagai alat bertahan hidup sampai bantuan datang menjemput. Mereka harus berenang mencari sisa-sisa makanan dari jatuhnya pesawat, kemudian menaiki perahu tersebut dan mempelajari bagaimana mengemudikannya. Setelah itu mereka juga berlatih bagaimana melakukan penyebrangan basah menggunakan tali.

Selanjutnya simulasi untuk bertahan hidup dihutan, Taruna-Taruni mulai mencari bahan-bahan makan dan alat untuk mengolah makanan disekitarnya. Sudah disiapkan disekitar area latihan beberapa ekor ayam dan juga ular yang akan mereka tangkap dan memasaknya. Selain ular dan ayam, mereka juga mengolah ubi dan membuat nasi bumbung yang dimasak dalam batang bambu.

Kemudian malam harinya mereka berjalan menyusuri kebun dan makam untuk mencari makanan berupa roti yang sudah disediakan dalam rute perjalanan mereka. Hal ini untuk melatih mental dan keberanian untk bertahan hidup di alam terbuka.

Pagi hari (Minggu, 17 Desember 17) mereka melanjutkan latihan di Paskhas Yogyakarta mengenai bekal untuk bertahan hidup yang lainnya, seperti membuat bifak / shelter menggunakan ponco/mantel/bahan apapun yang dapat ditemukan, membaca kompas, membuat sinyal ke udara untuk meminta bantuan, dan melatih komunikasi serta kreatifitas untuk menghibur korban yang selamat dari kecelakaan. Siang pukul 12:00 mereka melaksanakan upacara penutupan latihan Junggle Survival di aula Paskhas dan selanjutnya pulang ke Kampus STTKD.

Bagikan:

Leave a Reply